Malam telah berganti pagi. Sinar mentari pun tampak telah mulai meninggi membuat kedua insan yang sedang terlelap di kamar masing-masing seketika tersentak.
"Astaga, aku kesiangan!" seru Gea panik. Ia lantas segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Wajar saja mereka semua kesiangan sebab baik Calvin maupun Gea baru saja bisa memejamkan mata mereka saat sudah menjelang subuh. Tidak terjadi apa-apa antara keduanya semalam selain saling cumbu meskipun letupan gairah rasanya ingin berontak meminta kepuasan.
Tangan Calvin memang sempat nakal dengan berkeliaran di tubuh Gea. Namun dengan sigap, Gea menyadarkan Calvin saat tangan itu kian nakal dengan mere*mas buah kenyal Gea. Untung saja akal sehat Gea masih berfungsi dengan baik. Jadi mereka bisa terhindar dari yang namanya kebablasan.
Meskipun ada niatan Gea ingin memiliki dan benar-benar merebut Calvin dari Anastasia, tapi akal sehatnya masih mengingatkan kalau kegiatan mereka tetap diteruskan, maka semuanya akan berakhir buruk. Meskipun Gea masih polos, tapi ia tahu ke mana arah perbuatan mereka kalau cumbuan itu diteruskan. Ia tak ingin terjerumus dalam perbuatan zina yang pastinya akan merugikan dirinya sendiri selain dosanya sangat besar.
Ya, kalau Calvin mau bertanggung jawab, mungkin ia akan merasa beruntung, tapi bila tidak? Siapa yang rugi selain dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebisa mungkin ia menjaga dirinya agar tidak terlalu larut dalam permainan yang telah dirancang Nathalia. Sebab ia tidak tahu bagaimana akhir dari permainan ini.
Tak butuh waktu lama, hanya dalam 15 menit Gea telah rapi dengan pakaian kerja dan make up tipisnya. Setelahnya, ia pun bergegas menuju kamar Calvin berniat untuk membangunkan tuannya itu. Namun saat ia masuk, ternyata Calvin baru saja selesai mandi dan masih mengenakan handuk yang menggantung di pinggang membuat dada bidangnya tampak begitu jelas di mata Gea.. Gea pun reflek membalikkan badannya membelakangi Calvin. Wajah Gea tiba-tiba memerah karena malu.
"Ah, ternyata Anda telah bangun tuan! Saya pikir belum. Maaf karena terlambat membangunkan Anda sebab saya pun kesiangan," serunya gelagapan. Belum hilang rasa canggung akibat kegiatan ciuman panas mereka semalam, lalu kini ditambah dengan melihat tubuh setengah telan*jangnya yang menggoda iman.
'Astaga Gea, singkirkan otak kotormu itu! Hust ... hust ... hust ... !'
"Kalau begitu, saya akan pamit ke dapur dulu tuan untuk menyiapkan sarapan Anda!" pungkas Gea tak mau banyak bicara atau menunggu jawaban Calvin lagi. Ia pun bergegas pergi menuju dapur dan menyiapkan sarapan seadanya. Untung saja ia telah masak nasi semalam, jadi ia tinggal meracik bumbu seadanya saja. Hanya nasi goreng dengan bumbu cincangan bawang plus kunyit ditambah toping sosis dan udang dan lauk nugget.
Tak lama kemudian, Calvin pun turun untuk menyantap sarapannya. Sederhana, tapi Calvin menyukainya. Sepertinya Gea memang pandai memuaskan perutnya. Cita rasanya memang sesuai dengan lidah Calvin yang lokal.
"Tuan, Anda sakit?" tanya Gea saat melihat wajah Calvin yang sedikit pucat.
Calvin menggeleng, "hanya sedikit pusing," jawab Calvin.
Tak percaya, Gea lantas mendekat dan menempelkan punggung tangannya di dahi Calvin dan matanya membulat saat tahu ternyata tubuh Calvin panas.
"Anda sedang demam, tuan. Sebaiknya Anda istirahat saja. Jangan dipaksakan! Nanti Anda malah makin sakit," ujar Gea merasa khawatir membuat Calvin reflek tersenyum. Entah mengapa, Calvin merasa senang sekali diperhatikan oleh Gea.
"Aku tidak apa-apa. Bukankah ada kau yang akan mengurus ku bila aku sakit," ujar Calvin seraya mengangkat kedua alisnya.
"Iya sih, tapi kan tuan ... "
"Aku tetap harus bekerja hari ini. Sekitar jam 10 nanti aku akan kedatangan tamu dari Jepang jadi tidak mungkin aku tidak masuk," ujar Calvin mencoba menjelaskan pada Gea. Bahkan kini ia tidak bicara formal lagi seperti di awal-awal. Gea menghela nafas dan mengangguk pasrah. Ia harap, Calvin tidak sampai jatuh sakit.
...***...
Sudah 2 jam Calvin melakukan meeting dengan investor dari Jepang. Di dalam ruangan Calvin, Gea tak henti-hentinya merasa khawatir. Hingga 10 menit kemudian, akhirnya pintu terbuka dan masuklah Calvin dengan wajah yang terlihat begitu kelelahan dan pucat membuat Gea sontak berdiri dan menghampiri Calvin kemudian membantunya duduk di sofa.
