BAB 16 . TENTANG ISI HATI

Tok..tok..tok.

"Siapa sih udah malam begini bertamu, kalaupun Intan, gak mungkin deh" sambil berjalan aku bergumam.

Tok..tok..tok..

"Ia bentar! gak sabaran amat jadi manusia." Makiku.

Ceklek.. "Kak Niko!" saat aku membuka pintu betapa aku terkejut dan menutup mulutku dengan kedua tanganku, bagaimana tak terkejut karena yang datang dan mengetuk pintu itu ternyata Niko.

"Udah ngelamunnya,"

suara Kak Niko, mampu membuat aku tersadar akan lamunanku dan masih dalam rasa terkejut saat ini. Dan semua ini bagiku cukup membingungkan, karena tanpa menelpon dan berkabar dulu sebelum datang dan menemuiku. Lah ini orang secara tiba-tiba sudah berada di depan mata seperti jalangkung saja batinku.

"Ada masalah apa? sampai-sampai Kakak, kemari?" tanyaku penuh dengan selidik.

"Kenapa gak boleh ya,"

"Aish, bukan gitu Kak, biasanya juga kalau mau kesini, musti telepon dulu kan." Sambil memonyongkan bibirku, karena sukses di buatnya kesal.

"Tiba-tiba kangen sama kamu,"

"Ihh, resek! sakit tau."

"Abisnya hidung kamu itu bikin gemes,"

"Terus aja di pencet." Sungguh kesal aku di buatnya.

"Mumpung masih sore kita keluar yuk cari makan,"

"Ya udah ayok, aku pun sebenarnya lapar sih."

Tak berapa lama kami pun sampai di tempat bakso milik Pak Mamat langganan ku.

"Loh, Mbak Anin, tumben sama Mas nya?"

Karena biasanya aku datang bersama Intan, namun karena besok aku meminta ijin untuk pulang. Makanya Mami menyuruhku untuk libur takut jika waktu di perjalanan pulang aku kecapean.

"Iya Pak! Intan kerja jadinya saya kesini sama temen lain."

"Temen apa temen ini Neng. Cie.."

"Temen Pak!"

"Bentar lagi jadi istri saya Pak, doain ya."

Yang secara tiba-tiba Kak Niko menyahuti ucapan dari Pak Mamat tersebut.

"Apaan sih, Kak!"

Bisa-bisanya orang ini berbicara seperti itu, huh sial amat. Gumam ku dalam hati.

Tak berapa lama bakso pun sudah terhidang di depan kami berdua. Untungnya Pak Mamat tau selera kita jadi tak perlu menunggu lama untuk memesannya.

"Silahkan di nikmati Mbak Anin, Mas Niko, Bapak langsung kebelakang ya."

"Iya Pak, makasih ya." Timpal kami kepada Pak Mamat.

"Oh iya, nanti Kak Niko seperti biasa tidur di penginapan?" tanya Anin, pada Niko, karena setiap kali Niko mengunjungi Anin, maka Niko selalu menginap di penginapan yang tak jauh dari Kosnya Anin.

"Gak!"

"Terus."

"Tidur sama kamu,"

Uhuk..uhuk..

"Minum dulu ini." Melihat Anin yang tersedak Niko pun dengan cepat mengambil teh yang berada di depannya lalu memberikannya pada Anin.

"Makasih."

"Makanya hati-hati kalau makan! lagian gak ada yang ngerebut bakso kamu, jadi yang tenang kalau makan." Celotehnya pada Anin.

"Aduh."

"Kenapa? apa ada yang sakit, coba mana Kakak lihat."

STOP... Teriak Anin pada Niko, karena Anin pun tak tahan melihat Niko yang sedari tadi mengoceh mirip burung Kutilang.

"Dari tadi Kakak mirip kek Mak-mak yang gak dapat jatah bulanan tau gak! kenapa Kakak jadi banyak omong sih, habis makan pisang sama kroto ya?" gerutu ku padanya, karena kesal akan ucapannya.

Hehehe..

Lah dia malah tertawa sambil menggaruk kepalanya yang kurasa tak gatal, dan seperti seseorang yang salah tingkah hingga aku pun geleng di buatnya.

"Kenapa?"

aku bertanya lagi karena dia belum juga memakan bakso yang di pesannya tadi malah senyum-senyum tak jelas, hingga membuatku bergidik ngeri.

"Gak papa, lagi seneng saja sih,"

"Habis jadian sama cewek ya? makanya itu muka terlihat bahagia banget."

Saat aku sedang bertanya entah mengapa wajah yang semula sumringah, kini berubah masam.

