Sebuah Misi Balas Dendam

Julie berjalan cepat meninggalkan pesta ulang tahunnya sendiri. Beberapa temannya sempat bertanya kemana ia akan pergi, membuatnya harus berhenti dahulu dan membuang waktu berharganya.

Julie celingukan mencari keberadaan Yudi yang dipikirnya adalah Baim, mantan kekasihnya dulu. Julie tadi melihat Yudi berada di dekat pintu keluar namun kini sudah tak ada. Semakin panik saja Julie dan ingin segera keluar dari pesta miliknya sendiri.

Sebuah pesan masuk ke hp milik Julie. Pengirimnya adalah Baim. Sudah tentu yang mengirimnya adalah Yudi melalui Hp milik Baim yang diberikan oleh Caca. Sedikit banyak Caca tau tentang kisah Julie dari pesan yang ada di Hp. Tidak banyak informasi yang Caca dapat karena Baim suka clear chat, namun masih ada kontak Julie di sana yang bisa Caca manfaatkan dan beberapa chat terakhir mereka.

"Aku tunggu kamu di tempat biasa!"

Julie langsung memberhentikan taksi dan pergi ke tempat dirinya dan Baim biasa bertemu. Sebuah rumah kecil yang dulunya adalah rumah Julie.

Yudi mengikuti sampai Julie masuk ke dalam rumah dan membuka pintu. Tak lama setelah Julie masuk, Handi dan Putri mengetuk pintu lalu bersembunyi.

Julie keluar rumah dan terkejut melihat Yudi yang masih memakai topeng. "Untuk apa kamu datang ke pesta aku? Kamu tahu kan kita sudah selesai? Jangan ganggu hidup aku lagi! Aku enggak cinta sama kamu! Aku sudah hidup bahagia dengan-" Handi dan Putri yang memakai masker membius Julie dari belakang.

****

Caca menemani Azhar yang mengajak para tamu mengobrol menggantikan Julie. Diam-diam Caca terus memberikan Azhar minuman agar mabuk. Satu gelas, dua gelas, lama kelamaan Azhar mulai mabuk karena tak terhitung lagi berapa banyak minuman yang ia minum.

Pesta sudah selesai, Caca pun memapah Azhar ke kamar hotel yang sudah ia sediakan. Kedua temannya dan Yudi sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang tugas Caca!

"Iya... Iya... Istriku memang cantik!" Azhar mulai mengoceh tak jelas.

Azhar yang mulanya tertidur sambil meracau tiba-tiba duduk tegas. "Julie, aku pulang Sayang!"

Caca panik!

Azhar belum boleh pulang sekarang!

Caca yang masih polos dan tak pernah berpacaran tak mengerti harus berbuat apa!

Caca mendekati Azhar dan duduk di sampingnya.

"Kamu siapa?" tanya Azhar yang masih mabuk.

"Aku Ca-" Caca tak boleh mengaku! Harus berbohong!

Caca membuka rambutnya yang semula di sanggul bak pramugari dan membiarkan rambutnya tergerai indah. "Sayang, ini aku!" ujar Caca dengan nada lembut.

Azhar mendekatkan dirinya dengan Caca. Bau minuman tercium menyengat. Jarak Caca dan Azhar begitu dekat. Jantung Caca mulai berdegup kencang dan tak karuan.

Azhar begitu tampan. Alis matanya yang tebal dan hidungnya yang mancung serasa melihat aktor tampan sedang berada di depan matanya.

Sejenak Caca lupa apa tujuannya. Ia memang tau Azhar tampan namun berada berdua di kamar hotel dengannya membuat Caca tergoda dan timbul rasa ingin memiliki bosnya yang baik hati tersebut. Jantungnya juga semakin tak aman dan ingin melompat keluar.

Azhar tersenyum. Barisan gigi putih dan rata menyambut Caca. Makin tampan pria di depannya kala tersenyum. "Kamu? Julie aku tersayang? Sini! Duduk di pangkuan aku!"

Azhar menepuk pahanya. Meminta Caca yang dianggapnya sebagai Julie untuk duduk.

"Ayo, Sayang! Aku mau mengucapkan selamat ulang tahun sama kamu!" ulang Azhar karena Caca hanya diam saja di tempat.

