Mulai Bersikap Acuh

Malam itu Caca dan Azhar memang tidur dalam satu tempat tidur yang sama, namun tak ada sesuatu yang terjadi. Azhar menahan dirinya karena masih teringat dengan Julie.

Azhar menatap Caca yang tertidur pulas di sampingnya. Merasa sedikit bersalah karena tak bisa berlaku adil pada Caca. Susah memang menjalani poligami, selain harus mampu dalam ekonomi juga harus adil terhadap keduanya.

Azhar menyelimuti tubuh seksi Caca. Sejak tadi dua buah sintal milik Caca terus menggodanya. Jika saja ia tak ingat Julie, pasti kejadian di ruang tamu akan berlanjut ke dalam kamar.

Azhar pun mulai dilanda kantuk. Ia tertidur pulas di samping Caca. Malam semakin larut, Azhar mulai kedinginan oleh suhu AC dan tanpa sadar memeluk Caca dengan erat. Caca yang terbangun karena pelukan Azhar pun balas memeluk Azhar. Keduanya tertidur pulas dan terbangun dengan segar karena cukup tidur.

Pagi ini Caca membuatkan sarapan untuk Azhar. Kembali Caca memanjakan dengan menyuapinya sarapan. Membuat Azhar merasa sungkan namun senang karena perhatian yang Caca berikan.

Mereka pun berangkat ke kantor bersama. Caca memilih diturunkan di halte dekat kantor agar tidak ada yang menggosipi mereka. Azhar menurut saja, toh demi kebaikannya juga.

Di kantor Caca kembali menunjukkan perhatiannya. Ia datang membawakan teh manis buatannya dan memberikannya pada Azhar.

"Hari ini ada meeting dengan siapa?" tanya Azhar seraya meminum teh buatan Caca.

"Dengan perusahaan Kusumadewa, Mas, eh Pak. Bapak Richard Kusumadewa akan datang langsung ke perusahaan kita untuk membahas kontrak kerjasama kita. Kalau kita sampai berhasil mendapatkan kontrak perusahaan Kusumadewa Group, maka perusahaan kita akan aman, Pak. Nilai kontraknya besar dan bisa bersifat continue." jawab Caca panjang lebar.

"Iya. Aku juga tahu. Kamu siapkan saja bahan-bahan presentasinya. Buat sebagus mungkin ya! Aku mau memeriksa laporan dari bagian produksi dulu!" ujar Azhar.

"Siap, Pak!"

Baru saja Caca keluar ruangan, Caca berpapasan dengan Julie Abraham. Dengan wajah angkuh dan tanpa senyum Julie berjalan masuk ke ruangan Azhar.

Caca mengangguk dan tersenyum menyambut Julie, namun istri bosnya tersebut sama sekali tak tersenyum. Melihat pun tidak. Benar-benar wanita sombong dan angkuh!

Caca mencuri pandang, berusaha melihat apa yang terjadi di dalam namun usahanya sia-sia. Ruangan Azhar kedap suara. Caca tak bisa mengetahui bagaimana pertengkaran yang sangat dinantinya tersebut.

Julie menutup pintu ruangan Azhar, membuat suaminya mengangkat wajahnya dari dokumen yang sedang ia periksa. Wajah Julie ditekuk, sementara Azhar bersikap acuh dan kembali memusatkan perhatian pada dokumennya.

"Sayang!"

Azhar diam saja. Ia masih merasa kesal karena Julie seakan menyembunyikan sesuatu darinya.

Julie berjalan mendekat dan duduk di pegangan tangan kursi yang Azhar duduki. Harum parfum mahal yang menyengat langsung menusuk hidung Azhar. Entah mengapa ia malah lebih menyukai parfum yang Caca biasa pakai. Lebih lembut dan seperti aroma tubuh Caca yang asli, bukan parfum mencolok seperti ini.

Julie melingkarkan tangannya di leher Azhar dan bergelayut manja. "Kamu kemana sih semalam? Aku kesepian enggak ada kamu! Aku jadi tidur sendiri deh." ujar Julie dengan suara yang dibuat semanja mungkin.

Tak disangka Azhar malah melepaskan tangan Julie dan menolaknya. Untuk pertama kalinya Azhar menolak Julie. Tentu saja Julie merasa kecewa.

