"bang, makan malamnya sudah tersedia." ucap Mala kepada Roni, suaminya. dengan nada lembut.
"iya, dik." ucap Roni. sembari beranjak menuju meja makan.
Mala telah menghangatkan lauk yang disimpannya tadi pagi. lalu menghidangkannya dimeja makan, untuk mereka santap. Roni adalah type suami yang tidak ribet dalam urusan makan. baginya, apa yang disajikan istrinya sesuatu yang harus disyukuri.
Roni menyantap makanannya, Ia begitu bersemangat karena sore tadi sudah menghabiskan tenaga. maka Ia harus mengisi kembali asupan kalorinya.
setelah selesai menyantap makan malamnya. Roni beranjak keruang tengah, untuk menyaksikan acara berita di televisi. sedangkan Mala membereskan sisa makan malam mereka.
saat sedang membereskan sisa makan malam, Mala melihat ada sebungkus permen yang sudah terbuka bungkusnya diatas meja, Ia mengira permen milik suaminya. karena selama mereka menikah, Roni tidak pernah melakukan kebiasaan buruk merokok, dan untuk mengganti rokok, Roni selalu memakan permen. Mala mengambil permennya dan memakannya.
setelah selesai berberes, Ia pun ikut bergabung dengan Suaminya, bergelayut manja sembari menikmati acara televisi tersebut.
baru saja beberapa menit menonton televisi, Mala sudah diserang rasa kantuk yang teramat sangat. Lalu tertidur pulas dipangkuan suaminya. tiba-tiba saja, handphonen Roni1 berdering..
[kriiiiiing....]
suara panggilan masuk, dari nomor mbak Ratna.
"hallo mbak, Ratna. ada apa ya? koq tiba-tiba nelfon?" ucap Roni penasaran.
"ini, mas Roni. si Mbok kerumah saya, minta telfonkan mas Roni, ini si mboknya mau bicara." ucap mbak Ratna menjelaskan, sembari mengalihkannya kepada si Mbok.
terdengar suara si mbok diseberang telefon, dengan nada panik.
"Ron, bisa kerumah si mbok sekarang? bapakmu terkena diare, dari tadi sore. wajahnya pucat sekali Ron." ucap si mbok dengan kepanikannya.
mendengar kata bapak, sebenarnya Ia merasa malas. karena Roni masih menduga, bahwa bapak mertuanyalah yang membuat Mala selalu keguguran selama ini.
Namun, melihat kepanikan si Mbok, membuatnya tak tega. apalagi belum ada bukti yang nyata bahwa pelaku adalah bapak mertuanya. karena rasa prikemanusiaanlah, makanya Roni mencoba berdamai dengan hatinya.
"Iya, Mbok. Roni sekarang kesana." ucap Roni
"makasih ya Ron. sudah dulu ya, si mbok mau lihat kondisi bapakmu dulu." ucap si mbok mengakhiri sambungan telefonnya.
Roni ingin beranjak dari tempat duduknya, sesaat dia menyadari, bahwa Mala sedang tidur dipangkuannya yang baru saja terlelap.
Ia berniat ingin membangunkan istrinya, untuk pergi bersama kerumah si mbok, namun rasanya tak tega.
Roni membopong tubuh Mala kedalam kamar, meletakkannya diranjang, lalu memberinya selimut. Ia meninggalkan Mala yang sedang terlelap tidur, dibuai mimpi nan indah.
Roni bergegas keluar rumah, memacu sepeda motornya untuk kerumah si mbok.
*****
setelah kepergian Roni, seseorang menyelinap masuk kerumah Mala, melalui jendela belakang dapur yang tanpa jeruji besi. dengan cekatan Ia masuk dan melompat dengan ringan dilantai, agar tidak menimbulkan suara berisik.
Seorang Pria berbadan kekar, yang jika dilihat dengan seksama, memikiki perawakan yang tegap, dengan dada bidang dan perut sixpack. pria itu mengendap-endap memasuki kamar Mala. Ia mematikan lampu kamar, dan...
[kliiik.....] suara lampu dimatikan. lalu seketika kamar menjadi gelap. dengan keremangan pantulan cahaya lampu yang berasal dari teras, si pria itu mendekati ranjang Mala. Ia menemukan tubuh Mala. Ia seperti orang yang sudah haus akan hasrat. Ia memulai aksinya. menyingkap daster Mala, lalu melorotkan lingirenya. dalam keremangan cahaya, melancarkan aksi bejadnya.
