Chapter 5

Cellya pulang setelah seharian bekerja. seperti biasa, begitu sampai rumah ia langsung berganti baju dan menuju dapur.

"Ada yang perlu saya bantu, nona?!.", tanya wanita paruh baya yang biasa bekerja membersihkan rumah nya.

Cellya tersenyum.

"Tidak.", jawabnya lembut.

"Saya bantu bersihkan sayur dan kupas kan bumbu dapurnya.", sahut asisten rumah tangga yang biasa ia panggil Nani, itu.

"Mm..., terimakasih.", sahutnya di sertai senyuman manis khas miliknya.

"Nona, terlihat bahagia hari ini. apa ada hal baik?!.", tanya Nani.

"Apa ingatan tuan, sudah mulai kembali?", sambung nya.

Cellya tersenyum getir. namun, dengan cepat ia merubah ekspresi wajah nya.

"Setiap hariku adalah hari bahagia. Nani, tidak pernah melihat ku bersedih kan?!.", ucapnya balik bertanya. membuat asisten rumah tangga itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

"Baiklah. tolong bersih kan ikannya, hari ini aku mau masak sup ikan.", ucapnya meminta tolong dengan nada bersemangat. membuat wanita tua itu pun bersemangat dan segera menyambar ikan segar.

Kurang lebih satu jam, Cellya dan Nani berkutat memasak di dapur. mereka terlihat kompak. Cellya sendiri nampak piawai dan cekatan.

"Selesai....!!!", serunya, ketika sup ikan nya matang dengan sempurna.

Ia sudah memindahkan sup ikan itu ke dalam wadah saji. selanjutnya, ia mulai menata makan malam di meja agar, ketika suaminya datang, Sean bisa segera makan.

Nampak Cellya kembali ke dapur. ia hendak membereskan dan membersihkan wadah, piring dan peralatan lainnya yang kotor.

"Biar Nani, saja. nona, cepat mandi. tuan, akan segera datang.", Cellya tersenyum mendengar ucapan asisten rumah tangga nya. ia selalu tulus kepada Cellya, bahkan menganggap Cellya seperti putri nya sendiri.

"Baiklah. terimakasih, Nani.", Cellya mengecup pipi Nani nya sebelum pergi. dan seperti biasa, itu membuat Nani tersenyum bahagia dengan tingkah Cellya.

Ia segera berlari dengan riang menuju kamarnya, yang berada tak jauh dari ruang keluarga.

Ya, sudah menjadi rahasia umum di rumah ini jika, mereka tidak tidur dalam satu kamar, meski sudah resmi menikah.

Sean menolak mentah-mentah sekamar dengan Cellya sebelum ingatan nya benar-benar pulih. dan Cellya menghormati bahkan menyetujui keputusan itu.

Cellya menutup pintu kamar nya. ia segera menuju walk in closed untuk mengambil handuk serta baju ganti.

Wajahnya masih riang, ketika ia meletakkan baju ganti di ranjangnya. selanjutnya, ia pun mulai melangkah menuju kamar mandi.

Namun tiba-tiba ia merasa pusing, di susul rasa sakit yang teramat sangat di kepala nya. ia memejamkan mata, berusaha tenang dan rileks agar tidak berpengaruh pada janin nya.

Sekuat nya, Cellya berbalik. tujuannya adalah ranjang kamarnya. ia nampak sempoyongan sebelum akhirnya terjatuh.

Ia masih berusaha untuk mencapai ranjangnya. dengan merangkak sembari menahan sakit di kepala nya, Cellya akhirnya bisa naik perlahan di ranjang, walau beberapa kali sempat terjatuh.

Obat ... ia nampak membuka tasnya yang berada di atas meja samping ranjang.

Begitu menemukan botol plastik berisi obat yang di carinya. ia segera membuka dan menuangkan isinya. tapi... ia urungkan saat ingat ada, malaikat kecil yang sedang tumbuh di rahimnya.

Cellya memilih memasukkan obat itu lagi ke dalam tas, dan segera mendekap kedua sisi kepala nya dengan kedua tangannya, berharap sedikit mengurangi rasa sakit yang sedang menyerang nya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sean pulang, ia nampak kurang sehat. tapi begitu melewati meja makan, ia merasa lapar. apalagi melihat sup ikan menu favorit nya.

