BAB 12 . HIDUP ITU KERAS

Aku tak perduli bahwa usiaku masih di bawah umur, itu semua tak penting bagiku. Yang terpenting adalah dengan pulangnya aku ke rumah dan membawa beberapa lembar uang, bisa di pastikan Ibu akan senang dan tak memarahiku lagi tentunya.

Dan sebisaku bertahan! kalaupun aku sudah lelah dan merasa tak sanggup maka disitulah aku menyerah.

Sedikit demi sedikit aku mulai menikmati peranku sebagai gadis pengikat Om-om. Dan sudah berapa kali itu pun tak terhitung olehku, dengan aku berjalan dengan mereka. Namun Ibu dan Bang Edi, sama sekali tak pernah menanyakan aku mendapatkan uang dari mana, dan setiap hari keluar kemana, sama sekali tidak! dan aku pun sudah terbiasa maka dari itu aku tak memperdulikan . Yang ia pedulikan Uang dan uang yang berada di kepala mereka.

Kehidupan seperti ini lah yang memaksaku menjadi dewasa dalam keseharian ku, cukup bekerja dan bekerja tanpa memikirkan sesuatu. Terkadang aku ingin marah kepada sang pemilik hidup! karena tak adil bagiku? namun aku juga tak boleh egois akan hidup ini. Entah kehidupan seperti apa yang ia berikan kelak kepadaku jika aku bisa melewati di fase saat ini.

Drtt..drtt..Suara dering Gawai nya membuat ia menoleh kearah sumber suara. Lekas Anin pun melihat siapa gerangan yang menelpon. Dan setelah ia mengecek ternya sahabatnya Niko yang menelponnya.

["Halo Kak, ada apa?"] tanya Anin di balik telepon yang ia tempelkan di telinganya.

["Nin, keluar yuk,"] Ajak Niko pada Anin.

["Kemana?"]

["Ya pokoknya kita Jalan kemana kek? bosen di rumah mulu,"]

["Baik, Aku siap-siap dulu ya."] Setelah aku mengiyakan ajakannya, aku langsung mematikan Gawai yang berada di genggaman ku saat ini.

"Parah nih Bocah! main matiin gitu aja" gerutu Niko yang berada di kamarnya dan ia bersiap-siap juga untuk menjemput Anin, di rumahnya.

Tiiinnn...tiiinn

"Ah, itu pasti Kak Niko dari bunyi klaksonnya seperti di depan rumah" gumam ku. Lantas aku berlari kecil untuk memastikan kalau dugaan ku benar. Belum juga aku keluar pintu, mamun suara Ibu yang nyaring membuat aku langsung berhenti.

"Ada ,Bu?" Jawabku.

"Minta uang buat beli Nasi goreng, perut Ibu lapar,"

Uang dan uang yang di benaknya, padahal tadi pagi sudah minta namun malam ini masih meminta, apa tak tau betapa susahnya aku mencarinya. Namun Anin hanya bisa membatin apa yang terjadi saat ini.

"Sudah bengong nya? cepat buruan mana uang nya lelet amat jadi orang."

"Huf.." Aku hanya bisa menghela Nafasku dalam-dalam tanpa membalas setiap kata yang du ucapkan nya. Lantas tanganku merogoh Saku celana dan kebetulan ada 20ribu di dalamnya.

Lalu aku menyodorkan tanpa berucap sama sekali.

"Sudah pergi sono! bikin mata sepet saja." Maka seperti itulah jika apa yang dia ingin sudah di dapatkan. Dan tanpa pamit aku langsung keluar rumah lantaran malas jika aku harus di ocehi. Karena pernah suatu malam aku pergi dan pamit pada beliau, bukan kata Hati-hati yang di ucapkan namun kata yang menyakitkan yan di lontarkan.

"Ibu kamu minta uang lagi?" Suara Kak Niko membuat aku langsung mengernyitkan keningku karena bagaimana ia bisa tau?

"Sok tau." Jawabku enteng.

"Alah gak bisa kamu Bohong sama Kakak, lagian gue juga denger kok. Ibu kamu minta uang lagi sama kamu iyakan ngaku saja kamu,"

"Iya Kak, entahlah yang bersarang di dalam kepalanya hanya ada uang dan uang, selain itu tak ada lagi." Dengan senyum yang ku paksakan aku membuka kejelekan Ibu pada Niko.

"Kita ngobrolnya sambung nanti lagi ya? sambil kita ngopi." Lalu aku hanya mengangguk.

"Udah siap,"

"Siap ,Kak." Kami berdua pun pergi dan meninggal kan rumahku. Hembusan angin di malam ini, membuat aku sedikit kedinginan karena terpaan angin yang berusaha masuk lewat pori-pori yang berada di kulitku.

Sssst huuu..

"Kenapa Nin, kek seperti orang lagi kepedesan gitu?" Tanya Niko padaku.

"Dingin Kak, lupa gak bawa jaket," aku pun menimpali ucapan Kak Niko.

"Loh, ngapain berhenti Kak?" kataku, karena tiba-tiba saja sepeda yang kami tumpangi berhenti di pinggir jalan.

"Nih pakai biar kamu gak dingin,"

"Kalau jaketnya buat aku, lantas Kakak gimana?"

"Kekuatan laki-laki itu lebih tinggi di banding perempuan, jadi kamu tenang saja,"

"Baik lah kalau gitu."

Mesin Sepeda motor pun di nyalakan, dan kami melanjutkan perjalanan lagi sambil aku memakai jaket darinya.

Tak berapa lama kami pun sampai alun-alun, dan sepeda motor di parkir kan lalu kami menuju warung kopi yang berjejeran yang berada di trotoar, dan terlihat sangat ramai akan pengunjung. Karena bukan kopi saja yang di jual di sini namun hampir semua makanan serta minuman pun lengkap.

Di sinilah aku bercerita dan meluapkan segala rasa yang tersimpan di hati ini. Dan aku mengeluarkannya agar tak sesak. Ibarat kentut jika sudah di keluarkan dari huniannya maka perasaan menjadi lega, dan itu persis yang aku alami..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sepertinya Niko menyimpan sesuatu terhadap Anin, Apakah Niko menaruh rasa pada sahabatnya dan bisa di bilang suka terhadap bocah itu.. Karena Niko rela melakukan apapun demi sang sahabat. Terlihat pula dari pancaran wajahnya serta pandangan matanya yang terus menerus mengarah ke gadis belia itu...

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Aku kok merasa Anin seperti menjalani kehidupan berulang ya, kasian jadinya

2022-11-18

0

Dewi

Dewi

Ada typo kak

2022-11-18

1

mom mimu

mom mimu

udah tembak aja Ko Anin nya,biar dia resmi jadi milik kamu😁😁

2022-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!