BAB 9 . TERBARING SAKIT

Anin pulang dengan membawa uang sebesar 50ribu di tambah cemilan ringan yang di belikan oleh Erik. Dan betul saja mereka meminta Anin untuk sekedar menemaninya jalan untuk bertemu dengan teman-teman semasa sekolah waktu itu, karena Erik yang baru lulus SMA. Anin pun merasa puas dan senang karena pulang membawa uang dan satu kantung makanan yang di belinya bersama Erik di minimarket, dan setelah itu di antarnya pulang juga.

Tumben kemana mereka kok sepi, batin Anin.

Benar saja mereka sudah masuk kedalam kamar masing-masing, karena Anin pun bisa mengintipnya di karenakan kamar yang mereka gunakan terbuat dari bambu yang telah di buat Anyaman.

Aku menggeliat kan badan yang berada di kasur lusuh ku karena merasakan lelah dan capek.

"Aaaa, enaknya ini tulang bautnya pada copot semua kali ya, capek banget ini hari, udah gitu kenapa pula pusing dari tadi gak ilang-ilang" keluh anin pada diri sendiri.

Tak terasa malam ini sudah menunjukkan di angka 23:00 dan malam yang semakin larut dan sunyi hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersahutan, bertambah pula semilir angin yang masuk lewat sela-sela yang berada di dalam kamar. Membuat badanku semakin kedinginan dan rasa pusing yang semakin menjadi.

"Tuhan, kenapa pusing yang sedari sore aku tahan kini malah menjadi" suara lirihnya di barengi dengan menahan sesuatu agar tak jatuh dari matanya.

Ya Allah, sakit sekali, di saat aku seperti ini apa ada yang masih perduli denganku, apa ada yang mengasihi aku. Hiks..Hiks.. Anin hanya bisa bersuara dalam hati dan menangis dalam batin, dan tak terasa buliran kristal yang semula ia tahan akhirnya runtuh juga dalam tangisannya. Dan Anin mencoba memejamkan mata berharap esok pagi akan segera datang dengan begitu siapa tahu sakit kepala akan hilang.

"Anin! cepat bangun sudah siang masih saja tidur!"

"Nin! jangan berlagak gak dengar ya kamu,"

"Bener-bener ini anak ya! minta di guyur kayaknya" bentaknya karena sedari tadi Bu Indah terus berteriak namun Anin masih belum bangun juga karena pagi ini sudah berada di pukul 7:00.

Bu Indah mencoba masuk kedalam kamar anaknya, dan terlihat Anin masih berada di dalam selimut yang sudah tak layak pakai, dan sudah waktunya untuk di bakar. Namun apalah daya Anin tak mampu untuk membeli selimut karena pasti harganya juga mahal.

"Hye anak sial, bangun kamu! saking enaknya ya yang semalam keluyuran sampai lupa waktu dan sekarang sok jadi orang kaya!"

"Dan jam segini pun kamu belum bangun, enak ya gak ngurusin rumah udah berlagak jadi orang kaya ya."

Namun yang di teriaki dan di maki-maki masih tak bergerak.

BU Indah pun jadi heran.

Apa Anin mati ya, di teriaki masih tak merespon.

Seperti itulah yang di pikiran Ibunya, bukan rasa kuatir malah bisa-bisanya mengira bahwa Anin meninggal.

Dengan rasa penasaran Bu Indah memegang tangannya dan mengecek nadinya.

Hangat masih hidup juga, batinnya lagi.

Dan kini tangan Bu Indah, beralih ke keningnya dan mengecek suhunya.

"Rupanya demam ini anak" suara lirihnya dan tangan yang masih menempel membuat Anin membuka mata sedikit demi sedikit.

"Maaf Bu, Anin lagi gak enak badan boleh kah Anin beristirahat sampai badan Anin enakan lagi?" dengan suara berat ,Anin memohon pada Ibunya agar bisa beristirahat karena bukan tambah enakan yang di rasakan nya malah sakit di sekujur tubuhnya.

