BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU

Ada rasa lega yang di rasakan Anin saat ini. Karena merasa puas dengan ia mengeluarkan segala isi hatinya kepada Niko.

Dan mie yang di masaknya tadi kini dia memakan sedikit demi sedikit setelah kata-kata wejangan yang di berikan oleh Niko terhadap Anin.

Akhirnya satu mangkok berisikan mie kini telah tandas olehnya, dan sekarang ia akan bersiap-siap untuk mencari tambahan uang dengan cara menemani seseorang entah itu tua atau muda bagi Anin itu tak penting dan masa bodoh! yang terpenting kini dia akan mendapatkan uang lagi.

"Mau kemana kamu malam-malam dasar keluyuran saja bisanya!" suara Ibunya yang menggema di seluruh ruangan membuat ia langsung menghentikan kakinya yang sedang berjalan, karena Niko sudah menunggu yang tak jauh dari rumahnya.

"Keluar cari angin, biar gak sesak."

Jawabku pada Ibu dengan nada ketus.

"Dasar anak durhaka! ngomong sama orang tua gak ada sopan-sopan nya."

"Sudah kalau ceramah, kalau sudah aku mau keluar di depan sudah ada yang menunggu." Karena aku yang malas berdebat dengan Ibu memilih kata singkat untuk menjawabnya.

"Dasar anak tak punya sopan kamu ya! orang tua lagi bicara main nyelonong keluar!" teriaknya pada Anin. Lantas Anin pun yang sudah berjalan untuk membuka kenop yang berada di pintu lantas ia putar badan dan menghampiri Ibunya.

"Lantas di sini yang harus di salah kan siapa? jika aku menjadi anak tak beradab apa salahku juga, dan jika aku menjadi anak tak berpendidikan apa itu salahku juga, dan sekarang pun menjadi seorang anak tanpa mempunyai sopan santun apa itu kesalahan untukku, jawab aku! dan jangan hanya bisa diam dam marah karena keteledoran anda sendiri."

"Lagi pula selama ini apa pernah Ibu mengajarkan tata krama, selama ini apa pernah Ibu mengajarkan soal kesopanan, dan selama ini apa pernah ibu mendidik aku dengan segala ilmu pengetahuan yang Ibu miliki untuk di tanamkan di sini! sama sekali tidak!"

Sambil menunjuk kepalaku sendiri aku meluapkan emosiku lagi dan lagi.

Dan Ibu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun yang terlontar di mulutnya.

Sesungguhnya aku lelah di perlakukan seperti ini, ingin rasanya keluar dari rumah dan memulai kehidupan baru tanpa ada yang mengusikku. Mengganggu ketenangan ku serta menjadi sapi perah bagi mereka. Namun aku belum cukup uang untuk keluar dari rumah itu.

Setelah Anin puas mengeluarkan kata-kata yang menurutnya pantas untuk di lontarkan pada Ibunya, kini dia berjalan lagi menuju pintu keluar karena Niko takut akan menunggunya lebih lama.

Dan terlihat Bu Indah diam beribu bahasa, seakan kata demi kata yang di ucapkan sang anak, seperti sembilah pisau yang menancap tepat di jantungnya, karena Bu Indah tak pernah mengira bahwa Anin akan berkata seperti itu, Namun nyatanya Anin dengan lantang dan berani serta sama sekali tak mengeluarkan air mata membalas ucapan dari sang Ibu.

"Nin, lama amat habis ngapain sih?" tanya Niko pada Anin.

Namun yang di tanya hanya diam.

"Nin, jawab aku,"

"Anin pun masih diam, dan tiba-tiba memeluk erat seseorang yang berada di hadapannya.

" Hye, coba bilang kenapa? jangan nangis gini kakak kan jadi bingung."

"Hiks..hiks..hiks..kenapa Kak, kenapa mereka jahat sama aku Kak, apa salah aku sampai aku menerima semua ini."

"Sudah ya, jangan nangis lagi di sini ada Kakak, yang selalu ada buat kamu. Jadi usah kamu bersedih,"

"Tapi mereka kak, dan Ibu, Ibu begitu tega denganku, apa aku memang bukan anaknya hinga mendapat hal yang berbeda di antara yang lain."

"Doakan semoga Ibu kamu sadar bahwa kamu pun berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, dan jangan lupa bahwa kamu pun terlahir dari rahimnya yang bagaimana kamu pun harus tetap menghargai pengorbanannya saat melahirkan kamu."

