Friends

Caca menaruh jas Azhar di gantungan jas yang tersedia. "Kopi buat Pak Azhar sudah saya buatkan. Kalau ada yang Bapak enggak suka, bisa beritahu saya ya Pak."

"Iya. Nanti saya minum." ujar Azhar yang terlihat kikuk. "Hari ini, apa jadwal saya?"

"Hari ini ada meeting di luar bersama Pak Zaky dari Damar Corporation. Saya sudah memesan tempat di Cafe Targas. Kemudian Bapak ada kunjungan ke pabrik kita di Sentul setelah meeting selesai." ujar Caca membacakan jadwal hari ini.

"Baiklah. Kamu bisa kembali ke meja kamu!" perintah Azhar.

Caca tak mendengarkan perintah Azhar. Ia tetap saja tak beranjak dari tempatnya. Membuat Azhar kembali bertanya pada sekretaris cantiknya tersebut. "Ada apa lagi, Ca?"

"Mm... Saya nanti ikut Bapak meeting bersama Pak Zaky bukan? Saya janji enggak akan ganggu Bapak!" ujar Caca yang memasang wajah polos dan lugu.

Azhar menghela nafasnya. Azhar mengalihkan pandangannya dari laporan yang sedang ia lihat lalu menatap wajah Caca.

Azhar Biasanya pergi meeting tanpa ditemani oleh sekretaris pribadinya. Mereka cukup mengatur jadwal dan membuat laporan yang sudah ia kirim. Azhar sebenarnya tidak suka saat meeting diganggu oleh sekretaris pribadinya, tapi melihat Caca rasanya Azhar tak kuasa menolak permintaannya.

"Iya. Kamu boleh ikut!"

Senyum Caca langsung mengembang mendengar Azhar mengijinkannya. "Terima kasih, Pak. Saya janji enggak akan mengganggu meeting Bapak!"

****

Azhar dan Caca sudah sampai ke tempat meeting tepat pada waktunya. Sebuah ruangan di Targas Cafe sudah disiapkan untuk tempat meeting.

Saat Azhar hendak masuk ke dalam ruangan cafe, Caca menarik tangannya. "Maaf, Pak. Dasi Bapak agak berantakan. Boleh saya bantu membenarkan?"

"Berantakan? Mana-"

Belum selesai Azhar memberi ijin, Caca berjinjit dan merapihkan dasi Azhar tanpa permisi. Membuat Azhar harus menahan debaran jantungnya kembali karena Caca terlalu dekat dengan dirinya.

"Sudah rapi! Bapak sudah siap untuk meeting!" puji Caca yang kini menjauhkan dirinya dari Azhar.

"I-iya!" Azhar pun mengusir rasa grogi yang dirasakannya, ia segera membuka pintu ruangan dan masuk ke dalamnya. Caca pun mengikuti dari belakang.

Azhar berkenalan dengan Bapak Zaky dari Damar Corporation dan mulai membicarakan rencana bisnis mereka. Rencananya Damar Corporation akan menanamkan modal di perusahaan Zaky dalam jumlah yang besar. Azhar tak mau kesempatan ini lolos.

Beberapa kali Zaky menanyakan pada Azhar mengenai konsep bisnis yang diajukan, beberapa kali pula Caca yang sudah mempelajari proposal bisnis yang diajukan menjawab dengan lugas dan penuh keyakinan. Membantu Azhar yang ternyata kurang memahami isi proposal karena hanya membacanya sepintas saja. Akhirnya berkat Caca, Zaky berhasil diyakinkan.

"Sungguh anda beruntung punya sekretaris pintar seperti Mbak Caca ini!" puji Zaky setelah menandatangani perjanjian kerjasama.

"Betul sekali! Caca ini selain pintar juga punya inisiatif tinggi. Hal yang jarang dimiliki oleh sekretaris lain." puji Azhar menambahkan.

"Kalau begitu semoga kerjasama kita bisa terus berlanjut ya, Pak Azhar." Zaky mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

"Tentu. Senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda." Azhar balas menjabat tangan Zaky.

Zaky pun pamit pergi duluan menginggalkan Azhar dan Caca yang menatap kepergian Zaky dengan senyum keberhasilan di wajah. Azhar tiba-tiba berbalik badan dan tersenyum senang.

"Kita berhasil, Ca! Kamu, yang sudah membuat meeting hari ini berhasil! Ayo kamu mau makan apa, saya yang traktir!" hati Azhar begitu bahagia telah memenangkan kontrak kerjasama bernilai besar tersebut, semua berkat Caca.

