Menanam Saham Lebih Dulu

"Apa, Dok? Hamil?" Juan sangat terkejut, pasalnya ia baru satu kali melakukannya dengan Sahara, tapi hati kecilnya tersenyum. Ternyata, aku perkasa juga.

Melihat Juan dengan ekspresi seperti itu, dokter tak kalah terkejut. Pesta pernikahan saja baru digelar hari kemarin, ternyata pengusaha itu menanam saham lebih dulu. Pikir dokter.

"Iya, selamat ya, Tuan. Kandungannya masih lemah, saya harap berhati-hati saat akan melakukannya, kalau boleh saran tunggu sampai janin kuat."

Juan hanya mengangguk untuk mengiyakan perkataan dokter. Tidak mungkin ia mengatakan perihal status perkawinan mereka seperti apa. "Tapi dia baik-baik saja 'kan, Dok? Emm, maksudku istriku," kata Juan. Setahunya, tubuh Sahara tadi sempat panas, ia takut wanita itu sakit.

"Sebenarnya, tidak mau makan saat hamil itu biasa. Tapi disarankan harus makan, pasien tadi sedikit demam karena daya tahan tubuhnya melemah, ditambah mag-nya kambuh," jawab dokter.

"Baiklah kalau begitu, saya permisi, Dok," pamit Juan. Ia akan menemui Sahara di ruangannya, sekalian membawakan makanan untuknya. Memalukan sekali istrinya sampai mag-nya kambuh karena tidak makan, pikirnya.

* * *

Sahara tengah duduk bersandar di brankar, ditemani oleh suster yang tengah membetulkan selang infus yang terpasang di tangannya. Sahara sendiri sudah tahu dari suster tentang kehamilannya. Ia tidak tahu harus berbuat apa karena Juan tak mencintainya, dan berpikir bahwa lelaki itu pasti tak menginginkan anak darinya.

Klek.

Pintu terbuka. Sahara pun menoleh. Juan-lah yang datang sambil membawa sesuatu di tangan. Jantung Sahara sudah berdebar, ia siap mendapat amukan dari lelaki yang kini sudah menjadi suaminya.

Juan menarik kursi, lalu mendudukinya. Meletakkan bawaannya di atas nakas yang terletak di samping brankar. Sahara melirik ke arah makanan itu sekilas, tiba-tiba ...

Kruk ... Kruk ...

Bunyi keroncongan dari perut Sahara terdengar oleh Juan. Sahara hanya memejamkan matanya, merasa malu karena perutnya berbunyi.

"Lain kali, kalau mau bepergian sarapan dulu," ucap Juan tiba-tiba, lalu ia mengambil paper bag dari atas meja.

Takut menggangu, suster yang masih ada di sana pun undur diri. Setelah berdua, Juan menyiapkan makanan untuk istrinya.

"Makanlah." Juan menyodorkan sendok ke arah Sahara. "Jangan salah paham, aku melakukan ini karena kamu lagi sakit, ditambah lagi ada janin yang kamu kandung," sambungnya.

Meski julukan Sahara gadis bayaran, Juan yakin kalau anak yang di kandung Sahara itu adalah darah dagingnya. Ia masih mengingat bercak darah di sprai itu, meski keadaannya setengah sadar, cakaran di punggungnya bisa jadi bukti bahwa sahara kesakitan saat melakukannya.

Sahara menerima suapan dari suaminya, ada rasa bahagia dalam hatinya saat Juan perhatian padanya, walau ia tahu perhatian itu Juan berikan untuk calon anaknya. Ia kira lelaki itu akan marah soal kandungannya karena jelas telah menjebaknya.

"Aku sudah kenyang," tolak Sahara saat Juan kembali menyodorkan sendok ke arah mulutnya.

"Sedikit sekali, mana ada tenaga kalau makannya sedikit seperti ini baru saja beberapa suap. Makan yang banyak biar dia sehat, aku mau anakku tumbuh dengan gizi yang cukup."

"Tapi aku mual, kamu mau aku muntah? Perutku juga sakit," keluh Sahara.

"Aku panggil dokter kalau perutmu masih sakit." Juan beranjak karena berniat memanggil dokter.

"Mau kemana?" tanya Sahara.

"Panggil dokter, katanya perutmu sakit," jawab Juan.

"Tidak usah, aku tidak apa-apa."

Juan kembali duduk di kursi, ia menemani Sahara di sana. Tak lama, seseorang datang.

"Mama," kata Juan, dengan raut bingung karena ia tak memberitahukan keberadaannya. "Mama kok tau aku di sini?" tanyanya.

"Lupa kalau kamu itu hidup seperti seleb? Berita tentangmu dan sahara langsung ada di tv, Mama langsung ke sini," jawab Jihan.

"Serius?" tanya Juan tak percaya, "aku hanya ke rumah sakit dan langsung ada kabar di tv?" Justru, Juan malah memikirkan tentang Nadien, kabar kehamilan Sahara pasti terdengar oleh model cantik itu, akan semakin sulit untuk menemuinya kalau begini caranya. Ia harus menjelaskan semuanya dengan kesalahpahaman ini. Ia bukan pria brengsek seperti apa yang diucapkan Sonia.

