"Nani?.", panggil Sean dengan suara rendahnya.
"Mm..., saya panggil nyonya dulu, tuan.", ucap maid. ia segera keluar dari kamar Sean, menuruni tangga dan menghampiri ibu Sean dan ibu Cellya.
"Nyonya.", sapa nya. ia lantas memberikan hormat pada keduanya.
"Tuan, menanyakan barang-barang nona. kenapa tidak ada satupun barang nona, dikamar tuan?!.", ucap maid. membuat kedua orang tua itu saling beradu pandang.
"Selesai kan pekerjaan mu.", ucap ibu Cellya. dan pelayan itu hanya mengangguk lalu pamit pergi.
Ibu Cellya menatap ibu Sean sekilas, lalu mereka beranjak dari duduk, menaiki tangga dan segera menghampiri Sean yang masih berada di kamar nya.
"Kenapa tidak istirahat?!.", tanya ibu Cellya begitu masuk. ibu Sean segera duduk di samping putranya.
"Ma, kenapa tidak ada barang-barang Cellya di kamar ku?.", tanyanya. ibu Sean menatap ibu Cellya, dan Presdir perusahaan itu mengangguk sekilas, memberi isyarat.
"Semenjak kamu sakit, Cellya tidur di kamar bawah. dokter mengatakan bahwa kamu butuh ketenangan, jadi Cellya memilih tidur terpisah.", jawab ibu Sean.
"Benarkah?!.",
"Tapi aku tidak mengingat apapun.",
"Apakah sakit ku parah, sampai kami harus pisah kamar?!.", tanya Sean.
"Sesuai dengan petunjuk dokter. selama perawatan, dirimu harus benar-benar tenang.",
"Emosi tidak boleh terpancing, yang akan memperburuk kesehatan mu. itu sebabnya, Cellya memilih tidur di kamar bawah.", sahut ibu Cellya yang melihat wajah ibu Sean sedikit kebingungan menjawab pertanyaan putranya.
"Itu artinya, selama aku sakit dia tidak merawat ku?!.", gumam sean. ia nampak menunduk sedih.
"Itu tidak benar.",
"Cellya merawat mu siang malam. memastikan semua yang kau butuhkan siap dan terpenuhi.",
"Ia selalu mengontrol kondisi dan kesehatan mu.",
"Menjaga asupan makanan mu dengan baik.",
"Bahkan saat kau sudah tidur. ia masuk kamar, dan menyelimuti mu dengan benar.",
"Dia baru beristirahat dengan baik, bila kau sudah tertidur lelap.", ucap ibu Sean, menghibur putra nya.
"Apa penyakit ku?!. sampai harus membuat kami pisah kamar.",
"Dia pasti sedih selama aku sakit.",
"Dia terbiasa manja sebelum tidur.", ucap Sean lirih.
"Kau bisa menebus nya saat dia pulang nanti.",
"Cellya sangat mencintaimu. dia tau apapun yang terbaik untuk mu.", ucap ibu Sean, mengusap punggung putranya.
"Kau mengerti benar bagaimana dia?!. sedikit berkorban bila itu untuk kebaikan mu, bukanlah hal yang sulit untuk nya.", sahut ibu Cellya. Sean mengangguk pelan.
"Mm..., saat dia pulang. aku akan menebus semuanya.", ucap Sean.
"Baiklah. sekarang, kau hanya perlu istirahat.",
"Ingat!, dia tidak suka jika kau mengabaikan kesehatan mu sendiri.", ucap ibu Cellya. Sean tersenyum dan mengangguk.
"Kalau begitu, kami keluar dulu.",
"Istirahat lah dengan baik. mengerti?!.", ucap ibu Sean.
"Iya, ma.", jawabnya. dan mereka pun segera keluar dari kamar Sean.
Nampak jelas kelegaan di wajah keduanya begitu keluar dari kamar.
Waktu menunjukkan sore hari. semua sedang bersiap untuk menyambut ulang tahun Sean.
Kedua ibu nampak sedang duduk di depan meja rias dan sedang di make up oleh tata rias pribadi mereka.
Sementara Ellyana dan David sedang berkeliling untuk mengecek kembali semua persiapan, dan memastikan kesiapannya.
Nampak sesekali Ellyana memberi arahan pada pelayan untuk meletakkan dan menata hidangan, camilan dan beberapa minuman di meja.
