Chapter 18

Kurang lebih rapat para pemegang saham itu berlangsung selama tiga jam.

Begitu selesai, ibu Cellya segera pamit undur diri menuju ruangan nya.

Ada banyak pikiran yang mengganggunya hari ini, terutama fakta tentang putrinya yang belum di ketahui kabar nya sampai kini.

Apalagi dia baru saja bertemu dengan dua orang sahabat putrinya, yang jelas-jelas mengatakan mengantar putrinya ke bandara.

Bahkan, mereka juga mengatakan melihat dengan mata kepala sendiri kalau, barang-barang Cellya di bawa masuk oleh petugas bandara.

"Tok...",

"Tok...",

"Masuk.", sahut ibu Cellya dari dalam. ia nampak membenarkan baju dan merapikan rambutnya yang acak-acakan karena menahan beban pikirannya.

Nampak asisten Han masuk dengan seorang bawahan nya. pria itu nampak membawa koper berwarna ungu, yang ia kenali sebagai koper putrinya.

Ibu Cellya segera bangkit dari duduknya, saat tatapan nya terarah pada koper itu. ia menghampiri kedua pekerja nya.

"Dari mana kalian mendapatkan nya?!.", tanya ibu Cellya. ia segera duduk dan meraih koper itu. membuka nya dan melihat satu persatu barang-barang putrinya.

Ya, benar. semua milik putrinya. mulai dari beberapa baju, sepasang sepatu, sepasang sandal teplek dan beberapa aksesoris.

"Saya mengutus orang saya untuk ke bandara, sesuai perintah, nyonya.", ucap asisten Han, mulai menjelaskan. asisten Han memberi kode pada bawahannya untuk menceritakan apa yang dia dengar dari penjelasan para petugas bandara.

"Saya pergi ke bandara sesuai perintah.",

"Sampai di sana, saya menemui orang dalam.",

Pekerja itupun menceritakan bagaimana ia bisa mendapatkan koper itu hanya berbekal identitas Cellya, melalui orang dalam.

Ia juga mengatakan bahwa, memang benar Cellya terdaftar dalam penerbangan pada hari itu, tapi ketika ia dan orang kepercayaan nya mengecek cctv bandara, Cellya tidak nampak kehadirannya di sana.

"Jadi kemungkinan, nona masih berada di Singapura, nyonya.", ucap anak buah asisten Han, mengakhiri ceritanya.

Ibu Cellya terdiam mendengar penuturan anak buahnya. satu lagi yang mengganjal di hati dan pikiran nya. jika memang Cellya masih di Singapura, kenapa dia tidak bisa di hubungi?!.

Nomer nya tidak aktif, dan keberadaannya tidak di ketahui.

"Asisten Han. suruh Alex, mencari informasi lebih lanjut tentang Cellya.", perintah ibu Cellya.

Asisten Han mengangguk paham. ia segera pamit undur diri dari ruangan bersama anak buahnya.

Begitu sampai di luar ruangan ia segera menelfon orang kepercayaan majikannya, yang di sejak kemarin di tugaskan mencari info, di negeri tetangga.

"Nona, belum di temukan.",

"Kemungkinan, nona masih di sana.",

"Coba lacak, nona lewat IMEI ponselnya.", ucap asisten, sebelum menutup teleponnya.

Ia segera pergi dari depan pintu ruangan ibu Cellya dan memasuki lift.

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. semua karyawan bersiap pulang. begitu juga dengan ibu Cellya.

Ia segera mengambil tas nya dan keluar di ikuti asisten pribadinya.

"Besok ada pertemuan dengan tuan Choi dari China, nyonya.",

"Tuan Choi, datang untuk membicarakan kerjasama dengan kita.", ucap sekertaris Queen, seraya terus mengikuti langkah bos nya, kemana saja bos nya melangkah. ibu Cellya hanya mengangguk sekilas.

"Lalu ada juga pertemuan dengan klien ....

"Aku akan menemui tuan Choi. untuk yang lainnya, bicarakan itu dengan Ellyana.",

"Aku sedang banyak pikiran.", ucap ibu Cellya memotong perkataan sekertaris Queen.

"Mengerti, nyonya.", ucapnya, lantas ia mengangguk.