"Bapak bisa aja! Saya cuma kebetulan hafal saja isi proposalnya, Pak. Kalau Bapak mau traktir, bagaimana kalau traktir saya es krim!" pinta Caca.

"Es krim?" Azhar mengernyitkan keningnya. "Enggak mau yang lebih mahal?"

Caca menggelengkan kepalanya. "Saya cuma minta traktir es krim saja, tapi boleh saya minta yang lain dari Bapak?"

"Apa itu?" Azhar berpikir Caca pasti minta dibelikan barang mewah, seperti yang biasa Julie lakukan.

"Bapak mau enggak jadi teman saya? Sahabat mungkin?"

"Sahabat? Saya?" Azhar menunjuk dirinya sendiri.

Caca mengangguk yakin. "Saya kuliah di Yogyakarta, Pak. Teman-teman saya banyak di sana. Kalau di sini, saya jarang punya teman. Satu-satunya teman saya di kantor Bapak ya Mbak Rima, itu pun sudah resign. Kalau Bapak tidak berkenan menjadi teman saya juga enggak apa-apa kok!"

Tak disangka Azhar tersenyum lebar. Rupanya ia sudah salah paham terhadap Caca. Hanya persahabatan yang Caca minta, bukan hal yang sulit bukan?

"Oke! Mulai sekarang kita bersahabat!" Azhar mengulurkan tangannya.

Caca tersenyum senang, seraya dalam hati bersorak kegirangan. "Yess, Azhar mulai masuk perangkapku!" batin Caca.

Caca pun membalas uluran tangan Azhar. "Ayo kita makan es krim!"

"Ayo! Siapa takut?!"

Caca mengajak Azhar makan es krim di salah satu Mall tak jauh dari cafe tempat mereka meeting tadi. Caca memesankan dua cup es krim untuk dirinya dan Azhar.

Caca sengaja makan dan membuat ada bekas es krim di ujung bibirnya. "Ca, ada es krim di bibir kamu!" beritahu Azhar.

Caca sengaja menunjuk ke arah yang salah. "Bukan itu, Ca. Sebelah kiri."

Caca makin sengaja salah, ia mau kini Azhar yang mendekatinya. "Dimana sih?"

"Biar aku saja!" Azhar lalu memajukan dirinya dan mengelap bekas es krim di ujung bibir Caca dengan tisu. Azhar membeku di tempat. Bibir Caca begitu seksi, ranum dan enak untuk di....

"Masih ada enggak, Pak?" sengaja Caca bertanya untuk menyadarkan Azhar yang terus menatap bibir seksinya.

"Oh... Udah. Udah bersih sekarang!" ujar Azhar dengan kikuk.

Selesai makan es krim, mereka lalu langsung pergi ke pabrik perusahaan di daerah Sentul. Jarak yang jauh membuat Azhar mengantuk, semalam ia habis bersenang-senang dengan Julie sampai pagi. Tak heran kalau dirinya tak memahami isi propoal dan kini sangat mengantuk di perjalanan. Jalanan begitu macet, membuat matanya tak kuat lagi menahan kantuk.

Melihat Azhar yang terantuk-antuk kepalanya di jendela, Caca pun punya ide bagus. Ia menyandarkan kepala Azhar ke pundaknya. Membuat lirikan supir yang mengendarai mobil tertuju padanya.

Caca menaruh telunjuknya di bibirnya sebagai kode agar sang supir diam saja. Sang supir pun menurut Caca pun mengusap wajah Azhar yang tertidur pulas. Tak menyadari kalau dirinya sudah bersandar di pundak Caca.

Lama kelamaan Caca pun mengantuk. Ia juga semalam begadang membaca buku 'Cara menaklukkan hati sang boss' serta mempelajari isi proposal. Caca dan Azhar tertidur dengan saling bersandaran.

Azhar yang terbangun pertama kali. Tidurnya pulas dan tak terantuk kaca jendela, semua berkat Caca. Azhar tersenyum dan yakin pilihannya berteman dengan Caca adalah pilihan yang benar.

Azhar memperhatikan Caca yang tertidur pulas di bahunya. Meski merasa agak aneh karena gadis di sampingnya sangat agresif, namun tanpa bantuan Caca ia tak akan mendapatkan kontrak bisnis tadi.

Caca terbangun dan mendapati dirinya bersandar di bahu Azhar. "Oh... Maaf, Pak. Saya ketiduran!" ujar Caca.

