Caca pulang ke rumah dengan hati senang. Tugasnya kini adalah meyakinkan kedua orang tuanya agar mau menikahkan dirinya dengan Azhar. Terpaksa, Caca akan mengatakan semua rencana yang telah ia susun pada kedua orang tuanya
Yang pertama Caca datangi adalah Papa. Papanya sedang berada di kamar Kak Baim. Papa sekarang jadi sering bekerja di kamar Kak Baim. Beberapa kertas laporan terlihat sedang ia susun dan cocokkan jumlahnya.
Caca menaruh secangkir kopi yang ia buat di atas meja. Harum kopi membuat Papa mengangkat wajahnya dan melihat Caca yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.
"Tumben kamu buatin Papa kopi. Mau minta uang? Atau ada barang yang mau kamu beli?" tanya Papa yang terdengar begitu lembut dan penuh kasih.
Caca menggelengkan kepalanya. "Enggak. Caca 'kan sudah kerja bisa cari uang sendiri. Simpan saja uang Papa untuk tabungan masa tua Papa nanti bersama Mama." tolak Caca.
Papa tersenyum sinis mendengar perkataan Caca. "Masa Tua? Bagaimana Papa dan Mama bisa menjalani masa tua jika keadaan Mama kamu seperti itu terus? Terlihat terpuruk dan meratapi kepergian Baim. Tidak punya semangat hidup, buat apa uang? Papa lebih ingin kita hidup sederhana namun selalu bahagia seperti saat Baim masih hidup!"
"Caca juga mau kita seperti dulu lagi, Pa. Hidup berempat. Kita makan bersama, jalan-jalan bareng dan juga menonton TV sambil sesekali bercanda. Papa lihat saja sekarang, keluarga kita sangat hancur semenjak Kak Baim pergi. Mama yang terus meratapi kepergian Kak Baim, Papa yang terus sibuk bekerja padahal tidak tahu uangnya buat apa dan aku sibuk membalas dendam atas kematian Kak Baim!"
Ucapan terakhir Caca membuat Papa mengernyitkan keningnya. "Balas dendam? Maksud kamu apa? Kamu sudah menemukan di mana Julie berada?" Papa kini benar-benar menaruh pulpen yang sejak tadi ia pegang dan lebih tertarik dengan perkataan Caca.
Caca mengangguk yakin. "Bukan hanya Julie, Caca bahkan sudah menemukan dan hampir berhasil mengambil suami Julie!"
"Kamu serius? Dimana kamu bertemu dengan dia? Kok bisa?! Bukankah semua identitas Julie selalu dirahasiakan oleh kakak kamu?!"
"Caca sudah mencari tahu dan kini Caca bekerja menjadi sekretaris pribadi dari suami Julie Abraham sekarang, Pa."
Papa terbelalak kaget mendengar jawaban Caca. "Kamu serius?!"
Caca mengangguk dengan yakin. "Besok, Azhar Malik suami Julie Abraham akan datang ke rumah kita. Ia berniat untuk menikahi Caca secara siri dan meminta restu dari Papa."
Papa yang terkejut sampai membuka mulutnya dengan lebar. "Wow! Benar-benar surprise sekali! Hebat kamu bisa sampai ke tahap ini!"
"Pasti Papa mau 'kan menikahkan kami berdua?!"
"Tentu. Papa akan menikahkan kalian berdua. Rebutlah apa yang ia rebut dari keluarga kita, yakni kebahagiaan." Papa malah memberikan dukungan pada Caca. Semudah itu ternyata. Rupanya yang memiliki dendam bukan hanya Caca, Papa juga. Mama pun pasti demikian.
Selanjutnya Mama....
Papa yang dengan sabar menjelaskan pada Mama apa rencana Caca. Tak disangka, Mama juga tertarik dan setuju dengan ide Caca.
"Mama setuju!" ujar Mama dengan tatapan yang kembali hidup, tidak kosong lagi.
"Tapi Caca minta satu hal sama Mama."
"Apa itu? Akan Mama kabulkan!" ujar Mama penuh semangat.
"Tolong, Mama kembali menjadi Mama yang dulu. Mama yang punya semangat hidup. Mama yang hangat dan selalu ceria. Besok, Azhar akan datang saat jam makan siang. Caca minta, jangan ada satu pun foto atau informasi tentang Kak Baim. Azhar tak boleh tahu kalau Caca adalah adik dari Kak Baim. Mama bisa bantu Caca bukan?!"
Mama lalu tersenyum. Hal yang sudah lama sekali tidak Caca lihat. "Tentu Sayang! Mama akan lakukan apapun demi kamu! Hanya kamu anak Mama yang tersisa. Besok saat Azhar datang, rumah ini akan kembali hidup seperti dulu. Kamu tenang saja!"
