"Ketus banget sih sama Mommy? Seharusnya kamu menyambut kedatangan Mommy dengan sopan! Pasti karena perempuan itu bukan, kamu jadi tidak punya sopan santun seperti ini?!" sindir Mommy.
Azhar melirik ke arah Caca, "Kamu boleh keluar, Ca. Nanti kita bahas bahan meeting lagi!"
"Baik, Pak." meski hanya sebentar berada di dalam ruangan sudah cukup bagi Caca mendapat informasi kalau Mommy Azhar sangat tidak menyukai Julie. Satu kubu rupanya dengan Caca.
Caca menutup pintu ruangan Azhar dan mengerjakan pekerjaannya. Merangkum bahan untuk meeting Azhar nanti. Ia tak ikut serta, Azhar yang pergi sendiri.
Azhar menatap Mommy-nya, wanita yang masih terlihat begitu anggun di usianya yang tak lagi muda terlihat hendak menceramahinya, seperti biasa. Hal itu yang membuat Azhar jarang pulang.
"Ada apa Mommy datang ke sini?" tanya Azhar lagi. "Butuh uang? Aku akan transfer! Mommy cukup kirim pesan saja, tak perlu repot ke kantor aku. Aku juga tak perlu repot mendengar ceramah Mommy tentang Julie."
Mommy terlihat sedih mendengar perkataan Azhar yang ketus dan menyakiti hatinya. "Dulu kamu tidak seperti ini sama Mommy. Apa yang sudah perempuan itu racuni ke otak kamu? Sampai kamu tega menyakiti hati ibu yang sudah melahirkan kamu?!"
Mommy mulai meneteskan air matanya. "Mommy tak butuh uang kamu! Mommy hanya ingin kamu kunjungi. Kamu tahu 'kan, sejak Daddy kamu meninggal hanya kamu yang Mommy miliki? Apa susahnya datang sesekali menjenguk Mommy?!"
"Datang? Untuk melihat Mommy memusuhi Julie? Aku capek, My! Sejak dulu Mommy tak pernah menyukai Julie. Sekarang setelah Julie menjadi istri Azhar, Mommy masih tak menyukainya! Coba Mommy ada di posisi Azhar! Berada di antara dua orang yang Azhar sayang! Sulit, My!" Azhar terlihat kesal.
Mommy masih menangis sedih. Putra-nya masih lebih memilih Julie dibanding dirinya. Terlihat dari bagaimana ia membela wanita itu dibanding Mommy-nya sendiri.
Azhar pun tergugah hatinya. Melihat Mommy-nya sedih, ia pun melunak. "Aku mau membahas bahan meeting dengan Caca dan meeting bersama pimpinan. Kita makan siang bersama nanti. Mommy mau tunggu?!"
Mommy pun mengangguk. "Iya. Mommy akan tunggu!"
Azhar lalu keluar ruangan. Ia mengajak Caca ke ruang meeting kecil di samping ruangannya. Kali ini beneran membahas bahan meeting.
Untunglah Caca sudah menyiapkannya. Tak ada percakapan pribadi selain mengenai pekerjaan. Azhar terlihat terburu-buru karena harus segera meeting, sementara Caca harus menahan rasa penasarannya.
"Oke. Aku mau meeting dulu. Nanti aku akan makan siang dengan Mommy. Kamu bisa 'kan makan siang tanpa aku?"
Caca tersenyum, "Bisa dong! Nanti aku bareng sama fans aku yang ada di kantor ini."
Raut wajah Azhar berubah serius. "Enggak boleh! Aku pesankan saja nanti buat kamu! Jangan keluar sama cowok lain!"
"Iya, Mas." jawab Caca sambil tersenyum.
"Oh iya, tolong buatkan teh untuk Mommy aku sekalian cemilannya. Kamu pesankan saja cemilan di kedai kopi bawah." Azhar mengeluarkan sebuah kartu ATM dan memberikannya pada Caca. "Passwordnya 222222."
Caca menerima kartu ATM milik Azhar lalu mengantar Azhar pergi meeting. Caca turun ke bawah dan membeli cemilan. Ia lalu membuatkan teh camomile dan membawanya beserta cemilan ke ruangan Azhar.
"Permisi!"
Caca masuk ke dalam ruangan Azhar dan menyuguhkan teh camomile beserta cemilan di atas meja. Mommy sedang duduk di sofa sambil menatap Caca dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Kamu baru jadi sekretarisnya Zha?" tanya Mommy.
"Iya, Bu. Baru hitungan bulan." jawab Caca.
"Duduklah! Ada yang mau saya bicarakan!" Mommy menunjuk sofa di depannya. Caca pun menurut. Ia duduk di tempat yang ditunjuk Mommy.
"Kamu kenal Julie bukan?" tanya Mommy.
Caca mengangguk, "Ibu Julie adalah istri Pak Azhar."
"Bagaimana menurut kamu tentang Julie?"
