Chapter 6

"Tok...",

"Tok...",

"Tok...",

Nani mengetuk pintu kamar Cellya sebelum memasuki nya.

"Nona.", panggilnya lirih karena melihat majikan perempuannya masih terbaring di ranjang.

Wanita paruh baya itu mendekat perlahan dan duduk di tepi ranjang.

"Nona.", panggilnya lagi.

"Nona.", untuk kesekian kalinya ia memanggil Cellya, tapi kali ini sedikit mengeraskan suaranya. Nani tidak juga mendapat respon.

"Nona!.", kali ini, dengan suara yang keras dan di sertai guncangan pada tubuh Cellya. membuat gadis itu perlahan membuka matanya.

Nampak raut wajah lega dan ******* nafas lega dari Nani. ia nampak memegangi dadanya yang sedari tadi menahan sesak, tidak mendapati respon dari Cellya.

"Sudah pagi kah?.", tanya Cellya lemah, yang baru saja membuka matanya.

"Aku kesiangan ya?!.", tambahnya.

"Kenapa nona bangun kesiangan?. apakah semalam, nona lembur lagi?.", tanya Nani. ia masih belum bisa menenangkan dirinya seutuhnya. terbukti dari tangan nya yang masih mendekap erat dadanya. tangan renta itu, nampak gemetar.

Cellya mengingat kejadian semalam, dimana ia berusaha untuk tetap bertahan saat sakitnya kambuh tanpa meminum obat.

"Nona, terlihat pucat. apa nona sakit?!.", tanya Nani. Cellya yang tersadar hanya tersenyum dan menggeleng.

"Tapi tadi Nani panggil-panggil, Nona tidak merespon.",

"Bahkan, Nani.....

"Saya hanya terlalu lelah, Nani.", sahutnya. ia memotong ucapan bibi nya, karena tidak ingin wanita paruh baya itu semakin khawatir.

"Apa Sean sudah berangkat?.",

"Apa dia sudah sarapan?.", lanjut Cellya. mengalihkan pembahasan agar, Nani tidak terlalu fokus pada kejadian pagi ini.

"Sudah.",

"Tuan, sudah sarapan dan berangkat.",

"Karena tuan sudah berangkat, Nani baru menyadari kalau nona belum bangun.", jawabnya. Cellya tersenyum mendengar ucapan asisten rumah tangga yang selalu memperhatikan dia dan suaminya itu.

"Baiklah, Nani. aku akan bersiap sekarang.", ucapnya. ia kemudian beranjak dari tempat tidur nya.

"Tolong, buat kan segelas susu coklat hangat ya!.",

"Pagi ini, aku ingin meminum nya.", pinta Cellya, yang segera di angguki oleh Nani.

Nani segera keluar kamar, untuk menyiapkan sarapan pagi Cellya. sementara sang Nona segera bersiap-siap.

Karena jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih. Cellya, tidak berlama-lama untuk bersiap dan sarapan.

Seperlunya saja, setelah itu ia segera pamit pada Nani untuk berangkat ke kantor.

"Berangkat dulu, Nani.", pamitnya setelah meneguk habis susu hangat nya.

"Sarapan nya, non.", teriak Nani pada Cellya karena melihat sarapan milik Cellya masih utuh di meja.

"Sarapan di kantor saja, Nani.", jawabnya dari garasi mobil.

POV of Sean

Pagi ini sudah beberapa kali Sean melakukan kesalahan. baik saat bertemu dengan klien, ataupun saat memberi tugas pada sekertaris dan saat meeting.

Entah itu tiba-tiba karena melihat seseorang yang sama dengan gambaran-gambaran yang muncul di kepalanya atau tiba-tiba pandangan nya yang tidak fokus sehingga, terkadang saat menjawab dan menanggapi klien serta asisten nya keluar dari topik pembicaraan dan pembahasan.

"Tuan. apakah anda baik-baik saja?." , tanya John. ia nampak sedikit khawatir dengan kondisi tuannya.

"Aku merasa bingung dan tidak nyaman.", jawab Sean.

"Perlukah kita ke dokter, tuan?.", saya akan mengantar anda.", tawarnya.

