Chapter 4

Cellya dan dokter Lin kembali ke ruangan pemeriksaan dokter Lin. dan kini mereka sudah duduk berhadapan.

"Nona. kemungkinan besar, ini yang jadi penyebab pengobatan kita terhambat selama sebulan ini.",

"Bagaimanapun, hormon kehamilan sangat berpengaruh.", sambungnya.

"Lalu bagaimana?!.", tanya Cellya.

"Saran saya, lebih baik di gugurkan.", jawab dokter Lin yang membuat Cellya mendelik seketika. ia terkejut dan tidak percaya dokter Lin mengatakan hal itu.

"Kenapa?!.", tanyanya emosional, namun masih berusaha tenang.

"Karena pengobatan ini sangat berpengaruh pada janinnya.",

"Janinnya akan sulit untuk berkembang karena efek obat dan terapi yang nona, jalani. tapi jika kita menghentikan pengobatan nya sekarang, dan memilih mempertahankan janinnya, maka yang kita lakukan beberapa bulan ini akan sia-sia.", sambung dokter Lin. mencoba memberi pengertian.

"Jika nona bersedia untuk melanjutkan pengobatan. saat nona, sembuh nona bisa hamil lagi.", dokter Lin masih berusaha membujuk dan memberi pengertian Cellya yang nampak shock dan terkejut dengan ucapan dokter.

Ia terdiam beberapa saat. ingat akan Sean yang sangat menginginkan bayi ini. ingat akan janji mereka, meramaikan rumah dengan suara-suara bayi mereka.

"Apakah aku sudah pasti akan hidup?.",

"Apakah sudah pasti akan berumur panjang?!.",

"Apakah sudah pasti aku bisa hamil lagi?.", tanya Cellya beruntun, setelah lama terdiam. membuat dokter Lin sedikit terkejut.

"Dokter sendiri pernah bilang, hanya lima persen dari penderita penyakit ini, yang bisa hidup antara 12-15 tahun. selebihnya, mereka tidak bisa bertahan lebih dari satu tahun.", ucap Cellya.

"Saya tau akhirnya, seberapa keras saya berusaha. seberapa kuat saya melakukan pengobatan, hasilnya akan tetap sama.",

"Saya, tidak pernah berharap untuk sembuh ataupun berumur panjang. saya, hanya berharap penyakit ini tidak menganggu pikiran dan ingatan saya. itulah, tujuan pengobatan saya.",

"Jadi, kalau dokter menyarankan untuk menggugurkan bayi ini. mungkin, jawabannya adalah tidak. saya, tidak akan melakukan nya.",

"Tapi....",

"Setidaknya, saya masih bisa memperjuangkan satu nyawa, satu kehidupan yang mungkin akan menjadi penghibur bagi keluarga saya, ketika saya pergi.", jawabnya tegas, namun tenang. membuat dokter muda itu terdiam.

Cellya menggeser kursinya, ia berdiri dengan tegar dan tenang.

"Terimakasih untuk waktu nya hari ini, dokter. mungkin lain waktu jika saya membutuhkan dokter, saya akan berkunjung lagi. terimakasih.", ucap Cellya pamit. mengakhiri pertemuan pagi ini.

Ia membungkuk, memberi hormat pada dokter Lin sebelum pergi, dan dokter Lin pun membalas nya sama.

POV of Sean.

Ia menuruni tangga rumahnya sembari memegang keningnya. mungkin masih sedikit pusing efek mabuk berat semalam.

Langkah nya santai berjalan ke arah meja makan. ia meraih segelas jus dan meminumnya. bukan tidak melihat kertas yang di tinggalkan istrinya, tapi ia lebih memilih tak menghiraukannya.

Sarapan yang Cellya buat, lagi-lagi tidak di sentuh. setelah meminum jus ia pergi begitu saja.

"Selamat pagi, tuan.", sapa John. memberi salam, hormat dan segera membuka pintu mobil untuk tuannya.

Ia segera menutup pintu mobil, begitu Sean sudah masuk dan duduk dengan benar.

"Langsung ke kantor, tuan?!.",

"Hmm...", jawabnya.

Ia nampak memijit keningnya dan mengerjapkan matanya beberapa kali.

"Tuan, sedang kurang sehat?!.", tanya John. berusaha mencairkan suasana di perjalanan menuju kantor.

"Ah.. tidak. hanya seperti nya ada masalah dengan mataku.", jawabnya.

