Chapter 20

Sean berjalan terburu-buru menjauh dari ruangan ibu mertuanya.

Ya, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan mertua dan asisten nya, ketika akan menemui orang tua istrinya.

Sean terus melangkah. berhenti di depan lift, menunggu pintu lift terbuka dan segera masuk.

Ia terdiam di dalam lift. ucapan mertuanya kembali berputar dalam pikiran dan telinga nya.

Wajahnya penuh dengan emosional, antara sedih, kecewa dan ingin menangis.

Jika tuhan memberinya pilihan, tentu ia tidak mau semua itu terjadi padanya. tentang lupa ingatan, tentang perlakuan nya pada Cellya, dan tentang menghilang nya sang istri.

Apalagi memorinya saat ia menyakiti istrinya, akhir-akhir ini terus berputar di ingatannya semenjak keadaan nya di nyatakan semakin membaik.

Sean keluar dari lift begitu pintu terbuka. ia segera berjalan keluar, terus melewati meja resepsionis dan berakhir di lobi kantor.

John yang melihat sang majikan datang segera membuka pintu mobil, mempersilahkan Sean masuk.

Tanpa kata, pria itu segera masuk dan duduk di jok belakang.

John segera menutup pintu dan langsung masuk mobil, duduk di belakang kemudi.

Melihat raut wajah sang tuan yang berbeda, John tidak berani bertanya dan segera melajukan mobil menuju kediaman Sean.

Sepanjang perjalanan, pria itu hanya diam. ia menatap jalanan sekitar lewat jendela mobil. tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.

Begitu mobil berhenti di depan mansion nya, Sean segera keluar mobil tanpa menunggu John membuka pintu.

Bahkan, ia mengabaikan para pelayan yang menyambut nya. langkahnya cepat menuju kamar istrinya.

Begitu masuk, Sean segera menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam. ia menyandarkan tubuhnya di daun pintu.

Matanya terpejam, nafasnya memburu mengingat ucapan mertuanya. mengingat tangisan istrinya, saat ia bersikap kasar pada gadis itu.

Sean terduduk lemas. ia menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut nya.

Air matanya tak terbendung, membuat nya semakin tak berdaya dan terbaring di lantai, hingga membuat nya tertidur.

Sore datang mengantarkan senja. sinar matahari berwarna oranye memperindah penampakan langit sore.

Semua anggota keluarga mulai pulang dari rutinitas nya. ayah Sean, pulang dari kantor dan ibu Sean pulang dari butik nya.

Para pelayan nampak sibuk dengan pekerjaan rumah nya. mereka menyiapkan makan malam untuk keluarga Xavier.

"Selamat datang, tuan besar.", sapa para maid saat melihat ayah Sean datang.

"Nyonya, sudah datang?!.", tanyanya.

"Sudah, tuan.", jawab kepala pelayan.

Ayah Sean nampak memberikan tas kerjanya, dan pelayan itu segera menerima serta menyimpan nya.

"Baru datang?!.", sapa ibu Sean, menuruni tangga dan segera menghampiri suaminya.

Ia membantu sang suami melepaskan jas nya. lalu melipat dan meletakkan di lengannya.

"Mandilah!.",

"Aku sudah menyiapkan airnya.", perintah nya pada sang suami, yang hanya di angguki oleh suaminya.

"Sean sudah pulang?!.", tanya ayahnya.

"Hai, dad.", sapa pria itu, keluar dari kamar Cellya.

"Tadi jadi pergi ke kantor mertua mu?!.", tanya ayahnya. yang hanya di angguki oleh Sean.

"Baiklah, aku akan segera mandi. sehingga kita bisa segera makan malam.", ucap ayah Sean, berlalu menaiki tangga meninggalkan Sean dan ibunya.

......................

Semua menyelesaikan makan malam nya. nampak ibu Sean menuangkan air putih ke gelas Sean dan suaminya.

"Mau ku kupas kan buah?!.", tawar ibu Sean pada suaminya.

"Aku ingin pisang saja.", jawab ayah Sean.

"Aku sudah kenyang, ma.", sahut Sean.

"Baiklah.",

"Nani, tolong cuci kan pisang untuk tuan!.", perintah nya pada pelayan.