"Selesai kan dulu pekerjaan mu!. setelah nya, antar aku.",

"Aku mau istirahat sebentar.",

Sean segera masuk ke ruang pribadinya. ia menutup pintu dan merebahkan tubuhnya di sana.

Tatapannya menatap langit-langit kamar pribadinya. ia tidak tau ada apa dengan dirinya.

Seringkali bayangan dan gambaran tak jelas melintas di kepalanya, membuatnya tak bisa fokus pada pekerjaan dan nyaris mengacaukan beberapa pertemuan yang membahas kerjasama dengan relasi nya.

Sean mengambil ponselnya, ia nampak memainkannya. tidak jelas apa yang ingin dia lakukan dengan ponsel itu.

Sean hanya membuka galeri, video dan beberapa berkas yang tersimpan di ponselnya. dan saat membuka berkas, ia tidak sengaja menemukan sebuah pesan suara.

......................

"Hai by... aku tau, kamu pasti lagi sibuk dan gak bisa nerima telfon aku saat ini. but, aku cuma mau kasih tau kamu kalau aku .... di terima di perusahaan impian aku dong!.. akhirnya, aku bisa bergabung dengan desainer-desainer hebat. ouwh... i'm so happy!!... dan sebagai hadiah atas keberhasilan aku, pas kita ketemu nanti, aku mau nagih sesuatu ke kamu. ok, by?!."

Serasa ada yang berbicara langsung kepada nya, saat Sean memutar audio itu. ia mengenali suara itu dengan baik, bahkan bayangan orang yang berbicara itu nampak di pikiran nya. hanya saja, lagi-lagi Sean tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Kepala nya kembali berdenyut. ia benar-benar merasakan pusing dan sakit disaat bersamaan. nafasnya tiba-tiba sesak saat nampak bayangan itu berkelebat lagi di kepalanya.

Suara canda tawa yang khas. senyum sumringah yang terus terlintas di kepalanya dan terakhir, nampak wajah samar di balik kelambu yang menari-nari tertiup angin pantai.

Nampak juga gadis itu berputar mengekspresikan kebahagiaan nya sementara Sean terus mengikuti langkahnya.

Sean bangun. ia berusaha meredakan rasa panik yang menyelimuti nya saat melihat samar wajah gadis di kepalanya.

Tangan nya meraba ke atas nakas. berusaha meraih gelas lalu menuangkan air, namun rasa cemasnya membuat gelas dan teko kristal itu jatuh.

"Prang.....",

Suara itu berhasil membuat John yang sedang mengerjakan pekerjaannya di ruang sang tuan segera berlari memasuki kamar pribadi sang majikan tanpa permisi.

"Tuan, anda baik-baik saja?.", ia segera menghampiri Sean yang nampak terduduk seraya memegangi kepalanya.

Bayangan-bayangan itu terus berputar di pikiran nya. membuat bulir-bulir keringat dingin keluar dari keningnya.

"Tuan. mari kita ke rumah sakit.", ajaknya. Dengan sigap ia meraih lengan Sean dan memapah pria yang sudah lemas itu keluar dari ruangan nya.

"Tolong bantuannya.", pintanya ketika bertemu dengan salah seorang office boy yang sedang bertugas.

Tanpa basa-basi office boy itu segera membantu John memapah Sean. mereka memasuki lift menuju lantai dasar.

Nampak Sean sudah tidak sadarkan diri. membuat John semakin khawatir dengan kondisi majikannya.

Begitu pintu lift terbuka, mereka segera membopong Sean menuju lobby untuk menunggu mobil.

Tidak berselang lama, mobil sudah terparkir di depan gedung kantor. seseorang nampak turun dan terburu-buru membuka pintu untuk John dan Sean.

Setelah nya, John mendudukkan Sean di jok belakang. memasang set belt, menutup pintu penumpang dan segera mengambil alih kemudi.

Dengan kecepatan penuh, ia melaju menuju rumah sakit terdekat.

Mobil terparkir di depan sebuah rumah sakit dan para perawat serta dokter segera menghampiri dengan mendorong brankar.

Sean segera di pindahkan dari mobil ke bed. selanjutnya para perawat dan dokter segera membawa Sean ke dalam untuk di lakukan tindakan.

...****************...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!