BAB 10 . KE KELINIK

Sedang di lain tempat, tepatnya di rumah Anin. Ibunya seharian marah-marah tak jelas karena merasa kesal seharian ini di penuhi oleh pekerjaan yang ia kerjakan sendiri. Sambil menghentak kan kakinya ia menuju tempat tidur dimana Sulaiman sedang terbaring menunggu sepiring Nasi. Sedang di dalam kamar Anin yang merasakan perutnya sakit dan lama kelamaan semakin sakit karena sedari pagi ia belum memakan apa-apa. Dan Ibunya pun sama sekali tak memikirkan Anin yang sedang terbaring lemah hingga sore menjelang.

Brum..brum..Suara sepeda motor Sport yang terparkir di depan rumah Anin, membuat Ibunya yang berada di dalam keluar karena penasaran kira-kira kendaraan siapa?.

"Assalamualaikum, permisi,"

"Waalaikumsalam, oh kamu to, ada apa?"

"Saya mau bertemu Anin, apa anaknya ada Bu,"

"Ada masuk saja, palingan juga itu Anak sekarat di dalam kamar."

Deg.. Astagfirullah aku hanya bisa membatin bagaimana bisa seorang anak yang sedang sakit, bukan malah di berikan perhatian malah ucapan yang tak pantas di lontarkan oleh seorang Ibu.

Sambil berjalan masuk aku mengelus Dada, karena merasa simpati atas Ibunya Anin.

"Itu kamarnya."

Sambil telunjuknya menuding ke arah kanan lantas aku mengikuti apa yang di katakan olehnya.

"Ya Allah Anin! kamu kenapa bisa seperti ini,"

"Kak Niko! dari kapan Kakak di rumah?"

"Kamu gak perlu ngeles dengan pertanyaan yang gak penting! sekarang kita periksa ya, terus kamu udah makan apa belum,"

namun yang di tanya hanya diam tanpa menjawabnya.

"Ja-jadi kamu belum makan seharian ini,"

Anin hanya menggelengkan kepala saat pertanyaan kedua yang di berikan oleh Niko.

Bagaimana bisa seorang Ibu tega menelantarkan Anak yang sedang sakit! sungguh keterlaluan dan sudah di luar batas kelakuannya. Dalam batin Niko mengumpat habis-habisan karena kesal atas perilaku yang di tujukan untuk Anin.

"Sekarang bangun ya, aku tadi beli bubur dan setelah itu kita periksa! dan Kakak gak nerima penolakan ngerti kamu!"

Saat aku masuk dan melihat kondisi Anin yang lemas serta wajah yang pucat aku pun tak tega melihatnya. Di tambah lagi seharian ini Anin sama sekali tak memakan Apa-apa meski itu hanya sekedar roti.

Sungguh berat beban hidup kamu Nin, dan aku berdoa kelak kamu akan menjadi seseorang yang berguna serta bermanfaat untuk orang lain.

Hiks..hiks..hiks..

"Kenapa nangis hem, coba bilang apa ada yang sakit,"

Sambil menangis Anin memeluk erat tubuh seseorang yang berada di hadapannya, dan orang itu pun membalas pelukan Anin serta mengelus lembut pundak yang saat ini di peluknya.

"Udah ya jangan nangis lagi,"

Huhuhu.. "Maaf sudah merepotkan kamu,"

"Jika kamu mau kata maaf dariku, maka kamu harus menurut sama gue ya?"

Aku pun tak tau nasibku akan seperti apa! jika saja Niko tak datang menengok ku, bisa di pastikan keesokan harinya aku sudah terbujur kaku bak Bangkai yang terbuang. Aku pun sangat berterimakasih terhadap Niko, yang sudi merawatku saat ini. Dan semoga kelak aku bisa membalas jasanya yang sudah terlalu banyak yang di berikan padaku.

Dan di saat mereka keluar kamar itupun belum sampai di ambang pintu, kini mereka di hadang oleh Ibunya Anin.

"Mau kemana kalian?" ketusnya.

"Saya Izin membawa Anin untuk periksa Bu, kasian Anin, udah kesakitan,"

"Alah itu mah akal-akalan dia doang."

"Dasar anak manja." Makinya lagi terhadap Anin.

"Sudah Bu, kami permisi dulu."

