Karena tidak juga bisa memejamkan matanya, Gea pun melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia mendadak merasa tenggorokannya sangat kering dan haus. Mungkin dengan minum ditambah memakan sesuatu yang segar-segar bisa membuat tenggorokannya terasa nyaman. Lantas Gea pun segera keluar dari dalam kamar tak peduli pada jarum jam yang masih menunjukkan dini hari. Bahkan rembulan dan bintang-bintang masih berpesta di langit yang kelam.
Gea membuka pintu kulkas dan mengambil botol berisi air putih dingin. Tapi hal itu ia urungkan saat melihat ada sekotak minuman yoghurt rasa buah kesukaannya. Lalu ia pun mengambilnya lalu menutup pintu kulkas kemudian menarik kursi yang ada di sana untuk duduk sambil menikmati nikmatnya yoghurt dari brand terkenal saat ini.
"Aahhh, nikmat! Kalo dulu boro-boro mau beli yang kayak ginian. Harganya mahal cuy. Mending duitnya buat beli beras bisa dimakan berdua bareng ibu. Mumpung gratis, nikmatin aja Ge! Kapan lagi coba makan minum yang mahal-mahal gini. Kecuali ... loe sukses rebut Tuan Calvin dari istri nggak tahu dirinya itu," gumam Gea seraya terkekeh.
Lalu Gea kembali berdiri, mencari bakal camilan yang bisa ia santap malam ini. Beruntung, Nathalia telah menyuruh asistennya membeli berbagai bahan masakan dan makanan jadi saat kelaparan seperti ini, ia tak perlu pusing-pusing memikirkan mau makan apa sebab segalanya telah tersedia.
Lalu Gea pun mengambil roti dan selai kacang merk ternama yang terkenal dengan rasanya yang enak. Gea mengoles roti dengan selai kacang itu dan menyantapnya dengan nikmat.
"Enak banget jadi orang kaya. Makanannya serba enak. Sesuai sih sama harganya. Kalo dulu cuma bisa liatin pelanggan yang wara-wiri beli makanan-makanan ini, sekarang akhirnya aku bisa ngerasain juga. Alhamdulillah ... " omelnya dengan mulut penuh dan wajah berseri. Ia tak menyangka bisa menikmati makanan-makanan yang selama ini hanya bisa dilihatnya di minimarket tempatnya bekerja.
Saat Gea sedang menikmati roti dan minumannya, Calvin pun muncul dengan celana bokser dan kaos singlet miliknya. Otot-ototnya yang sejak terlihat jelas membuat siapapun pasti mengagumi makhluk ciptaan Tuhan itu.
Melihat lampu dapur menyala, Calvin pun meneruskan langkahnya untuk melihat siapa yang dini hari seperti ini telah berada di dapur pikirnya. Dalam keremangan tempatnya berdiri, Calvin membulatkan matanya karena melihat Gea sedang duduk santai sambil menyantap roti dan minumannya. Namun, yang membuat darah Calvin tiba-tiba berdesir adalah gaun malam yang tengah dikenakan Gea. Gea tampak memakai gaun super tipis di atas lutut yang sangat seksi.
"Bagaimana dia bisa keliaran semaunya di rumah ini dengan hanya memakai pakaian tidur seperti itu? Apa dia tidak takut aku tiba-tiba menerkamnya?" gumam Calvin gelisah sebab mulai merasakan naluri liarnya tiba-tiba bangkit. Jantungnya berdebar sangat kencang. Ia tiba-tiba merasakan hawa panas mulai menguar dari seluruh tubuhnya.
Dia laki-laki normal. Dihadapkan dengan pemandangan cantik, indah, dan seksi seorang perempuan tentu saja mampu membangkitkan libidonya sebagai seorang lelaki. Bahkan Calvin tak dapat memalingkan wajahnya walau sedetik. Terlalu sayang dilewatkan.
Tentu memakai pakaian seksi seperti itu juga merupakan rencana dari seorang Nathalia. Ia sengaja memesankan banyak gaun tidur super seksi untuk membuat Calvin tergoda. Gaun tidur bertali spaghetti dengan bagian dada agak rendah sehingga memamerkan sebagian isinya yang indah, dan panjangnya pun hanya beberapa senti di bawah perut. Bisa dibayangkan betapa seksi Gea saat ini. Belum lagi bahannya yang tipis dan sedikit menerawang membuat lekuk tubuh Gea terlihat sempurna.
Jakun Calvin naik turun akibat gelombang gairah yang kian menguasai akal sehatnya. Calvin pun perlahan mendekat ke arah Gea yang tampaknya masih belum menyadari keberadaannya.
"Huh, coba aja ibu sudah sehat! Dengan senang hati aku akan membawakan ibu makanan-makanan ini. Kapan ya ibu bisa dapat donor ginjal?" gumam Gea sambil menggoyang-goyangkan kotak minumannya.
Greeppp ...
