Teman-teman baca sampai selesai, ya. Setelah itu kasih like dan komentar. Agar aku semakin bersemangat untuk up bab berikutnya.
***
BAB 10
"Kek, apa dosa zina bisa diampuni oleh Allah?" tanya Aulia kepada Kakek Yusuf.
"Insha Allah. Allah itu Maha Pengampun. Dosa sebanyak apapun itu, Dia akan mengampuni dosa hamba yang bertaubat dengan sungguh-sungguh," jawab Kakek Yusuf.
"Aku ini dulu sering berbuat dosa besar, Kek," aku Aulia dengan suara yang bergetar.
"Bertaubatlah dengan taubatan nasuha (taubat dengan sungguh-sungguh). Perbanyaklah berdzikir, menjalankan sholat wajib di awal waktu, berpuasa, sedekah, dan berbuat baik kepada ibu dan bapak, kamu," balas Kakek Yusuf.
"Bimbing aku, Kek. Agar bisa jadi hamba yang selalu menjalankan perintah-Nya. Aku ini termasuk golongan orang yang bodoh akan ilmu agama. Dulu aku terlalu menyepelekan hal ini, padahal ilmu agama itu sangat penting dan berarti bagi manusia yang hanya seorang hamba. Di mana dia seharusnya menyembah Tuhan. Aku dulu justru berpikir ilmu pengetahuan lebih penting dari ilmu agama. Betapa bodoh dan hinanya diriku ini. Sekarang baru sadar kalau ilmu agama itu jauh lebih penting bagi manusia," ucap Aulia dengan menahan tangisnya.
"Ya benar, ilmu pengetahuan juga penting untuk kehidupan manusia di dunia. Sedangkan ilmu agama penting untuk kehidupan manusia di dunia sampai akhirat. Banyak manusia yang tersesat karena tidak punya pegangan akidah dalam hidupnya. Kebanyakan mereka berpikir untuk kesuksesan kehidupan dunianya saja sampai lupa akan kehidupan akhirat. Kita umat Islam dituntut agar seimbang dalam memikirkan kehidupan kita di dunia maupun kehidupan kita kelak diakhirat. Kita jangan hanya fokus memikirkan kehidupan dunia saja dan lupa akan kehidupan kita di akhirat. Atau sebaliknya, kita fokus memikirkan kehidupan akhirat dan melupakan kehidupan saat ini yang masih berlangsung di dunia. Dasarnya, kita itu harus seimbang. Ilmu pengetahuan penting, ilmu agama juga penting. Carilah terus ilmu sampai akhir hayat kita, mau itu ilmu pengetahuan atau ilmu agama," jelas Kakek Yusuf dan diangguki oleh Aulia.
"Cara taubatan nashuha itu, bagaimana Kek? Apa ada cara khusus?" tanya Aulia ingin tahu.
"Seperti kakek bilang tadi, kamu berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu. Sholat taubat, sholat wajib jangan sampai ditinggalkan, perbanyak istighfar, berpuasa, sedekah, berbuat baik kepada kedua orang tua, menjaga tali silaturahmi, isi waktu luang kamu dengan sesuatu yang bermanfaat yang dapat mendatangkan pahala. Kakek yakin kamu bisa," jawab Kakek Yusuf.
"Kakek, kedua orangku sudah meninggal. Lalu cara menggantinya, bagaimana?" tanya Aulia dengan tatapan sendu.
"Mendoakan mereka. Bersedekah atas nama mereka, menjaga tali silaturahmi dengan kerabat dan teman-teman kedua orang tua kita," jawab Kakek Yusuf.
"Kalau bacaan istighfar untuk aku yang benar-benar banyak dosa ini, agar diampuni oleh Allah, apa ada bacaan istighfar khusus?" tanya Aulia lagi.
"Banyak bacaan istighfar yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Ini adalah kalimat istighfar yang sering diucapkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam, 'Subhaanallaahi wa bihamdihii astaghfirullaahi wa atuubu ilaiih (Maha Suci Allah dengan segala pernyataan syukur kepada-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)'," kata Kakek Yusuf.
"Subhaanallaahi wa bihamdihii astaghfirullaahi wa atuubu ilaiih," ulang Aulia beberapa kali sampai dia merasa hafal di luar kepala.
"Kamu pintar, Aulia. Bisa cepat hafal. Perbanyaklah baca istighfar di sela-sela waktu luang kamu, baik itu secara lisan atau dalam hati. Karena Allah suka terhadap hambanya yang banyak mengingat Dia. Baik itu ketika sendirian atau saat banyak orang," kata Kakek Yusuf dengan perasaan senang.
"Kata Nenek Halimah, berdzikir itu adalah amalan ibadah yang mudah dilakukan dan mempunyai nilai pahala yang besar," ucap Aulia.
