Caca dan Azhar semakin dekat saja. Pribadi Caca yang menyenangkan dan suka memberikan perhatian membuat Azhar mudah dekat dengan Caca.
Hubungan mereka kini meningkat dari sekretaris dan bos menjadi sahabat beda gender. Caca selalu bersikap ceria di depan Azhar, membuat mood Azhar selalu bagus. Andai Azhar tau kalau dibalik senyum ceria Caca tersimpan luka yang sangat dalam dan sulit disembuhkan.
"Bos, makan siang yuk!" ajak Caca.
"Mau makan apa kamu?" tanya Azhar.
"Yang bos aku suka aja." jawab Caca dengan centil.
"Salad sayuran, kamu mau?" goda Azhar, ia tahu Caca tak suka makanan yang terlalu sehat seperti itu.
"Big no! Enggak kenyang. Makan soto aja mau?"
"Hmm... Boleh! Ayo!" Azhar mengiyakan ajakan Caca.
Dengan sigap Caca mengambilkan jas Azhar dan membantu merapihkan jasnya. "Nah, kalau begini kan ganteng!" puji Caca.
"Bisa aja kamu! Ayo kita makan sekarang! Aku lapar berat nih! Nanti pesankan aku nasi satu setengah porsi ya!"
"Siap Pak Bos!"
Caca pun menyetir mobil Azhar menuju tempat makan soto. Ya, Caca yang menyetir. Alasannya karena Caca mau melancarkan kemampuannya mengemudi mobil. Azhar pun tak keberatan, justru ia bisa sambil memeriksa laporan dari tab miliknya di kursi sebelah Caca.
Mereka pun akhirnya sampai di tempat makan soto kesukaan Azhar. Caca memesankan dua porsi soto dan dua setengah nasi. Sesuai request, satu setengah porsi untuk Azhar dan satu porsi untuknya.
"Ca, menurut kamu cewek itu paling suka apa ya?" tanya Azhar yang memakan soto miliknya dengan lahap.
"Hmm... Apa ya? Cewek suka diberi perhatian. Suka kalau cowoknya peka. Suka kalau diberi hadiah, apalagi kalau dikasih surprise." jawab Caca dengan jujur.
Sesekali Caca mengelap pipi Azhar yang terkena kuah soto dengan tisu. Azhar lama kelamaan mulai terbiasa dengan perhatian demi perhatian yang Caca berikan, tak lagi merasa risih namun tetap saja jantungnya masih sering berdebar. Wajar kan? Azhar hanya laki-laki normal yang kalau dekat cewek cantik jantungnya bisa berdebar-debar.
"Surprise? Kayak kasih surprise ulang tahun gitu? Bukannya udah biasa ya?" tanya Azhar.
"Tergantung konsepnya, Pak. Kalau Bapak mau yang luar biasa juga bisa. Standarnya nih, kalau ulang tahun ya malam-malam bawa kue dan surprise... Itu sih biasa banget."
"Kalau yang luar biasa?" tanya Azhar yang mulai penasaran.
Caca tersenyum, Azhar kembali masuk dalam perangkapnya. Caca tau maksud pertanyaan Azhar dan tujuannya apa.
Caca sudah mengecek data diri Julie, seminggu lagi Julie ulang tahun. Azhar yang tengah dimabuk cinta pasti akan bertanya apa kado yang sesuai untuk diberikan di hari bahagia istrinya.
"Ya... Adain aja pesta kejutan. Undang teman-teman dan keluarganya lalu surprise... Itu lebih mengejutkan sih menurut aku dibanding malam-malam kasih kue dan kado dengan dandanan bangun tidur. Iler dimana-mana, rambut kusut dan pas tiup lilin... huft... bau ha...ha...ha..."
Azhar ikut tertawa mendengar perkataan Caca. "Bener juga ya kamu, Ca. Pasti kalau aku mau share orangnya marah, jangan di share di sosmed! Aku lagi jelek banget ha...ha...ha..."
Caca ikut tertawa dengan Azhar, "See? Itu enggak seru!"
"Lalu menurut kamu pesta kejutan apa yang seru dan paling berkesan?" tanya Azhar yang kembali penasaran dengan ide Caca.
"Pak bos 'kan kaya ya, jadi buat saja pesta yang megah dengan tema yang seru... Pesta topeng mungkin?" usul Caca.
"Pesta topeng?"
"Iya. Seperti pesta-pesta yang biasanya diadakan kaum sosialita."
"Wah... Kamu, Ca. Benar-benar keren idenya! Pasti istri aku akan suka deh!"
"Istri? Maksudnya?" Caca sengaja berpura-pura tak tahu.
"Iya. Seminggu lagi istri aku akan ulang tahun. Kamu... Bisa bantu aku enggak?"
