Chapter 16

Sean telah di pindahkan ke ruang perawatan. ibunya masih setia menunggu nya untuk siuman.

Dokter bilang dia baik-baik saja, tidak ada masalah dengan operasi nya kemarin. mungkin, memang dia sedikit emosional sehingga mempengaruhi kesehatan nya.

Pintu terbuka, nampak asisten pribadi ibu Cellya berdiri di sana. tidak lama kemudian, ibu Cellya segera menyusul masuk.

"Aku kesini, begitu pekerjaan ku selesai.",

"Bagaimana keadaannya sekarang?!.", tanya ibu Cellya pada besannya yang masih setia duduk di kursi samping brankar.

"Kata dokter tidak masalah. mungkin dia hanya sedikit emosional, sehingga membuat nya drop.", jawab ibu Sean.

Asisten ibu Cellya masuk kembali. kali ini, ia membawa beberapa paper bag berisi makanan.

"Pesanan nyonya sudah siap.", ucapnya. ibu Cellya memberi isyarat untuk meletakkan semuanya di meja, sebelum asisten itu pergi.

"Besan makanlah sebentar, biar aku yang menjaganya. ini sudah jam makan malam. bagaimanapun, kita harus memperhatikan kesehatan kita juga.", ucap ibu Cellya.

Ibu Sean menyetujui ucapan besannya. ia segera beranjak dari duduk nya dan beralih ke sofa. mengambil makanan dalam paper bag yang sudah di bawakan oleh asisten besannya.

Selesai makan, sembari menunggu dokter memeriksa keadaan Sean, ibu Sean bercerita tentang pertemuan Sean dengan sahabat Cellya ketika mencari istrinya di kantor.

Dengan seksama, ibu Cellya mendengar kan penuturan besannya.

Ia nampak tidak terkejut. ya, karena ibu Cellya sendiri sudah terlebih dulu meminta asistennya mencari tau informasi tentang Cellya.

Bahkan sekarang, orang kepercayaan nya terbang ke Singapura untuk mencari informasi Cellya di sana.

"Sebenarnya, aku sudah mengetahui semuanya.",

"Kenapa Cellya bisa lepas kontak?!.",

"Aku menyadari nya lebih dulu. itu sebabnya aku menyuruh orang untuk mencari informasi.",

"Bahkan sekarang, aku menyuruh orang ku untuk mencari keberadaan nya di sana.",

"Aku tidak ingin mengatakan apapun pada Sean dan kalian karena, aku ingin untuk saat ini kita fokus pada pemulihan kesehatan nya.",

"Seharusnya, besan tidak mengizinkan dia ke kantor Cellya.", ucap ibu Cellya panjang lebar.

"Aku tidak memiliki alasan untuk mencegah nya.", ucap ibu Sean lirih.

Dokter keluar ruangan. ibu Sean dan ibu Cellya segera berdiri menyambut dokter dengan pertanyaan.

"Bagaimana keadaannya?!.", tanya ibu Sean.

"Keadaan tuan jauh lebih baik. tinggal menunggu siuman saja.", jawab dokter itu di sertai senyuman. membuat perasaan kedua ibu itu tenang dan menghangat.

Mereka segera masuk ke kamar perawatan Sean setelah dokter itu berlalu pergi.

Ibu Sean kembali menghampiri putranya dan duduk di kursi lagi. sementara ibu Cellya duduk di sofa dan membuka laptopnya.

Ia menerima pesan dari orang kepercayaan nya yang dikirim ke Singapura lewat email.

Ya, laporan nya berupa dimana Cellya tinggal selama tugas kantor, kemana saja dia pergi, siapa saja yang di temui nya, sampai, kapan ia meninggalkan apartemen untuk pulang.

Ya, hanya itu saja laporan yang diterima ibu Cellya. belum ada titik terang dimana putrinya kini berada.

"Ma.", suara serak itu membuat kedua ibu yang berada di ruang perawatan Sean menoleh ke arah sosok yang tengah terlelap sejak tadi pagi.

"Sayang. kau sadar?!.", ucap ibu Sean haru. ia segera berdiri dari kursi dan memeluk anaknya. sementara ibu Cellya segera menghampiri menantunya dan tidak lupa menekan tombol nurse call.

"Apa ada yang sakit?!.", tanya ibu Cellya pada menantunya. membuat pria yang masih terbaring itu, tiba-tiba meneteskan air mata dari sudut matanya.

