Mencarinya

Pagi saat Sahara pergi dari hotel.

Ia berjalan sedikit terseok akibat kejadian semalam, ia sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Di sekujur tubuhnya terasa linu, meski begitu ia berusaha mengimbangi. Hari ini ia harus segera pergi ke rumah sakit. Dengan hati tenang karena ia sudah berhasil membuat Sonia tak bisa mengambil kembali uang yang telah diberikan kepadanya. Mengantongi bukti bahwa Juan tak bisa lagi melanjutkan hubungannya dengan kekasihnya.

Kini Sahara sudah berada di rumah sakit, menjenguk sang nenek karena sudah melakukan operasi. Penyakit yang di deritanya cukup membuatnya menderita selama ini, semoga dengan operasi kesehatannya lebih membaik. Sahara menatap tubuh yang sudah mengeriput itu tergeletak tak berdaya di ataa brankar, duduk lalu meraih tangan sang nenek. Menggenggamnya dan menciumnya.

Nenek Sahara yang bernama Sahida itu membuka mata, melihat cucu kesayangannya yang tengah menggenggam tangannya. Senyum Sahara menjadi semangat untuknya bertahan hidup, Sahara berusaha keras untuk mengobatinya. Sahida bersuara. "Ra." Sahida mengeratkan tangannya yang ada dalam genggaman Sahara.

"Ya, Nek. Apa Nenek butuh sesuatu?" tanya Sahara. Sahida menggelengkan kepala, keberadaan Sahara saat ini sudah lebih dari cukup. Sahida menatap bola mata cucunya, wajahnya terlihat begitu pucat.

"Kamu sakit? Wajahmu pucat sekali," bisik Sahida.

"Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Hanya pekerjaanku yang sedikit sibuk," jelas Sahara.

Sahida tahu apa pekerjaan cucunya. "Berhentilah dari pekerjaanmu, Nenek takut kamu terjermus dengan masalahmu sendiri." Pekerjaan yang diambil Sahara terlalu beresiko menurutnya, ia takut sang cucu memiliki musuh karena pekerjaannya yang melibatkan dirinya secara langsung.

"Aku bisa jaga diri, Nek. Nenek tidak usah khawatir, setelah pekerjaanku yang ini selesai aku akan berhenti dari pekerjaan itu, kita pergi dari sini dan memulai hidup baru." Sonia menjanjikan uang lebih jika ia berhasil membuat Juan dan Nadien berpisah. Tapi hatinya menangis karena tak bisa menjaga amanah dari Sahida, kehormatannya telah terenggut.

Tak terasa, matanya menggenang. Dan Sahida melihat itu, ia dapat merasakan betapa sulitnya jadi Sahara. "Kamu menangis, apa pekerjaanmu terlalu berat?" tanya Sahida.

"Tidak, sudah ku bilang, Nenek jangan mengkhawatirkanku. Ini tangisan bahagia karena kata dokter keadaan Nenek sudah jauh lebih membaik, Nenek fokus sama kesehatan Nenek saja ya?" Sahara memperlihatkan senyumnya agar Sahida tak khawatir padanya.

Sahida pun akhirnya yakin, ia percaya bahwa cucunya tidak mudah lelah dan selalu bersemangat. Sahara gadis yang selalu ceria, tak pernah sekali pun ia mengeluh dengan hidupnya yang seperti sekarang. Mandiri dan menjadi tulang punggung. Setelah Sahida sakit, gadis itulah yang bekerja.

Sebuah kecelakaan yang menimpa Sahida membuatnya tak mampu lagi bekerja, ditambah penyakit yang di deritanya. Tubuhnya semakin hari semakin kurus, entah penyakit semacam apa itu, dokter sampai tidak mendiaknosisnya. Tapi Sahara yakin bahwa neneknya pasti sembuh sedia kala.

Tiba-tiba, ponsel Sahar berdering. Ia melepaskan genggamnnya yang tengah memegang tangan Sahida. Meraih ponsel yang ada di dalam tas kecil miliknya. "Sonia," ucap Sahara saat melihat ID pemanggil. "Nek, aku angkat telepon dulu." Sahara beranjak dari tempatnya, mengangkat panggilan itu dan menjauh dari neneknya, ia tak ingin sang nenek tahu dengan apa yang tengah ia peebuat.

* * *

Di tempat lain.

Setelah pertemuannya dengan Nadien, ia segera kembali ke kantor. Sebelumnya ia mengantar Nadien ke lokasi pemotretan terlebih dulu.

Juan sudah berada di kantor, ia tak bisa konsen dengan pekerjaannya. Selalu teringat akan kejadiannya bersama Sahara. "Aarrghhhh ..." Juan mengacak rambutnya frustrasi. Berdiri sambil menggebrak meja. Nadien segera memintanya mempertemukannya dengan kedua orang tuanya, lalu gadis itu? Juan tak bisa melupakan kejadian bersama Sahara, bercak darah itu membuatnya selalu teringat. Ia telah menodai gadis itu, bagaimana kalau Nadien tahu? Bayang-bayang saat Nadien pergi meninggalkannya membuatnya ketakutan sendiri.