Caca tersenyum senang. Mamanya sudah kembali lagi. Caca semakin yakin dengan rencananya. Tak ada kata mundur!
****
Jangan bayangkan Azhar akan datang bersama kedua orang tuanya diiringi dengan sanak saudara yang membawa banyak hadiah. Azhar hanya datang seorang diri menemui kedua orang tua Caca.
Mama kini mengerti kenapa Baim kalah telak dengan Azhar. Kenapa Julie lebih memilih Azhar dibanding anaknya. Mama berusaha menahan kesedihannya dan terus memasang senyum. Azhar sangat tampan dan yang pasti kaya raya. Berbeda dengan anaknya yang hanya staff biasa.
"Tujuan kedatangan saya hari ini adalah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan saya pada Caca. Saya akan menikahi Caca secara siri namun saya akan tetap bertanggung jawab pada Caca meskipun pernikahan kami hanya sebatas pernikahan siri semata." ujar Azhar dengan tegas.
"Sejujurnya tak ada orang tua yang mau anaknya dinikahi secara siri tanpa ada kejelasan hukum. Namun melihat kamu yang datang berniat mempertanggung jawabkan kesalahan kalian, saya akan mengijinkan. Saya yang akan menikahkan kalian!" ujar Papa yang sudah tau permasalahannya dari Caca.
"Saya akan menikahi Caca malam ini. Apakah boleh?" tanya Azhar.
Caca dan kedua orang tuanya terkejut. Apakah secepat itu? Namun bukankah lebih cepat justru lebih baik?
"Tentu. Saya tunggu!" tantang balik Papa.
Azhar benar-benar melaksanakan keputusannya. Malam hari ia datang bersama penghulu dan sahabatnya Boy yang akan menjadi saksi pernikahan sirinya. Mama dan Boy cukup menjadi saksi pernikahan Caca dan Azhar.
Dengan penuh keyakinan, Azhar pun melakukan ijab kabul. Azhar lalu menyematkan cincin berlian cantik di tangan Caca.
Kini, Caca dan Azhar sudah resmi menjadi suami istri. Caca mencium tangan Azhar. Mama mengabadikan pernikahan putri satu-satunya dengan kamera Hp. Benar-benar pernikahan sederhana tanpa acara sama sekali.
****
Azhar sengaja berangkat pagi dari rumahnya. Julie pikir Azhar sibuk dengan pekerjaannya, semalam pulang larut dan pagi-pagi sudah berangkat. Julie tak tahu kalau suaminya sudah menikahi wanita lain, yakni sekretarisnya sendiri.
"Pagi, Pak!" sapa Caca sambil tersenyum lebar. Pagi ini statusnya adalah istri Azhar merangkap sekretaris pribadi.
"Pagi!" jawab Azhar.
Caca mengikuti langkah Azhar masuk ke dalam ruangannya. Tanpa sungkan ia membukakan jas lelaki yang kini menjadi suaminya dan menggantungnya di tempat jas.
Azhar duduk di kursinya seraya menatap tubuh seksi Caca yang terlihat lekukannya di kemeja dan rok yang dikenakannya. "Ca, maaf ya semalam saya langsung pulang setelah akad nikah. Saya tak mau Julie tahu sekarang tentang pernikahan kita." ujar Azhar tak enak hati.
Caca berbalik badan dan menatap Azhar dengan lekat. "Aku mengerti, Pak. Meskipun kita sudah menikah, tak akan mengubah pertemanan kita."
Azhar tersenyum, ini sifat Caca yang Azhar suka. Mau mengerti keadaannya. "Tentu saja. Mulai sekarang, kamu istri sekaligus teman aku. Aku mau kasih kamu sesuatu, kamu mau terima 'kan?"
"Kasih... apa?"
Azhar memberikan sebuah kunci dan alamat pada Caca. "Apartemen Hills?" Caca sangat terkejut dengan pemberian Azhar.
Azhar mengangguk. "Aku mau kamu tinggal di sana. Aku akan berusaha membagi waktu antara Julie dan kamu mulai sekarang."
"Serius?" tanya Caca tak percaya.
"Satu lagi, panggil aku Mas jika hanya ada kita berdua saja. Kamu setuju?"
Caca menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum senang. "Tentu! Aku setuju!"
Caca pun melakukan hal yang tak Azhar duga sebelumnya. Memajukan tubuhnya dan mencium pipi Azhar. "Tentu, Mas!"
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
ani surani
bener2 Azhar bisa masuk perangkap Caca 😁😁
2024-11-17
0
ani surani
ini ortu malah ngasih dukungan ke anaknya utk jadi pelakor sih ? 🤔🤔🤔
2024-11-17
0
anonim
Caca dah menang dua langkah...dinikahi suami Julie dan dapat apartemen mewah tentunya
2023-12-27
0