......................

Sesaat kemudian dokter dan perawat sudah datang memasuki ruangan.

Sejenak ibu Sean dan ibu Cellya bergeser, memberi ruang pada kedua ahli medis itu, untuk memeriksa putranya.

Mereka nampak memperhatikan dengan seksama. begitu pemeriksaan selesai, kedua sosok ibu itu segera mendekat pada ranjang putra nya lagi.

"Kondisi tuan sangat baik.",

"Malam ini, tuan bisa istirahat dulu.",

"Bila besok memungkinkan, tuan bisa segera di bawa pulang.", ucap dokter, setelah memeriksa Sean membuat kedua ibunya lega. dokter pun segera pamit untuk keluar ruangan.

"Ma.", panggil nya, yang membuat ibu Sean dan ibu Cellya segera mendekat.

"Apa Cellya sudah pulang?!.", tanyanya. membuat ibu Sean seketika mengalihkan pandangannya, menatap besannya yang berdiri di seberangnya.

"Cellya belum pulang.",

"Mama, juga sudah mengerahkan semua orang kepercayaan mama, untuk mencarinya.", jawab ibu Cellya.

"Apa dia pergi karena marah dan kecewa padaku?!.", tanyanya.

"Apa yang kau pikirkan?!.",

"Dia adalah istri mu, tidak mungkin menantuku bersikap seperti itu.", ucap ibu Sean, menepis pemikiran buruk putranya.

"Aku tadi ke kantor Cellya, ma.", ucapnya. pandangan nya terarah pada mertuanya.

"Aku bertemu temannya.",

"Dia mengatakan, Cellya sudah pulang lebih dulu untuk mempersiapkan ulang tahun ku. tapi, kenapa sampai sekarang dia tidak datang?!.", ucapnya. kedua orang tua itu hanya bisa diam mendengar cerita Sean.

"Mama tau?!. apa yang terlintas di kepala ku saat aku kesakitan tadi?!.",

"Aku melihat gambaran-gambaran betapa kejamnya aku kepada istriku.",

"Kenapa aku bersikap seperti itu?!.", ucapnya. air matanya menetes di sudut netra nya.

Ibu Sean yang mendengar ucapan putranya merasa sesak dan hanya bisa memalingkan wajah agar putranya tak melihat ia menangis.

Ibu Cellya menghela nafas. berusaha menetralkan sesak di dadanya. bagaimanapun, ia tidak boleh lemah.

Ya, kedua orang tua itu tau bagaimana perlakuan Sean kepada Cellya selama hilang ingatan.

Tapi Cellya melarang kedua ibunya untuk menegur atau memarahi Sean. ia beralasan bahwa, Sean bersikap demikian bukan dari hatinya. itu semua karena dia sedang amnesia dan tidak mengenali pribadi nya.

"Tapi dia tidak berpikir demikian.", ucap ibu Cellya.

"Dia tahu itu bukan dirimu. itu sebabnya dia tidak pernah menyerah atau meninggalkan mu.",

"Jika sekarang dia belum kembali, itu bukan berarti dia ingin pergi darimu.",

"Ibu mengenal putri ibu dengan baik. ibu mengenal kepribadian nya, ibu mengenal semangat nya dan cara berpikirnya.",

"Bukankah kau juga sangat mengenal nya?!.", ucap ibu Cellya, wanita itu menatap menantunya yang masih terbaring di ranjang, lekat.

"Jika dia tidak kembali, pasti ada sesuatu yang terjadi.", sambung ibu Sean.

Sean menghela nafas mengeluarkan sesak di dadanya.

"Lekas lah sehat dan membaik.",

"Setelah itu, kita cari Cellya bersama-sama.",

"Dengar!.. ,kita mempunyai kekuasaan dan kemampuan. kita pasti bisa menemukan nya.", ucap ibu Cellya.

"Jadi, putraku harus terus bersemangat. ok?!.", ucap ibu Cellya, yang di angguki oleh Sean.

Pria itu menangis, sementara tangannya memeluk leher mertuanya. begitu juga dengan ibu Sean yang ikut larut dalam kesedihan putra nya.

Malam itu, ibu Cellya memutuskan untuk tidur di rumah sakit menemani besannya, sekaligus bentuk dukungan ibu Cellya kepada menantunya.

Ya, ia berjanji akan membantu Sean mencari Cellya sampai ketemu.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!