Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga hari kalian bahagia.
***
Bab 20
Perhatian semua orang kini tertuju kepada Aulia. Mereka ingin segera mendengar jawaban dari gadis yang masih diam.
"Saya selama satu Minggu ini selalu bermunajat kepada Allah melalui sholat istikharah. Insha Allah ini adalah keputusan yang terbaik untuk saya dan Gus Fathir. Bismillahirrahmanirrahim, saya mengharapkan ridho-Nya atas keputusan ini. Saya menerima pinangan dari Gus Fathir," jawab Aulia.
"Alhamdulillahirobbil alamin," kata semua orang yang ada di sana dengan bahagia.
"Senang 'kan Mas Fathir? Selama seminggu ini tidak bisa tidur nyenyak dan napsu makan hilang," ucap Annisa menggoda kakak laki-lakinya itu.
Fathir tersenyum bahagia meski adiknya menggoda dia di depan sang pujaan hati. Hatinya kini merasa ingin bersorak gembira.
"Jadi, kapan Gus mau mengkhitbah Aulia secara resmi?" tanya Kakek Yusuf.
"Insha Allah secepatnya," jawab Fathir.
"Kayaknya besok juga bisa, Ustadz. Karena Abah dan Umma juga sudah memberikan lampu hijau. Minta Mas Fathir biar cepat-cepat menikah," ucap Annisa dengan tatapan mata yang berbinar karena saking senangnya, jika sahabatnya itu akan menjadi kakak iparnya.
"Alhamdulillah, kami tunggu niat baik dari keluarga Gus Fathir," ujar Nenek Halimah dengan senyum manisnya.
Perasaan Aulia sangat ringan dan bahagia sekali saat ini. Ini kedua kalinya dia merasakan jatuh cinta. Dia berharap cintanya bisa sampai ke pernikahan. Aulia melihat Gus Fathir itu lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam membangun rumah tangga yang sesuai dengan ketentuan Allah Sang Pencipta makhluk berpasang-pasangan.
Kelima orang itu berbincang-bincang seputar bagaimana caranya mbangun kehidupan berumah tangga. Apa tugas suami dan istri? Apa kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang suami dan istri? Apa hak yang dimiliki oleh suami atas diri istrinya? Juga sebaliknya, hak istri terhadap suaminya.
***
Senyum tampan dan mata berbinar menghiasi wajah Fathir. Dia sudah tidak sabar untuk memberi tahu kepada kedua orang tuanya. Kalau saat ini dia sudah menemukan belahan jiwanya. Perempuan yang ingin di nikahi olehnya.
"Abah, aku sudah menemukan seorang gadis yang ingin di jadikan istri. Tolong lamarkan dia untuk aku!" pinta Fathir dengan nada memohon.
"Siapa nih, gadis yang beruntung itu?" tanya Kiai Akbar dengan senyum tipisnya.
"Dia adalah Aulia," jawab Fathir tersipu malu.
"Alhamdulillah, Nak. Akhirnya, kamu mau menikahi anak gadis impian Umma itu jadi menantu," ucap Nyai Khadijah dengan senang.
"Iya, Umma. Tadinya aku juga sempat khawatir kalau ditolak oleh Aulia atau Ustadz Yusuf. Karena selama ini para lelaki yang ingin berta'aruf dengan Aulia, oleh Ustadz Yusuf selalu menolaknya," kata Fathir.
"Yakinlah, kalau Allah sudah berkehendak tidak akan ada yang mampu memisahkan," ucap Kiai Akbar.
"Insha Allah, Abah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sampai kami membina rumah tangga," balas Fathir.
"Jadi, kapan kamu ingin Abah lamarkan gadis itu?" tanya Kiai Akbar dengan senyum tipisnya.
"Kalau bisa besok, Bah!" pinta Fathir dengan semangat dan dapat godaan dari adik perempuannya itu.
"Umma dukung kamu. Lebih cepat, lebih baik!" ujar Nyai Khadijah dengan semangat juga.
Keluarga ndalem itu pun tertawa bersama. Rasanya mereka sudah tidak sabar menantikan hari esok.
