"Aku harus menghubunginya," ucap Sonia. Ia tak bisa tenang jika mengenai putrinya, Nadien anak gadis satu-satunya lebih baik sakit sekarang dari pada nanti. Semuanya belum terlambat Nadien berhak bahagia dan hidup bersama pria baik-baik.
Sonia meraih ponselnya, ia menghubungi Sahara. Dan panggilan pun terhubung. "Temui aku besok di cafe, tempat biasa kita bertemu," ucap Sonia pada Sahara lewat panggilannya. Tanpa bersuara lagi, ia langsung mematikan panggilan tanpa mendengar jawaban dari Sahara.
Sedangkan Sahara, hatinya tiba-tiba gelisah. Kenapa wanita itu menghubunginya kembali? Bukan kah urusannya sudah selesai? Atau jangan-jangan terjadi sesuatu? Tidak bisa dibayangkan jika ia harus kembali menangani masalah kemarin. Juan lelaki baik-baik, dan ia harus terlibat dengan orang yang tidak bersalah. Ingin membuktikan pada Sonia pun ia tak bisa karena tak memiliki bukti yang cukup kuat.
Bahkan ia tak mengenal siapa Juan, ia hanya ditugaskan untuk memisahkan mereka. Tapi ia yakin bahwa masalah ini tidak akan berlarut, selama ini ia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Tak pernah gagal dengan tugas-tugasnya, ia bisa melakukan pekerjaan ini dan tak mungkin membutuhkan waktu yang lama.
Pada akhirnya, pertemuan itu terjadi. Sonia sudah duduk di kursi, menunggu kedatangan Sahara. Dari segi penampilan gadis itu terlihat biasa namun penuh dengan sejuta pesona.
Sahara pun datang. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum menemui Sonia. Ia harus tenang saat menghadapi wanita itu. Ketidak sabarannya membuatnya semakin tertekan, keegoisan wanita paruh baya itu sangat terlihat. Padahal, jika dipikir-pikir, Juan dan Nadien terlihat sangat serasi. Sangat menyayangkan jika mereka berpisah, pikir Sahara. Ia sendiri tidak tahu akan permasalahan Sonia, mengapa sampai tidak merestui hubungan anaknya? Hanya satu kata yang ia tahu tentang Juan. Yaitu, brengsek.
Pada dasarnya, tidak ada lelaki yang sempurna di dunia ini. Untuk masalah perempuan, bagi laki-laki itu relatif. Hidup itu banyak pilihan dan banyak pertimbangan. Menurutnya, Juan bukan pria brengsek melainkan masih mencari sosok yang akan menjadi pasangannya kelak.
Sahara berjalan ke arah meja yang dipesan Sonia. Meja itu terletak paling belakang sudut dinding. Sorot tajam Sonia sangat terlihat meski dari kejauhan. Sahara bisa menebak isi hati wanita itu. Marah, kesal terlintas dalam benak Sahara. Pandangan Sonia semakin menajam, bak elang yang siap menerkam mangsannya. Sahara menelan saliva, kerongkongannya terasa kering saat menatap wajah yang memang tak bisa diajak kompromi itu. Sangat mencekam, Sahara sampai bergidik ngeri.
"Cari uang bengini amat," batin Sahara yang terus berjalan, tugas ini lebih berat dari pekerjaan sebelumnya. Yang ia beratkan karena harus berhadapan dengan sepasang kekasih yang saling mencintai dan ia harus berada di tengah-tengah mereka.
"Kerjamu tidak becus!" seru Sonia tiba-tiba saat Sahara sudah berada di hadapannya, bahkan saat mengucapkan kata itu dirinya tak menoleh sedikit pun pada Sahara. Kegagalan ini membuatnya kecewa, ia tak ingin putrinya tahu bahwa ia-lah yang ada di balik semuanya.
"Benar apa yang ada dalam pikiranku, wanita itu marah padaku. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" batin Sahara, tak berani bertanya karena Sonia yang memegang kendali. Gadis itu hanya tertunduk karena tidak tahu akan letak kesalahannya. Cara kerjanya sudah benar, ia melakukan apa yang diperintahkan. Bahkan ia sudah mengaku menjadi kekasih Juan di hadapan Nadien, lalu apanya yang tidak becus? Cinta sepasang kekasih itu mungkin terlalu kuat sehingga tak bisa dipisahkan begitu saja.
"Kenapa mereka bisa jalan bersama?" tanya Sonia, "bukan kah kamu bilang mereka bertengkar?" Kini Sonia menatap ke arah Sahara.