Caca pun tersadar dari rasa terpesonanya. Ia lalu berdiri dan duduk di pangkuan Azhar. Dikalungkannya tangan Caca di leher Azhar.

"Selamat ulang tahun Sayangku! Kamu tahu, sejak dulu hanya kamu yang aku cintai."

"Sejak dulu? Maksudnya Azhar dan Julie sudah berpacaran lama? Lalu bagaimana dengan Kak Baim?" batin Caca. Satu informasi baru Caca dapatkan, tentang hubungan mereka di masa lalu.

"Maaf karena Mommy kita harus putus! Tapi kamu tenang saja! Mommy tak akan mengganggu rumah tangga kita! Karena aku dan kamu akan saling mencintai selamanya!"

Azhar tiba-tiba menarik pinggang Caca dan mencium bibir Caca. Tentu saja Caca kaget. Ini adalah ciuman pertamanya, dan Azhar yang beruntung mendapatkannya. Namun justru Caca sedih. Bukan dirinya yang ada dalam pikiran Azhar melainkan Julie.

Rasa marah langsung memenuhi dada Caca. Julie yang sudah menyakiti hati kakaknya. Caca akan membayar Julie dengan...

Caca membalas ciuman Azhar. Ia belajar cepat cara berciuman dari Azhar. Lelaki iti pandai sekali berciuman, membuat Caca terbuai.

Azhar mulai menjelajahi tubuh Caca. Kembali Caca terpaku, timbul keraguan dalam diri Caca. Apakah meneruskan rencananya atau berhenti sampai di sini?!

"Enggak! Aku sudah sejauh ini! Aku harus maju terus!" batin Caca.

Caca pun membiarkan Azhar membuka gaun miliknya. Azhar melepaskan pagutannya dan terpukau dengan tubuh polos Caca.

"Kamu lebih seksi malam ini!" puji Azhar.

Azhar pun kembali menghujani Caca dengan banyak ciuman. Azhar membuat banyak tanda kepemilikan dalam tubuh Caca. Membuat Caca mendesaaah merasakan kenikmatan yang baru pertama kali dirasakannya.

Caca tak menyadari kalau dirinya kini sudah tiduran di kasur tanpa busana. Ia bahkan tak sadar sudah membuka kemeja Azhar.

"Sedikit lagi, Ca! Sedikit lagi!"

Pandangan Azhar mulai kabur. Ia masih mencium Caca namun.... bruk...

Caca terdiam saat tubuh Azhar ambruk di pelukannya. Caca mulai panik namun suara dengkuran Azhar membuatnya bernafas lega.

"Huft... Ternyata dia ketiduran!" Caca mendorong tubuh Azhar yang terasa berat di atas tubuhnya. Azhar benar-benar tertidur pulas.

Caca bingung harus berbuat apa. Rencananya bisa gagal hanya karena Azhar tertidur pulas!

"Argh! Kenapa sih dia harus tidur?! Enggak bisa apa tahan sedikit saja?!" geram Caca.

Caca menatap gaun miliknya yang bertebaran di lantai bersama kemeja dan celana milik Azhar. Rencananya yang sempurna apakah akan gagal karena Azhar tertidur?

Caca bolak balik di dalam kamar. Memikirkan bagaimana rencana yang dibuatnya harus berhasil. Tak sengaja Caca melihat tubuh polosnya yang banyak bekas kepemilikan hasil perbuatan Azhar.

"Ya, ini bisa jadi senjataku!"

Caca pun kembali ke tempat tidur tempat Azhar berada. Caca menatap Azhar yang tidur hanya dengan pakaian dalamnya saja.

"Maafin aku, Pak. Aku terpaksa! Andai istri Bapak tak membuat Kakak aku meninggal dan keluargaku menderita..."

Caca mengusap wajah Azhar yang tampan dan mulai melakukan apa yang Azhar lakukan pada dirinya. Memberi jejak kepemilikan yang akan menjadi bukti kuat saat Azhar terbangun keesokan paginya.

Selesai dengan tugasnya, Caca pun mengantuk. Caca merapatkan tubuhnya dengan Azhar dan tertidur pulas sambil memeluk bos baiknya tersebut.