Lalu Gea bergegas mengambilkan obat penurun panas yang dikirimkan oleh Nathalia. Ia tadi sempat mengabarkan pada Nathalia kalau Calvin kini sedang demam. Tentu ia tak mau memberikannya sembarangan obat. Sebab setahunya, orang kaya itu punya dokter pribadi dan obat yang mereka minum pun bukan obat sembarangan apalagi obat yang dijual di warung. Apa-apa harus menurut resep dokter.
"Tadi tuan sudah makan siang kan?" tanya Gea terlebih dahulu. Sebab setahunya dari sekretaris Calvin, mereka akan melakukan meeting yang dilanjutkan makan siang bersama.
Calvin mengangguk lemah, lalu Gea pun segera memberikan obat dan air minum agar Calvin segera meminumnya.
"Terima kasih," ujar Calvin.
Setelah meletakkan cangkir, Gea duduk di samping Calvin dan memintanya berbaring di atas pahanya. Entah bagaimana, Calvin menurut saja. Lalu Gea mulai memijit kepala Calvin dengan lembut membuat Calvin memejamkan matanya hingga tanpa sadar ia pun tertidur lelap di pangkuan Gea.
Melihat Calvin tertidur, entah mengapa membuat Gea ikut mengantuk. Lalu tanpa sadar, ia pun ikut tertidur sambil bersandar di sandaran sofa. Satu jam kemudian, Calvin pun mulai membuka matanya. Ia baru sadar kalau ia telah tertidur di pangkuan Gea. Calvin terpaku saat melihat Gea yang juga tertidur saat memijit kepalanya.
Perlahan Calvin bangun dari tidurnya kemudian dengan hati-hati ia menggendong Gea masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di balik rak buku. Lalu dengan berhati-hati, Calvin membaringkan Gea di atas kasur king size miliknya. Dirapikannya rambut Gea yang terjuntai di wajahnya.
Melihat Gea tertidur pulas, membuat Calvin menyunggingkan senyum. Kemudian Calvin pun ikut beringsut naik ke atas ranjang. Dipandanginya wajah cantik Gea. Jarinya terulur mengusap dahi, turun ke hidung, lalu ke pipi, dan berakhir di bibir Gea. Lagi-lagi Calvin tersenyum saat mengingat betapa panas ciuman mereka semalam. Rasanya begitu candu. Membuatnya ingin lagi dan lagi. Ia tak menyangka efek kehadiran Gea bisa sebesar itu. Bahkan ia bisa dengan begitu cepat menguapkan kekesalan pada istrinya sendiri. Ia bahkan semalam benar-benar melupakan kekesalannya. Dan kini justru ia selalu terpikirkan gadis yang ada di hadapannya ini. Entah apa tujuan sebenarnya sang ibu mempekerjakan Gea menjadi asisten pribadinya. Calvin yakin, tak sesederhana itu tujuannya.
Tak mau banyak berpikir, Calvin pun menyelipkan lengannya untuk dijadikan bantal Gea. Lalu Calvin menarik Gea agar lebih merapat dengannya. Dipandangnya lagi wajah Gea yang begitu dekat dengannya. Calvin pun tersenyum. Bersama Gea, ia menemukan kenyamanan yang tak pernah ia rasakan saat bersama Anastasia. Tak lama kemudian, Calvin pun ikut tertidur dengan tubuh saling memeluk mesra.
...***...
"Kenapa, beib? Masih menunggu telepon dari suamimu, hm?" tanya seseorang sambil tersenyum mengejek saat melihat Anastasia sibuk dengan ponselnya.
"Berhenti mengejekku, Chris!" bentak Anastasia.
"Kenapa kau malah marah-marah denganku, hm?" desis Christian tak suka.
"Ck ... sorry. Bukan maksudku begitu. Aku ... aku hanya ... "
"Kau kesal karena aku memprovokasi mu, begitu?"
"Sudah, please! Jangan marah, okey! Ya, aku akui aku memang kesal sebab sejak kemarin ia tak juga menghubungiku. Sepertinya dia benar-benar marah padaku."
"Lalu mengapa kau melampiaskannya padaku?"
"Sorry! Jangan marah, hm! Ingat, sebentar lagi kau akan tampil. Kau harus tampil maksimal seperti biasa, oke!"
"Apa imbalannya bila aku berhasil tampil memukau malam ini?"
"Tentu saja ada. Dan ... seperti biasa, hadiah spesial telah menantimu!" ujar Anastasia sambil menyeringai membuat Christian tersenyum lebar.
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Mariani SPd
ternyata tak selamanya pelakor itu jahat
2024-12-23
1
🌻🌹Wathyýyy🌹🌻
Sepertinya ini salah satu alasan mama Nathalie menyuruh Gea menjadi pelakor di rumah tangga Calvin
2024-07-14
0
Pisces97
cih kalian berempat emang munafik...
sama² gk tau malu gk tau setatus
aku benci kalian berempat Hanya mempermainkan pernikahan karena nafsu cih ....
2024-06-16
0