"Iya, berdzikir itu ibadah yang sangat mudah bagi kita. Namun punya nilai pahala yang besar karena kita bisa berdzikir sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Mau itu kita punya wudhu atau tidak memiliki wudhu. Kalau sholat kita kan harus punya wudhu, sedangkan kita bisa berdzikir meski tidak dalam keadaan suci. Kaum perempuan juga saat datang bulan mengganti sholat dan membaca Al Qur'an itu dengan memperbanyak dzikir untuk mengingat Allah," jelas Kakek Yusuf.
"He he, saya tidak tahu kalau saat wanita sedang haid ibadahnya digantikan dengan berdzikir. Saya kira semuanya libur saat kita menstruasi," kata Aulia malu-malu.
Kakek Yusuf hanya tersenyum, lalu dia berkata, "Mulai besok jika kamu datang bulan perbanyak dzikir sebagai ganti sholat dan mengaji. Jangan lupa untuk berdzikir di pagi hari dan di sore hari."
"Dulu aku berpikir kalau berdzikir itu hanya setelah sholat saja. Ternyata kapan saja kita bisa berdzikir," jujur Aulia malu dengan kebodohannya.
Saat mereka asik berbicara, tiba-tiba ada orang yang mengucapkan salam. Kakek Yusuf pun membuka pintu untuk menyambut tamu yang datang.
"Assalamu'alaikum," salam orang itu lagi untuk ketiga kalinya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas Kakek Yusuf sambil membukakan pintu.
"Ustadz Yusuf, maaf mengganggu malam-malam," ucap sang tamu dengan tidak enak hati.
"Nggak apa-apa. Ada perlu apa Gus Fathir malam-malam datang ke sini?" tanya Kakek Yusuf begitu mereka sudah duduk di kursi depan yang ada di teras rumah.
"Abah ingin mengundang Ustadz, untuk membicarakan acara Reuni Akbar tahun ini. Abah harap Ustadz bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini," jawab Fathir.
"Insha Allah, saya siap. Apa tugasnya seperti biasa?" tanya Kakek Yusuf.
"Iya, Ustadz. Isi ceramah di hari pertama," jawab pemuda tampan itu.
"Permisi, ini air minumnya." Aulia membawa dua gelas air teh manis dan sepiring pisang goreng.
"Masya Allah!" pekik Fathir terkejut saat melihat ada gadis yang sangat cantik yang tersenyum kepadanya.
Aulia merasa bingung saat laki-laki yang sering dipanggil Gus Fathir itu tiba-tiba memekik setelah melihat dirinya. Dia merasa sudah berbuat sesuatu yang salah.
"Jaga pandangan Gus," goda Kakek Yusuf saat melihat Fathir tidak berkedip saat melihat Aulia.
Fathir pun dengan cepat menundukan kepalanya dan berucap, "Astaghfirullahal'adzim."
"Kakek … Gus Fathir, saya izin ke belakang dulu. Mau membantu Nenek," kata Aulia kemudian masuk ke dalam rumah lagi.
"Apa Gus Fathir tahu siapa perempuan barusan?" tanya Kakek Yusuf ingin menguji pemuda itu.
"Apa dia … Aulia?" jawab Fathir sangsi.
"Iya, Anda benar Gus. Dia adalah Aulia. Gadis kota yang malang itu," balas Kakek Yusuf sambil tersenyum.
'Aulia saat memakai jilbab pun, dia sangat cantik sekali,' batin Fathir.
"Aulia memilih belajar agama di rumah bersama saya dan Ibu. Katanya malu nggak kenal dengan orang-orang di sini. Mungkin nanti jika dia sudah bisa mengaji, akan saya tanya lagi. Siapa tahu nanti dia sudah siap kenal dengan orang banyak," lanjut Kakek Yusuf.
"Padahal akan lebih seru jika belajar bersama-sama dengan yang lainnya," ucap Fathir.
"Kenapa Gus? Apa Anda suka dengan Aulia?" goda Kakek Yusuf sambil tersenyum jahil.
"Dia itu masih sangat muda, Ustadz. Belum bisa diajak nikah," balas Fathir.
"Wah, Anda sudah punya keinginan untuk menikah, nih!" Kakek Yusuf masih senang menggoda putra dari muridnya dulu.
"Ya, tentu saja Ustadz. Aku juga ingin menikah nanti," ujar Fathir dengan wajahnya yang sudah merona.
***
😍😍 Gus Fathir sudah ada rasa kagum nih sama Aulia. Bagaimana kisah mereka selanjutnya, ya? Tunggu kelanjutannya ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Maulida Bita
kehilangan memang berat tapi jadi perempuan kuat itu harus
2025-01-02
1
Maulida Bita
ini kisahku
2025-01-02
1
Nimas Bin Udin
semoga berjodoh Gus fattir
2024-12-25
2