Sahara pun membalas tatapan itu, keningnya berkerut sambil mencenra apa yang diucapkan oleh Sonia. "Jalan bersama?" ulang Sahara, "apa mereka sudah baikkan? Tapi kenapa cepat sekali wanita itu luluh?" batinnya, apa jangan-jangan apa kata Sonia benar? Lelaki itu pandai merayu sehingga Sonia ingin sekali memisahkan mereka? Mungkin itu alasannya, pikirnya
"Iya, dan kamu bilang mereka bertengkar. Mereka malah semakin dekat, Sahara! Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku," ucap Sonia.
"Tapi mereka memang bertengkar, bahkan kejadian itu di hadapanku. Aku tidak bohong, Nyonya," jelas Sahara.
"Lakukan sesuatu, terserah apa yang akan kamu lakukan," kata Sonia, "kalau tidak, kembalikan uang yang sudah aku berikan padamu. Aku akan menyuruh orang lain untuk melakukannya," desak Sonia. Ia tahu bahwa Sahara tidak mungkin mengembalikan uangnya, jumlah uang yang ia berikan tidaklah sedikit.
Deg.
Sahara terkejut, mengembalikan uang itu, yang benar saja? Uangnya pun sudah tidak ada karena sudah digunakan untuk biaya rumah sakit. Dari mana ia harus mendapatkan uang sebanyak itu? Apa lagi untuk dikembalikan. Biaya rumah sakit pun masih kurang, ia harus bekerja lebih ekstra agar bisa memisahkan mereka. Jika tidak, ia sendiri yang harus bertanggung jawab mengenai uang yang sudah ia terima beberapa hari lalu.
"Nyonya jangan khawatir, aku ada rencana dan ini tidak mungkin gagal." Sahara akan menggunakan cara ekstrim, ia tak bisa mengembalikan uang itu. Jaminannya adalah membuat Juan masuk ke dalam perangkapnya. Ini sudah terlajur, setelah masuk ke dalam air ia harus berenang menuju keberhasilan dan tidak akan ikut tenggelam..
"Bagus, kalau itu kembali gagal maka kamu harus mengembalikan uang itu dua kali lipat!" Kerongkongan Sahara terasa tercekat saat mendengar ucapan Sonia yang menurutnya itu sebagai sebuah ancaman. Jangan sebut Sahara jika ia gagal dalam misinya.
"Iya, Nonya tidak perlu menggertakku dengan cara harus mengembalikan uang itu padamu. Aku akan menyelesaikan tugasku dengan baik, laki-laki itu sendiri yang akan melepaskan putri, Anda Nyonya."
Sonia menyerahkan semuanya pada Sahara, bahkan ia tidak tahu apa yang akan dilakukan gadis itu. Ucapan Sahara meyakininya karena gadis bayaran itu memang harus bertanggung jawab atas pekerjaannya.
"Di mana aku bisa bertemu dengannya lagi?" tanya Sahara. Selama pertemuannya dengan Juan, Sonia-lah yang menjadi dalangnya. Sonia selalu memberitahukan akan keberadaan Juan padanya. Wanita itu memang benar-benar mengawasi lelaki yang dekat dengan putrinya.
"Kamu tidak perlu mencarinya, dia sendiri yang akan mencarimu karena dia akan membuat perhitungan padamu setelah apa yang kamu lakukan kemarin padanya," jelas Sonia. Ia yakin bahwa Juan tidak akan tinggal diam bila ada orang yang berniat menghancurkan hubungannya. Maka dari itu, Sonia menyuruh seseorang untuk melakukannya. Tanpa Juan tahu bahwa ia-lah yang menginginkan perpisahan ini.
Sahara percaya akan hal itu, ia juga yakin bahwa lelaki itu pasti mencarinya suatu saat. Kesalahannya memang sangat fatal, menjadi perusak hubungan orang. Dan tentu, ia pasti dicari dan dibenci oleh Juan. Apa pun resikonya harus ia tanggung, termasuk berurusan langsung dengan pria yang tak ia kenal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Meta Lia
baguuuuuus
2022-07-25
0
Puja Kesuma
klo sonia slalu mengawasi gerak gerik juan dan slalu tau keberadaan juan hrsnya tau donk juan lelaki yg gmn..bukan brprasangka buruk menuduh tanpa bukti klo juan palyboy...
2022-07-23
0
Ivonovi
lanjut thor suka ceritanya 🙏
2022-07-22
0