Chapter 9

Dokter keluar dari ruangan dan segera menghampiri ibu Sean dan ibu Cellya.

"Operasi nya, berjalan dengan baik.", ucap dokter yang membuat wajah kedua orang tua itu tenang seketika. mereka berpelukan sesaat untuk meluapkan rasa bahagia.

"Tinggal di pindahkan ke ruang pulih sadar dan lanjut ke ruang perawatan untuk di pantau perkembangan nya.",

"Sementara ini, tuan muda belum bisa di kunjungi.", sambung dokter.

"Terimakasih.", jawab ibu Sean yang segera di angguki oleh dokter.

POV of Cellya

"Serius?!.", tanya Tresya, meyakinkan. dan Cellya hanya mengangguk.

"Pulang nya habis tanda tangan kontrak aja deh.", bujuknya. dan itu membuat Cellya hanya menghela nafas dalam.

"Iya Cell. kan, tinggal kurang sedikit aja.",

"Tinggal tanda tangan kontrak. serah terima, dan semuanya selesai.",

"Apa salahnya sih, nunggu setelah selesai tanda tangan dan penyerahan.", timpal Juan.

"Kan, ulang tahun nya Sean masih empat hari lagi. jadi masih sempat.",

"Besok setelah tanda tangan, kita bantu cari hadiah buat Sean deh.", bujuk Tresya. membuat Cellya terdiam dan berpikir.

Ya, menunggu sampai selesai tugas juga tidak masalah kan?!. bukankah, hanya tinggal tanda tangan dan penyerahan?!. setelah semua selesai, dia bisa segera pulang.

"Ok.", jawab Cellya setelah cukup lama berpikir. membuat kedua temannya tersenyum sumringah dan bahagia seketika.

POV of Sean

Sean sudah di pindahkan ke ruang perawatan. kondisinya membaik lebih cepat dari perkiraan dokter. hanya tinggal menunggu Sean siuman saja.

Ibu Cellya mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya setelah keluar dari ruang perawatan Sean.

"Ma.", panggil suara di seberang.

"Iya, sayang.", jawabnya.

"Dari kemarin, Cellya telfon mama nggak bisa. padahal penting.",

"Oh ya?!.",

"Mama, minta maaf sayang. Mama, sibuk dari kemarin.", jawab ibu Cellya.

"Ma. empat hari lagi ulang tahunnya Sean, kan?!. tapi aku masih di Singapura.",

"Bisa minta tolong nggak?!.",

"Tolong atur pesta untuk Sean. aku baru bisa terbang besok siang, sekitar jam dua, ma.", ucap Cellya, menjelaskan maksudnya menelfon.

"Apakah pekerjaan mu sudah selesai?!.", tanya ibunya.

"Mm.", jawabnya singkat.

"Berjalan dengan baik kah?!.", tanya ibu nya lagi.

"Iya.", jawab Cellya lagi.

Ibunya nampak tersenyum. "Bagus, Mama bangga.", ucap ibu Cellya yang membuat bibir tipis miliknya berkembang.

"Mm..., Mama, bisa bantu kan?!.", tanyanya kemudian.

"Tenang saja. Mama, pasti bantu.", jawab ibunya.

"Baiklah. terimakasih, ma.", ucapnya sebelum sambungan telepon itu berakhir.

Keesokan pagi, Cellya sudah berkemas menata semua bajunya di koper, sebelum bertemu dengan kliennya.

Ia bermaksud segera bertolak ke bendara setelah proses tanda tangan kontrak dan serah terima selesai.

"Yakin?!. enggak ikut kita liburan dulu di sini?.", tanya Tresya yang baru saja masuk ke kamar Cellya, dan membantunya beberes.

"Mumpung di kasih cuti sama pak bos.", sambung nya. Cellya hanya tersenyum dan menggeleng.

"Nikmatilah waktu kalian berdua.", jawab Cellya.

"Aku tidak ingin jadi pengganggu atau pun jadi nyamuk disini.",

"Lebih baik aku pulang, menemui suamiku sehingga, aku juga bisa merasakan seperti yang kalian rasakan.", sambungnya. membuat Tresya tersenyum.

"Ya,ya .. nikmatilah, waktu kalian sebelum baby lahir.",

"Karena setelah baby lahir, di khawatir kan tuan Sean akan lebih perhatian pada baby, dari pada dirimu.", gurau Tresya membuat Cellya tersenyum getir.

Akankah ia dan Sean sampai pada masa itu?!. ia tidak yakin, tapi juga tidak ingin menyerah.

...----------------...