"Jika ada pilihan maka aku tak pernah minta di hadirkan Kak! jika aku pun harus menerima ketidak adilan, apa belum cukup dengan menyiksa batinku sedari kecil hingga saat ini, apa belum puas jika aku benar-benar terjatuh hingga nyawaku terpisah dari ragaku."

Seakan tak ada habisnya penderitaan yang di lalui oleh Anin, Ibu mana yang tega menorehkan luka setiap hari pada anaknya? sejatinya anak adalah titipan sang illahi, namun berbanding dengan apa yang di rasakan Anindiyah. Hanya luka kecewa sakit hati yang ia dapatkan dari sang Ibu.

"Udah jangan nangis nanti cantiknya ilang loh, ya udah kita berangkat ya?"

"Maaf."

"Sstt, udah jangan minta maaf. Kakak tau apa yang kamu rasakan, jadikan ini menuju impianmu dan raih lah kebahagiaan di masa mendatang.

Mereka pun akhirnya menuju tempat di mana Anin harus menemani seseorang, dan semoga saja apa yang di katakan Niko pada Anin itu memang benar, jika ia hanya minta di temani tak lebih dari itu.

Sekitar 20 menit sesampainya di tempat.

"Hye bro, gue udah bawa apa yang lu cari, kenalin ini Anindiyah. Dan Nin kenalin ini temen Kakak namanya Erik.

" Hye gue Erik."

"Saya Anin."

"Ya udah makasih ya bro, udah mau cariin apa yang gue butuhin, dan lu tenang saja sesuai perjanjian awal, Ok."

"Beneran lu ya, gue gak mau ada yang lebih karena gue penjaganya Anin, jadi gue gak mau kalau dia kenapa-kenapa?"

"Iya, lu tenang saja."

Saat pertemuan itu Niko pun memberi peringatan pada temannya Erik, agar menjalankan sesuai kesepakatan pertama di mana Erik meminta Niko di carikan teman untuk di ajak jalan. karena Erik selalu mendapat olokan dari para temannya karena tak mempunyai gebetan.

Sedangkan di rumahnya Anin.

"Lama-lama aku usir itu anak, berani-beraninya sok nasehatin orang tua lihat saja nanti kamu ya"

Bu Indah berbicara sendiri seraya tak terima akibat jawaban yang di lontarkan Anin, mampu membuat ia mati kutu.

"Eh, tapi kalau ku usir siapa dong yang cari uangnya" sambil mondar-mandir dengan jemari di taruh nya di dagu serta berdecak pinggang, Bu Indah memikirkan sesuatu.

Tiba-tiba Bruk..

"Ibu apaan sih udah kek setrikaan! pakai nabrak pula," sungut Edi kepada Ibunya.

"Kamu juga ngapain pakai jalan sambil mainan Handphone, kalau nabrak Ibu juga yang di salain dasar."

"Emang Ibu, ngapain sih pakai mondar-mandir?" karena aku penasaran makanya aku bertanya pada Ibu, dan ada yang di pikirkan olehnya.

"Pusing mikirin si anak sialan itu,"

"Lah emang apa yang di lakuin sama dia ke, Ibu?" Edi pun bertanya penuh selidik, dan entah kapan mereka berdua akan akur dan tak seperti tikus dan kucing lagi.

"Ia tadi aku maki-maki dan ku bilang kalau dia gak punya sopan dan tata krama terhadap orang yang lebih dewasa, eh jawabannya malah bikin geleng."

"Lagian udahan napa sama Anin musuhan nya lama-lama aku kasian juga sama itu anak Bu!"

"Alah kamu diam sajalah sekarang gak perlu ikut campur sama urusan ,Ibu."

Bu Indah yang mendapat teguran dari putra bungsunya malah ganti memarahinya, dan itu membuat Edi bergeleng kepala atas kelakuannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Akan kah Bu Indah dapat sadar atas kelakuannya, dan yang telah menyakiti mental anaknya yang tak lain adalah Anindiyah Qoirunisa.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

2 bab dulu untuk hari ini kak, semangat terus 💪🏻

2022-10-27

0

Saudah14

Saudah14

Aku stay tune kak 😃🙏
semangat up nya

2022-10-22

0

auliasiamatir

auliasiamatir

jangan jangan Anin bukan anak nya Bu indah ya Thor, jahat amat

2022-09-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!