Karena sudah sama-sama berada di lobi, ibu Cellya segera meninggalkan sekertaris Queen dan masuk ke mobilnya.

Baru setelah mobil bos nya berlalu, wanita berumur 33 tahun itu mendongak kan kepalanya.

......................

Ibu Cellya minta di antar ke rumah Sean. ia ingin memastikan menantunya baik-baik saja.

Sepanjang perjalanan, ibu Cellya hanya memandangi jalan sekitar. pikiran nya tidak bisa tenang.

Berpikir tentang pekerjaan, tentang menantunya, tentang putrinya yang tiba-tiba menghilang, dan tentang persiapan pernikahan putrinya dengan David, tentunya.

Mobil nya berhenti di sebuah bangunan mewah. ya, mansion tempat tinggal putri dan suaminya, Sean.

Ia turun setelah asisten Han membukakan pintu mobil untuk nya. sesaat, ia menatap bangunan mewah itu.

Nampak bayangan putrinya berlari menghambur ke pelukannya.

Ia memejamkan mata, merasakan sesak di dada hingga bulir bening membasahi bulu mata nya.

Sesaat ia merasa tenggelam dalam halusinasinya, lalu menyadarkan diri. menghapus air mata dan mulai memasang wajah penuh semangat sebelum memasuki mansion.

Asisten rumah tangga segera membuka pintu, begitu tahu ibu Cellya datang.

"Selamat sore, nyonya.", sapa nya penuh hormat pada ibu Cellya. wanita tangguh itu hanya tersenyum.

Pelayan segera mengambil tas dan jaket ibu Cellya, lalu meletakkan di tempatnya.

"Nyonya mau teh lemon madu?.", tanya pelayan itu, ibu Cellya hanya mengangguk.

"Mama.", panggil Ellyana dari dalam. ia nampak berlari kecil menghampiri ibunya, lalu memeluk wanita paruh baya itu.

"Kapan datang?.", tanya ibunya, setelah melepas pelukannya.

"Sekitar lima belas menit yang lalu.", jawabnya. lantas menggandeng tangan ibunya untuk bergabung bersama Sean, David serta besannya di ruang keluarga.

"Besan datang?!.",

"Kalau begitu, kita akan makan malam bersama kan?!.", ucap ibu Sean, yang hanya di jawab senyuman oleh besannya.

Ellyana segera mengajak ibunya untuk duduk. nampak mereka ngobrol dan bersenda gurau. benar-benar terlihat hangat.

"Aku ke kamar mandi sebentar.", ucap ibu Cellya. ia lantas segera pergi meninggalkan mereka.

Tapi bukan ke kamar mandi, ibu Cellya pergi ke kamar putrinya.

Ya, melihat mereka tertawa, bergurau, mengobrol dan bercanda tanpa Cellya, membuat nya merasakan sesak di dada.

Terlebih sampai saat ini, terhitung sudah dua minggu belum ada kabar pasti tentang keberadaan Cellya.

Ia masuk lalu menutup pintu kamar. menatap sekeliling dan mulai melangkah.

Matanya tertuju pada beberapa boneka kesukaan Cellya. dan bahkan, semenjak ia pisah kamar dari Sean ia baru bisa tidur dengan memeluk bonek gajah yang berukuran besar itu.

Ibu Cellya membuka walk in closet, nampak baju putrinya tertata rapi.

Ada juga baju pernikahannya dengan Sean yang ia pasang di manekin.

Berlanjut koleksi tas dan sepatu. kebanyakan adalah hadiah dari ibu, saudara, mertua dan juga suaminya.

Cellya bukanlah tipe wanita yang suka berbelanja dan menghabiskan uang untuk fashion. dia lebih suka membeli bahan dapur dan memasak atau membuat makanan dan camilan untuk suami dan keluarganya.

Setelah puas berkeliling di kamar putrinya, melihat barang-barang putrinya dan beberapa foto yang menggantung di dinding.

Ibu Cellya akhirnya duduk di tepi ranjang. perlahan ia mengusap lembut tempat putrinya biasa di berbaring istirahat.

Mengambil bantal Cellya, memeluk lalu mencium nya. aroma rambut dan tubuhnya masih ada.

Tak terasa air mata nya mengalir. dadanya sesak menahan rindu. dan pikirannya kalut karena keberadaan putri nya belum di ketahui.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!