"Aku sedang bekerja. Enggak enak juga ada Caca di depan. Pasti ia akan melihat apa yang kita lakukan!" ucap Azhar acuh.

"Aku enggak peduli! Memang siapa dia?!"

Azhar mendengus kesal. "Caca itu...." Azhar teringat kalau belum waktunya memberitahu Julie siapa Caca. "Sekretaris aku. Tak enak dilihatnya! Aku juga harus menjaga citra di depan Caca! Bagaimanapun dia juga karyawan aku!" ujar Azhar dengan tegas.

"Oke." Julie menjauhkan dirinya dari Azhar namun tetap saja duduk di pegangan tangan kursi Azhar. "Semalam kamu menginap dimana? Kok enggak pulang?" Julie kembali mengajukan pertanyaan yang Azhar belum jawab.

"Ke rumah teman." jawab Azhar singkat.

"Teman siapa?" selidik Julie.

"Kamu enggak perlu tau siapa teman aku! Kamu saja tidak bisa memberitahu aku siapa 'B' yang telah mengirim buket bunga dan cokelat untuk kamu sama aku!" sindir Azhar. Kekesalannya kembali lagi saat teringat kebohongan Julie padanya.

"Aku enggak kenal, Sayang. Sudah berapa kali aku bilang kalau aku enggak kenal! Aku jujur loh, Sayang. Kenapa sih kamu susah sekali percaya sama aku?!" ujar Julie dengan kesal.

"Mana ada orang yang enggak kenal tapi mengirimkan buket bunga dan cokelat ke alamat yang benar? Kalau kamu bisa berbohong, aku juga bisa berbohong!" balas Azhar tak mau kalah.

"Aku beneran enggak kenal!" Julie sampai mengepal tangannya seraya menahan amarah atas sifat curiga Azhar terhadapnya.

Azhar kembali mengacuhkan Julie. Ia memeriksa dokumen yang akan menjadi bahan meeting dengan perusahaan Kusumadewa sebentar lagi.

"Sayang!" Julie kembali membujuk Azhar namun hanya sikap dingin yang Julie dapatkan dari suaminya tersebut.

"Aku mau meeting! Jangan ganggu aku! Sebelum kamu beritahu siapa B yang telah mengirimkan buket bunga dan cokelat, jangan harap kecurigaan aku akan hilang!" ujar Azhar dengan tatapan tajam dan perkataan tegas tak terbantahkan.

Julie pun kalah. Ia memutuskan untuk duduk di sofa dan menunggu amarah suaminya reda. Julie bertekad akan berada di kantor Azhar seharian demi membuat suaminya tak lagi marah.

Tak lama terdengar suara ketukan di pintu. "Masuk, Ca!" ujar Azhar.

Caca menyembulkan kepalanya dan tersenyum ramah. Melihat wajah Julie yang duduk di sofa sedang kesal dan Azhar yang memeriksa dokumen serta mengacuhkan Julie membuat Caca senang. Ternyata Azhar dan Julie masih dalam mode bertengkar. Rupanya rencana Caca menebar teror pada Julie tidak sia-sia.

"Permisi, Pak! Bapak Richard Kusumadewa sudah datang!" ujar Caca memberitahu.

"Ada dimana sekarang? Di depan atau di ruang meeting?" Azhar menyambar jas miliknya dan memakainya.

"Di ruang meeting, Pak. Ruang meeting sudah aku siapkan, minuman dan cemilan untuk Pak Richard juga sudah tersedia." jawab Caca dengan lugas. "Dokumennya mau dirapihkan dan dibawa ke ruang meeting, Pak?"

"Boleh, Ca. Kamu susun ya yang rapi. Aku tadi periksanya secara acak. Sorry ngerepotin kamu!" ujar Azhar tak enak hati.

"Sudah tugas aku, Pak!" jawab Caca seraya tersenyum.

Setidaknya ada Caca membuat suasana hati Azhar lebih baik. Tidak melulu kesal karena Julie.

"Sudah siap?" tanya Azhar.

"Sudah, Pak!" Caca membawakan dokumen yang sudah ia rapihkan.

"Oke. Kita meeting sekarang!" Azhar berjalan dengan acuh meninggalkan Julie seorang diri di ruangannya. Caca yang mengikuti Azhar tersenyum ramah pada Julie, senyum mengejek lebih tepatnya. Julie tak membalas dan malah menelepon seseorang yang tak aktif.

