Chapter 2

Sean menarik tubuh Cellya hingga, akhirnya mereka Cellya benar-benar jatuh dalam pelukan Sean.

Ia merangkup wajah istrinya, menatap matanya dalam dan mulai mendekatkan wajahnya pada Cellya.

"Tidak!. jangan Sean, jangan!!...", ucap Cellya pelan. ia berusaha menolak karena, ia tau esoknya pasti ada perdebatan dan perseteruan seperti yang sudah-sudah.

"Aku mencintaimu.", hanya itu yang terucap dari bibir Sean yang terus berusaha dekat dengan Cellya. bahkan kini, pelukan pada pinggang Cellya yang berada di atas tubuhnya semakin mengerat.

"Sean, tidak ak.....

"Mmph...., kalimat nya urung selesai. Sean telah berhasil menyambar bibir tipis milik istrinya.

"Hahh!!...", seru Cellya ketika berhasil melepaskan ciuman Sean. ia nampak sedikit lega dan mengambil nafas dalam.

Namun tak berlangsung lama. Sean, berhasil memindahkan posisi mereka. kali ini, ganti dia yang berada di atas, menindih tubuh Cellya.

"Sean, ini tidak benar. ok?!.",

"Aku mohon jangan lakukan ini.", sambungnya.

"Aku sangat mencintaimu, Cellya.", ucapnya. sebelum akhirnya, berlanjut mencumbu istrinya.

Malam itu, seperti biasa saat Sean mabuk. sekuat apapun Cellya berontak tidak akan bisa lolos dari cumbuan suaminya.

Sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hal itu, karena mereka memang suami istri. tapi, setiap kali percumbuan itu terjadi. setiap itu juga, akan ada amarah Sean yang harus ia terima.

Ya, itu di lakukan saat Sean mabuk. dan ia selalu mengira bahwa Cellya, mencari kesempatan melakukan hubungan intim saat ia mabuk agar mereka tidak bisa bercerai.

Percumbuan panas itu baru saja selesai setelah Sean, mengeluarkan semua hasrat nya. ia nampak lemas menindih tubuh Cellya.

Nafasnya yang terdengar tidak beraturan tadi, perlahan mereda. ia nampak masih menggeletakkan kepalanya di dada Cellya, sebelum akhirnya mengecup kening Cellya untuk sesaat dan beralih merebahkan tubuhnya di samping Cellya.

Sean nampak kelelahan, matanya terpejam. nampak tau wajah nya terlihat lega dan bahagia.

Cellya beringsut perlahan dari ranjang. ia tidak ingin membuat Sean terbangun. untuk sejenak, dia duduk di tepi ranjang sambil memunguti bajunya yang berserakan dimana-mana. namun ketika ia hendak berdiri, ia merasakan ada yang menarik tangan nya.

"Mau kemana?!.", tanya Sean. membuat ia sedikit terkejut.

"Ahh..., mandi.", jawab Cellya.

"Temani aku sebentar lagi.", pinta Sean. tangannya masih menggenggam tangan Cellya.

"Aku mohon!.', pintanya sekali lagi, yang membuat Cellya akhirnya luluh, dengan permintaan suami dan segera mendudukkan dirinya di ranjang.

Sean tersenyum manis. ia meraih pinggang Cellya agar lebih dekat dengan nya. Sean juga menarik selimut dan menyelimuti kaki Cellya. sementara ia, tidur di pangkuan istrinya, dan Cellya bersandar pada dinding ranjang.

"Sayang, kapan di perutmu ada baby kita?!.", tanyanya. Cellya tau, itu pertanyaan ngelantur seorang laki-laki yang sedang mabuk. jadi, ia hanya diam tak menjawabnya.

"Aku ingin baby.", sambung Sean.

"Baby yang cantik seperti kamu, dan tampan seperti aku.",

Sekali lagi Cellya hanya diam. ia nampak bingung dan takut mendengar ucapan Sean barusan.

"Berjanjilah!..., kita akan punya banyak baby agar rumah kita ramai, seperti janji kita dulu.", sambungnya lagi, namun kali ini matanya mulai terpejam, dan suaranya mulai berat.

Ya, Sean mulai tertidur akibat mabuk dan kelelahan. diam-diam Cellya menghapus bulir bening yang mulai jatuh di kedua pipinya.