Kesalahfahaman kemarin saja membuat Nadien begitu marah, ia harus bisa menemukan Sahara. Ya, Juan harus mencari gadis itu. Ada yang tidak beres, ia merasa ini sebuah jebakan untuknya. Kemana ia harus mencari? Juan memutar otak di mana ia telah mengantar Sahara pulang.

"Apartemen, ya aku harus mencarinya ke sana." Juan ingat ke mana ia mengantar Sahara waktu itu. Tanpa menunggu lama lagi, ia segera pergi untuk menemui Sahara.

* * *

Juan sudah berdiri di depan gedung apartemen, ia bertanya kepada petugas di sana. Mencari penghuni atas nama Sahara. Sayang, tak ada penghuni yang bernama Sahara di sana. Juan mengepalkan tangan, ini memang sebuah jebakan untuknya, gadis itu memang berniat buruk. Dari awal, pertemuannya sudah aneh. Menumpahkan minuman, pengakuan Sahara yang menjadi kekasihnya, dan kemarin berakhir di hotel. Pikiran-pikiran buruk itu terlintas, mungkinkah ini bagian dari teman bisnisnya yang berniat menghancurkannya?

Kesuksesannya, mungkin membuat dari sebagian orang yang ingin melihatnya hancur. Menjatuhkan namanya dengan cara yang sangat menjijikan. Saat ia akan menikah, lalu datang seorang wanita yang mengaku-ngaku telah menjadi korbannya. Seketika, Juan menggelengkan kepalanya, menepis hal-hal buruk terjadi. Maka dari itu, ia harus bisa menemukan Sahara.

"Gadis licik itu harus aku temukan sebelum Nadien tahu semuanya. Nadien pasti tidak akan percaya bahwa aku telah dijebak," gumam Juan yang sudah ada di dalam mobil.

Sudah seharian ini ia mencari, tapi hasilnya nihil. Tubuhnya mulai lelah, ia sudahi pencarian Sahara hari ini, ia yakin kalau gadis itu pasti kembali menemuinya. Sebisa mungkin, kejadian kemarin bersama Sahara tak membuat Nadien tahu akan hal itu.

Dua hari kemudian.

Orang tua Juan sudah kembali ke tanah air, mereka kembali karena Juan yang memintanya. Juan tak lagi mempermasalahkan Sahara, gadis itu menghilang setelah kejadian 2 hari lalu. Juan berharap tak lagi bertemu dengannya, untuk saat ini ia akan fokus pada pertemuan orang tuanya dengan sang kekasih.

Dan orang tua Juan bahagia karena anak lelakinya kini mau mengenalkannya dengan calon menantunya, siapa pun yang dipilih anaknya, itu pasti yang terbaik untuknya.

"Ma, Pa. Kalian duluan saja, aku ada urusan sebentar. Aku juga sudah menghubungi kekasihku, kita bertemu di sana," terang Juan kepada orang tuanya.

"Hmmm, baiklah." Orang tua Juan mengerti apa yang diucapkan anaknya.

_

_

_

Dan Sonia, wanita itu dibuat terkejut. Ia tahu dari percakapan Nadien di sambungan telepon, pertemuan ini tidak boleh terjadi, ia harus mensabotase. Ia segera menemui Sahara kembali untuk menggagalkan pertemuan Nadien.

Karena tak ingin pertemuan itu terjadi, Sonia menemui anaknya yang tengah bersiap-siap. Ia pura-pura tidak tahu kemana anaknya akan pergi. Di mata Nadien, bahwa ibunya hanya ingin melindunginya dari laki-laki brengsek.

Terpopuler

Comments

Rinda_Rey

Rinda_Rey

coba pikirin sahara juan gimana kalo dia hamil anak kamu, meski dia yang menjebak apa kamu tega telantarin anak kamu😒
lanjut thor berasa kurang bacanya🤭💪💪💪

2022-07-24

0

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

gagal yah thor biar sahara dgn juan..

