Azhar terus menyentuh aset berharga milik Caca. Ia suka bagaimana Caca menyukai setiap sentuhannya, bagaimana ciuman Caca semakin hot atas gerakan tangannya.
Namun kesenangan mereka harus terhenti manakala terdengar suara security sedang berjalan sambil mengobrol dengan temannya. Cepat-cepat mereka melupakan kemesraan mereka.
Caca duduk kembali ke kursinya dan mengancingkan kemeja yang sudah dibuka Azhar. Sementara Azhar langsung menyalakan mesin mobil dan tancap gas saat melihat Caca sudah selesai menutupi dirinya.
Mobil Azhar melewati dua security yang menunduk penuh hormat saat melihat mobil milik bos mereka melintas. Azhar menghembuskan nafas lega. Hampir saja mereka ketahuan. Bisa rusak reputasinya kalau ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri di parkiran mobil.
Mereka kembali dengan kesunyian. Sibuk menenangkan debaran jantung yang bertalu kencang.
"Meski ini bukan yang pertama kali, namun kenapa kalau dengan Caca jantungku selalu berdebar kencang seperti ini? Norak sekali kau, Zha! Macam perjaka baru menyentuh anak gadis saja!" ledek Azhar pada dirinya sendiri.
Sama seperti Azhar. Caca memeluk dirinya sendiri. Dirinya masih terbayang sentuhan Azhar pada kulitnya. Benar-benar membuatnya bergairah dan ingin lebih, beda dengan malam itu.
Azhar mengantarkan Caca sampai depan apartemen. Keduanya masih malu-malu, "Aku pulang dulu! Besok kita ketemu lagi di kantor!"
"Iya. Hati-hati ya, Mas!"
Azhar mengangguk. Ia menunggu Caca masuk ke apartemennya dan pulang ke rumahnya bersama Julie.
Mendengar suara mobil Azhar, Julie segera menyambut suaminya pulang. Ia mengenakan baju tidur satin tipis. Biasanya Azhar langsung tersulut gairahnya, namun tidak kali ini.
Azhar malah membayangkan Caca yang memakai baju tidur itu. Azhar cepat-cepat mengusir bayangan indah dalam benaknya. Di depannya kini adalah Julie. Istri sahnya.
"Mas. Aku kangen sama kamu!"
Azhar mengacuhkan Julie. Ia berjalan ke dalam kamar mandi dan melempar kemejanya dengan asal di tempat baju kotor.
Sebenarnya Azhar tak mau pulang hari ini. Ia masih marah pada Julie yang tak mau jujur padanya tentang Baim. Namun masalah tak akan selesai jika tidak diselesaikan bukan? Azhar berniat memberi Julie kesempatan untuk jujur pada dirinya dan akan memberikan maaf jika memang Julie layak untuk dimaafkan.
Azhar keluar dari kamar dan disambut dengan senyum hangat di wajah Julie. Ia berjalan dengan dingin dan memakai baju yang Julie siapkan.
"Mas udah makan belum? Mau aku suruh Mbak siapkan?" tanya Julie.
Azhar lalu teringat Caca. Kalau Caca menawarkan makan, maka Caca akan memasak untuknya atau memesan makanan namun menyuapi dirinya. Membuat Azhar merasa dimanjakan sebagai seorang lelaki.
"Udah." jawab Azhar singkat.
Azhar yang lelah lalu naik ke atas ranjang mereka. Ranjang mahal dengan kasur kelas hotel bintang lima dan bantal dari bulu angsa. Ia rindu ranjang miliknya tapi ternyata ranjangnya tak lagi terlihat menggoda. Ia malah lebih suka ranjang di apartemen Caca.
"Mas capek ya? Mau aku pijat?" tanya Julie lagi. Tak putus semangat ia membujuk Azhar agar tak marah lagi.
"Enggak usah!" Azhar lalu berbalik badan dan memutuskan langsung tertidur. Untung tadi Caca sudah memijatnya. Tidurnya lelap dan pulas. Tak peduli Julie terus berusaha mendekatkan diri dan memeluknya dari belakang.
Azhar bangun keesokan harinya karena wangi kopi yang Julie buatkan. Lebih tepatnya dari mesin pembuat kopi yang ditekan Julie.
"Pagi, Sayang! Lelap sekali tidur kamu semalam!" sambut Julie dengan senyum di wajahnya.
Azhar meregangkan tubuhnya yang segar setelah cukup tidur. Ia melihat jam di dinding dan memutuskan langsung mandi. Rupanya kemarahannya pada Julie tak juga reda.