Sedangkan ayah Sean baru saja datang dan segera di arahkan ke kamar tamu untuk berganti pakaian.
......................
Acara sudah di mulai, namun Cellya belum juga terlihat. Sean yang menuruni tangga berusaha mencari istrinya. ia memperhatikan setiap tamu yang datang.
Sesekali, pria itu tersenyum pada setiap kerabat, kolega dan tamu undangan yang hadir dan menyapa nya.
Sampai akhirnya, ia merasa lelah dan memutuskan untuk keluar dan duduk di taman rumah nya.
Ia duduk di sebuah ayunan. ia ingat betul ketika pertama kali membeli dan menempati rumah ini, Cellya paling senang duduk di ayunan ini sembari menunggu Sean pulang.
Sean nampak menghela nafas dalam, ia mendongak menatap langit malam yang tidak banyak hiasan bintang malam ini.
Pikiran nya menerawang, berharap segera melihat istrinya datang dan memeluknya.
Ia sangat merindukan sosok yang selalu manja kepada nya itu. sosok yang selalu membuat nya tersenyum hanya dengan sifat manjanya.
Sosok yang selalu minta di peluk, di usap kepalanya, di cium keningnya dan selalu ingin di perhatikan saat mereka bersama.
Ya, itulah sosok Cellya yang sesungguhnya. sosok yang luar biasa manja dan harus menjadi kuat saat suaminya sakit dan hilang ingatan.
Sebuah mobil terparkir di halaman rumah nya, dan itu membuat Sean segera berdiri dari kursi ayunan. ia menunggu dan berharap istrinya lah yang datang.
Sean nampak tersenyum ketika pintu mobil terbuka dan melihat seorang gadis keluar dari sana. tapi, senyum nya memudar saat gadis itu berjalan ke arahnya dan mendekat.
"Selamat malam, tuan Sean.", ucapnya kemudian membungkuk dan memberi hormat.
"Saya Kim Mina, mewakili ayah saya Kim Dhan dari perusahaan Kim Corp mengucapkan, selamat ulang tahun.",
"Semoga anda sehat selalu, panjang umur dan semakin sukses.", sambungnya.
Sean mengangguk dan tersenyum sekilas.
"Ayah saya sedang sedikit tidak enak badan. jadi, beliau hanya menitipkan hadiah kecil ini untuk tuan.", ucapnya. nampak seorang ajudan menyerahkan paper bag yang berisi bingkisan pada Sean.
"Kami tahu, ini tidak seberapa. tapi, kami harap tuan bisa menerimanya.", lanjutnya.
"Terimakasih atas kehadirannya. tuan Kim seharusnya tidak perlu repot dan sungkan.", ucap Sean, seraya menerima bingkisan itu.
"Semoga tuan Kim cepat sembuh. dan terimakasih atas hadiahnya.", sambung Sean. membuat gadis yang berdiri di depan nya itu tersenyum.
Sean nampak memanggil salah seorang ajudan nya yang berjaga di pintu rumah.
Pria bertubuh besar itu segera menghampiri majikan nya.
"Tolong antar nona Kim untuk masuk dan bertemu dengan papa dan mama.", perintah nya, begitu ajudan itu datang dan memberi hormat pada Sean dan tamunya.
"Baik tuan.", jawabnya.
"Oh ya. silahkan masuk dan nikmati pesta nya.", ucap Sean pada tamunya. putri dari keluarga Kim mengangguk dan memberi hormat pada Sean sebelum pergi.
"Mari, nona!.", ucap ajudan itu, kemudian berjalan lebih dulu dan putri dari keluarga Kim itupun, mengikutinya. tak lupa, Sean memberikan paper bag itu pada ajudan nya untuk di simpan di kamar nya.
Sesuai perintah Sean. ajudan itu mengantarkan tamu perempuan itu bertemu dengan papa dan kedua mama nya.
Pada akhirnya, pesta perayaan ulang tahun itu pun selesai. tapi, sampai semua tamu pulang Cellya belum juga datang.
Kedua mama nya dan saudara Cellya sudah membujuk Sean untuk beristirahat di kamar. tapi pria itu menolak.
Ia yakin istrinya akan segera datang. jadi, ia memutuskan untuk tetap terjaga di ruang tamu tempat pesta di laksanakan tadi.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments