Aku dan Niko segera berangkat karena saat ini sudah jam 19:00 malam. Dan tak ingin pulang larut malam karena esok aku harus bekerja lagi.
Niko sengaja meminta Anin untuk memanasi pacarnya yang bernama Erika. Merasa di permainkan oleh Pacarnya, tepatnya mantan pacar. Karena mereka putus di karenakan Erika atau yang di sapa Rika telah berselingkuh dengan temannya Niko, merasa tak terima karena Erika bilang bahwa dia yang paling cantik dan bisa mendapatkan lelaki yang lebih tampan dari Niko, dan hanya Erika lah yang mau menjadi pacarnya karena Niko adalah orang biasa.
Wah-wah ceritanya pagar makan tanaman dong!.
"Sudah siap Nin, jangan lupa pegangan biar tidak jatuh?" titah Niko pada Anin.
"Tenang saja dan gak perlu bawel kamu." Ketus Anin pada Niko.
"Jutek amat Neng,"
"Bodoh amat."
Dan kini mereka sudah berada di Jalan, dan kini mereka berdua sedang meluncur ke arah lapangan di mana di adakan pasar malam tersebut.
Sesampainya di pasar malam.
Lantas Anin di ajak keliling karena tau bawa Rika pasti berada di tempat pasar malam itu.
"Eh Niko, sama siapa kamu?" tegur Rika pada Niko, karena Rika melihat Mantan Pacarnya dan akhirnya menghampiri Niko dan Anin.
"Ya sama cewek gue lah! emang mau sama siapa lagi."
Sekilas Rika memandangi ku dari mulai ujung kaki hingga ujung kepala, dan tatapan jijik begitu jelas terlihat olehku. Namun aku yang mendapat tatapan jijik dari cewek yang berada di depanku itu ku biarkan saja dan masa bodoh dengan semua.
"Oh, ini ya pacar baru kamu,"
"Ada masalah bagi kamu!" ketus Niko pada erika.
"Tampang kayak preman saja di pacarin, atau jangan-jangan kamu sengaja ya? cari cewek model dia buat manasin aku. Supaya aku mau balik sama kamu, ih ogah banget aku,"
"Eh, siapa juga yang mau balikan sama kamu jangan GR deh kamu," jawab Niko dengan muka yang seperti menahan sesuatu.
"Udah lah Kak Nik, ngapain sih kamu buang-buang tenaga buat dia!" gertak ku pada Kak Niko karena aku sudah muak melihat tingkah mereka berdua. Yang satu sok cantik dan kecentilan, dan yang satu sama sekali tak ada ketegasan.
"Hye, cewek preman! jangan ikut campur urusan orang, dan dari roma-romanya lu masih bocah, sekolah yang bener jangan jadi simpanan orang yang sudah dewasa apalagi Om-Om."
Belum juga di jawab, ini cewek udah nyosor duluan, ku kasih hadiah bogem tau rasa lu, batin ku seraya tak tak terima namun aku harus sabar menghadapi ulet bulu ini.
"Kenapa lu diam, jadi beneran ya apa yang gue bilang tadi,"
Plak..."jaga itu mulut ya! mau saya jadi simpanan mau saya jadi kupu-kupu malam, anda tidak berhak ikut campur urusan saya paham!"
Tanpa di sangka tanganku melayang ke arah Pipi mulus Rika dan memberikan tamparan yang begitu keras, karena ucapannya begitu menyakitkan.
"Udah Nin, malu di lihat orang, mending kita balik ya?"
"Terserah."
Ku lihat Rika mengusap pipinya yang tadi sempat aku tampar, nyaho gak tuh makanya punya mulut di ajari sopan biar gak keluyuran kemana-mana itu mulut.
"Awas lu ya, lihat nanti akan aku balas Tamparan kamu." Teriak Rika karena tak bisa terima karena sudah terkena tamparan oleh Anin.
Rupanya Rika tak terima karena sudah di tampar oleh Anin.
niat ingin memanasi malah ada insiden seperti ini.
Akhirnya Anin dan Niko, pergi ke lain tempat agar tak bertambah runyam masalahnya, dan mereka berdua memilih ke taman untuk mendinginkan otak mereka masing-masing.
Di taman..
"Nin, maafin gue ya, karena gue sudah menyuruh lu buat ngebantuin gue. Dan akhirnya kamu di katain yang tidak-tidak, sekali lagi maafin gue ya,"
"Santai saja kali dan gak perlu kamu minta maaf juga, mungkin saja aku yang tak termakan oleh kata-kata si ulet bulu itu, mungkin dia juga gak akan ngancem aku,"
"Ini untuk kamu yang sudah mau bantuin aku?" Niko memberikan uang dua lembar Lima puluh ribu kepada Anin, karena dia sudah meminjam jasanya untuk membantu Niko.
"Gak kebanyakan ini, Kak?" sambil mendongakkan kepala lalu aku memandangi wajah Niko.
seakan tau apa yang tengah aku pikirkan lantas Niko mengatakan sesuatu agar aku mau menerima uang pemberiannya.
"Sudah terima saja! ini halal kok, jadi kamu jangan kuatir dan masalah uang anggap saja itu tips buat aku karena kamu mau menemani gue jalan, ok."
Akhirnya aku menerima uang sebesar seratus ribu yang di berikan Niko untukku.
"Nin!"
" Iya?"
"Kamu tunggu disini ya, aku mau beli minum,"
"Ok." sambil jemariku membentuk huruf o, aku mengiyakan Niko.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Nur Khasanah
emang mulut punya kaki ya, sampai keluyuran.🤣🤣🤣🤣
2022-12-13
0
mom mimu
Niko kayanya suka beneran ya...
2022-10-24
0
Dewi
Rika pantas mendapatkan tamparan karena perkataan barusan
2022-10-21
0