Sahara Terjerat

Juan terus mengemudi meski Sahara terus mengajaknya bicara, ia tak mengedahkan gadis itu yang terus memanggil namanya. Juan ingin segera sampai di hotel, dan akhirnya ia menemukan hotel tak jauh dari cafe tadi. Sesampainya di sana, ia langsung memesan kamar. Bahkan tangan Sahara terus ia pegang karena takut gadis itu melarikan diri.

Padahal, Sahara tidak mungkin melarikan diri. Justru itu karena bagian dari rencananya. Juan berhasil memesan kamar hotel, ia mengajak Sahara untuk segera ke kamar.

"Lepaskan," berontak Sahara dengan menghempaskan tangan Juan.

Terlepas memang, tapi Juan langsung menangkup kedua pipi Sahara. Ia mendekatkan wajahnya, menyisakan jarak beberapa senti. Tak peduli dengan siapa ia berada, rasa inginnya sudah tidak bisa dikendalikan. Saat wajah mereka bersentuhan dan bibir saling menempel, Sahara memejamkan matanya.

Ini pertama kali ia melakukan frist kiss, matanya membulat bahkan aliran darahnya terasa terhenti. Jantungnya berdebar dengan sangat cepat, diam karena memang tidak tahu harus bagaimana. Juan menciumnya dengan bringas, hasratnya benar-benar menggelora. Bibir mereka saling terpaut, jari jemari lelaki itu terselip di lehee jenjang Sahara. Menahannya agar tidak terlepas dari serangannya.

Melepasnya sesaat, menatap wajah cantik Sahara dengan seksama. Yang ada dalam pandangannya saat ini adalah Nadien, gadis yang sangat dicintainya. Lalu kembali menciumnya, tangannya memeluk tubuh Sahara dengan erat. Perlahan, Juan membawa tubuh mereka ke arah ranjang. Terjatuh begitu saja dengan posisi Sahara berada di bawahnya. Mengungkungnya seakan tak memberi cela.

Napas Juan tersengal, lalu melepaskan ciumannya, ia sudah sangat dalam mode on. Sahara masih memejamkan mata, setelah Juan melepaskan bibirnya ia pun membuka mata. Dadanya turun naik karena napasnya tak beraturan. Juan benar-benar hilang kendali sampai ia tak menyadari bahwa gadis yang bersamanya saat ini adalah Sahara. Gadis yang sudah membawanya jauh dari hubungannya bersama kekasihnya. Yaitu, Nadien Chandra Kirana.

Juan melanjutkan aksinya, entah sejak kapan pakaian mereka terlepas. Juan berhasil menjamah tubuh Sahara, seberapa percintaan itu terjadi mereka tak tahu. Sahara terkulai lemas saat dirinya menyadari bahwa dirinya kini tak lagi suci, menangis dalam diam. Kenekatannya membawanya ke dalam masalah yang mungkin akan terjerat pada pria yang kini tidur bersamanya. Ya, Sahara sudah terjerat dengan permainannya sendiri. Ia terus terisak, merasa berdosa karena benar-benar menjadi gadis bayaran.

Sahara menarik selimut untuk menutup tubuhnya, lalu melihat ke arah samping. Seorang pria yang kini sudah tertidur dengan pulas, hasratnya sudah tersalurkan. Sahara tak dapat bergerak bebas karena merasakan nyeri di bawah sana. Yang dapat ia lakukan saat ini hanya menangis, penyesalan yang rasa tiada arti baginya. Terus menangis sampai tangisan itu terhenti karena tertidur dengan sendirinya.

Sampai keesokan harinya.

Juan mengerjapkan mata, ia menyadari saat sinar sang surya menerangi wajahnya lewat cela jendela. Merasakan silau lalu membuka mata, melihat langit-langit kamar yang tak ia kenali. Terkejut, ia langsung beranjak. Dan lebih terkejut lagi saat melihat tubuhnya yang bertelanjang dada, menyikap selimut untuk melihat seluruh tubuhnya.

"Hah! Apa yang sudah terjadi?" Juan memutar memori sebelum berada di kamar itu. "Sahara," ucapnya. Lalu kembali menyikab selimut, bercak darah terlihat jelas di sprai. "Apa yang telah aku lakukan?" Rahangnya mengeras saat mengingat kejadian semalam bersama Sahara. Terlebih teringat akan pertemuannya di cafe.

"Sial!" rutuk Juan, "dia mengerjaiku." Juan menyadari bahwa ini perbuatan Sahara. Tapi gadis itu sudah tak lagi bersamanya, Sahara pergi tanpa menunggunya terbangun lebih dulu.

Lalu, Juan melihat jam di ponsel. "Ya ampun." Juan menepuk keningnya karena teringat akan janji yang sudah ia janjikan kepada Nadien. Tapi ia ingin mencari Sahara, di siai lain ia tak ada waktu lagi baginya. Nadien lebih penting dari gadis itu, ia tak boleh lagi membuat kekasihnya kembali marah padanya.