Julie memukul ranjangnya dengan kesal. "Sial! Mau sampai kapan kamu marah sama aku?!" batin Julie.
Sambil menunggu Azhar keluar dari kamar mandi, Julie berdandan agar Azhar semakin tertarik dengan dirinya. Dia pun menyemprotkan parfum ke tubuhnya dan baru menyadari kalau anting yang dikenakan hanya ada satu.
Julie pun mencarinya di atas meja rias, kasur dan sekeliling kamar. Namun nanti tersebut tak juga ditemukan. Julie pun mencari di kamar mandi setelah Azhar keluar.
Julie mencari di baju yang kemarin ia kenakan. Baju tidur satin dengan renda bisa saja membuat antingnya tersangkut. Ia pun memeriksa tempat baju kotor. Benar saja, antingnya tersangkut di renda.
Namun bukan itu yang membuat mata Julie terbelalak kaget. Ia mengangkat kemeja Azhar dan melihat dengan jelas ada bekas lipstik di kerah baju milik suaminya.
Dengan penuh amarah, Julie pun menghampiri Azhar yang sedang menyisir rambutnya agar terlihat klimis dan rapi. Azhar sudah selesai berpakaian dan berniat turun untuk sarapan.
"Apa ini, Mas?" tanya Julie yang langsung melabrak Azhar. Ia tak lagi memanggil Azhar dengan panggilan sayang.
Azhar melirik yang dipegang Julie dan dengan santainya menjawab, "Baju kotor."
"Bukan itu yang aku tanya, bekas lipstik siapa yang ada di kerah baju kamu?" Julie melempar kemeja tersebut ke arah Azhar.
Azhar melihat kerah baju dan benar saja ada bekas lipstik Caca di sana. Azhar memejamkan matanya, menyadari kebodohannya sampai ketahuan Julie.
"Seharusnya aku laundry saja kemeja ini sekalian dengan kemeja satu lagi yang ada bekas lipstik Caca! Bodoh!" batin Azhar.
"Kenapa kamu diam, Mas? Jadi benar ini punya cewek lain? Siapa? Kamu beneran selingkuh?!" cecar Julie.
"Tidak." jawab Azhar singkat. Ia tak mau menjelaskan pada Julie.
"Jangan bohong kamu, Mas! Itu buktinya ada di tangan kamu! Mau mengelak apa lagi?" ujar Julie dengan penuh emosi.
"Oh ya? Sama dong kayak kamu yang sudah menerima buket bunga dan cokelat dari B atau sebut saja, Baim?" sindir Azhar.
"Aku enggak selingkuh, Mas! Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak selingkuh! Aku mengerti sekarang, kamu menuduh aku selingkuh hanya untuk menutupi perselingkuhan kamu sendiri, gitu?" Julie sudah mulai meneteskan air mata. Wajahnya memerah menahan amarah.
"Jangan mengarang cerita kamu! Aku juga bisa saja mengarang cerita dengan mengatakan kalau lipstik itu kamu yang buat agar aku terlihat selingkuh!" balas Azhar.
"Ck...ck...ck... Semakin yakin aku kalau kamu selingkuh! Siapa wanita itu?"
Azhar tersenyum, "Kalau begitu, katakan dulu siapa Baim, selingkuhan kamu!" tantang balik Azhar.
"Sialan kamu, Mas! Aku sudah setia tapi kamu malah selingkuh! Kamu anggap apa pernikahan kita?" balas Julie.
"Lalu kamu menganggapnya apa? Kamu yang mulai berbohong sama aku! Kamu bilang B itu salah satu fans yang kamu enggak kenal! Buktinya kalian saling mengenal bukan?! Sudahlah, malas aku bicara sama kamu!"
Azhar mengambil tas kerja dan Hp miliknya lalu berjalan keluar kamar. Julie yang emosi lalu menahan langkahnya. Mereka berdua bertengkar di ruang tengah dengan disaksikan asisten rumat tangga dan pekerja yang lain.
"Mau kemana kamu? Mau ke rumah selingkuhan kamu?! Langkahi dulu mayatku, Mas!"
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nanda Lelo
dg senang hati bilang zha
2023-05-15
1
Wanda Revano
kalo dalam rmh tangganya sih sbnrnya Juli bnr2 setia sih disini yg gk setia si azhar
2023-04-07
0
Sheng
sipp langkahi mayat julie aja kan🗿 ngpp langkahi aja zhar 🤣😎
2022-10-01
0