Masalah aku yang terekam vidio hingga menyebar luas, sudah ku selesaikan karena aku meminta sang pemilik akun untuk segera menghapusnya, dan untungnya dia mau.
Dan masalah kali ini, Bang Edi, memintaku untuk pulang! karena ibu yang menyuruhnya, entahlah aku bingung. Karena aku tak ingin menemuinya karena rasa sakit ini sudah terlanjur menyatu dengan peredaran darahku dan sudah mendarah daging. Namun di sisi lain Bang Edi, kekeh untuk menyuruh pulang jika aku menolak maka ia akan menyeret ku secara paksa.
"Nin, lu jadi pulang ke kampung?" tanya Intan.
"Entahlah aku bingung, di satu sisi aku tak mau pulang, dan di satu sisi aku takut jika ancaman Bang Edi sungguh-sungguh dan akan membuat gaduh di sini,"
"Apa kamu butuh untuk di temani,"
"Tak usah, dan aku ngucapin makasih banget sama kamu, karena kamu mau membantu aku, dan mau menjadi teman untukku."
"Sama-sama, dan jika kamu perlu teman, aku siap kok nemenin kamu buat pulang besok,"
Aku pun mengulum senyum kepada Intan, biarpun dia rada somplak namun sebetulnya dia anak yang baik.
🍀🍀🍀🍀🍀
Tutt.. Sambungan terhubung.
["Halo Nik, lu dimana ini gue Intan,"]
Intan ngapain mahluk jadi-jadian telepon gue. Gumam Niko dalam hati.
["Nik! lu masih hidup kan,"]
["Eh, iya Ntan, ada apa memangnya,"]
["Anin besok pagi mau pulang."]
["Tumben itu anak pulang, dan mau pulang tanpa gue paksa ada apa memangnya atau jangan-jangan Anin sakit ya."]
["Woy, nyerocos aja lu dah kayak burung beo, belum gue jelasin main potong aja lu."] Dasar Wong edan belum juga jelasin udah main potong aja tuh anak. Dalam batinku berucap.
["Hehehe, ya mangap, ralat ulang, maaf maksudnya,"]
["Anin, sehat kok. Dan Anin di paksa pulang sama Abangnya dan kalau Anin, gak mau si Abangnya bakal maksa buat pulang."]
["Lantas?"]
["Aish, dasar ogeb. Masa lu kagak nyambung maksud gue,"]
["Jadi maksud kamu aku suruh jemput gitu,"]
["Anak pinter, nah itu dia maksud gue. Eh bentar deh, perasaan tadi ada yang kuatir nih sama seseorang. Ah, cie ."]
["Berisik lu!"] Tut.
"Eh buset main matiin gitu aja nih bocah" gerutu Intan.
🍀🍀
Sedang di kamar Niko.
Entah kenapa bayangan Anin semakin hari semakin memenuhi isi kepalanya, Niko pun tak tahu apa yang tengah terjadi pada perasaannya terhadap Anin, gadis kecil yang pernah ia tolong. Dari semenjak ia putus dari Erika, beberapa tahun silam Niko pun tak pernah berhubungan dengan wanita, lain selain Anin, yang di anggap saudaranya itu.
Apa gue suka ya sama Anin, entah mengapa semakin hari semakin tak menentu tentang perasaan ini, dan entah mengapa perasaan yang dulu gue berikan karena rasa kasihan dan udah gue anggap adik gue sendiri , namun terbalik dengan saat ini. Niko pun sambil menikmati secangkir kopi di halaman belakang, kini ia berperang dengan perasaannya sendiri akan dirinya yang menyimpan rasa untuk Anindiyah.
"Aish kenapa seakan Anin menjelma jadi setan ya, di mana-mana selalu ada bayangan wajahnya, dan apa betul kalau aku menyimpan rasa untuknya. Sebuah teka-teki yang belum aku pecahkan, karena keadaan yang tak bisa ku paksa" Niko pun bergumam dan pandangannya menatap kearah kolam renang di mana iya sedang terduduk sambil sesekali menyesap kopi dan rokoknya.
"Ternyata kamu di sini to, Ibu cariin di kamar kosong akhirnya Ibu putusin buat kesini."