Mala yang sedang tertidur lelap, seperti antara sadar dan mimpi, menikmati apa yang sedang terjadi. dalam mimpinya, Ia seolah sedang bercinta dengan Roni, suaminya. namun Ia merasa, suaminya malam ini sangat berbeda dari biasanya, dimana keperkasaannya dua kali lipat. Ia seperti mencapai beberapa kali *******.
dengan mata yang masih terpejam, karena rasa kantuk yang begitu menderanya, Mala membiarkan saja tangan nakal itu menggerayangi tubuhnya. Ia mengira suaminya sedang ingin bercinta lagi, seolah balas dendam karena selama tiga bulan sedang berpuasa.
karena menurut saran bidan Sri, Roni harus menahan hasratnya selama tiga bulan, agar kondisi rahim Mala kembali pulih dengan cepat. maka hari ini sudah genap mencapai tiga bulan. sepertinya percintaan sore tadi, belum membuat suaminya puas membayar tiga bulan menahan haus akan hasrat.
entah mengapa, mata Mala saat ini, sangat sulit untuk dibuka, seperti orang yang sedang makan pil tidur secara berlebihan. namun sebenarnya Mala sedang terkena ilmu pukau dari pria tersebut.
siapa saja yang terkena ilmu pukau, akan merasa seperti menyadari sesuatu terjadi, namun tidak mampu melakukan apapun, jika korbannya sedang tertidur, maka tidak memiliki kemampuan membuka mata, dan jika dalam keadaan sadar, korbannya dalam kondisi bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, meskipun hanya mengeluarkan suara.
setelah pria yang dikira Mala suaminya mencapai ******* beberapa kali, Ia terdengar seperti melenguh puas. selanjutnya, pria itu melakukan hal yang tidak biasa. pria itu mengelap area kewanitaanya dengan sapu tangan kering, lalu mengelapnya lagi dengan sapu tangan basah. dilakukannya hingga bersih tanpa noda sedikitpun. seolah tak ingin meninggalkan jejak, atas perbuatannya.
ingin rasanya mala membuka matanya, namun hal itu sangat sulit dilakukannya. setelah selesai dengan sapu tangannya, Pria bejad itu memakaikan kembali lingerenya. Ia menghidupkan kembali lampu kamar. lalu beranjak pergi meninggalkan Mala yang masih antara sadar dengan mimpi.
Ia berjalan diantara semak belukar, membelah kesunyian malam, membawa kedua sapu tangan itu, menghirup aroma cairan bening yang didapatnya dari organ kewanitaan Mala, menjilat cairan yang menempel disapu tangan itu dengan rakus. Pria itu merasakan bahwa cairan itu terasa manis dan menyegarkan baginya.
Mala kembali melanjutkan tidurnya. terbuai dalam mimpi yang indah.
*****
Roni memarkirkan sepeda motornya didepan teras rumah si mbok. Ia berjalan dengan tergesa-gesa. sesampainya didalam rumah, Ia mendapati bapak mertuanya dengan wajah yang pucat pasi sedang terduduk dilantai rumah. dengan sigap Ia menelfon bidan Sri, untuk dimintai pertolongan.
Roni mencoba memapah bapak mertuanya, membaringkannya di dipan kayu yang terdapat di ruang tengah. mengoleskan minyak kayu putih ke area perut bapak mertuanya.
selang tak berapa lama, bidan Sri datang, untuk memberikan pertolongan. Ia memberikan obat pereda rasa sakit. ternyata bapak mertuanya mengalami dehidrasi.
"mengapa bapak sampai meminum obat pencahar, mbok.? sehingga bapak mengalami dehidrasi, karena kekurangan cairan." ucap Bidan Sri bertanya kepada si Mbok.
"obat pencahar itu apa ya bu, Bidan?" ucap Si mbok tidak mengerti.
"obat detox lho mbok" jawab bidan Sri, yang membuat si mbok bertambah bingung.
Roni maupun si Mbok merasa bingung dengan apa yang dikatakan bidan Sri. apalagi si bapak yang kini sudah terbaring lemah, tak mampu mencerna ucapan bidan Sri. bagi mereka itu sesuatau yang sangat awam.
"maksudnya begini lho mbok, bapak ini buang air terus karena meminum obat pencahar yang dicampur melalui minuman. makanya bapak dengan intens buang air terus." ucap bidan Sri.
si mbok malah bingung, karena Ia merasa tidak pernah memberikan obat apapun kepada bapak alias mbah karso. Ia hanya memberikan kopi pahit kesukaan bapak yang dimintanya sore tadi, hingga akhirnya mengalami hal ini.
"maaf, bu bidan, ibu tau dari mana kalau bapak meminum obat pencahar seperti yang ibu katakan?" ucap Roni dengan penuh penasaran.
Ia juga bingung, karena tidak mungkin orang yang sudah sepuh mengetahui jenis obat tertentu, apalagi orang desa seperti si Mbok dan Bapak, itu adalah hal yang mustahil.
