Chapter 13

Ia sengaja duduk di sofa yang lurus dengan pintu rumah utama agar bisa melihat sekitar dengan leluasa.

Ia khawatir kalau tertidur dan tidak melihat kedatangan istrinya.

Sesekali Sean melihat jam besar yang ada di ruang tamu rumah nya. ya, sebentar lagi tepat pukul 12 malam dan belum nampak terlihat tanda-tanda kedatangan Cellya.

Pikiran dan perasaan nya mulai resah. ia mulai beranjak dari kursi dan berjalan keluar masuk rumah, berusaha untuk menenangkan diri dan pikirannya sendiri.

Pagi datang. maid nampak membersihkan rumah setelah acara semalam, dan mereka menjumpai Sean sedang tertidur di sofa ruang tamu.

Nampaknya, semalam suntuk ia tidak beranjak dari sana dan tetap menunggu istrinya pulang.

"Nani, apa Sean sudah bangun?!.", tanya ibu Cellya yang baru saja menuruni tangga. Nani hanya diam dan melihat ke arah sofa, membuat wanita itu mengikuti arah mata pelayan nya.

"Semalam dia tidur di sini?!.", tanya ibu Cellya yang melihat Sean tengah terlelap di sofa.

"Seperti nya begitu, nyonya.", jawab Nani. suara langkah mendekat, ibu Cellya menoleh dan menjumpai besannya mendekat.

"Ada apa?!.", tanyanya begitu berada di dekat besannya.

"Lihatlah!.", ucapnya pelan, menunjuk Sean. ibu Sean melihat putranya.

"Apa semalam dia tidur di sini?!.", tanya ibu Sean.

"Sepertinya begitu.",

"Aku rasa dia menunggu Cellya pulang.", jawab ibu Cellya.

"Apa Cellya belum bisa di hubungi?!.", tanya ibu Sean. besannya hanya menggeleng pelan.

Ya, sudah dari semalam ibu Cellya mencoba menghubungi putrinya, tapi tidak tersambung begitu juga dengan Ellyana.

"Apakah besan yakin dia baik-baik saja?!.", tanya ibu Sean pada ibu Cellya.

Ya, jika memang Cellya berniat memberi kejutan atau mengerjai suaminya, bukankah ini sudah lebih dari cukup untuk membuat Sean khawatir.

Apalagi ponselnya mati, tidak bisa di hubungi oleh siapapun.

"Aku baru saja mengutus ajudan untuk ke kantor tempat Cellya bekerja.",

"Kita akan segera tahu, sebentar lagi.", jawab ibu Cellya.

Ibu Sean mendekati putranya. "Sayang, bangunlah!.", ucap ibu Sean, seraya mengusap lengan putranya lembut.

Sean yang merasakan sebuah sentuhan segera membuka matanya dan bangun.

"Mm, sudah pagi kah?!.",

"Apa Cellya sudah datang?.", tanyanya dengan suara berat nya, perlahan ia mendudukkan dirinya. ibu nya hanya tersenyum.

"Bersihkan dan Rapikan dirimu dulu.",

"Segera mandi dan kita sarapan bersama.", hanya itu yang mampu di ucapkan oleh ibunya.

"Ma.", ucapnya. menanti jawaban dari kedua ibu yang sedang berdiri di depannya.

"Mama akan mengatakannya nanti.", jawab ibu Cellya.

"Apa ini bagian dari kejutan?!.", tanya Sean. ibu mertua nya hanya tersenyum.

"Baiklah, cepat mandi dan bersiap. kami menunggumu di meja makan.", ucap ibu Cellya. membantu Sean berdiri dan mendorong menantunya pelan. membuat pria itu tersenyum sekilas dan segera pergi meninggalkan kedua wanita paruh baya itu.

"Besan. jujur saja, sebenarnya perasaanku tidak enak.", ucap ibu Sean, membuat ibu Cellya menoleh dan terdiam.

Sebenarnya, bukan hanya ibu Sean. ibu Cellya pun juga merasakan hal yang sama. hanya, ia tidak ingin memperkeruh suasana. apalagi, Sean baru saja sembuh dari amnesia nya.

Ia memilih menyimpan perasaan khawatir dan prasangka nya karena ia tahu betul, itu akan berdampak buruk pada kesehatan menantunya.

"Tolong jangan katakan apapun, tentang semua prasangka dan ke khawatiran kita.",

"Itu akan berakibat buruk pada Sean.", ucap ibu Cellya, yang hanya di angguki oleh besannya.

......................

Sesudah sarapan, ibu Cellya lebih dulu pamit berangkat ke perusahaan. tidak lama, ayah Sean menyusul dan terakhir ibu Sean pamit melihat butik nya.