"Iya Bu, lagi pengen ngehirup udara segar."
"Kenapa? kelihatannya sedang ada masalah, coba bilang ke Ibu, siapa tahu Ibu bisa bantu?"
"Bu, jika anak Ibu, suka dengan perempuan di kalangan biasa apa Ibu, mau menerima segala kekurangannya! dan mau merestui kami?" yah, aku mencoba mengeluarkan isi hatiku saat ini, karena beliau selalu mendukung keputusan anak-anaknya, dan Ibu pun tak pernah memaksakan akan kehendaknya. Jadi aku sebagai anaknya pun merasa bahagia telah memiliki orang tua seperti beliau.
"Apa Ibu pernah memaksamu! jika kelak kamu punya pendamping harus punya bobot, bebet, yang harus di pertimbangkan. Sama sekali tidak! Ibu tak pernah memaksa sesuatu yang memang sudah digariskan oleh Tuhan."
"Jadi Ibu tak marah jika aku menaruh rasa terhadap Anin,"
"Selama menurutmu baik nak, dan sepertinya Anin, adalah gadis baik. Hanya saja keberuntungan lagi tak memihak kepadanya."
"Apa Ayah juga akan setuju dengan keputusanku Bu, karena aku pun tak tau sejak kapan perasaan suka ini datang dengan begitu saja,"
"Kamu percaya kan pada kami nak, dan Ibu pun yakin bahwa ayahmu sepemikiran sama Ibu, jadi kamu tak perlu punya pikiran yang aneh-aneh."
"Makasih ya Bu,"
"Sama-sama."
"Oh, iya Bu, nanti aku mau minta izin untuk ke kota S, dan mungkin besok sudah kembali lagi,"
"Ada keperluan apa kamu di sana?"
"Anin, di suruh pulang Bu, kalau dia gak mau Abangnya bakal jemput paksa,"
"Apa Anin, menyuruhmu untuk menjemputnya,"
"Tidak Bu, temannya tadi telepon, dan memberi tahu soal ini pada Niko, dan rencananya aku mau samperin ke sana."
"Terserah kamu, jika memang kalian sedang berada di desa ini, baiknya Anin suruh tidur di rumah ini saja, karena Ibu tak tega jika Anin berada di rumahnya walau sementara,"
"Besok Niko, coba bujuk Anin, supaya mau kesini."
"Harus dong, masa iya bakal mantu Ibu, Kamu biarin di hina dan dizolimi."
"Beneran Bu, aku direstui nih?"
"Ya sudah gak jadi kalau gitu,"
"Yah, jangan lah Bu, jangan di tarik lagi kata-katanya."
"Yeah itu mah mau kamu, ya sudah Ibu, mau masuk dulu ya."
Betapa bahagianya hati Niko, karema sudah mendapat restu dari sang Ibu, dan kini pun hati Niko bersorak gembira kala dirinya mendapat respon baik dari orang tuanya.
🍀🍀🍀
Sedangkan di rumah nya Anin.
"Ed, kamu sudah beri Anin ancaman kan supaya dia mau pulang," ujar Ibunya Anin.
"Tenang saja Bu, besok juga dia akan pulang dengan sendirinya."
"Bagus lah kalau begitu, dan semoga rencana kita berjalan dengan lancar," ujarnya lagi.
Ibunya Anin sedang merencanakan tentang perjodohannya, yang akan di nikahkan dengan seorang duda beranak Satu, dan usia pria yang akan dijodohkan nya kurang lebih dari 40tahun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akan kah Anin bisa melewati satu masalah lagi! karena ia di jodohkan dengan lelaki pilihan Ibunya. Dan apakah ia mau menjadi istri yang tak pernah mengenal suaminya.
Hye plen kasih semangat buat si Anin ya, biar dia tambah kuat dalam menyelesaikan masalah yang ia hadapi saat ini. Dan jangan lupa selalu tinggal kan jejak seperti . Like komen dan vote 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
mom mimu
🌹 penyemangat segera mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
2022-11-10
0
auliasiamatir
wah dah dapat restu, jangan mau di jodohin yah, nin.. nikah aja langsung Ama niko
2022-09-24
1