Chapter 3

Ponsel Cellya berdering. membuat nya segera mengakhiri kesedihan nya.

Ia nampak menarik nafas dalam-dalam, dan berdehem beberapa kali untuk melegakan tenggorokan nya sebelum menyapa suara di seberang.

"Iya.", ucap nya pada seseorang di seberang telepon.

"Baiklah. aku akan ke sana sebelum ke kantor.",

"Iya, terimakasih.", ucapnya sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.

Ia segera berlari ke arah kamarnya. Cellya nampak berganti baju, merapikan rambutnya dan segera meraih tas.

Cellya menatap ke arah lantai atas, berharap suaminya segera turun sehingga ia bisa segera pamit untuk berangkat kerja. namun, cukup lama ia menunggu suaminya tidak kunjung turun.

Akhirnya, ia memutuskan untuk menulis pesan pada sang suami.

Cellya membuka tasnya, mengambil bolpoin dan buku diary nya. ia menuliskan sesuatu dan setelah selesai ia merobek buku itu, sebelum menyelipkan pesannya di bawah gelas jus yang sudah ia siapkan untuk suaminya.

Bergegas ia memasukkan buku dan bolpoin nya dan segera berjalan dengan cepat keluar rumah menuju garasi mobil rumah mereka.

Ia segera masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin dan perlahan mulai melakukan kendaraan nya keluar garasi, melewati taman rumah dan keluar gerbang setelah seorang penjaga rumah membuka kan pintu gerbang nya.

Cellya melajukan mobilnya cepat di jalan raya, ia tidak ingin terjebak macet, mengingat ini adalah jam nya para pekerja kantoran berangkat. dan lagi, sebelum ke kantor ia harus mampir dahulu ke sebuah tempat.

Mobil Mercedez Benz - GLA 200 itu, nampak mulus memasuki pelataran parkiran sebuah rumah sakit.

Cellya segera keluar setelah memarkirkan mobilnya. ia nampak mengunci pintu mobil, dan berjalan sedikit cepat memasuki rumah sakit.

Ia melangkah pasti, sesekali membalas sapaan atau menyapa beberapa orang, perawat dan dokter yang kebetulan ia jumpai saat berjalan menuju ruang dokter yang menangani nya.

"Tok...

"Tok...

"Tok ...

Cellya segera masuk setelah beberapa kali mengetuk pintu sebuah ruangan.

"Selamat pagi.", sapa nya pada seorang wanita yang duduk di kursi depan meja dalam ruangan itu.

"Selamat pagi, nona. silahkan duduk.", sapa nya kembali yang membuat Cellya, segera mengambil duduk berseberangan dengan dokter.

"Bagaimana akhir-akhir ini, nona?!.", tanya dokter itu.

"Masih sering pusing kah?!.",

"Obat nya tidak bereaksi lagi?!.", sambung dokter Lin. dokter yang menangani Cellya selama kurang lebih enam bulan ini.

Cellya nampak menghela nafas dalam sebelum menjawab.

"Iya. masih sama, apa perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut?!. atau harus mengganti obat dan metode terapi nya?!.", jawab Cellya yang kembali bertanya pada dokter Lin.

"Sebaiknya, kita melakukan pemeriksaan secara keseluruhan. karena, ada hal yang mengganjal dari pemeriksaan darah, nona kemarin.", jawab dokter muda itu.

Cellya nampak berpikir sejenak. ia, ada pertemuan dan rapat pagi ini. tapi, tidak mungkin ia melewatkan pemeriksaan kesehatan nya begitu saja. bagaimana pun, ia masih memiliki keinginan untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama Sean.

"Apa lama?!.", tanyanya, setelah cukup lama terdiam.

"Tidak sampai satu jam, nona. mulai pendaftaran sampe pelayanan.", jawab dokter Lin.

"Pendaftaran?!.", tanyanya, tidak mengerti. bukankah ia sudah terdaftar sebagai pasien tetap rawat jalan lebih kurang enam bulan ini?!.

"Iya. kita perlu berkunjung ke poli kandungan untuk USG.", jawabnya. membuta Cellya mengerutkan kening hingga kedua alis mata nya hampir menyatu. raut wajahnya, nampak belum mengerti kemana arah pembicaraan dokter Lin.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Cellya nampak duduk di kursi ruang tunggu. ia mengantri dengan pasien lain yang datang untuk memeriksakan kandungannya.