"Perlu ke dokter, tuan?.", tanyanya lagi.

"Langsung ke kantor saja. aku ada pertemuan penting pagi ini.", jawab nya.

"Baik, tuan.",

Sean menyandarkan kepalanya di kursi mobil. ia memejamkan matanya, berharap saat sampai di kantor penglihatannya tidak kabur lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Begitu sampai, John segera membukakan pintu dan mempersilahkan tuannya turun.

Nampak Sean merapikan jas nya sebelum menuruni mobil. ia menarik nafas lega begitu sudah berdiri di samping mobilnya.

John segera memberi kunci mobil pada penjaga agar, mereka dapat memarkirkan mobil tuannya.

Sean berjalan memasuki gedung kantor nya. nampak semua karyawan yang berjumpa dengannya membungkuk memberi hormat dan mengucapkan selamat pagi.

Ia terus berjalan, namun langkah nya terhenti ketika melewati ruang tunggu yang di desain seperti taman.

Sekejap mata, nampak ia melihat seorang gadis begitu sumringah saat ada seorang pria keluar dari lift dan menghampirinya. namun, wajah keduanya tidak jelas.

Sean merasa sedikit pusing, dan pandangan nya terganggu lagi. ia nampak mengerjapkan matanya lagi, namun saat ia melihat ke arah taman itu lagi, mereka tidak ada.

Ia nampak memegangi kepala lalu memijit pangkal hidung nya.

"Anda baik-baik saja, tuan?.", tanya John. ia khawatir melihat sang majikan.

"Sedikit pusing.", jawabnya. Sean membuka matanya lagi, lalu memandang ke sekitar tempat tunggu itu lagi.

"Kenapa, tuan?!.",

"Apakah kau, melihat sepasang kekasih tadi?!.",

"Sepasang kekasih?!.", tanya John, memastikan. Sean mengangguk.

"Tidak ada siapapun di tempat tunggu itu, tuan. dari tadi tidak ada orang di sana.", jawabnya. meyakinkan.

"Benarkah?!.",

"Mm....",

"Tuan merasa tidak enak badan?!.", sambungnya.

"Apa perlu ke dokter untuk medical check up?!.", tanya John lagi.

"Aku rasa, ini hanya efek alkohol semalam.",

"Bawa aku, keruang kerjaku agar aku, bisa istirahat sebentar sebelum bertemu dengan klien kita pagi ini.", perintah nya.

"Baik, tuan.",

John segera menemani Sean menaiki lift menuju ruangan nya. begitu sampai dan pintu lift terbuka, ia dengan cekatan mengarahkan sang majikan menuju ruangan nya.

Tak lupa, sebelum ia pergi ke ruang kerja miliknya. ia menelfon ruang OB untuk mengantarkan secangkir teh jasmine ke ruangan Sean.

Setidaknya, Sean akan lebih baik setelah meminum teh yang selalu bisa menenangkan saraf nya itu.

"Tuan. saya, permisi ke ruangan saya.", pamitnya. yang hanya di angguki Sean. setelah nya, ia nampak menyandarkan kepalanya di bahu kursi.

Kepala nya sedikit pusing dan berat, pandangan nya terkadang buram dan tidak jelas. belum lagi, banyak gambaran-gambaran yang tidak jelas bermunculan di pikiran nya.

Ia memutar kursi kerjanya, menatap taman dari jendela kaca lantai atas ruang kerjanya.

Terlihat seorang laki-laki dan perempuan tengah duduk di sebuah gazebo yang berada di taman itu.

Mereka nampak sumringah, tertawa dan bercanda bersama. gadis itu, nampak mengeluarkan bekal kotak makan yang sudah ia bawa dari rumah untuk di nikmati bersama.

Mereka nampak mengobrol seru, sesekali mereka nampak tertawa. namun, ada yang aneh.

Laki-laki itu, kenapa mirip dengan dirinya?!. Sean terdiam, matanya nampak menyipit. seolah-olah, ia bisa melihat lebih jelas dengan menyipitkan kedua matanya.

Hingga ia berjalan mendekat ke arah jendela, ia ingin lebih jelas melihat pasangan tadi. namun, lagi-lagi mereka menghilang.

Sean kebingungan. ia mengedarkan pandangannya ke sekitar taman yang berada di bawah luar ruangan nya.

Namun lagi-lagi, ia merasakan pusing di kepala nya.

......................

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!