Sementara itu Handi dan Putri meninggalkan Julie di rumah mungil miliknya. Sesuai instruksi Caca, Putri bertugas melepaskan seluruh pakaian Julie dan meninggalkan sebuah kemeja yang tadi dipakai Yudi di pesta agar Julie berpikir dirinya sudah selingkuh. Siapa yang sangka kalau yang selingkuh sebenarnya adalah Azhar?

***

Terpopuler

Comments

Wanda Revano

Wanda Revano

wah ternyata oh ternyata emang si Julie yg berbisa.udh skrang gue bnr2 dukung Lo ca 100%.

2023-04-07

1

Lina ciello

Lina ciello

paling ibune reti nek juli ga pener wonge

2023-01-06

0

☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞ѕ¢

☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞ѕ¢

hmmmm kerenn ca

2022-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Ini Membunuhku
2 My Name is Caca
3 Red Lipstick
4 Friends
5 Birthday Party Planning
6 Teror Party
7 Sebuah Misi Balas Dendam
8 Bukti yang tak terelakkan
9 Menangis Semalam
10 Perasaan Bersalah
11 Pernikahan Siri Dadakan
12 Memercik Api Pertengkaran
13 Pizza Time
14 Mulai Bersikap Acuh
15 Telepon Palsu
16 Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17 Sailormoon dan Power Ranger
18 Berkata Jujur
19 Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20 Bekas Lipstik
21 Sama-sama Berbohong
22 Tergoda
23 Cerita di Masa Lalu
24 Flashback-01
25 Flashback 02
26 Flashback 03
27 Flashback 04
28 Flashback 05
29 Flashback Off
30 Silahkan, Mas!
31 Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32 Tetangga Baru
33 Rencana Azhar
34 Honeymoon atau Kerja?
35 Bertemu Sahabat Lama
36 Pesan dari Julie
37 Pengaruh Si Nakal
38 Bertemu Tetangga Lagi
39 Honeymoon
40 Mulai Membandingkan
41 Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42 Kemana Hati Ini Berada
43 Boom Pertama Diledakkan
44 Pertengkaran Sengit
45 Bom Kedua
46 Mengatakan Kejujuran
47 Mommy
48 Tangisan Mama
49 Aksi Saling Jambak
50 Apa yang disembunyikan Caca?
51 Mengakhiri Segalanya
52 Kisah Eza
53 Sebuah Surat
54 Masih Saja Bodoh
55 Membawa Caca Pulang
56 Berbicara Berdua
57 Menemui Julie
58 Aku Tak Bisa Menerimanya
59 Sidang Cerai
60 Keluarga Bahagia
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Cinta Ini Membunuhku
2
My Name is Caca
3
Red Lipstick
4
Friends
5
Birthday Party Planning
6
Teror Party
7
Sebuah Misi Balas Dendam
8
Bukti yang tak terelakkan
9
Menangis Semalam
10
Perasaan Bersalah
11
Pernikahan Siri Dadakan
12
Memercik Api Pertengkaran
13
Pizza Time
14
Mulai Bersikap Acuh
15
Telepon Palsu
16
Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17
Sailormoon dan Power Ranger
18
Berkata Jujur
19
Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20
Bekas Lipstik
21
Sama-sama Berbohong
22
Tergoda
23
Cerita di Masa Lalu
24
Flashback-01
25
Flashback 02
26
Flashback 03
27
Flashback 04
28
Flashback 05
29
Flashback Off
30
Silahkan, Mas!
31
Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32
Tetangga Baru
33
Rencana Azhar
34
Honeymoon atau Kerja?
35
Bertemu Sahabat Lama
36
Pesan dari Julie
37
Pengaruh Si Nakal
38
Bertemu Tetangga Lagi
39
Honeymoon
40
Mulai Membandingkan
41
Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42
Kemana Hati Ini Berada
43
Boom Pertama Diledakkan
44
Pertengkaran Sengit
45
Bom Kedua
46
Mengatakan Kejujuran
47
Mommy
48
Tangisan Mama
49
Aksi Saling Jambak
50
Apa yang disembunyikan Caca?
51
Mengakhiri Segalanya
52
Kisah Eza
53
Sebuah Surat
54
Masih Saja Bodoh
55
Membawa Caca Pulang
56
Berbicara Berdua
57
Menemui Julie
58
Aku Tak Bisa Menerimanya
59
Sidang Cerai
60
Keluarga Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!