Chapter 10

Belum sampai Cellya mengangkat nya. panggilan itu sudah mati.

Ia berpikir, mungkin mertuanya melakukan panggilan memakai ponsel Sean. karena tidak ada panggilan lagi, Cellya pun segera melanjutkan bersiap untuk pergi ke bandara.

POV of Sean

Sean menatap ponselnya. ia sedikit merasa jengkel karena belum sempat tersambung ponselnya sudah mati.

"Ma.", panggilnya. membuat wanita yang sedang sibuk menata makanan di meja kamar rumah sakit segera menoleh dan menghampiri putranya.

"Baterai nya lowbat. aku bahkan belum sempat berbicara dengan Cellya.", ucapnya. Sean menyerahkan ponselnya untuk di charger. wajah nya sedikit kesal.

"Jangan khawatir. dia akan segera terbang.",

"Lagi pula, dia sudah berjanji akan pulang sebelum hari ulang tahun mu.", sahut ibu Cellya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan sembari meletakkan tas di kursi, melepaskan jas nya, dan segera membantu beberapa pelayan menyiapkan makanan.

Begitu selesai, ibu Cellya segera menghampiri Sean.

"Bagaimana keadaan mu, nak?!.",

"Kau merasa lebih baik?.", tanyanya. membuat Sean tersenyum dan mengangguk, lalu mereka berpelukan.

"Mama senang kau sudah siuman.", ucap ibu Cellya setelah melepaskan pelukannya.

"Besan. terimakasih untuk kiriman makanan nya, ini terlalu banyak.", ucap ibu Sean.

Ya, ibu Cellya mengirim makanan ke rumah sakit ketika mendengar kabar Sean sudah siuman dan ingatan nya kembali dari Ellyana.

"Tentu saja tidak. besan harus makan banyak setelah cukup kelelahan akhir-akhir ini.",

"Lagi pula, hari ini kita akan makan bersama.", sambungnya.

"Makan bersama?!.", tanya ibu Sean, tidak mengerti.

"Iya, kita akan makan bersama keluarga disini.",

"Anggap saja, sebagai rasa syukur karena putra kita telah sehat kembali.", jawab ibu Cellya, yang membuat ibu Sean tersenyum.

"Nak.", panggil ayah Sean, sembari membuka pintu dan masuk ke ruang perawatan Sean.

Pria paruh baya itu nampak bahagia. ia segera menghampiri Sean yang masih terbaring dan memeluknya.

"Ayah langsung kesini begitu mendengar dirimu siuman.",

"Ayah merasa bahagia dan sangat bersyukur.", ucapnya, kemudian melepas pelukannya.

"Ahh..., ayah dan mama berlebihan. seperti aku baru mati dan hidup lagi saja.", candanya di sertai gummy smile nya. membuat ketiga orang tua itu tersenyum tipis dan saling melirik. yang membuat wajah Sean mendadak terlihat sedikit bingung dengan respon ketiga nya.

"Apapun yang terjadi padamu. yang jelas, kami sangat bersyukur dan bahagia kau sudah lebih baik.", ucap ibu Sean mengalihkan pembicaraan.

"Ma, kami datang.", ucap Ellyana yang langsung masuk bersama David.

"Apa kau membawanya?.", tanya ibu Cellya yang langsung di jawab dengan senyuman serta kedipan Ellyana.

Ia menyerahkan pesanan ibunya, yang tidak lain adalah bubur kesukaan Sean dan Cellya.

"Tolong siapkan bubur untuk tuan muda.", perintah ibu Cellya pada pelayan nya, dan Ellyana segera menyerahkan paper bag berisi bubur favorit dari resto langganan mereka.

POV of Cellya

"Yakin, tidak ingin ikut liburan dulu bersama kami?!.", tanya Tresya, meyakinkan. membuat Cellya menggeleng dan tersenyum.

"Jarang-jarang loh... dapet bonus jalan-jalan karena berhasil dapet proyek gede.", ucap Tresya lagi.

"Kalian nikmati saja.",

"Bukankah kalian butuh waktu berdua lebih banyak?!.", jawab Cellya.

"Iya sih. tapi kan, sepi kalau kamu enggak ikut.", ucap Tresya, menyayangkan.

Cellya tersenyum. "Aku harus segera kembali, sebentar lagi Sean ulang tahun.",

"Percaya deh!. yang suaminya selalu bucin.", goda Tresya dan Juan bergantian, membuat Cellya tersenyum manis.

