Cara Paling Ekstrem

Setelah pertemuan itu, Sahara mendapat kabar dari Sonia mengenai Juan. Pria itu akan pergi ke cafe menemui temannya. Sonia meminta Sahara untuk segera pergi ke cafe tersebut. Gadis itu langsung bersiap-siap karena ini kesempatan baginya untuk bertemu kembali dengan Juan. Melanjutkan aksinya yang sempat gagal waktu lalu.

Sahara berlaga tidak tahu akan keberadaan Juan di cafe. Ia duduk santai sambil meminum minumannya. Sahara berpura-pura tak melihat Juan saat lelaki itu menghampiri ke arahnya. Ya, lelaki itu melihat keberadaannya. Sudah beberapa hari Juan memang mencari gadis itu. Sahara beranjak dari tempat duduknya, tapi Juan menghentikannya. Mencengkal lengannya dengan erat.

"Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Juan, "masih ingat denganku?" tanya Juan lagi.

"Kamu," ucap Sahara yang sok terkejut. Mimik wajahnya berubah seolah merasa bersalah.

"Karena ulahmu kekasihku hampir memutuskanku, sebenarnya kamu itu siapa? Dan kenapa ngaku-ngaku jadi kekasihku, hah?" Juan masih marah karena menurutnya ulah gadis itu tak bisa dibiarkan. Nadien marah dan ia yakin bahwa kekasihnya masih belum percaya sepenuhnya kepadanya. Ia harus memastikan ini lebih lagi, karena ia memang tak memiliki hubungan dengan Sahara.

Tak habis pikir, seorang gadis yang tak ia kenali mengakuinya sebagai kekesih. Hanya karena sempat mengantarnya pulang waktu itu dan gadis itu begitu berani kepadanya. Tertarik pun tidak, Juan tak mungkin memiliki hati pada wanita lain. Nadien sangat sempurna baginya, orang tuanya pun pasti setuju dengan hubungannya.

Juan menatap tajam Sahara. "Sahara, siapa kamu itu? Atau jangan-jangan, pertemuan kita kemarin memang sudah direncanakan olehmu, ayo ngaku!" desak Juan.

"Ti-tidak." Sahara menggelengkan kepala. "Aku tidak ada niat menghancurkan hubunganmu dengan kekasihmu," tuturnya, "lagian, apa untungnya bagiku?" katanya

"Kalau tidak ada niat kenapa melakukan itu kemarin kepadaku, hah?" Juan harus tahu kenapa gadis itu bersikap demikian, seolah tidak memiliki hati. Bahkan dia seorang wanita, dia pasti tahu bagaimana ada di posisi Nadien waktu itu bukan?

"Sebenarnya ini salah paham, aku kalah permainan dengan teman-temanku aku diminta jujur atau tantangan, dan aku milih tantangan. Kebetulan aku melihatmu waktu itu, jadi aku terpaksa melakukannya. Serius, aku tidak ada maksud apa-apa," jelas Sahara, "aku tidak tau bakal begini jadinya, sungguh, aku menyesal. Tolong maafkan aku!" sambung Sahara sembari mengatupkan kedua tangan di depan wajahnya.

Bibir Juan menyungging. "Alasan!! Katakan, siapa yang sudah menyuruhmu?" Juan tak percaya begitu saja dengan penjelasan Sahara. Mana mungkin ia bertemu dengan Sahara dengan cara kebetulan, sudah 2 kali ia bertemu dengan gadis itu. Dan pertemuan kali ini, apa mungkin masih bagian dari rencananya? Pikirnya.

"Aku serius, apa perlu aku bertemu dengan kekasihmu? Aku akan menjelaskan semuanya padanya kalau aku memang bukan siapa-siapamu?" kata Sahara untuk lebih meyakinkan Juan bahwa ia tak ada niat menghancurkan hubungannya.

Percakapan mereka terhenti kala seorang pelayan datang menghampiri. Juan memang sudah memesan minuman saat ia datang tadi dan pelayan itu berjalan ke meja Sahara karena untuk memberikan minuman yang dipesan oleh Juan.

"Ini, Tuan minumannya," ucap pelayan. Pelayan itu menoleh ke arah wajah Sahara sekilas, setelah itu langsung pergi. Tanpa sepengetahuan Juan, Sahara sudah bersekongkol dengan pelayan di cafe tersebut, ia memberikan sesuatu pada pelayan itu untuk meletakkan sesuatu pada minuman yang dipesan oleh Juan.

"Apa penjelasanku masih belum dipercaya? Kamu tidak mengizinkanku bertemu dengan kekasihmu?" tanya Sahara sambil menatap wajah Juan.

Juan menghela napas. "Baiklah, aku percaya." Jawab Juan lalu meneguk minuman yang dipesannya. "Kekasihku juga sudah tidak marah, jadi lupakan saja," katanya, "tapi aku tidak ingin kejadian ini terulang." Juan kembali meneguk minumannya bahkan sampai tandas, entah haus atau hanya untuk meredam emosinya Lalu meletakan gelas itu kembali di atas meja.

