Chapter 17

Kurang lebih sepekan Sean di rawat di rumah sakit. ya, ibu Cellya hanya ingin Sean di pantau sampai benar-benar sehat. ia khawatir kejadian seperti kemarin terulang kembali.

Sean nampak sudah segar. ia menatap taman rumah sakit dari balik jendela kamarnya.

Infus nya telah di lepas, dan kini ia sedang menunggu proses administrasi selesai, setelah itu langsung pulang.

Hari ini sepulang dari rumah sakit, ibu Cellya meminta Sean untuk istirahat lebih dulu.

Ia meyakinkan menantunya dengan kabar pencarian Cellya.

"Sudah siap untuk pulang?!.", tanya ibu Cellya yang baru saja masuk ke ruangan, membuat pria yang berdiri di dekat jendela itu menoleh.

"Mama, datang?!.", tanyanya. ibu Cellya mengangguk. tidak lama kemudian, ibu Sean yang selesai bertemu dengan dokter sudah kembali bergabung bersama mereka.

Asisten ibu Cellya segera mengambil barang-barang milik Sean dan membawa nya ke mobil.

"Mama tidak ada pekerjaan hari ini?!.", tanya Sean, pada mertuanya.

"Mama ada janji dengan orang, sekitar setengah jam lagi.", ucapnya sembari melihat jam merek Cartier yang melingkar di tangan nya.

"Dekat dengan rumah sakit?!.", tanya Sean. ia menanyakan tempat janjian ibu mertua nya.

"Ya.", jawab ibu Cellya singkat.

"Baiklah. ayo kita pulang sekarang!.", ajak ibu Sean. mereka segera melangkah menyusuri lorong dan keluar dari rumah sakit.

"Besan. kita berpisah disini, ya?!.",

"Aku harus menemui seseorang.", pamit ibu Cellya, membuat ibu Sean tersenyum dan mengangguk.

"Terimakasih untuk semuanya, besan.", ucap ibu Sean, membuat besannya tersenyum.

"Untuk apa berterima kasih?!.",

"Sean adalah putraku. sudah sewajarnya, aku selalu mensupport dan membantunya.", jawab ibu Cellya.

"Baiklah. sepertinya aku harus segera pergi.",

"Jaga kesehatan mu baik-baik, ya?!.",

"Karena dengan sehat kita bisa menemukan istrimu.", ucap ibu Cellya. ia pamit dan memeluk menantu serta besannya bergantian.

"Dengar kan, mama!.",

"Begitu sampai rumah, langsung istirahat. dengarkan semua perkataan mama mu.",

"Mama janji akan membawa kabar baik untuk mu.", ucap ibu Cellya sebelum berlalu pergi meninggalkan menantu dan besannya.

Sean tersenyum dan mengangguk. "Bye..", ucap ibu Cellya melambaikan tangan dan beranjak pergi.

CEO di perusahaan milik almarhum suaminya itu segera masuk ke mobil Porsche nya.

Tidak lama kemudian, mobil sebuah mobil merk Bentley mendekat. seseorang segera membukakan pintu untuk Sean dan ibunya.

Ya, hari ini mereka di jemput sopir ibu Sean. Sean tidak di izinkan mengendarai mobil sendiri untuk sementara waktu.

POV ibu Cellya.

Ia baru saja sampai dan mulai memasuki sebuah cafe. nampak ibu Cellya berjalan menghampiri meja yang sudah ia pesan.

"Selamat siang, nyonya.", sapa gadis yang segera berdiri dari kursi yang telah di pesan oleh ibu Cellya. mereka nampak membungkuk kan badannya dan memberi hormat.

Ibu Cellya tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk kembali, setelah ibu Cellya duduk.

"Kalian sudah pesan?!.", tanya ibu Cellya.

"Tidak usah repot-repot, nyonya.", jawab pria di sebelah nya, yang tidak lain adalah kekasih si gadis. ibu Cellya tersenyum lagi.

"Tidak perlu sungkan, tidak enak ataupun takut.",

"Aku hanya ingin tau, seberapa dekat kalian dengan putriku?!.", ucapnya. ibu Cellya lantas memanggil pelayan cafe.

"Ada yang bisa di bantu, nyonya?!.", tanya pelayan tersebut begitu berdiri di samping meja mereka.

"Berikan kami beberapa camilan dan minuman untuk menemani waktu ngobrol santai kami.", jawab ibu Cellya, yang segera di angguki, sebelum pelayan itu pergi.

......................

