Chapter 8

Cellya menerima jus itu, ia nampak tersenyum tipis. entah kenapa, perasaannya tidak nyaman sedari mereka berada di pesawat.

Mood nya naik turun. tapi untungnya, kedua temannya memahami dirinya dengan baik.

"Mau makan?.", tawar Tresya pada Cellya yang di jawab dengan gelengan kepala.

"Bolehkah aku istirahat sebentar?.", tanya Cellya.

"Tentu... tentu. istirahatlah!.", jawab Tresya.

"Ya, istirahatlah!. istirahat penting untuk ibu hamil.", sahut Juan.

"Terimakasih. aku ke kamar dulu ya?!.", pamitnya. dan di jawab anggukan oleh kedua sahabatnya.

Cellya memainkan ponselnya. ia nampak menghubungi seseorang.

"Hai..., aku baru selesai bertemu klien. ada apa?.", tanya gadis di seberang yang menjadi lawan video call Cellya.

"Apa Sean menghubungimu hari ini?.", tanya Cellya pada saudari kembarnya.

"Tidak.", jawabnya. Cellya terdiam, wajahnya jelas terlihat sangat khawatir.

"Kenapa?.", tanya Ellyana.

"Entahlah. perasaanku tidak enak.", jawabnya.

"Mungkin, kau hanya lelah karena perjalanan. lebih baik segera istirahat.",

"Kau akan merasa lebih baik setelahnya.", ucap Ellyana yang hanya di angguki Cellya.

"Baiklah. kalau ada sesuatu tentang Sean, tolong hubungi aku secepatnya.", pesan Cellya pada saudarinya.

"Mm...", sahut Ellyana di sertai anggukan.

Sambungan video call itu berakhir. Cellya merebahkan tubuhnya di bed.

Entahlah, walau sudah beberapa kali ganti posisi dan mengatur bantal serta tempat nya tapi tetap saja ia merasa tidak nyaman.

Pikiran nya hanya di penuhi oleh suaminya. ia meraih ponselnya lagi. mencoba melakukan sambungan telepon tapi tidak mendapat respon.

Fikiran dan hatinya semakin tidak tenang. ia mencoba menghubungi ibunya, tapi tidak juga di angkat.

Pada akhirnya, Cellya tertidur dengan segala perasaan resahnya.

POV of Sean.

Tiga hari berlalu. Sean belum juga sadar, sementara pemeriksaan tetap di lakukan untuk mengetahui tindakan selanjutnya yang harus di ambil.

Ibu Sean sudah berada di ruang kerja dokter. mereka saling duduk berhadapan.

Dokter Demian mengeluarkan hasil CT scan tiga hari lalu, dan membaca hasilnya.

"Ada penyumbatan di sini.", ucapnya sembari menunjuk foto CT scan yang masih tergantung di papan.

"Kita harus segera melakukan tindakan operasi karena ini dekat dengan batang otak.", lanjut nya.

"Apakah ada efek samping nya?.",tanya ibu Sean, menyela. bagaimanapun, ia harus memastikan bahwa operasi kali ini berhasil. sehingga, tidak berpengaruh pada saraf lainnya.

Seperti kemarin, saat Sean baru mengalami kecelakaan. ia harus menjalani operasi karena ada penyumbatan pada pembuluh darah di otaknya, yang mengakibatkan ia kehilangan ingatannya.

Belum lagi, setelah operasi pengelihatan nya sedikit bermasalah.

"Kami tidak bisa menjamin, nyonya.",

"Yang jelas, kalau operasi tidak segera dilakukan. kami khawatir tuan Sean tidak terselamatkan. karena batang otak adalah perantara yang menghubungkan antara otak besar, tulang belakang dan organ tubuh lainnya.", jelas dokter.

Ibu Sean terdiam mendengar penjelasan dokter. ia harus mengambil keputusan cepat dan tepat untuk putranya.

Ia mengambil ponsel dari tas mewahnya, dan mulai menghubungi suami, besan dan yang terakhir menghubungi Cellya.

Suami dan besannya setuju untuk melakukan operasi. apapun hasilnya, yang penting Sean bisa selamat.

POV of Cellya

"Nice to meet you.", ucap Cellya berjabatan tangan dengan para kolega perusahaan nya, yang mengakhiri pembahasan kerja sama mereka.

Raut wajahnya nampak berseri karena ia berhasil memenangkan tender kali ini. tidak hanya mendapatkan relasi, bahkan mereka bersedia menanam saham dan modal di perusahaan tempat Cellya bekerja.

...****************...