Ellyana nampak sedang duduk di sofa sebuah kamar perawatan VVIP, bersama David calon suaminya. sesekali ia memperhatikan Sean.

"Sayang, tangan Sean seperti bergerak tadi.", ucap David yang membuat sang kekasih segera mendekati ranjang Sean untuk memastikan.

Saat David sedang memperhatikan Sean dengan seksama, Sean membuka matanya perlahan. David segera menekan tombol emergency, dan tidak lama kemudian dokter serta perawat segera datang.

Mereka segera memeriksa Sean, sementara Ellyana dan calon suaminya menunggu di depan ruangan.

"Bagaimana?.", tanya ibu Sean yang baru saja datang. wajah nya nampak cemas.

"Tante, Sean sedang di periksa oleh dokter. kita tunggu saja di sini.", jawab Ellyana sembari meraih lengan ibu Sean dan mengusapnya untuk menenangkan.

Hari ini, ibu Cellya ada pertemuan penting. itu sebabnya, Ellyana menyempatkan diri untuk menjenguk Sean sekaligus bergantian menjaga, agar ibu Sean bisa istirahat dan keluar sebentar.

Pintu terbuka. dokter yang memeriksa keluar, senyumnya menggambarkan bagaimana kondisi Sean.

"Silahkan masuk, nyonya. kondisi tuan muda sudah mulai stabil.", ucapnya membuat wanita itu tersenyum.

"Terimakasih.", ucap ibu Sean yang segera masuk kemudian. ia segera menghampiri putranya yang masih terbaring.

Ellyana dan David pun mengikuti ibu Sean masuk. tapi, David berhenti di dekat pintu. bukan tanpa alasan, ia tidak ingin Sean tersulut emosi saat melihatnya bersama Ellyana.

"Ma.", panggil Sean. suaranya masih terdengar lemah, ibu Sean hanya mengangguk menjawab panggilan putranya.

"Mana istriku?.", tanyanya kemudian. ibu Sean terdiam, ia melirik Ellyana sekilas yang masih berdiri di depan David.

"Siapa?.", tanya ibu Sean, ragu.

"Ma, jangan bercanda. anakmu cuma satu, menantu mu juga satu.", ucap Sean.

"Dimana dia?.", tanya Sean lagi. ia menoleh ke samping, membuat Ellyana mematung seketika.

"Nona. dimana saudarimu?!.",

"Bukankah seharusnya dia ada disini menunggu suaminya?!.", ucap Sean pada Ellyana, yang membuat gadis itu tersenyum sumringah.

"Cellya?!.", tanya Ellyana bersemangat.

"Tentu saja. dimana dia?!.", jawab Sean.

"Kau mengingat semuanya?!.", tanya Ellyana girang.

"Apa maksudnya?!. ma, apa aku terlihat seperti orang yang hilang ingatan?.", ujar Sean.

"Jangan dengarkan Ellyana. dia hanya ingin bercanda denganmu.", ucap ibu Sean. yang membuat Ellyana seketika faham dan sadar.

Ellyana dan David pergi keluar untuk mencari camilan. sementara di ruang Sean, ibunya sedang menjelaskan bahwa, Cellya sedang ada kerjaan di Singapura, dan berjanji akan segera pulang.

POV of Cellya

"Kapan kau akan pulang?.", tanya Ellyana begitu bersemangat, ketika panggilan telepon nya tersambung.

"Hari ini. aku terbang jam dua siang.", jawab Cellya.

"Apakah Sean menelfon mu?.",

"Tidak.", jawab Cellya. suatu keajaiban bila Sean melakukan itu. mengingat selama Sean hilang ingatan ponselnya telah di ganti demi tidak memancing emosinya yang bisa berdampak buruk pada kesehatan nya. dan kontak yang tersimpan hanya kedua orang tua Sean.

Ponsel lama nya di bawa ibunya. semua nomor relasinya, langsung terhubung ke ponsel John. Sean hanya perlu ikut dan hadir di acara meeting dan pertemuan mewakili perusahaan.

"Jika dia menghubungi mu, angkatlah.", ucap Ellyana.

"Baik.", jawab Cellya.

"Baiklah. nanti di sambung lagi, aku sedang menikmati camilan dengan David.",

"Bye!.", ucapnya sebelum mengakhiri panggilan.

"Bye.", jawab Cellya. ia tersenyum menatap ponsel, entah kenapa semangat Ellyana membuatnya senang.

Baru saja Cellya meletakkan ponselnya. satu panggilan masuk, terpampang jelas nama si pemanggil "my husband".

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!