"Aaaaakh ... " pekik Gea saat tangannya ditarik kasar oleh seseorang membuatnya tersentak. Lalu ia merasakan wajahnya menghangat karena menempel pada sebuah benda yang bidang dan hangat.
Gea pun segera mendongakkan wajahnya, seketika wajahnya memerah saat sadar ternyata Calvin lah yang menarik dan merengkuhnya ke dalam dekapan. Dan ternyata benda bidang dan hangat itu adalah dada Calvin. Gea sampai kesulitan bernafas karena mendapatkan perlakuan tak terduga ini.
"Tu-tuan, apa ... apa yang Anda lakukan?" cicit Gea gugup bukan kepalang.
Namun bukannya menjawab, Calvin justru membungkam bibir tipis Gea dengan bibirnya. Gea mengerjapkan matanya, masih bingung dengan apa yang sedang ia alami sekarang. Pun Calvin masih terdiam dengan bibir saling menempel.
Merasa tidak mendapat penolakan, Calvin pun meletakkan salah satu tangannya di tengkuk Gea dan menekannya dengan mata terpejam lalu ia pun mulai mengecup bibir Gea dengan penuh perasaan. Tak dapat Calvin pungkiri, bibir Gea begitu lembut dan hangat serta terasa manis. Dikecupnya bibir Gea atas dan bawah secara bergantian.
Gea terdiam dan terpaku. Ia tak tahu harus melakukan apa. Ia hanya bisa menahan nafasnya dengan mata terbuka. Ini pengalaman pertamanya. Ia masih bingung dan kaku, tak tahu harus melakukan apa. Bahkan menonton adegan ciuman saja ia tidak pernah. Gea benar-benar gadis yang sangat polos.
Calvin tersenyum di sela-sela ciumannya sebab ia sadar ini merupakan ciuman pertama Gea. Entah harus merasa bangga atau kasihan pada gadis yang sedang ia cumbu ini. Yang pasti, dadanya terasa penuh. Ia salut, ada gadis seusia Gea yang masih mampu menjaga dirinya dengan baik. Ah, tidak lagi bisa menjaga dengan baik sebab ia dengan lancangnya telah mencumbu gadis dalam rengkuhannya ini. Sebab ia telah dengan lancangnya mencuri ciuman pertama gadis ini.
"Bernafas, Ge!" bisik Calvin saat ia sedikit menarik dirinya. Bukan menjauh, hanya menarik sedikit saja sebab hidung mereka saja masih saling bersentuhan. Nafas mereka saling menerpa wajah masing-masing. Lalu Calvin membimbing Gea untuk memejamkan matanya kemudian Calvin pun kembali memagut bibir Gea dengan lebih dalam. Calvin bahkan berhasil menerobos celah bibir Gea hingga kini ia bisa merasakan hangatnya rongga mulut Gea yang mana membuatnya kian mabuk kepayang. Nafas keduanya makin memburu. Bahkan tangan Calvin kini dengan nakalnya mengusap-usap punggung Gea dengan gerakan seduktif membuat Gea makin terbuai.
Sementara itu, di saat Calvin tak dapat mengendalikan dirinya saat melihat Gea yang begitu cantik dan seksi, ada seorang perempuan yang memperhatikan kegiatan panas kedua insan itu melalui layar tabletnya yang terhubung dengan kamera tersembunyi di rumah Calvin. Perempuan itu tersenyum menyeringai, sepertinya rencananya berjalan dengan baik. Ia akui, daya tarik Gea memang hebat sampai putra satu-satunya yang ia ketahui sangat sulit dekat dengan seorang perempuan bisa terpikat hanya dalam hitungan hari.
Merasa puas, ia pun segera mematikan layar tabletnya. Tak mungkinkan ia menontonnya sampai habis. Itu terlalu menggelikan untuk wanita seusianya.
Nathalia bukannya bermaksud menghancurkan rumah tangga putranya, tapi ia tentu memiliki alasan tertentu yang belum bisa ia ungkap sekarang. Ia hanya tak ingin putranya terpuruk. Sebelum mengungkapkan semuanya, ada baiknya putranya telah memiliki seseorang sebagai pengganti sehingga bila masalah ini naik ke permukaan, putranya telah memiliki seseorang yang bisa ia andalkan.
...***...
OMG, Calviiiiin ... udah mulai nakal kamu ya!
Awas, jangan sampai kebablasan ya! 😂🤣
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Pisces97
aku bukanya membela mereka berdua tetap saja aku jjk karena pernah merasakan dikhianati...
sebauruk²nya istri tetap apa kalian lakukan salah terutama Calvin dasar laki² sekali² buaya tetap buaya apa gk bisa tahan dulu apa gk kasian sama Gea wanita polos yanga ada dia akan dicap wanita gatal perusak rumah tangga orang salah atau bener perbuatan kalian sangat² buruk
2024-06-16
0
Rahmawati
gk tahan kg si calvin
2024-03-18
0
🌸 Airyein 🌸
Bukn nakal lagi itu mah. Udah badung bgt wkw
2024-02-28
0