Seminggu telah berlalu dan selama seminggu itu pula Gea benar-benar digembleng oleh Mega dan beberapa orang suruhan Nathalia. Ia bukan hanya diajari cara merias wajah, cara menjaga penampilan, ia juga diberi tahu berbagai hal yang disukai Calvin mulai dari makanan dan minuman. Bahkan ia diajari cara menjadi istri yang baik. Gea sampai bertanya-tanya, dia ini sebenarnya disiapkan untuk menjadi pelakor atau calon istri dari Calvin Alviano?
Mega menjelaskan, dirinya akan ditempatkan sebagai asisten pribadi Calvin jadi segala kebutuhan pribadi Calvin akan menjadi urusannya nanti.
Gea menggigit bibirnya, apakah hal pribadi itu termasuk dalam urusan ranjang pikirnya? Gea menggeleng samar, semoga saja tidak. Sebab ia berprinsip hanya akan melakukan hubungan intim dengan laki-laki yang sudah berstatus sah sebagai suaminya. Tapi tak pelak, ada rasa takut menggelayuti benak Gea. Bukankah ia dipekerjakan sebagai pelakor? Bukankah sudah rahasia umum bagaimana sepak terjang pelakor demi mendapatkan calon mangsanya? Apakah ia juga harus melakukan seperti itu?
Gea juga diajari pengetahuan dasar mengenai bisnis yang digeluti Calvin. Tujuannya adalah agar ia tidak terlihat terlalu polos dan tidak tahu apa-apa. Walaupun sebenarnya memang benar, ia tidak tahu apa-apa mengenai dunia bisnis. Yang ia tahu justru harga-harga barang kebutuhan sehari-hari termasuk bahan pokok dan sayur mayur. Mega sampai berceletuk, dirinya merupakan istriable banget.
...***...
"Ge, kamu mau kemana? Cantik bener. Kayak mau kerja kantoran?" tanya ibu Gea saat melihat Gea keluar dari kamar mandi dan telah mengenakan seragam kantoran tapi cukup seksi. Gea mengenakan rok span hitam di atas lutut, kemeja putih slim fit, dan blazer berwarna abu-abu yang body press membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas dan seksi. Apalagi kancing kemeja Gea dibukakan 2 buah dari atas membuat tulang selangkanya yang indah sedikit mengintip. Rambut diikat tinggi ke atas membuat leher jenjangnya terekspos sempurna. Apalagi saat Gea berjalan dengan anggun, rambut-rambutnya bergoyang membuat Gea terlihat begitu memesona. Ditambah riasan natural namun justru mempertegas kecantikannya. Penampilannya ini tentu saja merupakan hasil apa yang ia pelajari selama 1 Minggu ini. Dengan bantuan tangan-tangan berbakat dan profesional, ia mampu mengubah penampilannya 180°.
Gea yang selalu insecure, kini berubah menjadi Gea yang penuh percaya diri. Uang memang mampu merubah segalanya. Apalagi Gea memang sejak awal sudah cantik dan kini kecantikannya kian terlihat jelas setelah mendapatkan perawatan dari orang-orang yang profesional di bidangnya.
Dengan tersenyum Gea menjawab, "Gea ada kerjaan, Bu. Mulai hari ini emang Gea bekerja kantoran. Doakan semoga kerjaan Gea lancar ya, Bu," ujar Gea sambil menggenggam tangan Martini.
"Oh ya nduk, itu suster yang suka jagain ibu itu suruhan kamu ya?" tanya Martini penasaran sebab suster itu tampak selalu menemaninya di ruangan itu.
"Iya, kenapa Bu? Ada yang salah?"
"Bukan gitu, nduk, cuma ... kan kamu baru mulai kerja, gimana kamu mau gajinya nduk? Belum lagi kamu harus bayar biaya perawatan ibu?" Keluh Martini yang takut pengeluaran putrinya membengkak sehingga ia tak sanggup membayar.
"Ibu tenang aja, Gea udah hitung-hitungan kok dan gaji Gea lebih dari cukup untuk keperluan sehari-hari, pengobatan ibu, juga bayar suster yang bakal nemenin ibu. Apalagi kemungkinan nanti Gea bakal jarang ke sini, Bu. Gea bakal sering keluar kota buat temenin Bu bos. Jadi selama Gea kerja, ada suster yang bakal temenin ibu sekaligus laporan ke Gea. Ibu nggak papa kan kalau Gea tinggal?" tanya Gea hati-hati sembari menjelaskan agar ibunya tidak khawatir.
Martini tersenyum lembut, ia bersyukur Gea bisa bekerja di kantor dengan gaji yang lumayan besar. Walaupun sebenarnya ada sedikit kesedihan di hati karena akan jarang berjumpa dengan putrinya, tapi ia tak bisa menghalangi putrinya meraih kesuksesan. Ia harap putrinya bisa menjadi gadis yang sukses dengan masa depan terjamin seperginya nanti.
"Iya nduk, ibu nggak papa. Kamu hati-hati ya! Jaga diri baik-baik! Ibu akan selalu mendoakanmu," pungkas Martini membuat Gea tersenyum lebar.
...***...
Derap sepatu pantofel beradu dengan lantai menggema di gedung Maxxon Group. 2 perempuan cantik berbeda generasi tampak berjalan dengan anggun mencuri perhatian semua karyawan Maxxon Group. Di belakang kedua perempuan itu tampak perempuan tomboy berambut cepak mengawal keduanya.