Caca tau, Mommy bertanya padanya pasti ada maksudnya. Apakah pertanyaan yang menjebak?
"Saya... Kurang mengenal Ibu Julie." jawab Caca hati-hati.
"Lantas... Kalau Azhar bagaimana? Kamu lebih mengenal dia, begitu?!" selidik Mommy.
Caca mengangguk, "Iya, karena saya bekerja untuk Pak Azhar, jadi saya sedikit banyak lebih mengenal Pak Azhar dibanding Bu Julie."
"Bagaimana hubungan kamu dengan Azhar?!" Mommy melipat kedua tangannya di dada dan menatap Caca dengan lekat.
"Baik. Pak Azhar bos yang baik." jawab Caca.
"Maksud saya, hubungan pribadi kamu dengan Azhar."
"Hubungan pribadi?" tanya Caca balik, pura-pura tidak tahu maksud Mommy.
"Ya. Kamu 'kan yang membuat bekas lipstik di kemeja Azhar?" tanya Mommy.
"Itu... tidak sengaja." elak Caca.
Mommy tersenyum mendengar alasan Caca, "Lalu berangkat ke kantor bareng dan turun sebelum sampai kantor juga tidak sengaja?"
Caca terkejut karena Mommy tau apa yang terjadi tadi pagi. "Saya...." Caca bingung mau berkata apa. Jujur takut salah. Bohong takut lebih salah.
"Kamu selingkuhannya Azhar?" tebak Mommy.
Caca cepat-cepat menyangkal. "Bukan! Saya bukan selingkuhan Pak Azhar!"
"Lalu?"
Caca terdiam. Ia ingin bertanya pada Azhar apakah sebaiknya jujur atau tidak, namun diinterogasi seperti ini membuat Caca tak bisa berbuat apa-apa.
"Lalu?" Mommy mengulangi pertanyaannya.
Caca menundukkan wajahnya. Ia terlihat gugup dan memainkan kuku-kuku jarinya.
"Jujurlah! Tak usah takut saya marah!"
Caca masih ragu untuk menjawab. Ia pun memberanikan diri mengangkat wajahnya. Nampak Mommy tersenyum. Ya, benar-benar tersenyum.
"Kamu tak perlu takut sama saya! Malah, kalau memang kamu selingkuhannya Azhar, maka kamu akan saya dukung!"
Caca terbelalak kaget, kok ada orang tua yang setuju anaknya selingkuh?
"Saya tidak suka dengan Julie. Saya tak pernah merestui Azhar dan Julie. Bahkan sikap Azhar berubah dan makin menjauhi saya setelah menikah dengan Julie." sorot mata Mommy menunjukkan kesedihan karena merasa dipisahkan dari putra satu-satunya.
"Saat saya melihat Azhar selingkuh dengan kamu, jujur saya senang. Akhirnya ada perempuan lain dalam hidup Azhar selain Julie. Entah apa yang perempuan itu perbuat pada Azhar. Sejak mengenal Julie, Azhar berubah. Dulu masih ada Papi, Azhar masih bisa lepas dari Julie. Semenjak Papi meninggal dan Azhar memegang perusahaan secara penuh, Julie kembali mendekatinya. Mereka bahkan nekat menikah tanpa restu Mommy." Mommy pun menangis, teringat saat Azhar menikah dulu namun dirinya seakan tak dianggap.
Caca mengambilkan tisu lalu duduk di samping Mommy. Ia menepuk punggung Mommy, membuatnya teringat Mama di rumah yang kehilangan anaknya.
Yang dirasakan Mommy tentu tak sesakit apa yang dirasakan oleh Mama. Namun tetap saja sama-sama sedih. Kini Caca yakin untuk mengungkap hubungannya pada Mommy.
"Sebenarnya hubunganku dan Mas Azhar adalah... kami berdua sepasang suami istri." Mommy terlihat terkejut dan mengangkat wajahnya menatap langsung Caca. "Aku adalah istri siri Mas Azhar."
"Hah? Azhar menikah siri? Dengan kamu?" tanya Mommy tak percaya.
Caca lalu memamerkan cincin di jari manisnya. Cincin pernikahannya dengan Azhar. Caca juga menunjukkan foto pernikahannya dengan Azhar.
Awalnya Mommy tak percaya dan butuh mencerna bukti yang Caca beberkan. Benaknya penuh tanda tanya, kenapa Azhar bisa secepat itu menikahi seseorang? Nikah siri pula! Namun Mommy mengesampingkan rasa ingin tahunya dan tersenyum, "Syukurlah!"
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
ani surani
si mommy bikin org kaget sj 😅😅😅
2024-11-17
0
ani surani
nah loh nah loh, kepala caca malah tambah gd nih 😁😁😁
2024-11-17
0
ani surani
🤣🤣🤣 o o kamu ketauan, selingkuh dgn anakku 🤣🤣
2024-11-17
0