Tak ada jawaban yang terlontar dari bibir Ibunya Anin, saat mereka berpamitan kepadanya.

Sesampainya di klinik Anin di suruh duduk, sedang Niko mengambil nomor antrian, dan Niko mendapat nomor antrian 5.

"Kamu kuat kan Nin, kalau gak kuat rebahan saja di paha Kakak biar kepala kamu gak sakit,"

"Insya Allah kuat kok Kak." Jawab ku pada Kak Niko dengan suara yang lirih namun masih bisa terdengar olehnya.

"Nin, apa gak sebaiknya kamu ngekos saja, biar nanti Kakak carikan kosan yang dekat dengan pabrik?"

"Makasih Kak, tapi biarlah begini dulu, nanti kalau aku sudah menyerah maka aku akan keluar dari rumah itu,"

"Tapi aku tak tega jika kamu di perlakukan seperti itu, dan Ibu kamu sama sekali tak punya hati nurani sedikit pun terhadap kamu, dan kelakuannya tak menggambar ia sebagai orang tua."

"Aku pun sudah terbiasa dengan apa yang di lakukan Ibu padaku Kak, jadi kamu jangan kuatir. Aku bisa mengatasi sendiri,"

"Ingat Nin, kamu masih punya Kakak. Dan anggap aku sebagai Abang kamu, jadi jika kamu butuh sesuatu bilang sama Kakak, dan selama Kakak mampu dan bisa! maka aku akan berusaha membantu kamu."

"Dengan Antrian nomor lima." Sara suster yang sedang memanggil mereka berdua.

"Maaf Mas ini siapanya pasien ya?" tanya si suster.

"Saya Abangnya Sus."

"Ya sudah boleh temani masuk,"

"Baik sus terimakasih."

"Sama-sama."

"Dok, sakit apa ya Adik saya?"

"Adik Mas, terkena tifus akibat telat makan dan banyak pikiran, jadi usahakan jangan sampai telat makan jika tak mau bertambah parah, dan nanti saya akan jelaskan mengenai makanan apa saja yang boleh di makan dan yang tidak boleh di makan." Terang Dokter yang memeriksa Anin.

"Ya sudah ini resep obatnya mohon di tebus."

"Kak!" panggilku pada Kak Niko.

"Kenapa Nin?" tanya nya pada Anin.

"Pasti mahal administrasinya aku gak punya uang Kak, buat bayar,"

"Kamu jangan mikir itu dulu, itu biar Kakak yang urus! yang terpenting kesehatan kamu."

"Ta-"

"Stop! jangan bicara lagi, dan lebih baik kamu diam!" dengan nada kesal dan aku pun Belum selesai berkata namun sudah terpotong oleh ucapan Kak Niko. Dan akhirnya aku memilih diam takut terkena bentakannya lagi.

Tak berapa lama setelah Niko mengambil obat yang sudah diresepkan sang Dokter, Niko pun berceloteh lataran memberi penjelas kepada Anin, makan apa saja yang boleh di makan dan tidak boleh di makan, begitu pula dengan minuman. Karena penyakit yang di derita Anin cukup parah.

"Paham kan, apa yang Kakak jelasin barusan,"

"Paham Kak."

"Ya sudah kita pulang, tapi sebelum itu kita mampir ke minimarket dulu.

...****************...

Anin kuat karena ada setitik penyemangat untuk ia menjalani hari-harinya, dan Anin pun tak bisa membayangkan jika saja dia tak mengenal Niko, kemungkinan Anin sudah depresi akibat tekanan batin yang di berikan keluarganya sedari kecil. Dan Abangnya pun Acuh terhadapnya tanpa ingin membela Adik perempuannya satu-satunya. Dan ia hanya bisa diam dan menyalahkan Anin juga. Awal Anin menikmati menjadi seorang yang Hina menjadikan berkah dan ladang pencariannya. Akan kah kehidupannya akan berubah atau malah ia menikmati sebagai perannya!.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Niko jauh lebih baik dibandingkan ibunya Anin, salut aku sama Niko baik banget...

2022-11-18

0

mom mimu

mom mimu

Anin aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻

2022-11-06

0

auliasiamatir

auliasiamatir

alasan Mak nya membenci anin kurang masuk akal kak, masa ia cuma karena Anin di sayang bapaknya ... 😔 dasar nak di Ting

2022-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!