Mungkin bagi semua karyawan Maxxon Group melihat kedatangan Nathalia sudah sangat biasa. Bagaimana pun Nathalia merupakan pemegang saham terbesar Maxxon Group menggantikan mendiang suaminya. Yang kedua barulah Calvin, putranya. Karena itu Nathalia setiap 1 sampai 2 kali seminggu akan datang ke Maxxon Group untuk memeriksa segala hal yang berhubungan dengan perusahaan itu.
Namun kali ini yang mencuri perhatian mereka adalah sosok perempuan cantik dan anggun yang berjalan di sisi Nathalia. Seandainya atasan mereka tidak memiliki istri, mungkin mereka sudah mengira sosok cantik itu merupakan kekasih atasan mereka. Apalagi saat sosok cantik itu tersenyum, menambah kadar kecantikannya sehingga tak pelak membuat para laki-laki terpesona. Dalam sekejap, sosok cantik yang lain adalah Gea itu menjadi buah bibir di setiap divisi perusahaan itu.
Tok tok tok ...
Ceklek ...
"Si- ... mama?" serunya terkejut. Baru saja Calvin ingin menegur siapa yang dengan lancangnya masuk ke ruangannya tanpa izin, tapi tak jadi sebab ternyata itu adalah ibunya sendiri.
"Kenapa?" Nathalia menaikkan alisnya sambil mendudukkan bokongnya acuh pada ekspresi putranya itu.
"Tumben datang jam segini!" serunya sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
"Mama hanya ingin memperkenalkan seseorang padamu," ujar Nathalia.
"Siapa?" tanya Calvin penasaran.
Nathalia tersenyum simpul, "Ge, masuk!" panggil Nathalia. Lalu dari balik pintu, muncullah seorang gadis cantik dan anggun. Ia membungkukkan sedikit badannya untuk sebagai tanda penghormatan. Calvin mengerutkan kening sambil memperhatikan Gea dari atas sampai ke bawah. Merasa bingung dengan tujuan ibunya membawa gadis yang tidak ia kenal sama sekali.
"Kenalkan, dia Gea Morina," ujar Nathalia. "Asisten pribadimu dan dia akan melayani segala kebutuhan mulai sekarang," ucap Nathalia tegas membuat Calvin membelalakkan matanya.
"Selamat pagi tuan Calvin, perkenalkan saya Gea Morina, asisten pribadi Anda," ucap Gea sambil mengulas senyum semanis mungkin.
"Tidak perlu. Saya tidak memerlukan asisten pribadi sama sekali," tegas Calvin menolak mentah-mentah. "Ma, aku tidak butuh asisten pribadi. Lagian, aku sudah punya sekretaris untuk membantuku di sini," imbuhnya dengan rahang mengeras.
"Sekertaris itu hanya berfungsi membantumu mengurus urusan pekerjaan kantor, Vin. Berbeda dengan asisten pribadi. Gea telah mama tugaskan membantu melayani segala urusanmu termasuk hal-hal pribadi. Kau pikir, mama tak risih melihat penampilanmu yang berantakan. Kau itu seorang CEO tapi sudah seperti OB yang sudah seharian bekerja, lusuh, berantakan, Ck ... nggak ada keren-kerennya sama sekali," cibir Nathalia membuat Calvin memutar bola matanya.
"Itu karena aku kesiangan, ma. Nggak ada yang bangunin aku jadinya aku terburu-buru," kilah Calvin.
"Nah, itu tuh poin pentingnya! Dengan adanya Gea, dia bukan hanya akan melayani kebutuhan kamu di kantor, tapi di rumah juga. Dia akan bangunin kamu, urusin pakaian kamu, semua kebutuhanmu lah pokoknya. Salah kamu sendiri, beristri tapi rasa duda," cibir Nathalia terang-terangan membuat wajah Calvin merah padam. Dalam hati, Gea terkekeh geli saat mendengar kata-kata terakhir Nathalia.
"Tapi ma ... "
"Nggak ada tapi-tapian. Oke kalau kamu tak mau, tak apa. Tapi kamu harus bisa membuat Anastasia berhenti jadi designer dan fokus mengurusmu, bagaimana?" ancam Nathalia.
Nathalia menyeringai tipis melihat perubahan raut wajah Calvin. Ia sangat yakin, Calvin pasti akan menolak mentah-mentah untuk meminta istrinya berhenti jadi designer dan fokus mengurus dirinya. Bukan hanya Calvin, Anastasia pun juga pasti takkan setuju. Ia takkan pernah bisa melakukan hal tersebut karena ia terlalu mencintai perempuan itu.
Calvin menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, "oke, fine!" ucapnya seraya mengangkat kedua tangannya membuat Nathalia tersenyum lebar. "Ancaman mama berhasil." desis Calvin sambil menatap Gea dengan sorot mata tajam yang dibalas Gea dengan senyuman manis.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Eny Hidayati
tugas Gea cukup senyum yang manis dari segala tatapan tajam dan kata2 tajam ...
2024-08-25
0
Pisces97
ih kok Gea dirubah jadi seperti sekretaris sexzi ya... ??
bukanya asisten pribadi ada lho orang polos malah pakaian selalu celana panjang bukan seksoy begitu 🤭.
berarti cinta karena kecantikan bukan dari hati ye kan..
2024-06-15
0
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Calon istri berkedok pelakor ge wkwk
2024-03-20
0