Chapter 14

Sean masuk dan segera duduk di samping ibunya.

"Kesini dengan John?!.", tanya ibunya membuka pembicaraan.

"Aku kesini sendiri, ma.",

"John biar fokus membantu papa di perusahaan dulu.", jawabnya.

"Sayang, kondisi kamu kan belum sepenuhnya sehat.", ucap ibunya.

"Aku merasa lebih baik.", ucapnya tersenyum. Sean tidak ingin ibunya khawatir dengan kesehatan nya.

"Ma, aku baru dari kantor Cellya.", ucapnya. seketika ibu Sean menoleh menatap putra nya.

"Aku bertanya pada resepsionis tentang keberadaan Cellya.",

"Dia bilang, Cellya sedang bertugas di Singapura dan kemungkinan akan kembali hari ini bila memang, pekerjaan nya sudah selesai.", cerita nya.

"Menurut mama, apakah aku harus menunggu nya atau menyusulnya?!.", tanya Sean, kemudian.

"Mama rasa, kamu harus menunggu nya.",

"Bayangkan kalau Cellya pulang, tapi kamu malah pergi ke Singapura?!. bukankah itu sama saja?. kalian tetap tidak bisa bertemu.",

"Berbeda kalau, kamu menunggu nya. artinya, saat dia pulang kalian bisa langsung bertemu.",

"Lagi pula, kamu sedang dalam masa pemulihan. pikirkan tentang kesehatan mu.",

"Cellya juga pasti tidak suka dan sedih melihat mu sakit.", ucap ibu Sean.

Sean terdiam mendengar ucapan ibunya. ya, ucapan ibunya benar. tapi entah mengapa perasaan nya tidak enak sedari kemarin.

Sedari Cellya tidak bisa di hubungi, dan sejak Cellya berjanji akan pulang saat ulang tahun nya, tapi wanita yang di cintai nya itu tidak juga datang.

t

Ingin rasanya ia segera menyusul istrinya, memastikan bahwa istrinya baik-baik saja. tapi ia juga sadar, ibu dan ayahnya, juga mertua nya pasti tidak mengizinkan dengan alasan kesehatan nya yang belum sepenuhnya pulih.

"Ma, sebenarnya perasaanku tidak tenang sejak kemarin.",

"Sejak Cellya tidak bisa di hubungi.",

"Dia bilang, akan pulang tepat di hari ulang tahunku tapi nyatanya, dia tidak datang.",

"Aku ingin menyusul nya, untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja. hanya itu.", ucap Sean. ia mencurahkan isi hati dan ke khawatiran nya pada ibunya.

Berharap ibunya paham dan mengizinkan nya berangkat ke Singapura.

"Mama mengerti.",

"Sebenarnya, mama dan besan juga merasakan hal yang sama. tapi, besan berpesan pada mama untuk lebih fokus pada kesehatan mu.",

"Kau tau nak?!. besan diam-diam mengirim orang untuk mencari tahu istrimu.",

"Kami juga khawatir. tapi, untuk sementara ini sebaiknya kita tunggu kabar dari orang kepercayaan mertuamu.",

"Berharap dan berdoa saja, agar prasangka dan firasat buruk itu tidak benar.", ucap ibu Sean, menenangkan putranya. Sean mengangguk, menyetujui ucapan ibunya.

Pada akhirnya, Sean memilih pamit untuk pulang dan beristirahat. di setiap kesempatan, ia terus berusaha menghubungi Cellya, walau tetap tidak tersambung.

Kali ini, untuk mengobati rasa rindu pada istrinya. Sean memilih tidur di kamar Cellya.

Pintu kamar terbuka lebar. nampak tempat tidur yang masih rapi. kamar dengan dominan warna putih pada dinding nya, memang mencerminkan kepribadian penghuni nya yang suka dengan kebersihan.

Di kamar Cellya, nampak beberapa foto pernikahan dan foto-foto mereka berdua tergantung dan tersusun rapi di dinding.

Sean berkeliling, menatap setiap foto dengan senyum bahagia. momen yang tidak terlupakan seumur hidupnya.

Momen saat mereka mengucap janji suci di altar. saling bersumpah dan bersedia di hadapan tuhan untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Untuk bersumpah janji sehidup semati, dan saling menyempurnakan kekurangan.