Juan segera beranjak, tanpa membersihkan tubuhnya lebih dulu. Karena ini sudah terlambat dari waktu yang sudah dijanjikan bersama Nadien. Bahkan saat mengemudi, ponsel Juan terus berdering. Juan yakin bahwa itu pasti Nadien yang menghubunginya, ia tak mengangkatnya karena malah akan menghambat perjalanannya.

Sedangkan Nadien, model cantik itu sudah sangat kesal. Juan sama sekali tak mengangkat panggilan darinya. "Apa dia memang tak berniat mempertemukanku dengan orang tuanya?" Nadien menghembuskan napas dengan kasar. Ia tengah menunggu kedatangan Juan hari ini.

Nadien menolehkan wajah saat melihat mobil terhenti di tepi jalan, ia melihat dari sebuah cafe tempat mereka berjanjian. Juan berjalan dengan sangat tergesa memasuki cafe tersebut. Mengedahkan pandangan setibanya di dalam cafe, hingga matanya menangkap sesosok gadis cantik yang tengah melihat ke arah dirinya.

Juan segera menghampiri. "Maafkan aku, sayang. Aku telat, aku ketiduran karena semalam kerjaanku sangat banyak jadi aku harus lembur di kantor." jelas Juan dengan alasan Juan berbohong, semoga gadis itu percaya dan tidak memperpanjang keterlambatannya.

"Selalu beralasan, kamu menghindar dariku, hah? Apa memang tidak ada niat bertemu denganku? Atau jangan-jangan kamu memang punya selingkuhan?" tuduhnya, Nadien sangat marah karena ia merasa Juan selalu mencari alasan.

"Sungguh, aku sedang tidak ada alasan untuk berbohong. Semalam aku memang di kantor dan ketiduran di sana," jelas Juan.

Nadien melipat kedua tangan di dada, dengan bibir yang mengerucut seraya membalikkan tubuh untuk membelakangi Juan. Tak sudi melihat dan mendengar penjelasan basi Juan kepadanya saat ini.

"Ayolah, sayang. Jangan marah, aku berani bersumpah kalau aku tidak ada niat untuk mengecewakanmu. Aku sudah menyiapkan tempat pertemuan kita nanti bersama orang tuaku," jelas Juan.

Nadien membalikkan tubuh, lalu menatap wajah Juan. Mencari keseriusan di wajahnya. "Kamu tidak bohong 'kan?" tanya Nadien dengan sorot mata yang menajam.

"Iya, aku tidak bohong. Aku pasti mempertemukanmu dengan mereka, aku serius dengan niatku, Nadien." Juan begitu menyakinkan Nadien, karena ini tinggal satu langkah lagi meyakinkannya juga kepada orang tua kekasihnya. Juan meraih tangan Nadien lalu menggengamnya, ia harus memastikan bahwa kekasihnya tak lagi marah padanya.

"Nanti aku kabarin lagi kalau orang tuaku sudah kembali dari luar negri," bisik Juan.

"Itu artinya belum pasti, aku gak mau lewat dari minggu ini. Karena minggu depan aku ada pemotretan di luar kota," desak Nadien secara halus, karena ia takut kalau kekasihnya terus mengulur waktu dengan pertemuan mereka.

"Iya, kamu jangan khawatir. Minggu ini kamu bertemu dengan kedua orang tuaku, aku jamin itu. Karena aku sudah bilang kalau aku sudah ada calon untuk dijadikan menantu, mereka pasti senang bertemu denganmu nanti," jelas Juan, dan itu membuat Nadien sedikit senang.

Juan berhasil meyakinkan Nadien, kini gadis itu tak lagi merajuk. Bibirnya tersenyum lebar.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

next thor...