"Bantu apa?"
"Bantu menyiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun Julie, kamu mau kan?" pinta Azhar.
"Kalau sebagai sekretaris, aku akan menjawab: Siap, Pak! Tapi sebagai teman, aku akan tanya... Wani piro? Ha...ha...ha..."
Azhar tersenyum mendengarnya. "Bisa aja kamu! Gini aja deh, aku belikan Hp type terbaru buat kamu asalkan kamu mau menyiapkan pesta kejutan buat istri aku, Julie." janji Azhar.
"Beneran?"
"Iya!"
"Baiklah! Akan aku siapkan!"
"Oke. Kita beli Hp sekarang!" Azhar menunaikan janjinya membelikan Caca Hp terbaru.
"Serius? Sekarang?"
Azhar mengangguk, "Janji harus ditepati. Ayo kita pergi sekarang! Ingat, kita harus kembali bekerja lagi nanti!"
"Ayo deh kalo kayak gitu!"
Rupanya Azhar sangat royal dalam membelikan sesuatu. Mengeluarkan uang 20 juta hanya demi sebuah Hp tak masalah baginya. Caca semakin yakin kalau inilah alasan Julie lebih memilih Azhar dibanding Kak Baim yang tak punya gaji besar.
"Pak bos, foto bareng dulu dong pakai Hp baru aku!" dengan cueknya Caca menarik Azhar dan berselfi ria. Azhar pun mengiyakan saja ajakan Caca. Mereka foto berdekatan tanpa canggung lagi. Ya, kedok berteman yang Caca tawarkan benar-benar berhasil membuat Azhar lebih dekat lagi dengannya dan tak merasa curiga sama sekali.
Setelah puas berswafoto, Caca dan Azhar kembali ke kantor. Caca sibuk membuat konsep pesta untuk Julie di sela-sela mengerjakan pekerjaannya.
"Bagaimana dengan pesta ulang tahun Julie?" tanya Azhar sebelum pulang kerja.
"Aku udah memilih satu EO yang terbiasa menghandle pesta tapi sebelumnya aku perlu tahu apa yang istri Pak Bos suka, siapa teman-teman yang akan diundang dan juga bagaimana selera istri Pak Bos." Caca mengambil buku catatan dan inilah kesempatan mengetahui siapa Julie lebih dalam lagi.
"Hmm... Julie hanya akan mengundang teman-temannya. Kedua orang tuanya sudah meninggal."
Caca terdiam, jadi alasan Julie tak memperkenalkan keluarganya karena ia seorang diri di dunia ini?!
"Julie suka sesuatu yang berkilau, jadi buat pesta ini mewah dan membuatnya sangat senang. Kamu bisa 'kan Ca?"
"Tentu dong! Aku akan siapkan pesta yang tak akan pernah istri Bapak lupakan seumur hidupnya!" janji Caca sambil tersenyum penuh maksud.
"Aku percaya sama kamu!" Azhar mengusap rambut Caca, hal yang membuat detak jantung Caca berdetak lebih kencang dari biasanya. Jantung Caca pun memompa darah lebih cepat terutama ke daerah wajah, menyebabkan wajah Caca merona merah.
"Em... Bapak terima beres aja ya!" ujar Caca mengusir rasa grogi dalam dirinya.
"Oke! Aku pulang dulu ya! Julie sudah menunggu di rumah!"
"Hati-hati ya! Have fun!" Caca memasang senyum palsu di wajahnya.
Selepas Azhar pergi, Caca pun menghubungi saudara sepupunya Yudi. Yudi adalah anak dari kakak Mamanya Caca. Wajah Yudi agak mirip dengan Baim, bahkan suara dan postur tubuhnya juga sangat mirip. Mereka bisa dikatakan saudara kembar, padahal hanya sepupu saja.
Caca pun menceritakan rencananya pada Yudi. Meski awalnya sempat menolak, namun setelah Caca memberitahu siapa Julie dan apa yang ia lakukan sampai membuat keluarganya menderita dengan senang hati Yudi membantu.
"Kalau begitu apa yang bisa aku bantu?" tanya Yudi.
"Cukup menyamar jadi Kak Baim dan bawa Julie keluar dari pesta! Biar sisanya aku yang urus!" jawab Caca.
"Oke! Demi Baim, aku akan bantu! Aku akan berangkat sekarang ke Jakarta!"
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
ani surani
dasar Caca 🤣🤣
2024-11-17
0
anonim
bakal seru neeehhhh
2023-12-26
0
Wanda Revano
slow ca slow nek wong jowo ngomong ojok kesu2 oke.ben ora dicurigai.ati2 ca tkutnya nanti sijulie itu nyadar.
2023-04-07
2