"sebelum masuk kerumah, saya melihat bungkus obat tersebut didepan teras." ucap bidan Sri menjelaskan.
Roni merasa curiga, jika ada seseorang yang dengan sengaja melakukan ini pada bapak, tapi siapa kira-kira orang tersebut. mengapa ia melakukannya. pastilah orang tersebut memiliki niat yang tidak baik dan memiliki dendam.
Bidan Sri memberikan beberapa resep obat, lalu menyerahkannya kepada si mbok, agar segera diminum bapak. stelah menjelaskan cara meminum obatnya, Bidan Sri berpamitan pulang.
Roni membantu si mbok meminumkan obat kepada bapak mertuanya. setelah merasa bapak agak mendingan, Roni permisi pulang.
namun, sebelum Ia mengendarai sepeda motornya, Ia melihat bungkus obat seperti yang dikatan bidan Sri, tak jauh dari tempat Ia memarkirkan sepeda motornya.
Roni memungut bungkus obat tersebut, menyimpannya dalam saku celananya.
****
Roni sudah berada dirumahnya ,Ia merasa lelah karena belum beristirahat. Ia menuju kekamarnya untuk berbaring. saat itu, Ia merasa sangat haus dan ingin meminum segelas air putih. Ia menuju dapur.
[wuuuuuush.....] sebuah desiran angin, menyapa tengkukknya, Ia merasakan hawa dingin yang terasa begitu kentara. sesaat bulu kuduknya meremang. Roni mempercepat minumnya ,alu beranjak meninggalkan dapur.
Roni melangkah menuju kamar Ia mendapati Mala sedang tertidur pulas. pakaiannya tersingkap hingga memperlihatkan lingirenya , Ia sudah sangat mengantuk ,membenarkan pakaian mala , menarikan selimut dan , Ia memeluk pinggang Mala , lalu tertidur lelap.
**
Roni merasa berada disebuah tempat yang sangat asing baginya. Ia mendengar suara jeritan anak-anak yang meminta tolong , namun Ia tak melihat anak-anak tersebut. Roni penasaran , Ia ingin mencari suara tangisan anak-anak tersebut.
Roni melangkah menyusuri tempat yang mirip dengan goa, ada lorong-lorong gelap ,dengan lantai bebatuan licin. Roni mengikuti arah sumber suara dengan memepertajam pendengarannya.
[arrrrrrgggh.....] Ia menangkap suara seperti geraman. namun suasana yang gelap, tak mampu membuatnya melihat apa yang sedang menggeram.
dalam kegelapan, Ia merasakan sesuatu sedang merayap didinding, lalu menerjangnya, dan....
[bukkkkkkh.... ] Roni terpental , jatuh dilantai bebatuan licin. saat Ia berusaha hendak bangkit , Ia merasakan dalam kegelapan, sesok makhluk menghampirinya, lalu mencekinya. Roni merasakan jemari tangan yang sangat kasar dan keriput , seperti orang yang tidak pernah tersentuh lotion . jemari tangan nan kasar itu mencekik Roni dengan bringasnya, kuku yang tajam mengenai kulit Roni.
Roni merasakan rasa panas yang menjalar di kulitnya saat terkena kuku-kuku tajam milik makhluk yang sedang bergumul dengannya, nafas Roni seakan tersendat, karena makhluk itu menyumbat aliran oksigennya. tangan roni berusaha melepaskan cengkraman makhluk sialan yang sedang mencekiknya. namun tenaga makhluk itu terasa lebih kuat. saat itu Roni merasakan rambut panjang nan kusut seperti orang yang tidak pernah shampoan selama bertahun-tahun, Roni menjambak rambut tersebut, hingga terlepas beberapa helai.
[aaaarrrrrgh...] makhluk itu melepaskan cengkraman tangannya dileher Roni . lalu Roni tersadar dan mendapati dirknya sedang bermimpi buruk, dengan nafas yang tersengal-sengal, keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, Roni meludah kekiri sebanyak tiga kali lalu beristighfar. Ia melihat sehelai rambut panjang nan kusut berada dalam genggamannya.
Roni penasaran , Ia yakin itu bukan rambut Mala istrinya, karena rambut Mala lembut dan wangi serta panjang sebahu.
"aku akan menyimpan rambut ini mungkin suatu saat akan ada petunjuk." ucap Roni sembari menggulung rambut tersebut, lalu menyimpannya dilaci nakas bersama dengan sisa bungkus obat pencahar.
Roni melirik istrinya yang masih terlelap , Ia membaca doa , lalu tidur kembali dengan mendekap tubuh istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Yuli Eka Puji R
keluarga semrawut,
2022-12-26
1
KANG SALMAN
kasihan roni....istrinya bari dipakek orang
2022-10-23
3
Josss
jossss
2022-10-16
2