"Kamu kenapa melamun?" tanya Jihan. "Oh iya, Sahara sakit apa?" tanyanya.

"Berita di tv tidak ada tentang kenapa Sahara dibawa ke rumah sakit?" tanya Juan. Jihan menggelengkan kepala karena kabar yang terdengar hanya Juan tengah membawa istrinya ke rumah sakit.

"Sahara hamil," jawab Juan.

"Ha-hamil?" Wajah Jihan langung ceria, tapi di saat itu juga tatapannya langsung menajam ke arah Juan. "Jadi ini alasan kenapa kamu cepat-cepat menikahinya? Karena menghamilinya?"

Juan hanya garuk kepala yang tidak gatal. Ia selalu mengingat nasehat dari orang tuanya. Tapi kejadian ini benar-benar murni bukan kesalahannya. Jihan pun akhirnya memberikan pukulan ringan dengan tas mahalnya di bahu Juan.

"Ampun, Ma ... Tapi aku bertanggung jawab 'kan?" ujarnya.

"Iya tanggung jawab, tapi ini memalukan, Juan ... Hamil di luar nikah itu-." Jihan tak melanjutkan kata-katanya karena melihat Sahara yang menunduk. Akhirnya, Jihan menghampiri menantunya. "Maafkan, Mama. Maaf tidak bermaksud menyinggung perasaanmu."

"Aku yang salah, maafkan aku. Andai aku tidak--." ucap sahara menggantung karena Juan memotong pembicaraan mereka.

"Sudahlah, itu sudah takdir," pungkasnya.

"Tapi Mama senang, sebentar lagi Mama akan punya cucu. Kalau begini, Mama tidak jadi kembali ke luar negri," kata Jihan.

"Kenapa?" tanya Juan cepat.

"Temani sahara di sini, kamu 'kan pasti sibuk di kantor jadi Mama yang akan menjaganya," jawab Jihan.

"Tapi aku tidak apa-apa, Ma. Aku tidak lagi sakit, ada suamiku yang akan siap siaga," jawab Sahara.

"Nah, iya. Itu maksudku, Ma. Ada aku, jadi Mama kalau mau kembali ke sana juga tidak apa-apa. Ke sini lagi saat nanti Sahara lahiran aja, Ma."

"Mama tidak percaya, kamu pasti sibuk," kekeh Jihan. Mereka terus berbincang memperbutkan dengan siapa Sahara di jaga. Tak lama, Ardinata pun datang ke rumah sakit untuk menjenguk menantunya. Kabar Sahara yang masuk rumah sakit memang tersebar luas, pengantin yang baru saja menggelar resepsi kemarin jatuh sakit.

Kedatangan Ardinata akan menambah Juan semakin tersudutkan, lelaki paru baya itu pasti marah dengan kabar Sahara yang tengah hamil. Marah bukan karena kehamilannya, melainkan dengan hamil di luar nikah. Kerongkongan Juan terasa tercekat, ia sudah siap mendapat kemarahan dari sang papa.

"Pa ...," sapa Jihan.

"Bagaimana keadaan menantu kita, dia baik-baik saja 'kan? Jatuh sakit pasti karena kecapean," duga Ardinata.

"Sebentar lagi kita akan punya cucu, Pa. Sahara hamil," terang Jihan.

"Apa? Hamil?" Suara Ardinata begitu nyaring sampai Sahara menoleh ke arah lelaki paruh baya itu. Kehamilannya sudah membuat malu kaluarga Ardinata, pikirnya.

"Papa ... Pelankan suaranya, ini rumah sakit. Bukankah Papa sudah menginginkan cucu? Lagian, Juan dan Sahara sekarang sudah menikah. Apa lagi yang dipermasalahkan?" tanya Jihan.

"Bukan begitu maksud Papa, Ma." Tidak menyangka saja bahwa anaknya akan menanam saham lebih dulu, pikirnya.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