Ia melihat sekeliling. nampak mereka begitu bahagia, periksa di antar oleh suami, orang tua, mertua atau kerabatnya.

Nampak juga beberapa orang dari suami mereka atau orang tua mereka yang datang, nampak mengusap-usap perut dan berbicara dengan calon anak atau calon cucu mereka yang tentu saja masih di dalam perut ibunya. wajah para ibu hamil itu, nampak sumringah dan bahagia, tida seperti dirinya.

Cellya tersenyum getir melihat hal itu.

"Nona, mari masuk!.", ajak dokter Lin, yang berhasil membuyarkan pikiran nya. ya, ia hanya di temani dokter muda itu saja.

Cellya mengangguk. ia berdiri dan berjalan perlahan mengikuti langkah dokter Lin.

"Selamat pagi.", sapa asisten dokter kandungan itu, ramah.

"Pagi.", jawab Cellya, di sertai senyuman manisnya.

"Silahkan duduk, bunda. kita periksa tekanan darah dulu.", ucapnya. yang membuat Cellya segera duduk, sementara dokter Lin berbicara dengan dokter Ben, dokter spesialis kandungan di rumah sakit itu.

Setelah nya, Cellya di minta berbaring di bed rumah sakit. ia merasakan cairan dingin berupa gel yang di teteskan di atas perutnya.

Dokter nampak memakai sarung tangan elastis nya sembari masuk dari balik tirai.

"Sehat, bunda?!.", sapa dokter ramah sembari tersenyum, sebelum menaikkan masker yang berada di bawah bibir untuk menutupi mulut dan hidung nya, sesuai standar operasional prosedur di rumah sakit. Cellya hanya menjawab dengan senyuman.

Mulai lah pemeriksaan itu di lakukan. di layar monitor mulai nampak kantung rahim Cellya.

"Lihat bunda!.",

"Rahimnya sehat. janin nya juga sehat.", Cellya nampak menatap layar monitor yang berada jauh di atasnya.

"Baby nya berukuran 6-7cm, bunda. namun, organ tubuh sudah terbentuk dengan sempurna.", lanjut dokter itu menjelaskan.

"6-7 cm?!.", tanyanya. masih dengan rasa tidak percaya. memang ia sudah telat hampir sebulan. tapi, menurut nya itu wajar karena, selama fokus pengobatan ini siklus haidnya berantakan dan bermasalah.

Dalam sebulan kadang ia bisa haid sampai dua kali. atau bahkan tidak haid sama sekali. jadi, ia sama sekali tidak berpikir bahwa ia sedang hamil.

"Paru-paru, ginjal berfungsi dengan baik.", sambung dokter yang masih terus memutar alat di atas perut Cellya, sembari terus fokus memandang monitor yang hanya berwarna hitam putih itu.

"Kita dengar detak jantungnya ya!.", ucap dokter.

Begitu suara detak jantung milik bayi kecil itu terdengar. air mata Cellya mulai menggenang.

"Sangat sehat ya, bunda.",

"Detak jantung nya jelas dan beraturan.", sambungnya.

"Bisakah kalian merekam nya?!.", tanya Cellya tiba-tiba. matanya yang basah tidak lepas dari monitor yang menunjukkan pergerakan bayi kecil di perutnya. membuat perawat mengangguk dan segera merekam.

Perawat merekam monitor yang menunjukkan pergerakan bayi dan tidak lupa juga merekam suara detak jantung bayinya.

Pemeriksaan selesai. Cellya di bantu asisten dokter segera merapikan baju sebelum akhirnya turun dari bed.

"Pelan-pelan, bunda.", ucap perawat, mengingatkan.

"Terimakasih.", jawab Cellya, lalu tersenyum.

Ia segera bergabung dengan dokter Lin Dan dokter kandungan yang sudah duduk untuk mencatat hasil pemeriksaan.

"Mari ikut saya, nona.", ajak dokter Lin, setelah dokter kandungan itu memberikan laporan pemeriksaan pada dokter Lin.

"Terimakasih atas bantuannya, kami permisi.", ucap dokter Lin,

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!