BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA

Tak terasa Hari demi hari telah ku lewati tahun demi tahun kian silih berganti. Bertambahnya usiaku membuat aku semakin dewasa akan hidup yang saat ini aku jalani walau rintangan tak pernah sirna dari hadapanku. Di usiaku yang ke 18tahun ini, seperti yang sudah-sudah Ibu tetap lah Ibu yang dulu, yang selalu benci padaku dan yang selalu tak pernah menganggap aku ada.

Dan hanya Niko lah Satu-satunya orang yang menganggap aku dan mau menerima kekuranganku dalam segi kasta, maupun aku yang bodoh karena aku adalah seorang anak tanpa berpendidikan. Lantas pekerjaan ku tetap sebagai simpanan Om-om jika ada yang membutuhkan karena di jaman yang sudah moderen mana ada lowongan pekerjaan tanpa menggunakan Ijasah. Dan jika kalian bertanya apa aku bisa berhitung, membaca, menulis, dan sedikit bahasa lainnya! maka jawabannya, aku bisa semua. mengapa bisa begitu? karena aku mempelajarinya dengan sungguh-sungguh hingga apa yang aku pelajari aku pun bisa menguasai semua itu walaupun secara otodidak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat aku Baringan di kamar kos ku dengan memainkan gawai, namun tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara gedoran pintu yang sangat keras. Ya aku memutuskan untuk keluar Rumah dan pergi sejauh mungkin agar tak terlihat oleh Ibu, dan dua tahun ini aku tak pernah sekalipun pulang. Karena ibu tetap tak mau menerima aku, namun tidak dengan Bang Edi, Bang Edi berusaha mencari ku dan akhirnya menemukan lewat sosmed yang berlogo biru, ia menemukan ku lewat pertemanan ku dengan orang-orang.

"Nin, Aindiyah, buka pintunya!"

"Dasar budek! Nin, cepetan dong."

"Iya bentar, gak sabaran amat jadi mahluk astral lu."

Lantas aku bangun dari baringanku dan segera membuka pintu, pemilik suara cempreng itu tak lain adalah teman seperjuangan ku di Bar, sebagai pengantar minum di kota S.

"Ada apa sih siang-siang ganggu orang saja lu," kesalku padanya. karena baru saja aku merebahkan diri namun sudah di buat heboh oleh mahluk jadi-jadian. Aku memanggilnya dengan sebutan itu di karenakan dandanannya begitu menor dan melebihi batas.

"Ada kerjaan tambahan buat lu, lu mau gak?"

"Apaan memangnya," sambil menatap bingung aku bertanya padanya.

"Tadi ada orang share di FB, butuh teman jalan, lu mau kagak?" Intan menawariku pekerjaan tambahan dengan pikir-pikir aku pun belum mengiyakan.

"200, lu mau kagak?" tanya nya lagi.

"Iya dah, aku mau,"

"Giliran tarifnya sesuai aje lu gercep."

"Bodoh amat."

"Eh, lu dah makan siang belum?" tanya Intan padaku.

"Belum kenapa emang," keluar yok cari yang pedes-pedes, sekalian cari cowok biar gak jadi Jones alias (jomblo ngenes).

Memang temanku yang satu ini kalau ngomong suka somplak jadi kalian jangan kaget ya..

"Ngapain cari pacar, emang lu yakin kalau cowoknya mau sama kamu."

"Eh, lu kalau ngomong yang manis napa? dari dulu Itu mulut kebanyakan makan cabe ya, pedes amat kalau ngomong."

Awal aku kenal Anin, memang anaknya pendiam dan jarang berbaur kepada teman Satu kos, dan yah kalau bicara memang seperti itu pedes banget. Dan aku pernah memergokinya yang sedang melamun sambil sesekali mengusap air matanya. Saat aku bertanya dia hanya punya beberapa lembar uang saja untuk kebutuhan dalam beberapa minggu kedepan.

Dan kebetulan di tempat kerjaku sedang membutuhkan pelayan, namun iya menolak keras sebelumnya.

biarpun aku seorang yang kotor, namun tidak dengan kesucianku. Dari situlah aku mengerti biarpun dia seorang simpanan Om-om, namun iya masih perawan. Saat malam aku berubah menjadi kupu-kupu di tempat di mana aku mendapatkan sesuap nasi, lantas aku mencoba berbicara kepada Mami, dan menceritakan semua yang di alami Anin, tanpa ku tambahi. Hingga Mami pun iba padanya dan boleh bekerja di tempat ini sebagai pelayan! jika ada yang berusaha menggoda ataupun ingin memakainya maka Mami akan maju agar tak ada yang berusaha menggoda atau ingin di temani. Jadi Anin pun masih ting-ting. Dan aku berharap kelak ia akan mendapatkan pendamping yang mau menerima segala kekurangannya.

"Gimana mau gak?"

"Boleh deh, tapi tunggu bentar ya aku mau ganti baju dulu,"

"Pakai baju yang beneran dikit napa, jangan kek orang mau malak." Sergahnya padaku. Namun aku tak menghiraukan ucapannya dan memilih masuk kamar.