Ya, meskipun Sean kehilangan ingatan. tapi, diluar rumah mereka selalu sukses memainkan drama pasutri yang romantis dan saling pengertian.

......................

"Terimakasih. sampai disini saja.", ucap Cellya. ia segera mengambil alih troli dari tangan Juan begitu sampai di bandara.

"Mau di antar masuk?!.", tanya Juan, membuat Cellya menggeleng.

"Sampai sini saja. kalian segeralah pergi dan nikmati waktu berdua.", jawab Cellya.

Juan nampak melambaikan tangannya pada salah satu petugas bandara. dan segera saja orang yang di maksud itu datang menghampiri.

"Excuse me, can you help my friend carry the stuff?.",

"She is pregnant.", sambung Juan.

"Ofcourse.", jawabnya ramah, dan segera meraih troli itu. pria itu berlalu terlebih dulu, membawa barang ke tempat pemeriksaan sebelum masuk ke bagasi pesawat.

Tresya memeluk Cellya sebelum ia dan Juan benar-benar meninggalkan nya di bandara.

"Begitu sampai, jangan lupa telpon.", pesan Tresya setelah melepas pelukannya. Cellya tersenyum dan mengangguk.

"Sehat-sehat bumil. sampai ketemu tiga hari lagi.", sambung Juan, sembari mengusap pundak mu.

"Baiklah. sekarang, kalian harus pergi.", ucap Cellya. dan membuat kedua temannya mengangguk lalu perlahan melangkah pergi, meninggalkan nya.

Gadis itu tersenyum menatap temannya yang kian menjauh. masih nampak terlihat, sesekali Tresya berbalik dan melambaikan tangan. Cellya senang melihat kedua sejoli itu bisa menikmati waktu berdua.

Ponsel Cellya berdering. ia segera membuka tas dan mengambilnya.

Nampak jelas di layar tertulis "my husband". ya, itu nomer ponsel Sean yang lama, sebelum kecelakaan itu terjadi.

Ia nampak mengerutkan dahinya. sejak sang suami lupa ingatan, ponsel itu di simpan oleh ibu mertua nya dan tidak pernah di gunakan.

Sean di beri ponsel baru yang hanya berisi nomor kedua orangtuanya dan nomor nya. itupun, Sean tidak pernah menghubungi nya dengan ponsel baru.

Cellya tidak keberatan, karena itu juga demi kebaikan suaminya.

Dokter khawatir, terlalu cepat merangsang kerja otaknya bisa membawa dampak buruk bagi Sean, kala itu.

Siapa kira-kira yang menghubungi nya. dengan ragu ia mengangkat telfon itu.

"Sayang, kenapa lama sekali mengangkat telfon?!.", suara ini, panggilan ini, ia tau jelas siapa pemiliknya.

"By?!.", panggil seseorang di seberang.

"Are you ok?.", sambung nya. Cellya masih terdiam, ia terharu. sekian lama akhirnya dia mendengar panggilan ini lagi.

"Do you still there?.", tanya Sean lagi.

"Hello!!..., By?!.", panggil Sean memastikan.

"Ya.", jawab Cellya singkat setelah berusaha menguasai dirinya. nampak bulu mata nya basah. ia menangis haru dan bahagia.

"I miss so bad.", ucap Sean.

"Miss you to.", jawab Sean.

"Jadi, kapan kau akan pulang?!.", tanya Sean.

"Mama bilang, aku masuk rumah sakit saat kau sudah berangkat ke Singapura. itu sebabnya kau tidak menjaga ku disini.",

"Kau tau, by?!. itu membuatku sedih.", sambung Sean.

"Masuk rumah sakit?!.",

"Benarkah?. tapi, mama tidak mengatakan apapun.", ucap Cellya khawatir.

"Dia mengalami pusing yang menyebabkan pingsan. John, yang membawanya ke rumah sakit.",

"Mama, memang sengaja tidak memberi mu kabar. Mama, khawatir kamu tidak tenang di sana.",

"Jangan marah kepada mama mu juga. itu mama juga yang melarangnya mengatakan padamu.",

"Kami berencana memberitahu mu saat keadaan Sean sudah membaik.",

"Dia juga baru siuman beberapa jam yang lalu, dan langsung menanyakan mu, itu sebabnya mama meminta nya untuk menghubungi mu.", ucap ibu Sean yang segera mengambil ponsel dari tangan Sean dan menjelaskan semua pada Cellya.

......................

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!