"Jadi, kami mengantar nya.", ucap Tresya mengakhiri ceritanya.

"Kalian mengantar sampai masuk bandara?.", tanya ibu Cellya. mereka menggeleng. nampak raut wajah penuh penyesalan pada Tresya.

"Lalu?!.", ibu Cellya menyelidik.

"Kami hanya mengantar sampai pintu masuk bandara, nyonya.",

"Itupun, atas permintaan Cellya.",

"Tapi kami yakin, dia sudah masuk ke dalam setelah kami pergi.", sahut Juan.

"Bagaimana kalian bisa yakin?!.", tanya ibu Cellya tidak percaya.

"Sebelum kami pergi, kami sudah meminta petugas untuk membantu membawa barang-barangnya.",

"Kami melihat sendiri petugas itu membantu Cellya.", ucap Juan.

"Selanjutnya, kami segera pergi karena permintaan nya.",

"Bahkan, kami sempat menoleh dan melihat nya mulai masuk dan mengikuti petugas itu.", tambah Tresya, mengenang saat-saat terakhir melihat Cellya.

"Nyonya, jika nyonya mengizinkan. kami bisa membantu.", ucap Tresya. ia sangat merasa bersalah tidak memastikan sahabat nya pulang dengan selamat.

"Terimakasih.", jawab ibu Cellya sembari mengangguk, setelah cukup lama terdiam dalam pikirannya.

Wanita paruh baya itu, nampak meminum seteguk teh susu di depannya.

"Aku rasa, pertemuan kali ini cukup sampai disini.",

"Aku masih ada janji dengan seseorang.",

"Kalian nikmatilah dulu.", ucapnya setelah meletakkan cangkir di meja.

Ibu Cellya berdiri, tak lupa memberikan hormat pada kedua teman Cellya.

"Terimakasih.", ucapnya, sembari membungkuk kan badannya. kedua teman putrinya pun, membalas dengan hal yang sama.

"Jika mendengar kabar dari Cellya, atau jika dia sudah bisa di hubungi, tolong beritahu kami.", ucapnya terakhir kali.

"Tentu, nyonya.", ucap Tresya dan Juan bergantian. ibu Cellya tersenyum sebelum pergi.

Nampak seorang sopir sudah membukakan pintu mobil untuk majikannya yang sedang berjalan keluar dari cafe.

Ia membungkuk kan badannya penuh hormat. begitu ibu Cellya masuk dan duduk di jok belakang, mobil Porsche itu segera melaju meninggalkan cafe itu.

"Suruh anak buah mu ke bandara. pastikan mereka mendapatkan informasi tentang putriku.", ucapnya pada asisten yang sedang melajukan kemudi mobilnya.

"Baik, nyonya.", jawabnya singkat.

Pikiran nya semakin berkecamuk. entah bagaimana ia akan mengatakan pada menantunya bahwa, istrinya benar-benar sudah di pastikan pulang naik pesawat sesuai jadwal tiket yang di perlihatkan oleh Tresya.

Tapi, bagaimana ia menjawab pertanyaan menantunya saat bertanya, kenapa putrinya tidak pulang ke rumah jika memang dia sudah menaiki pesawat itu?!.

Apakah Cellya menyerah karena Sean tidak juga mengingat nya lagi?!.

Tentu itu adalah hal yang mustahil. Dia mengenal betul bagaimana watak, pemikiran, pendirian dan seberapa besar cinta putrinya pada Sean.

Lalu, adakah opsi lain?!. Cellya tertinggal pesawat mungkin?. ah, entahlah. mungkin akan terjawab nanti saat orang suruhannya sudah membawa kabar berita dari bandara.

"Nyonya, sekertaris Queen mengirim pesan.",

"Mengingatkan, ada rapat pemegang saham siang ini.", ucap asisten nya.

"Mm..", jawab ibu Cellya singkat. ia masih setia memandang pemandangan sekitar dari balik jendela mobilnya.

"Nyonya, akan hadir?!.", tanya asisten nya, memastikan.

"Tentu.", jawab ibu Cellya.

"Suruh sekertaris Queen, menyiapkan semuanya.", sambungnya setelah beberapa saat.

"Baik, nyonya.",

Mobil itu akhirnya, berhenti di depan kantor milik ibu Cellya. asisten Han, segera membuka pintu untuk majikan nya.

"Pastikan anak buah mu, melakukan pekerjaannya dengan benar.", ucap ibu Cellya sebelum memasuki gedung perkantoran nya.

"Mengerti, nyonya.", jawab asisten Han.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!