......................

Dalam foto itu, terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar dari kedua nya.

Sean segera beranjak menaiki ranjang. ia menarik selimut dan menghadap ke bantal lain di sampingnya.

Tak lama kemudian, ia berganti posisi. memutar badannya beberapa kali, dan berganti terlentang menatap langit-langit kamar.

Ia nampak resah, pikiran nya bercabang kemana-mana. sampai malam semakin larut pun, Sean belum juga tertidur. pikiran nya, pasti tertuju pada istrinya yang belum juga bisa di hubungi.

Namun tiba-tiba, bayangan istrinya muncul. seolah-olah Cellya datang menghampiri nya, naik ke ranjang dan menemani nya berbaring saat ini.

Sean merasakan sentuhan Cellya di puncak kepalanya. membuat nya merasakan rileks, nyaman dan hatinya pun menghangat.

Perlahan Sean terlelap setelah bergelut dengan imajinasi nya.

Pagi datang, Sean sudah rapi dan bersiap. ia mau ke kantor istrinya hari ini.

Siapa tahu, ada kabar kepulangan istrinya. jadi, ia bisa segera melepas rindu.

"Selamat pagi, semua.", sapa nya dengan wajah berseri.

"Pagi.", jawab ibu dan ayahnya bersahutan.

"Ma, hari ini aku akan ke kantor Cellya.", ucap Sean sembari menerima piring berisi menu sarapannya pagi ini dari sang ibu.

"Apa besan belum mendapatkan kabar Cellya dari utusannya?!.", tanya ayah Sean. ibu Sean hanya menggeleng mendapat tatapan dari suaminya.

"Masalah nya, kenapa sampai ponselnya tidak bisa di hubungi?!.", ucap ayah Sean.

"Berpikir positif saja. mungkin ponselnya jatuh dan rusak, atau mungkin hilang.", jawab ibu Sean. sebisa mungkin, ibu Sean mengalihkan perhatian putranya agar tidak banyak berpikir hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Ya, mengingat Sean baru saja sembuh dari amnesia akibat cedera dan penyumbatan pembuluh darah di otak nya.

Sekarang satu-satunya cara adalah membuat nya tetap berpikir positif agar Sean tidak mengalami serangan panik berlebihan yang dapat membangkitkan serangan cedera dan penyumbatan pembuluh darah di otak nya lagi.

"Ayo sayang, habiskan makanan nya.", ucap ibu Sean, mengalihkan pembicaraan.

Selesai makan, dengan sigap ibu Sean mengambil kan obat dan vitamin untuk putranya.

"Minum ini sebelum pergi.", ucap ibu Sean sembari menyerahkan beberapa butir obat pada putranya.

"Aku berangkat.", ucap ayah Sean. ibunya segera memakai kan jas dan berlanjut mengantarkan suaminya ke teras sebelum mobil suaminya berlalu dari halaman rumah Sean.

Ya, selama Cellya pergi. ia meminta mertuanya untuk tinggal di rumahnya dan rumah Sean.

Bukan tanpa sebab Cellya meminta mertuanya untuk tinggal. ia tidak ingin suaminya kesepian dan tidak ada yang mengurus.

Sebenarnya ada pembantu, hanya saja Cellya merasa lebih tenang bila, suaminya di temani ibu mertuanya.

"Ma, aku berangkat.", ucap Sean yang berjalan menghampiri ibunya di teras rumah.

Wanita itu langsung beralih menoleh, menatap putranya setelah mobil suaminya menghilang di balik pagar rumah.

"Hati-hati ya?!.",

"Ingat?!. jangan terlalu capek.", pesan ibunya, mengingatkan putranya sesuai petunjuk dokter. Sean tersenyum dan mengangguk.

Ia lantas meraih tangan ibunya, mencium tangan lembut itu dan beralih mencium kedua pipi ibunya bergantian.

"Hati-hati, ya?!.", ucap ibu Sean yang kini melambaikan tangan pada putranya, saat Sean hendak masuk ke dalam mobil.

Sean segera masuk ke mobil dan duduk di belakang kemudi setelah membalas lambaian tangan ibunya.

Ia menarik nafas dan mencoba berpikir positif, berharap mendapatkan kabar baik hari ini.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!