udh juan lupakan kekasihmu...bahagialah dgn sahara

2022-08-20

0

Lilis Suarni

Lilis Suarni

Visual nya dong kk

2022-08-03

0

Meta Lia

Meta Lia

klu jual beli namanya uang di muka alias data pertama 🤭🤭🤭

2022-08-03

1

lihat semua
Episodes
1 Gadis Bayaran
2 Bertemu Target
3 Pertemuan Yang Disengaja
4 Penjelasan
5 Makan Malam Romantis
6 Desakan Untuk Sahara
7 Cara Paling Ekstrem
8 Sahara Terjerat
9 Mencarinya
10 Pertemuan
11 Semakin Rumit
12 Satu Syarat
13 Terpaksa
14 Sandiwara
15 Memperumit Keadaan
16 Kemarahan Juan
17 Menjual Diri
18 Sahara Jatuh Pingsan
19 Menanam Saham Lebih Dulu
20 Rasa Tanggung Jawab
21 Tidak Ingin Egois
22 Aku Mundur
23 Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24 Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25 Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26 Sahara Mulai posesif
27 Tanda Bibir
28 Istri Nakal
29 Menyakiti Dua Hati
30 Bujukan Suami
31 Bahwa Kamu Suamiku
32 Yakin Tidak Cinta?
33 Perhatian Ekstra
34 Sahara Istriku
35 Juan vs Novan
36 Gejolak Hasrat
37 Kejutan
38 Aku Pasrah
39 Rencana
40 Rencana ll
41 Darah Segar
42 Mengikhlaskan
43 Tidak Mau Kehilangannya
44 Kehilangan
45 Pengawal
46 Kedatangan Nadien
47 Hanya Komitmen
48 Terciduk
49 Itu Bukan Ciuman
50 Beruang Novan
51 Firasat
52 Memabukkan
53 Salah Paham
54 Calon Mantu
55 Dunia Sempit
56 Demi Cinta
57 Cinta Tak Memandang Kasta
58 Dasar Bucin
59 Khilaf
60 Nonton Secara Life
61 Ungkapan Isi Hati
62 Ritual
63 Kedatangan Orang Tua
64 Kenyataan Pahit
65 Keadaan Masih Panas
66 Kedatangan Jihan
67 Menerima
68 Sederhana Tapi Bahagia
69 Tunggu Halal
70 Tunggu Halal ll
71 Kebahagiaan Menyelimuti
72 Tiba-tiba Ngajak Nikah
73 O.K.B (Orang Kaya Baru)
74 Lancar Sesuai Rencana
75 Menari-nari Di Hutan Rimba
76 Melepas Masa Lajang
77 Seakan Terbang
78 Mimpi Buruk
79 Mengikhlaskan Takdir
80 Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81 Mahligai Cinta
82 Memborong Lingeri
83 Kebahagiaan Masing-masing
84 Mendadak Jadi Bidan
85 Salah Prediksi
86 Sarhan Ardinata Putra
87 Butuh Istirahat
88 Surga Dunia
89 Keributan Kecil
90 Sahara Gelisah
91 Suami Penyabar
92 Berujung Manis
93 Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94 Menanam Benih
95 Hari Bahagia
96 Lupa Buka Puasa Suami
97 Promo
98 JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Gadis Bayaran
2
Bertemu Target
3
Pertemuan Yang Disengaja
4
Penjelasan
5
Makan Malam Romantis
6
Desakan Untuk Sahara
7
Cara Paling Ekstrem
8
Sahara Terjerat
9
Mencarinya
10
Pertemuan
11
Semakin Rumit
12
Satu Syarat
13
Terpaksa
14
Sandiwara
15
Memperumit Keadaan
16
Kemarahan Juan
17
Menjual Diri
18
Sahara Jatuh Pingsan
19
Menanam Saham Lebih Dulu
20
Rasa Tanggung Jawab
21
Tidak Ingin Egois
22
Aku Mundur
23
Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24
Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25
Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26
Sahara Mulai posesif
27
Tanda Bibir
28
Istri Nakal
29
Menyakiti Dua Hati
30
Bujukan Suami
31
Bahwa Kamu Suamiku
32
Yakin Tidak Cinta?
33
Perhatian Ekstra
34
Sahara Istriku
35
Juan vs Novan
36
Gejolak Hasrat
37
Kejutan
38
Aku Pasrah
39
Rencana
40
Rencana ll
41
Darah Segar
42
Mengikhlaskan
43
Tidak Mau Kehilangannya
44
Kehilangan
45
Pengawal
46
Kedatangan Nadien
47
Hanya Komitmen
48
Terciduk
49
Itu Bukan Ciuman
50
Beruang Novan
51
Firasat
52
Memabukkan
53
Salah Paham
54
Calon Mantu
55
Dunia Sempit
56
Demi Cinta
57
Cinta Tak Memandang Kasta
58
Dasar Bucin
59
Khilaf
60
Nonton Secara Life
61
Ungkapan Isi Hati
62
Ritual
63
Kedatangan Orang Tua
64
Kenyataan Pahit
65
Keadaan Masih Panas
66
Kedatangan Jihan
67
Menerima
68
Sederhana Tapi Bahagia
69
Tunggu Halal
70
Tunggu Halal ll
71
Kebahagiaan Menyelimuti
72
Tiba-tiba Ngajak Nikah
73
O.K.B (Orang Kaya Baru)
74
Lancar Sesuai Rencana
75
Menari-nari Di Hutan Rimba
76
Melepas Masa Lajang
77
Seakan Terbang
78
Mimpi Buruk
79
Mengikhlaskan Takdir
80
Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81
Mahligai Cinta
82
Memborong Lingeri
83
Kebahagiaan Masing-masing
84
Mendadak Jadi Bidan
85
Salah Prediksi
86
Sarhan Ardinata Putra
87
Butuh Istirahat
88
Surga Dunia
89
Keributan Kecil
90
Sahara Gelisah
91
Suami Penyabar
92
Berujung Manis
93
Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94
Menanam Benih
95
Hari Bahagia
96
Lupa Buka Puasa Suami
97
Promo
98
JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!