"Baik, Ibu kasih keringanan dan setelah itu kerjakan tugasmu seperti biasa, lagian aku tak mau hanya karena kamu sakit tak ada pemasukan ngerti kamu!" setelah berbicara dengan nada marah Bu Indah keluar dari kamarnya Anin.

Sedangkan Anin hanya bisa menangis meratapi nasibnya saat ini, karena ibunya hanya peduli dengan uangnya tanpa memikirkan keadaan Anin yang terbaring sakit.

Suara dering Handphone membuat ia seketika menghentikan tangisannya dan mengusap butiran bening yang berada di pipinya.

Ternyata yang menelpon adalah sahabatnya ,Niko.

["Halo Nin, kamu gak ada masuk hari ini kenapa?"] tanya Niko, pada Anin, dan memang Anin tak ada izin untuk libur kerja di karenakan ia baru saja bangun.

["Maaf Kak, gak sempet minta izin. Aku lagi gak enak badan hari ini jadi izin tidak masuk."] Suara parau Anin membuat sang sahabat curiga karena tak seperti biasanya, mendengar suara seseorang yang berada di balik telepon itu yang sudah di anggap saudaranya, terdengar lirih dan seperti orang yang sehabis menangis.

["Ok, baik lah kamu istirahat saja biar cepat sembuh."] Tuut.

Panggilan langsung di putus oleh Niko.

Kenapa Kak Niko tiba-tiba main putusin sambungan telepon? apa Kak Niko marah denganku, karena tak ada izin untuk libur kerja.

Aku yang saat ini tengah memikirkan Kak Niko yang marah denganku. Di tambah kepalaku yang teramat sakit membuat aku tak bisa berpikir, apa karena aku sebelumya tak meminta izin atau kah ada hal lainnya yang membuatnya marah, entah lah.

Sedangkan di gudang, Niko sama sekali tak bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaannya karena pikirannya tertuju pada Anin, dan ia takut kalau Anin mengalami sesuatu karena sewaktu di telepon tadi terdengar suaranya yang parau, dan begitu sangat loyo sewaktu menjawab ucapan dari Niko.

Semoga Anin tak kenapa-kenapa, dan sepertinya gue harus mastiin sendiri bahwa dia sedang baik-baik saja. Batin Niko, karena ia tak tenang jika tak melihat secara langsung keadaan dari sang sahabat rasa saudara itu.

"Eh, lu dari tadi ngelamun saja dari tadi gue perhatiin. Ucap salah satu temannya.

" Siapa yang ngelamun?" tanya balik Niko pada teman kerjanya.

"Kalau lu gak ngelamun, gak mungkin lu mantengin itu komputer dan tangan lu diam di atas keyboard." Ck..Ck.. terdengar suara decikan dari sang teman, namun yang di ajak bicara masih terfokus di lain tempat.

"Nah loh ngelamun kan, apa gue bilang. ngaku gak lu sekarang?" goda temanya yang bernama Adam.

"Bukan urusan kamu pergi sana! gangguin orang yang lagi kerja saja lu," sewot Niko.

"Apa yang lu kerjain dari tadi otak kamu berkelana terus." Sahut Adam yang tak terima dengan ucapannya, sedang yang dilihatnya memang sesuai kenyataan. Dan Adam pun bertambah yakin bahwa Niko sedang ada masalah.

"Kalau gue lagi mikirin cewek emang napa lu, udah pergi sono! liat lu ngebuat mata tambah sepet tau gak."

"Eh buset , di kira apaan gue."

"Hye, baru nyadar gue kalau Anin gak ada di gudang ya?"

"Iya, tadi minta izin gak masuk katanya lagi gak enak badan."

"Oh, gue tau sekarang lu gak fokus karena Anin gak masuk kan. Tega lu ya macarin bocah inget lu udah berumur,"

"Sekali lagi lu ngomong gue timpuk pakai buku ya? pergi gak lu." Belum sempat Adam melanjutkan ucapannya, sudah keburu di potong oleh Niko, karena ia sangat kesal dengan temannya yang suka kepo urusan orang.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻

2022-10-30

0

auliasiamatir

auliasiamatir

Mak durhaka

2022-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!