"Tak apa. Saya juga ketiduran. Tuh kita sudah sampai pabrik! Ayo kita kerja lagi!" ajak Azhar.

"Siap, Pak Boss!"

****

Terpopuler

Comments

ani surani

ani surani

utk dilum*t

2024-11-17

0

Wanda Revano

Wanda Revano

dasar nih bocah otaknya licik juga.lo bnr2 y ca bnyak modusnya😂

2023-04-07

1

Marsha Fatmah

Marsha Fatmah

Mas zaky kesayangan baby ada disini 😆 btw cafe Targas itu cafe nya Tari Agas ya? bukannya namanya Tarbi (Tari Abi) 😅

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Ini Membunuhku
2 My Name is Caca
3 Red Lipstick
4 Friends
5 Birthday Party Planning
6 Teror Party
7 Sebuah Misi Balas Dendam
8 Bukti yang tak terelakkan
9 Menangis Semalam
10 Perasaan Bersalah
11 Pernikahan Siri Dadakan
12 Memercik Api Pertengkaran
13 Pizza Time
14 Mulai Bersikap Acuh
15 Telepon Palsu
16 Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17 Sailormoon dan Power Ranger
18 Berkata Jujur
19 Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20 Bekas Lipstik
21 Sama-sama Berbohong
22 Tergoda
23 Cerita di Masa Lalu
24 Flashback-01
25 Flashback 02
26 Flashback 03
27 Flashback 04
28 Flashback 05
29 Flashback Off
30 Silahkan, Mas!
31 Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32 Tetangga Baru
33 Rencana Azhar
34 Honeymoon atau Kerja?
35 Bertemu Sahabat Lama
36 Pesan dari Julie
37 Pengaruh Si Nakal
38 Bertemu Tetangga Lagi
39 Honeymoon
40 Mulai Membandingkan
41 Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42 Kemana Hati Ini Berada
43 Boom Pertama Diledakkan
44 Pertengkaran Sengit
45 Bom Kedua
46 Mengatakan Kejujuran
47 Mommy
48 Tangisan Mama
49 Aksi Saling Jambak
50 Apa yang disembunyikan Caca?
51 Mengakhiri Segalanya
52 Kisah Eza
53 Sebuah Surat
54 Masih Saja Bodoh
55 Membawa Caca Pulang
56 Berbicara Berdua
57 Menemui Julie
58 Aku Tak Bisa Menerimanya
59 Sidang Cerai
60 Keluarga Bahagia
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Cinta Ini Membunuhku
2
My Name is Caca
3
Red Lipstick
4
Friends
5
Birthday Party Planning
6
Teror Party
7
Sebuah Misi Balas Dendam
8
Bukti yang tak terelakkan
9
Menangis Semalam
10
Perasaan Bersalah
11
Pernikahan Siri Dadakan
12
Memercik Api Pertengkaran
13
Pizza Time
14
Mulai Bersikap Acuh
15
Telepon Palsu
16
Membuat Kobaran Api Semakin Besar
17
Sailormoon dan Power Ranger
18
Berkata Jujur
19
Membuat Jejak Kehadiran Si Pelakor
20
Bekas Lipstik
21
Sama-sama Berbohong
22
Tergoda
23
Cerita di Masa Lalu
24
Flashback-01
25
Flashback 02
26
Flashback 03
27
Flashback 04
28
Flashback 05
29
Flashback Off
30
Silahkan, Mas!
31
Jangan Gila deh Kamu, Mas!
32
Tetangga Baru
33
Rencana Azhar
34
Honeymoon atau Kerja?
35
Bertemu Sahabat Lama
36
Pesan dari Julie
37
Pengaruh Si Nakal
38
Bertemu Tetangga Lagi
39
Honeymoon
40
Mulai Membandingkan
41
Hati yang Tergerak Untuk Sholat
42
Kemana Hati Ini Berada
43
Boom Pertama Diledakkan
44
Pertengkaran Sengit
45
Bom Kedua
46
Mengatakan Kejujuran
47
Mommy
48
Tangisan Mama
49
Aksi Saling Jambak
50
Apa yang disembunyikan Caca?
51
Mengakhiri Segalanya
52
Kisah Eza
53
Sebuah Surat
54
Masih Saja Bodoh
55
Membawa Caca Pulang
56
Berbicara Berdua
57
Menemui Julie
58
Aku Tak Bisa Menerimanya
59
Sidang Cerai
60
Keluarga Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!