Sahara melihat ke arah gelas yang sudah terlihat kosong, bibirnya melengkung karena ia yakin tidak akan lama lagi obat itu beraksi. Ini cara paling ekstrem yang pernah dilakukan olehnya. Tapi ia tidak boleh membuat Juan curiga dengan perbuatannya.

"Kamu memaafkanku 'kan?" tanya Sahara "jika kekasihmu masih mempertanyakan kejadian kemarin kamu boleh menemuiku dan memintaku untuk menjelaskan semuanya kepada kekasihmu itu," sambung Sahara.

"Aku rasa tidak perlu, hubunganku sudah membaik." Kalau pun bertemu, yang ada nanti malah semakin kacau, pikirnya. "Baiklah, aku permisi kalau begitu. Aku harap ini pertemuan kita yang terakhir," kata Juan, ia beranjak dari tempatnya dan hendak menemui teman-temannya yang memang sudah bejanjian di cafe tersebut. Ia merasa lega karena menurutnya permasalahannya sudah selesai.

Sahara masih terduduk, melihat kepergian Juan sampai lelaki itu duduk di meja kursi dan langsung bergabung dengan teman-temannya. Juan mulai merasakan sesuatu di tubuhnya, mungkin akibat dari minuman yang ia minum. Sebuah gelas yang sudah terisi oleh obat perangsang yang disengaja oleh Sahara.

"Kenapa? Kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya salah satu teman Juan saat melihatnya yang sedikit aneh, wajahnya memerah karena frustrasi. Juan menggelengkan kepala, tapi tubuhnya mulai breaksi aneh. Tubuhnya mulai terasa panas, karena tidak ada yang beres dengan keadaannya ia pun pamit untuk pulang lebih dulu.

"Sepertinya aku harus pulang, aku lupa kalau aku ada janji." Alasan Juan pamit kepada teman-temannya, padahal ia sudah tidak kuat menahan tubuhnya yang kian menegang. Rasanya kepalanya pun ikut berdenyut. Tubuhnya semakin tidak terkontrol, cepat-cepat ia segera pergi dari cafe.

* * *

Juan berjalan sedikit terseok akibat menahan sesuatu di tubuhnya. Dan Sahara pun ikut menyusulnya, mengikutinya dari arah belakang. Tubuh Juan hampir ambruk sesampainya di depan mobil miliknya. Sahara yang berpura-pura tak tahu langsung menghampirinya. Dengan gaya polosnya ia memperlancar aksinya.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Sahara, lalu meraih tubuh Juan dan membantunya untuk berdiri tegak.

Juan yang hampir kehilangan kesadarannya langsung meraih tangan Sahara dan mere*asnya. Lalu berpindah memegang kedua pundak gadis itu. Aliran darahnya terasa berdesir, lalu ia menelan saliva beberapa kali saat melihat wajah dan tubuh Sahara. Tak bisa lagi menahan lebih lama, Juan menarik tangan Sahara untuk segera masuk ke dalam mobil. Mencari hotel terdekat untuk melakukan itu dan melepas hasratnya.

"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Sahara yang masih pura-pura.

Juan tidak menjawab, karena ia tidak mungkin mengatakan tujuan kemana ia akan membawa Sahara. Sahara sendiri sudah tahu akan kemana ia dibawa, ia pun ikut gelisah karena tahu apa yang akan terjadi nanti padanya. Pikirannya mulai berkelana, yang ia pikirkan bagaimana caranya uang itu tidak kembali diambil oleh Sonia. Hanya ini jalan satu-satunya yang mungkin membuat Juan berpisah dengan kekasihnya.