"Sial! Kenapa sih Baim pakai mengirim bunga dan cokelat segala ke kantor Azhar?! Sudah dibilang kalau kita sudah putus! Mau jawab apa aku sama Azhar saat ditanya nanti?!" gerutu Julie sambil memanyunkan bibirnya.

****

Terpopuler

Comments

Wanda Revano

Wanda Revano

Lo gk tau aja Jul ,Baim mati gara2 Lo gara mencintai wanita serakah dan jahat macam Lo.

2023-04-07

2

Telik sandi Megantara

Telik sandi Megantara

aku juga sangat gedek sama julie ygtak anggap baim sama sekali

2023-03-03

0

Marsha Fatmah

Marsha Fatmah

yeayyyy ada babang icad

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Ini Membunuhku
2 My Name is Caca
3 Red Lipstick
4 Friends
5 Birthday Party Planning
6 Teror Party
7 Sebuah Misi Balas Dendam
8 Bukti yang tak terelakkan
9 Menangis Semalam
10 Perasaan Bersalah
11 Pernikahan Siri Dadakan
12 Memercik Api Pertengkaran
13 Pizza Time
14 Mulai Bersikap Acuh
15 Telepon Palsu
16 Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17 Sailormoon dan Power Ranger
18 Berkata Jujur
19 Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20 Bekas Lipstik
21 Sama-sama Berbohong
22 Tergoda
23 Cerita di Masa Lalu
24 Flashback-01
25 Flashback 02
26 Flashback 03
27 Flashback 04
28 Flashback 05
29 Flashback Off
30 Silahkan, Mas!
31 Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32 Tetangga Baru
33 Rencana Azhar
34 Honeymoon atau Kerja?
35 Bertemu Sahabat Lama
36 Pesan dari Julie
37 Pengaruh Si Nakal
38 Bertemu Tetangga Lagi
39 Honeymoon
40 Mulai Membandingkan
41 Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42 Kemana Hati Ini Berada
43 Boom Pertama Diledakkan
44 Pertengkaran Sengit
45 Bom Kedua
46 Mengatakan Kejujuran
47 Mommy
48 Tangisan Mama
49 Aksi Saling Jambak
50 Apa yang disembunyikan Caca?
51 Mengakhiri Segalanya
52 Kisah Eza
53 Sebuah Surat
54 Masih Saja Bodoh
55 Membawa Caca Pulang
56 Berbicara Berdua
57 Menemui Julie
58 Aku Tak Bisa Menerimanya
59 Sidang Cerai
60 Keluarga Bahagia
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Cinta Ini Membunuhku
2
My Name is Caca
3
Red Lipstick
4
Friends
5
Birthday Party Planning
6
Teror Party
7
Sebuah Misi Balas Dendam
8
Bukti yang tak terelakkan
9
Menangis Semalam
10
Perasaan Bersalah
11
Pernikahan Siri Dadakan
12
Memercik Api Pertengkaran
13
Pizza Time
14
Mulai Bersikap Acuh
15
Telepon Palsu
16
Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17
Sailormoon dan Power Ranger
18
Berkata Jujur
19
Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20
Bekas Lipstik
21
Sama-sama Berbohong
22
Tergoda
23
Cerita di Masa Lalu
24
Flashback-01
25
Flashback 02
26
Flashback 03
27
Flashback 04
28
Flashback 05
29
Flashback Off
30
Silahkan, Mas!
31
Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32
Tetangga Baru
33
Rencana Azhar
34
Honeymoon atau Kerja?
35
Bertemu Sahabat Lama
36
Pesan dari Julie
37
Pengaruh Si Nakal
38
Bertemu Tetangga Lagi
39
Honeymoon
40
Mulai Membandingkan
41
Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42
Kemana Hati Ini Berada
43
Boom Pertama Diledakkan
44
Pertengkaran Sengit
45
Bom Kedua
46
Mengatakan Kejujuran
47
Mommy
48
Tangisan Mama
49
Aksi Saling Jambak
50
Apa yang disembunyikan Caca?
51
Mengakhiri Segalanya
52
Kisah Eza
53
Sebuah Surat
54
Masih Saja Bodoh
55
Membawa Caca Pulang
56
Berbicara Berdua
57
Menemui Julie
58
Aku Tak Bisa Menerimanya
59
Sidang Cerai
60
Keluarga Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!