BAB 6 . MENAHAN LAPAR

Aku berjalan kaki kurang lebih dari satu jam. Perjalanan dari rumah menuju gudang dimana tempat aku bekerja. Dan aku berjalan menyusuri trotoar, karena jalanan yang penuh dengan padatnya pengendara di kerena kan memang jalan satu-satunya jadi di pastikan tak pernah sepi, dengan kendaraan yang lalu lalang. Namun tak satu pun di antara mereka yang berinisiatif untuk menumpangi ku. Dan begitulah setiap harinya, dan rasa lelah, Letih, capek, telah menjadi satu yang kini telah hilang bersama dengan rasa hormatku pada Ibu, namun aku tetap menganggapnya ia sebagai Ibu! karena biar bagaimana pun dia lah yang menghadirkan aku ke dunia ini.

Sesampainya di gudang.

"Kamu jalan lagi Nin?" tanya Niko.

"Menurut kamu bagaimana?"

"Ck..Ck.. Di tanya kok malah tanya balik kamu itu,"

"Meskipun aku tak menjawab kamu pun sudah tau jawabannya kan."

Jawabku pada Niko.

Ya lewat Niko lah aku bisa bekerja di gudang tempat produksi lollipop, lantas siapa yang mau menerima aku, sementara ijazah TK pun aku tak punya. Aku pun bersyukur memiliki teman seperti Niko yang tak memandang kasta orang.

"Kamu sih di jemput gak mau?"

"Arah kita kan berbeda nanti kasian kamu nya kalau harus jemput gue,"

Memang sering kali Niko, meminta aku untuk menunggunya di rumah karena dia ingin menjemput ku, namun aku yang tak enak hati lantas aku pun sering menolaknya.

"Lain kali nurut lah sama gue."

Sungguh aku tak tega melihat Anin setiap hari harus berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh kalau menurutku. kerap aku meminta Anin untuk menunggu ku agar aku bisa menjemputnya, namun sayang bukan Anin namanya jika harus berpangku tangan. Aku tau dari lubuk hatinya sebetulnya ia rapuh namun dia berusaha tegar dalam menghadapi hidup di usianya yang masih 15 tahun.

Sedang di rumah Anin.

"Dasar itu anak ya, belum selesai sudah main kabur saja. Awas kalau pulang nanti aku kasih pelajaran itu anak biar gak seenak jidatnya!"

Ibunya Anin begitu marah kala melihat dapur masih berantakan dan ada juga lauk yang di masak oleh Anin belum ada yang jadi.

"Bu! Masak apa aku lapar?" suara Abangnya Anin yang sedang kelaparan saat itu dan menanyakan ada masakan apa di dapur, namun dengan cepat Ibunya Anin menjawab.

"Daripada kamu teriak-teriak gitu lihat lah saja dan jangan banyak tanya, Ibu udah pusing melihat dapur yang berantakan akibat ulah Adik kamu,"

pusing melihat dapur yang seperti kapal pecah di tambah Edi, ini lagi Sulaiman teriak minta makan. Gerutunya dalam hati karena benar-benar kesal dan marah, dan terpaksa Bu Indah yang membersihkan dapur serta mengurusi sulaiman.

"Bu," panggil Sulaiman Kakak kedua Anin yang mempunyai kebutuhan khusus.

"Sebentar Ibu ambilkan ya,"

Sulaiman pun mengangguk.

Sulaiman hanya tak bisa berjalan karena memang sudah bawaan dari lahir, jadi dia hanya bisa meminta, dan jika ada yang mau memberikan apa yang ia mau karena keterbatasannya yang membuatnya seperti itu di usianya yang ke 18 tahun. Dan selisih hanya 3 tahun dengan umur Anin saat ini.

Akhirnya dengan rasa dongkol, Bu Indah mau tak mau menyelesaikan pekerjaan yang sempat terbengkalai, karena saat pagi tadi Anin belum sempat membersihkan karena akibat silat lidah dengan Ibunya.

"Duh capek banget berasa mau patah ini pinggang, awas saja kalau dia pulang nanti" gerutu Bu Indah sambil merebahkan badannya di tempat tidur yang terbuat dari bambu tanpa ada kasurnya, dan hanya beralaskan karpet yang sudah tak layak pakai.

Pukul 12 siang di gudang tempat Anin bekerja.

"Nin!" teriak salah satu temanya yang bernama Nisa.

"Iya ada apa Mbak?"

Sesaat Anin langsung menoleh dari sumber suara yang memanggilnya dengan keras hingga Anin mendengar teriakannya.

"Kamu gak rehat, ini sudah jam 12."

"Sebentar Mbak."

Ucap Anin karena saat ini dia tengah mengepak barang yang akan di kirim ke luar Kota.

Akhirnya Nisa pun menghampiri karena dia tau bahwa Anin tak akan makan karena memang ia tak pernah membawa bekal dari rumah.

Anin pun sesungguhnya merasa lapar, dan ia mencoba untuk menahan rasa laparnya dan itu terjadi setiap hari, terkadang Nisa dan Niko lah yang sering memberikan ia Makanan berupa roti untuk mengganjal perutnya. Karena dia harus berhemat. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, jika saja ia tak memberi jatah pada Ibunya maka kemarahan yang ia peroleh dan dan kerap lontaran Anak durhaka yang kerap kali ia dengar dari mulut Ibunya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hidup dalam kemiskinan bukan lah berat bagi Anin, namun yang membuat ia harus menelan pil pahit adalah keluarganya yang tak menganggap ia ada. Hidup dalam lingkaran dengan keluarga seperti itu membuat Anin ingin sekali pergi dari rumahnya, namun ia tak cukup nyali karena kekurangannya untuk bisa mendapatkan pekerjaan , karena ia sadar bahwasannya dia hanyalah gadis bodoh dan tak mempunyai skill apapun. Jadi itulah alasannya mengapa ia bertahan meski Ibunya kerap memarahinya.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

kasian banget kamu Nin, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻

2022-10-25

0

Dewi

Dewi

Sikap Bu indah udah kayak majikan sama pembantunya aja mengharuskan Anin untuk mengerjakan pekerjaan rumah selalu, moga aja Bu indah cepat sadar dan berubah

2022-10-21

1

Inru

Inru

Mayan ya satu jam, berapa KM ya itu?

2022-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!