2022-07-24

0

Diana Susanti

Diana Susanti

kasihan juga mereka bertiga,, nggak tahu komentar apa bingung 😕😕😕😕

2022-07-24

0

Silva Mardatillah

Silva Mardatillah

lanjut thor

2022-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Gadis Bayaran
2 Bertemu Target
3 Pertemuan Yang Disengaja
4 Penjelasan
5 Makan Malam Romantis
6 Desakan Untuk Sahara
7 Cara Paling Ekstrem
8 Sahara Terjerat
9 Mencarinya
10 Pertemuan
11 Semakin Rumit
12 Satu Syarat
13 Terpaksa
14 Sandiwara
15 Memperumit Keadaan
16 Kemarahan Juan
17 Menjual Diri
18 Sahara Jatuh Pingsan
19 Menanam Saham Lebih Dulu
20 Rasa Tanggung Jawab
21 Tidak Ingin Egois
22 Aku Mundur
23 Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24 Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25 Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26 Sahara Mulai posesif
27 Tanda Bibir
28 Istri Nakal
29 Menyakiti Dua Hati
30 Bujukan Suami
31 Bahwa Kamu Suamiku
32 Yakin Tidak Cinta?
33 Perhatian Ekstra
34 Sahara Istriku
35 Juan vs Novan
36 Gejolak Hasrat
37 Kejutan
38 Aku Pasrah
39 Rencana
40 Rencana ll
41 Darah Segar
42 Mengikhlaskan
43 Tidak Mau Kehilangannya
44 Kehilangan
45 Pengawal
46 Kedatangan Nadien
47 Hanya Komitmen
48 Terciduk
49 Itu Bukan Ciuman
50 Beruang Novan
51 Firasat
52 Memabukkan
53 Salah Paham
54 Calon Mantu
55 Dunia Sempit
56 Demi Cinta
57 Cinta Tak Memandang Kasta
58 Dasar Bucin
59 Khilaf
60 Nonton Secara Life
61 Ungkapan Isi Hati
62 Ritual
63 Kedatangan Orang Tua
64 Kenyataan Pahit
65 Keadaan Masih Panas
66 Kedatangan Jihan
67 Menerima
68 Sederhana Tapi Bahagia
69 Tunggu Halal
70 Tunggu Halal ll
71 Kebahagiaan Menyelimuti
72 Tiba-tiba Ngajak Nikah
73 O.K.B (Orang Kaya Baru)
74 Lancar Sesuai Rencana
75 Menari-nari Di Hutan Rimba
76 Melepas Masa Lajang
77 Seakan Terbang
78 Mimpi Buruk
79 Mengikhlaskan Takdir
80 Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81 Mahligai Cinta
82 Memborong Lingeri
83 Kebahagiaan Masing-masing
84 Mendadak Jadi Bidan
85 Salah Prediksi
86 Sarhan Ardinata Putra
87 Butuh Istirahat
88 Surga Dunia
89 Keributan Kecil
90 Sahara Gelisah
91 Suami Penyabar
92 Berujung Manis
93 Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94 Menanam Benih
95 Hari Bahagia
96 Lupa Buka Puasa Suami
97 Promo
98 JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Gadis Bayaran
2
Bertemu Target
3
Pertemuan Yang Disengaja
4
Penjelasan
5
Makan Malam Romantis
6
Desakan Untuk Sahara
7
Cara Paling Ekstrem
8
Sahara Terjerat
9
Mencarinya
10
Pertemuan
11
Semakin Rumit
12
Satu Syarat
13
Terpaksa
14
Sandiwara
15
Memperumit Keadaan
16
Kemarahan Juan
17
Menjual Diri
18
Sahara Jatuh Pingsan
19
Menanam Saham Lebih Dulu
20
Rasa Tanggung Jawab
21
Tidak Ingin Egois
22
Aku Mundur
23
Karena Aku Tahu Kemana Sampah Akan dibuang!
24
Tetaplah Bersamaku Dan Jangan Pergi!
25
Kamu Akan Move On Karena Selalu Bersamaku
26
Sahara Mulai posesif
27
Tanda Bibir
28
Istri Nakal
29
Menyakiti Dua Hati
30
Bujukan Suami
31
Bahwa Kamu Suamiku
32
Yakin Tidak Cinta?
33
Perhatian Ekstra
34
Sahara Istriku
35
Juan vs Novan
36
Gejolak Hasrat
37
Kejutan
38
Aku Pasrah
39
Rencana
40
Rencana ll
41
Darah Segar
42
Mengikhlaskan
43
Tidak Mau Kehilangannya
44
Kehilangan
45
Pengawal
46
Kedatangan Nadien
47
Hanya Komitmen
48
Terciduk
49
Itu Bukan Ciuman
50
Beruang Novan
51
Firasat
52
Memabukkan
53
Salah Paham
54
Calon Mantu
55
Dunia Sempit
56
Demi Cinta
57
Cinta Tak Memandang Kasta
58
Dasar Bucin
59
Khilaf
60
Nonton Secara Life
61
Ungkapan Isi Hati
62
Ritual
63
Kedatangan Orang Tua
64
Kenyataan Pahit
65
Keadaan Masih Panas
66
Kedatangan Jihan
67
Menerima
68
Sederhana Tapi Bahagia
69
Tunggu Halal
70
Tunggu Halal ll
71
Kebahagiaan Menyelimuti
72
Tiba-tiba Ngajak Nikah
73
O.K.B (Orang Kaya Baru)
74
Lancar Sesuai Rencana
75
Menari-nari Di Hutan Rimba
76
Melepas Masa Lajang
77
Seakan Terbang
78
Mimpi Buruk
79
Mengikhlaskan Takdir
80
Kebahagiaan Sahara Paling Utama
81
Mahligai Cinta
82
Memborong Lingeri
83
Kebahagiaan Masing-masing
84
Mendadak Jadi Bidan
85
Salah Prediksi
86
Sarhan Ardinata Putra
87
Butuh Istirahat
88
Surga Dunia
89
Keributan Kecil
90
Sahara Gelisah
91
Suami Penyabar
92
Berujung Manis
93
Promo novel baru KETULUSAN CINTA ALUNA
94
Menanam Benih
95
Hari Bahagia
96
Lupa Buka Puasa Suami
97
Promo
98
JANGAN JADIKAN ISTRIMU PENGEMIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!