Tinggal Sean sendiri. ia memainkan ponselnya, mencari kontak istrinya, lalu mencoba menghubunginya.

Nihil. ya, tentu saja nihil. tas nya saja sudah di ambil orang, bagaimana bisa Cellya menjawab telepon nya.

Sean terdiam menatap layar ponselnya. ia berpikir bahwa, istrinya sedang mengajaknya bermain.

"Ok. karena kejutan mu terlalu lama maka, sebaiknya aku saja yang datang kesana untuk mengejutkan nya.", gumamnya.

Ia tersenyum tipis. bergegas, ia keluar rumah memasuki garasi dan segera keluar menyusuri jalan dengan mobil sport Lamborghini Aventador nya.

Tempat tujuannya adalah, kantor tempat istrinya bekerja. ya, ia harus tahu lebih dulu istrinya sedang berada dimana?!.

Sean berpikir untuk memberikan kejutan pada istrinya. ya, karena Cellya sedang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak bisa pulang.

Akan lebih baik bila dia yang datang memberi kejutan pada istrinya agar Cellya lebih bersemangat, sehingga istrinya bisa cepat pulang bersama nya.

Sean melajukan mobilnya dengan senang hati. sepanjang jalan senyum di bibirnya terus berkembang.

Ia nampak bersemangat menuju kantor tempat Cellya bekerja.

Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, kini Sean sudah turun dari mobil begitu sampai di depan gedung kantor Future brand, tempat istrinya bekerja.

Sean segera melangkah masuk gedung setelah memarkirkan mobilnya.

Dengan raut wajah bahagia, ia berjalan menghampiri resepsionis.

"Selamat pagi, nona.", sapa nya pada seorang wanita yang sedang bertugas di meja resepsionis.

"Selamat pagi, tuan.", balasnya ramah dengan senyum nya.

"Ada yang bisa kami bantu?!.", tanyanya lagi.

"Ahh, aku mencari nona Cellya, ketua desain grafis di perusahaan ini.", jawab Sean.

"Oh, nona Cellya?!.", tanya wanita itu meyakinkan. Sean mengangguk.

"Nona Cellya masih bertugas di Singapura. apa ada pesan yang ingin di titipkan?!. biar kami sampaikan.", ucap resepsionis itu, menawarkan bantuan.

"Mm, kira-kira kapan mereka akan kembali?!.", tanya Sean.

"Jadwal pulang nya, seharusnya hari ini bila semua tugas sudah selesai.", jawabnya. Sean terdiam, ia mengangguk-anggukkan kepalanya, memahami ucapan resepsionis itu.

"Baiklah, terimakasih.", hanya itu yang di ucapkan Sean sebelum ia pergi.

Ia segera melangkah keluar menuju tempat mobil nya terparkir.

Awalnya, dia ingin mengetahui dimana istrinya bertugas dan akan menyusul nya. tapi, mendengar resepsionis itu bilang, bahwa Cellya dan kedua temannya akan pulang hari ini, ia menjadi sedikit bingung.

Ya, haruskah ia menyusul istrinya atau menunggu Cellya pulang?!.

Sean memasuki mobilnya dan duduk di belakang kemudi. ia mulai melaju kan mobilnya.

Haish dia bingung sekarang. namun tiba-tiba, dia ingin mampir ke butik ibunya.

Sean segera memacu mobilnya menuju butik. ia segera memarkirkan mobilnya di pelataran butik, sebelum turun dan melangkah masuk ke toko ibunya.

Begitu melihat Sean, semua karyawan membungkuk kan badannya, memberi hormat.

"Apa mama disini?!.", tanyanya pada asisten kepercayaan ibunya.

"Iya, tuan. nyonya, sedang menemui klien di ruangan nya.", jawabnya.

Sean melangkah menuju ruangan ibunya. ia mengetuk pintu sebelum masuk.

"Tok...",

"Tok...",

"Tok...",

Sean membuka pintu. "Ma, apa aku mengganggu?!.", tanyanya.

"Tidak, sayang. Mama, baru selesai.", jawab ibunya.

"Baiklah, nyonya kalau begitu kami pamit dulu.",

"Kami tunggu hasil akhir nya.", ucap klien itu, lalu menjabat tangan ibu Sean dan berpamitan.

"Asisten Ami, tolong antar tamu kita keluar.", ucap ibu Sean yang segera di laksanakan oleh asisten nya.

"Mari tuan, nona. silahkan ikuti saya.", ucapnya yang segera di ikuti oleh pasangan klien itu.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!