"Nani, masak sup ikan hari ini?!.", tanyanya, pada wanita paruh baya yang menjadi asisten rumah tangga nya.

"Oh, tuan. baru datang?.",

"Maaf, Nani tidak tau.", jawab nya yang sedikit terkejut karena tidak menyadari kehadiran sang majikan karena sedang fokus mencuci semua peralatan dapur yang di gunakan masak tadi.

"Ambilkan nasi, Nani. aku mau cuci tangan dulu dan segera makan.", perintah nya.

"Baik.",

Nani segera mengambil kan nasi di piring untuk Sean. tak lama kemudian, Sean sudah kembali. ia segera duduk dan bersiap melahap makan malam nya.

"Hmm..., masakan Nani, memang yang terbaik.", pujinya begitu lidah nya merasakan sup ikan itu.

Seperti biasa, Nani hanya tersenyum. sesuai permintaan dan perintah Cellya.

Sean terdiam. ada sebuah gambaran melintas lagi di otak nya. ia nampak menikmati makan sup ikan, di temani seorang gadis. dari postur tubuhnya, itu bukan Ellyana. tapi wajah gadis yang melintas di gambaran itu, juga tidak jelas.

Mereka nampak bahagia. sesekali Sean berlaku manja, meminta untuk di suapi.

Kembali ia merasakan pusing di kepala nya.

"Tuan, baik-baik saja?!.", tanya Nani. ia nampak khawatir melihat Sean.

"Pusing, Nani.", jawabnya.

"Mau di ambilkan obat?.",

"Ambilkan segelas air saja.", jawab nya. yang segera membuat Nani mengambil gelas, menuangkan air putih dan memberikan nya pada Sean.

Sean nampak lebih tenang. pusing nya, juga berangsur mereda.

"Apa tuan, waktunya check dokter?.", tanya Nani.

"Tidak. belum waktunya, Nani.",

"Lebih baik, besok tuan periksa ke dokter. jangan di sepelekan.",

"Sebenarnya, tadi pagi. aku hanya terjatuh di kamar mandi. mungkin karena lantai nya sedikit licin. kepala ku sedikit terbentur, dan anehnya setelah itu penglihatan ku terkadang sedikit kabur. lalu, muncul gambaran-gambaran yang tidak jelas.", ucapnya menceritakan.

"Apa ingatan tuan, kembali?.", tanya Nani dengan raut sumringah nya. Sean menggeleng.

"Aku tidak tahu. hanya tadi pagi, perutku terasa mual.",

"Aku lalu buru-buru ke kamar mandi yang akhirnya membuat ku terjatuh.", jawab Sean. Nani terdiam mendengar penjelasan itu.

"Baiklah, Nani. aku akan ke atas untuk mandi dan istirahat.", ucapnya, berpamitan.

Sean menggeser kursinya lalu berdiri meninggalkan meja makan.

Tepat saat melintasi kamar Cellya. entah kenapa, ia ingin sekali masuk dan melihat istrinya.

Sean membuka pintu kamar, nampak Cellya sudah berbaring di ranjang. ia berjalan pelan-pelan. karena hanya lampu tidur yang di nyalakan, membuat Sean tidak sadar bahwa, istrinya tengah pingsan dengan wajah yang penuh keringat dan bibir memucat.

Sean mengira Cellya tidur biasa. jadi, ia segera keluar dari kamar Cellya dan menutup pintu kamar itu.

Setelah nya, ia segera berjalan menaiki tangga. entah kenapa ia mulai mengkhawatirkan Cellya. mungkinkah ia mulai menyukai istrinya?!.", pikir Sean.

................... ...

Pagi datang...

Nani menyiapkan sendiri makan pagi untuk Cellya dan Sean hari ini.

Sebenarnya, Nani ingin membangunkan Cellya. namun, ia urungkan karena, mungkin Cellya kelelahan setelah lembur. ya, Nani tau betul alasan nya jika Cellya bangun terlambat.

Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. nampak Sean sudah menuruni tangga dan segera duduk di kursi meja makan. tapi tidak dengan Cellya. ia belum terlihat sedari pagi, membuat Nani khawatir.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!