"Wah, tidak menyangka mereka akan dengan mudah menerima tawaran kita.", ucap Juan. selepas relasinya pamit undur diri. ia nampak begitu senang, karena semuanya berjalan mulus tanpa hambatan.

"Kau terbaik.", ucap Tresya, memeluk erat Cellya dari arah belakang. mereka nampak tersenyum puas.

"Esok, tinggal penyerahan surat kontrak. kalian bisa menanganinya, kan?!.", tanya Cellya.

"Tentu saja harus bersamamu.", seloroh Juan.

"Iya. kita memulainya bersama. mencapai finis nya juga harus bersama.", timpal Tresya.

Cellya terdiam. entahlah dari kemarin pikiran nya tidak tenang. bahkan semalam dia bermimpi Sean datang menjemput nya, dan menurut nya itu bukan hal biasa.

Ibu juga saudaranya susah di hubungi. mertuanya hanya mengatakan kalau ibu dan saudaranya sedang sibuk. bahkan ibu Sean meyakinkan bahwa mereka baru saja bertemu kemarin dan tidak ada masalah apa-apa.

"Kenapa diam?!. apa kau kurang sehat?.", tanya Tresya. membuyarkan argumen-argumen yang memenuhi kepalanya.

"Apa baby, sakit?.", tanya Juan, menimpali. Cellya tersenyum ragu.

"Tidak.", jawabnya singkat.

"Baiklah. kalau begitu, mari kita rayakan dengan makan-makan.", ajak Juan bersemangat.

"Aku dengar, ada restoran enak di sekitar sini.", tambahnya.

Juan berjalan lebih dulu, sementara Tresya segera menggamit tangan Cellya untuk mengikuti Juan.

Begitu sampai di restoran, mereka segera memesan berbagai menu dan masakan. sambil menunggu pesanan datang, tak lupa Juan dan Tresya mengajak Cellya untuk berfoto.

Tapi saat sedang asyik berfoto, tiba-tiba ponsel Cellya berdering. Cellya yang melihat ada panggilan masuk, segera pergi ke toilet dan mengangkatnya.

"Ellyana?!.", panggilnya saat telfon sudah mulai tersambung.

"Kenapa dari kemarin tidak bisa di hubungi?.", tanya Cellya.

"Maaf. dari kemarin aku ada pertemuan dengan beberapa relasi.",

"Kau tau sendiri, kan?!. sejak dirimu berkata tidak mau repot mengurus perusahaan setelah menikah, aku dan mama jadi sangat sibuk?!.", jelasnya.

"Ahh, aku minta maaf.", jawab Cellya.

"Kenapa kemarin menelfon?. ada yang penting kah?!.", tanya Ellyana.

"Aku baru saja sampai di rumah dan selesai mandi.", tambahnya.

"Apakah ada sesuatu yang terjadi di rumah?!.", tanya Cellya.

"Apa yang kau pikirkan?.", Ellyana balik bertanya.

"Entahlah. perasaanku tidak enak.",

"Bahkan semalam aku bermimpi Sean datang menjemput ku di bandara.", cerita Cellya.

"Eoh.", jawab Ellyana singkat.

"Apakah pekerjaan mu sudah selesai?.", tanya Ellyana setelah beberapa saat diam.

"Ya. tinggal penyerahan surat kontrak dan kerjasama, setelah nya aku akan segera pulang.", jawabnya.

"Kalau begitu, cepatlah pulang!.",

"Ingat!. ulang tahun Sean hanya beberapa hari lagi.", ucap Ellyana, mengingatkan.

"Mm.", jawab Cellya.

"Baiklah. aku mau makan dulu, sambung nanti lagi ya?!.", ucap Ellyana. dan panggilan itupun berakhir.

Cellya diam menatap ponselnya. ia nampak memikirkan sesuatu.

"Apa sudah selesai?!.",

"Kenapa lama sekali?.", tanya Tresya yang menyusul masuk ke toilet perempuan.

"Ah, Ellyana menelfon. aku pikir, ada berita tentang Sean. tapi, ia malah menceritakan proyek barunya.", jawab Cellya.

"Itu bagus. berarti tidak ada hal-hal yang perlu di khawatir kan.", ucap Tresya. membuat Cellya tersenyum.

"Baiklah. ayo kita makan!.",

"Juan sudah menunggu. dia tidak sabar untuk menyantap semua makanan lezat itu.", ajak Tresya. mereka pun berjalan beriringan menuju meja yang penuh hidangan itu.

POV of Sean

Sudah satu jam operasi di lakukan. dengan setia, ibu Cellya dan ibu Sean menunggu di depan ruang operasi, tentunya dengan penjagaan beberapa bodyguard.

...----------------...

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27 ini
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27 ini
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!