Pikiran nya berkelana, bagaimana kalau ada baby, tapi Sean tidak mau mengakui?!. mengingat bagaimana marahnya Sean, setiap kali mereka selesai berhubungan karena Sean mabuk.

Atau, bagaimana kalau ada baby tapi Sean belum juga pulih ingatannya?!. bahkan ingatannya tidak pernah kembali lagi. apa ia mau menerima kenyataan yang ada?!. mau menerima baby yang lahir dari rahim nya?!.

Entahlah, pertanyaan dan kekhawatiran itu membuat Cellya cepat-cepat menghapus air yang menggenang di pelupuk matanya.

...----------------...

Cellya memastikan Sean tertidur pulas sebelum memindahkan kepala suaminya. ia memastikan Sean nyaman sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar Sean, dan segera turun ke lantai bawah menuju kamar nya.

Cellya segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. bekas kecupan, tanda kepemilikan dari suaminya tersebar di beberapa bagian tubuh nya. sangat kontras, sehingga sangat nampak di kulit nya yang putih bersih.

Ia terduduk di bawah guyuran shower. tak ada yang tau apa yang dia pikirkan saat ini. begitu selesai, Cellya hanya keluar dari kamar mandi, mengganti pakaian dengan piyama dan naik ke ranjang nya.

Pagi menyambut.

hanya beberapa jam saja dia tertidur, sebelum akhirnya terbangun karena alarm jam yang terus berbunyi. ia segera bangun, mencuci muka dan bersiap ke dapur.

Sebagai seorang istri, salah satu tugasnya sehari-hari adalah memasak untuk suami. meskipun, terkadang Sean tak menyentuh makanan yang ia buat.

Tangan Cellya, nampak begitu terampil. mengupas bawang, memotong kentang dan bahan-bahan dapur lainnya.

Ia juga nampak lihai memasak, sebelum akhirnya semua hidangan itu berhasil tersaji semua di meja makan.

"Kau melakukan nya lagi?!.", sebuah suara yang khas berhasil menarik perhatiannya. membuat Cellya menoleh ke arah tangga.

Nampak suaminya sudah berdiri di tangga dengan piyamanya. Cellya terdiam mendengar nya. percuma di jelaskan, berulang kali pun akan tetap sama.

"Harus aku katakan berapa kali, nona Amira Cellya Christian bahwa, sebanyak apapun kau melakukan hal itu padaku. aku, tetap pada pendirian ku. kita akan tetap bercerai nanti.", ucapnya tegas. membuat Cellya hanya diam. ia nampak menghela nafas dalam.

"Cara kotor mu ini, tidak akan pernah mempengaruhi keputusan ku untuk menggugat cerai dirimu secepatnya.", sambung nya sebelum ia berbalik menaiki tangga. membuat Cellya menatap punggung suaminya dengan mata berkaca-kaca.

"Oh ya!. satu lagi.", ucap Sean, yang menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arah Cellya, sehingga membuat gadis itu, dengan cepat bereaksi mengalihkan pandangannya pada semua sajian di atas meja.

"Dengarkan ini baik-baik!.", sambung Sean. langkah nya menuruni tangga dan berhenti di samping istrinya.

Ia meraih wajah Cellya, menekan jari-jari tangannya pada kedua sisi pipi istrinya untuk memastikan, Cellya mendengar perkataan nya dengan jelas.

"Jangan lupa untuk meminum obat penunda kehamilan. karena jika sampai kau hamil, aku tidak akan pernah sudi mengakui keberadaannya.",

"Aku tidak peduli dengan status ku yang akan di coret dari daftar nama keluarga, hanya karena menceraikan mu. karena percuma juga aku memiliki segalanya tapi, harus hidup bersama mu selama nya. hidup seperti ini, melihat mu dengan tipu daya dan sandiwara mu ini, rasanya lebih baik jika aku hidup di neraka.", sambung nya. ia menghempaskan wajah Cellya kasar.

Sean berjalan menaiki tangga menuju kamar nya tanpa menoleh lagi, setelah nya. membuat Cellya yang di tinggal kan segera menghapus air mata yang sedari tadi di tahannya agar tidak jatuh di hadapan suaminya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!