***
Keesokan malam harinya, keluarga Kiai Akbar mendatangi rumah Kakek Yusuf. Banyak orang yang ikut mengantar lamaran putra kedua dari pasangan Kiai Akbar dan Nyai Khadijah. Mereka juga turut ikut bahagia karena akan ada anggota baru. Apalagi Aulia disebut-sebut sebagai kembang desa oleh banyak orang.
"Ustadz Yusuf, kedatangan kami ke sini niatnya ingin mengkhitbah Nak Aulia untuk anak kami yang bernama Fathir Akram Ghifari," ucap Ustadz Abdullah mewakili keluarga Kiai Akbar.
"Kami menyambut baik kedatangan keluarga Kiai Akbar yang ingin mengkhitbah Aulia untuk Gus Fathir. Sepertinya kedua anak muda ini sudah sama-sama siap untuk membina rumah tangga," balas Kakek Yusuf.
"Jujur, kami semua belum begitu kenal dengan Nak Aulia. Seperti siapa kedua orang tuanya? Apakah masih punya keluarga? Asli mana? Jika berkenan kami ingin mengetahui hal ini," tanya Ustadz Abdullah.
"Aulia itu sudah tidak punya sanak famili. Baik dari pihak ibunya maupun bapaknya. Mereka sama-sama anak tunggal dan sudah yatim piatu. Ibunya Aulia sudah meninggal sejak dia masih kecil sedangkan bapaknya satu tahun yang lalu meninggal," jelas Kakek Yusuf.
"Siapa nama kedua orang tuamu, Aulia?" tanya Ustadz Abdullah.
"Ibu saya bernama Dewi Anggraeni dan nama bapak Yusril Adiwijaya," jawab Aulia.
"Maaf, apakah Yusril Adiwijaya ini orang yang pernah menjadi supir pribadi keluarga Damar Abimana, pengusaha jual beli perhiasan yang ada di kota Kembang?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang duduk bersama Nyai Sarah.
"Apa Pak Kiai kenal dengan bapak saya?" tanya Aulia terkejut karena ada yang mengenal bapaknya.
"Kiai Sholeh kenal dengan bapaknya Aulia?" tanya Kiai Akbar pada lelaki paruh baya itu yang merupakan adik iparnya.
"Mungkin kenal. Apa kamu kenal dengan anak laki-lakinya Pak Damar Abimana?" tanya Kiai Sholeh.
"Mak-sud Pak Kiai itu, Kak Rang-ga?" tanya Aulia gugup dan mulai gelisah.
"Iya, putra satu-satunya Pak Damar," jawab Kiai Sholeh.
"Saya kenal, karena bapak memang bekerja jadi supir di keluarga Abimana, pengusaha jual beli perhiasan di Kota Kembang," lanjut Aulia. Kedua tangannya mencengkram kuat baju gamis untuk menghilangkan kegugupannya.
"Berarti kamu adalah pacarnya Rangga yang hamil itu?" tanya Kiai Sholeh dan membuat terkejut semua orang. Terutama keluarga Kiai Akbar.
"Apa?" teriak semua orang lalu melihat ke arah Aulia dengan tatapan tidak menyangka.
Aulia menundukkan kepala, hatinya merasa tercabik. Matanya sudah panas dan air matanya yang sejak tadi dia tahan jatuh ke jilbabnya yang menjuntai.
"Aulia, benarkah itu? Kalau kamu pernah hamil di luar nikah?" tanya Kiai Akbar.
***
Masa lalu Aulia sudah terbongkar. Apakah khitbah ini akan berjalan lancar? Apa yang akan dilakukan oleh Fathir? Tunggu kelanjutannya, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Nimas Bin Udin
kan aouthoor yg membongkar nya 😁😁
2024-12-25
1
Umi Salamah
mksd kyai Soleh apa dgn membuka aib org lain? klu beliau sdh tau knp tak d simpan'y sndri bkn membuka aib org d hadapan org bnyk😤😡
2022-12-30
3
bobo
aduh kiayi kok bongkar aib..hrusy d tny diam2 /pribadi gtu...hdehh
2022-11-15
1