Begitu pisang datang, ibu Sean segera mengupas dan memberikan nya pada suami.

"Ma, dad", ucap Sean setelah lama diam di meja makan. membuat kedua orangtuanya menatap ke arah nya seketika.

"Tender di perusahaan cabang Singapura, izinkan aku yang ambil alih.", ucapnya, seketika kedua orang tua yang duduk di meja makan bersama nya terkejut dengan permintaan Sean.

"Sayang, kenapa mendadak ingin ke perusahaan cabang?!.",tanya ibunya.

"Fokus saja pada kesehatan mu dulu.", sambung ayah Sean.

"Aku sudah merasa lebih baik, dad.",

"Sekalian, aku mau mencari Cellya di sana.", jawab Sean.

"Sayang, untuk mencari nya kita harus tahu pasti dulu keberadaan nya.",

"Mama hanya takut, kau tidak mendapatkan hasil seperti yang di inginkan, dan membuat kesehatan mu memburuk lagi.", ucap ibu Sean lembut. ia tidak ingin putranya kecewa dengan hasil akhir yang belum pasti.

"Mama mu, benar. biarkan orang kepercayaan kita yang mencari tahu dulu. kau bisa menyusul kesana saat ia sudah mendapatkan informasi detail.", sahut ayahnya, menimpali.

"Lalu harus berapa lama lagi?!.",

"Berapa lama lagi, harus menunggu?!.",

"Ini sudah hampir 2bulan, dan Cellya belum juga di temukan.",

"Aku, sebagai suami hanya diam. bukankah, Dady dan mama selalu mengajariku untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab?!.",

"Sekarang, apakah aku bisa di sebut sebagai seorang suami yang baik dan bertanggung jawab?!.",

Papa dan mama nya terdiam mendengar amarah dan kekecewaan Sean.

Memang benar, seharusnya mereka mengizinkan. toh, yang di cari adalah istrinya sendiri, tanggung jawabnya sendiri.

Apalagi sekarang keadaan Sean sudah lebih baik. harusnya, itu bukan menjadi alasan bagi mereka untuk menahan Sean tetap di zona nyaman, sementara Cellya belum di ketahui jelas keberadaan dan keadaan nya.

"Aku, hanya ingin memastikan bahwa dia masih hidup.",

"Memastikan bahwa dia sehat, tidak kekurangan satu hal apapun.",

"Kalaupun dia kecewa pada perlakuan ku selama aku hilang ingatan, dan ingin pergi dariku. aku tidak masalah, dad. asal kita akhiri dengan baik.",

"Jadi dia bisa kembali pada keluarganya. bukan menghilang seperti ini.", ucapnya sendu, mengakhiri semua ungkapan hatinya.

"Mama, paham. tapi, kita belum tahu pasti dimana Cellya. asisten dan orang kepercayaan kita juga belum mendapatkan kabar pasti, selain Cellya ....

"Pergilah!.", sahut ayahnya, yang sedari tadi diam mencerna ucapan putranya.

"Sayang...?!.", seru ibu Sean, pada suaminya. dari pengucapannya, seperti mengutarakan sedikit rasa kecewa.

"Jika itu terjadi pada dirimu, aku pun akan melakukan hal yang sama seperti putraku.",

"Dia hanya ingin memastikan keberadaan dan keadaan istrinya.",

"Toh, jika semua baik-baik saja. tidak akan ada yang perlu di khawatir kan.", ucap ayah Sean, berusaha memberi istrinya pengertian.

"Thanks, dad.", ucap Sean, girang. ia segera beranjak dari duduknya dan memeluk ayahnya.

"Berusahalah sebaik mungkin di sana.",

"Berjanjilah pada kami, kau akan menyelesaikan semua yang kau mulai dengan baik.", ucap ayahnya, sebelum melepas pelukan putranya. Sean mengangguk kuat, ia tersenyum bahagia.

"Dady, akan meminta John dan Alex untuk mengurus semua berkas-berkas nya.", sambung nya.

"Aku sangat berterimakasih padamu, dad. kau terbaik.", ucapnya.

"Baiklah, aku akan istirahat lebih dulu.", ucap Sean, yang segera berlalu meninggalkan kedua orang tuanya di meja makan.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!