Terpopuler

Comments

Meta Lia

Meta Lia

lanjuuuuut

2022-07-25

0

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

wah sahara udh nekat nichh

2022-07-24

0

Yati Rosmiyati

Yati Rosmiyati

lanjut Thor

2022-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Gadis Bayaran
2 Bertemu Target
3 Pertemuan Yang Disengaja
4 Penjelasan
5 Makan Malam Romantis
6 Desakan Untuk Sahara
7 Cara Paling Ekstrem
8 Sahara Terjerat
9 Mencarinya
10 Pertemuan
11 Semakin Rumit
12 Satu Syarat
13 Terpaksa
14 Sandiwara
15 Memperumit Keadaan
16 Kemarahan Juan
17 Menjual Diri
18 Sahara Jatuh Pingsan
19 Menanam Saham Lebih Dulu
20 Rasa Tanggung Jawab
21 Tidak Ingin Egois
22 Aku Mundur
23 Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24 Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25 Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26 Sahara Mulai posesif
27 Tanda Bibir
28 Istri Nakal
29 Menyakiti Dua Hati
30 Bujukan Suami
31 Bahwa Kamu Suamiku
32 Yakin Tidak Cinta?
33 Perhatian Ekstra
34 Sahara Istriku
35 Juan vs Novan
36 Gejolak Hasrat
37 Kejutan
38 Aku Pasrah
39 Rencana
40 Rencana ll
41 Darah Segar
42 Mengikhlaskan
43 Tidak Mau Kehilangannya
44 Kehilangan
45 Pengawal
46 Kedatangan Nadien
47 Hanya Komitmen
48 Terciduk
49 Itu Bukan Ciuman
50 Beruang Novan
51 Firasat
52 Memabukkan
53 Salah Paham
54 Calon Mantu
55 Dunia Sempit
56 Demi Cinta
57 Cinta Tak Memandang Kasta
58 Dasar Bucin
59 Khilaf
60 Nonton Secara Life
61 Ungkapan Isi Hati
62 Ritual
63 Kedatangan Orang Tua
64 Kenyataan Pahit
65 Keadaan Masih Panas
66 Kedatangan Jihan
67 Menerima
68 Sederhana Tapi Bahagia
69 Tunggu Halal
70 Tunggu Halal ll
71 Kebahagiaan Menyelimuti
72 Tiba-tiba Ngajak Nikah
73 O.K.B (Orang Kaya Baru)
74 Lancar Sesuai Rencana
75 Menari-nari Di Hutan Rimba
76 Melepas Masa Lajang
77 Seakan Terbang
78 Mimpi Buruk
79 Mengikhlaskan Takdir
80 Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81 Mahligai Cinta
82 Memborong Lingeri
83 Kebahagiaan Masing-masing
84 Mendadak Jadi Bidan
85 Salah Prediksi
86 Sarhan Ardinata Putra
87 Butuh Istirahat
88 Surga Dunia
89 Keributan Kecil
90 Sahara Gelisah
91 Suami Penyabar
92 Berujung Manis
93 Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94 Menanam Benih
95 Hari Bahagia
96 Lupa Buka Puasa Suami
97 Promo
98 JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Gadis Bayaran
2
Bertemu Target
3
Pertemuan Yang Disengaja
4
Penjelasan
5
Makan Malam Romantis
6
Desakan Untuk Sahara
7
Cara Paling Ekstrem
8
Sahara Terjerat
9
Mencarinya
10
Pertemuan
11
Semakin Rumit
12
Satu Syarat
13
Terpaksa
14
Sandiwara
15
Memperumit Keadaan
16
Kemarahan Juan
17
Menjual Diri
18
Sahara Jatuh Pingsan
19
Menanam Saham Lebih Dulu
20
Rasa Tanggung Jawab
21
Tidak Ingin Egois
22
Aku Mundur
23
Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24
Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25
Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26
Sahara Mulai posesif
27
Tanda Bibir
28
Istri Nakal
29
Menyakiti Dua Hati
30
Bujukan Suami
31
Bahwa Kamu Suamiku
32
Yakin Tidak Cinta?
33
Perhatian Ekstra
34
Sahara Istriku
35
Juan vs Novan
36
Gejolak Hasrat
37
Kejutan
38
Aku Pasrah
39
Rencana
40
Rencana ll
41
Darah Segar
42
Mengikhlaskan
43
Tidak Mau Kehilangannya
44
Kehilangan
45
Pengawal
46
Kedatangan Nadien
47
Hanya Komitmen
48
Terciduk
49
Itu Bukan Ciuman
50
Beruang Novan
51
Firasat
52
Memabukkan
53
Salah Paham
54
Calon Mantu
55
Dunia Sempit
56
Demi Cinta
57
Cinta Tak Memandang Kasta
58
Dasar Bucin
59
Khilaf
60
Nonton Secara Life
61
Ungkapan Isi Hati
62
Ritual
63
Kedatangan Orang Tua
64
Kenyataan Pahit
65
Keadaan Masih Panas
66
Kedatangan Jihan
67
Menerima
68
Sederhana Tapi Bahagia
69
Tunggu Halal
70
Tunggu Halal ll
71
Kebahagiaan Menyelimuti
72
Tiba-tiba Ngajak Nikah
73
O.K.B (Orang Kaya Baru)
74
Lancar Sesuai Rencana
75
Menari-nari Di Hutan Rimba
76
Melepas Masa Lajang
77
Seakan Terbang
78
Mimpi Buruk
79
Mengikhlaskan Takdir
80
Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81
Mahligai Cinta
82
Memborong Lingeri
83
Kebahagiaan Masing-masing
84
Mendadak Jadi Bidan
85
Salah Prediksi
86
Sarhan Ardinata Putra
87
Butuh Istirahat
88
Surga Dunia
89
Keributan Kecil
90
Sahara Gelisah
91
Suami Penyabar
92
Berujung Manis
93
Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94
Menanam Benih
95
Hari Bahagia
96
Lupa Buka Puasa Suami
97
Promo
98
JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!