2022-07-24

0

Yati Rosmiyati

Yati Rosmiyati

aku dukung kamu Bu Sonia semoga berhasil🤭

2022-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Gadis Bayaran
2 Bertemu Target
3 Pertemuan Yang Disengaja
4 Penjelasan
5 Makan Malam Romantis
6 Desakan Untuk Sahara
7 Cara Paling Ekstrem
8 Sahara Terjerat
9 Mencarinya
10 Pertemuan
11 Semakin Rumit
12 Satu Syarat
13 Terpaksa
14 Sandiwara
15 Memperumit Keadaan
16 Kemarahan Juan
17 Menjual Diri
18 Sahara Jatuh Pingsan
19 Menanam Saham Lebih Dulu
20 Rasa Tanggung Jawab
21 Tidak Ingin Egois
22 Aku Mundur
23 Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24 Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25 Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26 Sahara Mulai posesif
27 Tanda Bibir
28 Istri Nakal
29 Menyakiti Dua Hati
30 Bujukan Suami
31 Bahwa Kamu Suamiku
32 Yakin Tidak Cinta?
33 Perhatian Ekstra
34 Sahara Istriku
35 Juan vs Novan
36 Gejolak Hasrat
37 Kejutan
38 Aku Pasrah
39 Rencana
40 Rencana ll
41 Darah Segar
42 Mengikhlaskan
43 Tidak Mau Kehilangannya
44 Kehilangan
45 Pengawal
46 Kedatangan Nadien
47 Hanya Komitmen
48 Terciduk
49 Itu Bukan Ciuman
50 Beruang Novan
51 Firasat
52 Memabukkan
53 Salah Paham
54 Calon Mantu
55 Dunia Sempit
56 Demi Cinta
57 Cinta Tak Memandang Kasta
58 Dasar Bucin
59 Khilaf
60 Nonton Secara Life
61 Ungkapan Isi Hati
62 Ritual
63 Kedatangan Orang Tua
64 Kenyataan Pahit
65 Keadaan Masih Panas
66 Kedatangan Jihan
67 Menerima
68 Sederhana Tapi Bahagia
69 Tunggu Halal
70 Tunggu Halal ll
71 Kebahagiaan Menyelimuti
72 Tiba-tiba Ngajak Nikah
73 O.K.B (Orang Kaya Baru)
74 Lancar Sesuai Rencana
75 Menari-nari Di Hutan Rimba
76 Melepas Masa Lajang
77 Seakan Terbang
78 Mimpi Buruk
79 Mengikhlaskan Takdir
80 Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81 Mahligai Cinta
82 Memborong Lingeri
83 Kebahagiaan Masing-masing
84 Mendadak Jadi Bidan
85 Salah Prediksi
86 Sarhan Ardinata Putra
87 Butuh Istirahat
88 Surga Dunia
89 Keributan Kecil
90 Sahara Gelisah
91 Suami Penyabar
92 Berujung Manis
93 Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94 Menanam Benih
95 Hari Bahagia
96 Lupa Buka Puasa Suami
97 Promo
98 JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Gadis Bayaran
2
Bertemu Target
3
Pertemuan Yang Disengaja
4
Penjelasan
5
Makan Malam Romantis
6
Desakan Untuk Sahara
7
Cara Paling Ekstrem
8
Sahara Terjerat
9
Mencarinya
10
Pertemuan
11
Semakin Rumit
12
Satu Syarat
13
Terpaksa
14
Sandiwara
15
Memperumit Keadaan
16
Kemarahan Juan
17
Menjual Diri
18
Sahara Jatuh Pingsan
19
Menanam Saham Lebih Dulu
20
Rasa Tanggung Jawab
21
Tidak Ingin Egois
22
Aku Mundur
23
Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24
Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25
Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26
Sahara Mulai posesif
27
Tanda Bibir
28
Istri Nakal
29
Menyakiti Dua Hati
30
Bujukan Suami
31
Bahwa Kamu Suamiku
32
Yakin Tidak Cinta?
33
Perhatian Ekstra
34
Sahara Istriku
35
Juan vs Novan
36
Gejolak Hasrat
37
Kejutan
38
Aku Pasrah
39
Rencana
40
Rencana ll
41
Darah Segar
42
Mengikhlaskan
43
Tidak Mau Kehilangannya
44
Kehilangan
45
Pengawal
46
Kedatangan Nadien
47
Hanya Komitmen
48
Terciduk
49
Itu Bukan Ciuman
50
Beruang Novan
51
Firasat
52
Memabukkan
53
Salah Paham
54
Calon Mantu
55
Dunia Sempit
56
Demi Cinta
57
Cinta Tak Memandang Kasta
58
Dasar Bucin
59
Khilaf
60
Nonton Secara Life
61
Ungkapan Isi Hati
62
Ritual
63
Kedatangan Orang Tua
64
Kenyataan Pahit
65
Keadaan Masih Panas
66
Kedatangan Jihan
67
Menerima
68
Sederhana Tapi Bahagia
69
Tunggu Halal
70
Tunggu Halal ll
71
Kebahagiaan Menyelimuti
72
Tiba-tiba Ngajak Nikah
73
O.K.B (Orang Kaya Baru)
74
Lancar Sesuai Rencana
75
Menari-nari Di Hutan Rimba
76
Melepas Masa Lajang
77
Seakan Terbang
78
Mimpi Buruk
79
Mengikhlaskan Takdir
80
Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81
Mahligai Cinta
82
Memborong Lingeri
83
Kebahagiaan Masing-masing
84
Mendadak Jadi Bidan
85
Salah Prediksi
86
Sarhan Ardinata Putra
87
Butuh Istirahat
88
Surga Dunia
89
Keributan Kecil
90
Sahara Gelisah
91
Suami Penyabar
92
Berujung Manis
93
Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94
Menanam Benih
95
Hari Bahagia
96
Lupa Buka Puasa Suami
97
Promo
98
JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!