Aku dan Intan berjalan Kaki, di karenakan memang kami tak punya kendaraan yang bisa di buat untuk kemana-mana, mungkin sekitar 30 menit, barulah kita sampai di warung bakso langganan kami.

"Pak, seperti biasa ya!" teriak Intan pada Pak Mamat pemilik warung bakso tersebut.

"Siap Mbak, minumnya juga seperti biasa kan?" ujar Pak Mamat.

"Tentu dong." Yang di jawab Intan.

Saat aku hendak mencari duduk, namun pandangan ku menangkap sosok seseorang yang pernah ku lihat tiga tahun yang lalu.

Itu kan Erika, mengapa dia sampai di kota ini. Ah, biarlah mungkin dia lagi ada keperluan di sini. Batinku seraya ingin memastikan bahwa apa yang aku lihat tak salah.

Pesanan kami pun datang dua mangkok Bakso campur di tambah dua gelas es jeruk. Dan saat aku akan menyuapkan sendok ke mulutku tiba-tiba seorang berdiri di hadapanku.

"Jadi kamu benar Anin, dimana dulu pernah menamparku,"

ternyata dia masih ingat akan tamparanku yang sudah beberapa tahun silam. Lantas aku mendongakkan kepalaku keatas.

karena posisiku memang sedang duduk dan Erika pun berdiri.

"Apa kamu masih sakit hati akan tamparan yang sudah terjadi tiga tahun lalu,"

"Nin, kamu kenal sama orang ini?" tanya Intan, dan merasa kebingungan saat aku berhadapan dengan seseorang yang belum pernah di temui Intan.

"Iya, dia mantan Niko, dulunya karena nih cewek pacaran sama temannya ,Niko."

"Niko, kan ganteng kenapa pula mau sama Cewek modal gini ya," yang tiba-tiba ucapan Intan membuat mukanya Erika merah padam mungkin karena ia sangat kesal.

"Eh badut! lu gak usah ikut-ikutan ya karena ini bukan masalah kamu ngerti!" gertaknya pada Intan.

Lantas aku pun mencoba meredam amarah yang di peroleh dari diri Intan untuk tak emosi.

"Sudahlah Ntan, jangan kamu tanggapi ini cewek." belum selesai aku berucap namun sudah di potong oleh Intan.

"Tapi gue gak terima lu diginiin sama orang, "

"Sudahlah lebih baik kamu diem dulu," suruh ku pada Intan, agar masalah tak sampai merambat karena sifat emosinya yang begitu tinggi.

"Udah jangan banyak cincong kalian berdua." Dan byurrr..

"Eh, Sialan kamu! apa maksud kamu dengan menyiram Anin, hah."

Aku yang di siram namun sahabatku yang tak terima hingga ia berteriak sangat keras. Dan pada akhirnya semua pengunjung menoleh kearah kami semua.

"Hye, yang aku siram dia kenapa kamu yang sewot dasar."

"Hye kalian semua? pasti kalian bertanya mengapa aku menyiram ini cewek kan! ini cewek pernah nampar saya dan dia juga yang ngerebut tunangan saya sampai pada akhirnya kami tak jadi menikah semua itu karena dia!"

Huuuuu..

Dasar.

Huuu.. sukanya sama Laki orang.

Maka seperti Itulah riuhnya pengunjung yang sedang mengatai Anindiyah.

"Nin, kenapa lu diam. Itu semua gak bener kan." Namun aku hanya diam dan belum beraksi akan aksi brutal ku.

Dan ini lah saatnya memberi pelajaran untuk Perempuan yang berada di depanku.

Plak.."Satu untuk Niko yang kamu campakkan dengan kamu berpacaran dengan temannya Niko."

Dan .. Plak.." Ini untuk perbuatan kamu sekarang."

"Hye lu nampar gue lagi,"

"Itu memang pantas untuk kamu! jika mulut kotormu bisa kamu jaga maka semua ini tak akan terjadi."

"Lagian, kamu dan Niko belum tunangan jadi jangan ngelantur kalau bicara! apa perlu telepon orangnya langsung, dan ingat jika kamu ingin mempermalukan seseorang! sediakan payung sebelum hujan ngerti!"

Akh sial, niat mau ngebuat malu itu bocah tengil malah gue yang di buat malu, awas ya lu bocah songong. Batin Rika, dan sambil menghentak kan kakinya lalu iapun keluar dari kedai bakso itu.

"Dan apa kalian masih mengatai ku perebut laki orang, sedangkan sahabatku di selingkuhi olehnya."

Maaf Kak.

Kami minta maaf ya Mbak.

Kami tak tahu maaf ya Kak.

Begitulah orang-orang tadi yang sempat mencemooh ku, sekarang mereka pun meminta maaf.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jika kalian tak tahu apa yang terjadi maka diam! dan jangan lah kalian ikut menghakimi seseorang tanpa alasan yang jelas. Lidah tak bertulang membuat kata demi kata begitu sangat manis, dan tajamnya pisau tak sebanding dengan tajamnya lidah.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

jika tak bisa berkata baik, maka diam adalah pilihan yg tepat... 😎😁😅✌🏻
aku mampir lagi Nin...
semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

2022-11-10

0

auliasiamatir

auliasiamatir

keren Anin

2022-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!