Apa hanya perasaan ku saja ya? karena mukanya berubah jadi cemberut. Gumam ku dalam hati dan entah mengapa pikiranku tertuju hanya pada wajahnya saja.

"Apa kamu senang jika Kakak punya cewek, dan menikah dengan seseorang?" pertanyaan macam apa ini yang di ucapkan, sungguh aku tak mengerti apa maksudnya. Sambil mengerutkan kening lantas aku mencoba menjawab pertanyaan yang menurutku tak masuk akal.

"Ya iyalah Kak, emang maunya kamu gak nikah ya Kak,"

"Apa kamu akan keberatan jika nantinya gue nikah, terus kita gak bisa ketemu lagi!"

Sejenak aku terdiam memikirkan tentang ucapan barusan. Sambil mataku berkaca-kaca ku pandangi lelaki yang saat ini berusia 22tahun, yang berada di depanku.

"Tanpa kamu bicara pun aku tau tentang perasaanmu saat ini, bukan kah jika kita sudah menikah dan mempunyai keluarga baru, maka kita tak lagi kumpul dan bisa bersama seperti ini lagi nantinya."

Entah darimana datangnya air mata ini, karena tanpa di pinta kristal bening ini pun lolos dari dalam mataku.

"Dan aku tau apa yang saat ini berada dalam hatimu, tak rela kan jika aku harus melupakan kamu."

Aku yang di tanya hanya bisa menangis sesekali menggeleng karena apa yang di katakan nya adalah benar.

"Sekarang beri tau aku agar aku tak melupakan kamu! dan beri tau aku agar tak sampai hati, memutuskan pertemanan yang kita jalin selama bertahun-tahun kan."

Semua yang terucap dari mulutnya adalah benar adanya, aku pun tak rela jika itu semua benar-benar terjadi padaku. Karena aku tak punya siapa- siapa lagi selain Niko, dan Intan.

Aku pun yang di tanya hanya bisa diam dan menunduk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Karena aku pun di buat bingung karena ucapannya. Dan baru kali ini juga aku mendengarkan dia berbicara sangat serius, saat kami makan pun tak ada canda dan tawa yang seperti biasa kita lakukan.

"Aku pun sama seperti kamu Nin, tak mau kehilangan kamu, dan aku berusaha menjadi Kakak yang terbaik untuk kamu! namun kalau kita sudah berumah tangga maka tanggung jawabku berkurang untuk menjaga kamu."

"Apa artinya Kakak sudah gak mau lagi menjaga aku! dan aku berterimakasih tentang Kakak yang selama lebih dari dari lima tahun ini menjagaku dan berkorban demi aku!"

"Bukan jawaban itu yang aku mau Nin! sepertinya kamu masih belum mengerti apa yang aku mau dari dirimu,"

"Apa Kakak mau imbal balik dari aku, dan mau aku membalas semua jasa yang pernah Kakak berikan selama ini kepadaku?"

"Ya, itu yang aku mau! karena di dunia ini tak ada yang gratis paham kamu."

"Hitung lah hutang ku berapa Kak, nanti aku akan mencicil semua yang pernah Kakak berikan,"

"Apa terlihat seperti lelaki yang tak mampu, hingga kamu ingin mencicilnya dengan uang!"

"Lantas apa yang Kakak mau dari aku, aku hanyalah anak yang tak di anggap. Dan harus menjalani hidup seorang diri, dan jalan ku untuk bisa bertahan aku pun harus menjadi seorang Pendosa!"

Kami pun belum menyentuh makanan yang kami pesan karena antara aku dan Niko saling adu argumen.

Aku pun sadar semua tak ada yang gratis, setelah ku tawarkan untuk mencicil berapa hutangku Niko pun malah bertambah marah. Aku bingung apa yang dia ingin? apa jangan-jangan dia mau diriku. Itulah yang berada di benakku, kalaupun iya aku rela demi menebus jasanya selama ini yang di berikan padaku.

Aku rela Aku ikhlas melepaskan apa yang aku jaga selama 18 tahun itu ku berikan padanya..

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

nahh itu ngerti Nin, cuman Nuki gak sejahat itu buat rwnggut kesucian kamu tanpa ijab lebih dulu...

mampir lagi kak...
semangat terus ya 💪🏻💪🏻💪🏻

2022-11-12

0

Lina Zascia Amandia

Lina Zascia Amandia

Doanya Niko.

2022-10-02

0

auliasiamatir

auliasiamatir

anain, jangan salah sangka dong 😔 gemes deh

2022-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!