ilmu pukau dan obat pencahar

"bang, makan malamnya sudah tersedia." ucap Mala kepada Roni, suaminya. dengan nada lembut.

"iya, dik." ucap Roni. sembari beranjak menuju meja makan.

Mala telah menghangatkan lauk yang disimpannya tadi pagi. lalu menghidangkannya dimeja makan, untuk mereka santap. Roni adalah type suami yang tidak ribet dalam urusan makan. baginya, apa yang disajikan istrinya sesuatu yang harus disyukuri.

Roni menyantap makanannya, Ia begitu bersemangat karena sore tadi sudah menghabiskan tenaga. maka Ia harus mengisi kembali asupan kalorinya.

setelah selesai menyantap makan malamnya. Roni beranjak keruang tengah, untuk menyaksikan acara berita di televisi. sedangkan Mala membereskan sisa makan malam mereka.

saat sedang membereskan sisa makan malam, Mala melihat ada sebungkus permen yang sudah terbuka bungkusnya diatas meja, Ia mengira permen milik suaminya. karena selama mereka menikah, Roni tidak pernah melakukan kebiasaan buruk merokok, dan untuk mengganti rokok, Roni selalu memakan permen. Mala mengambil permennya dan memakannya.

setelah selesai berberes, Ia pun ikut bergabung dengan Suaminya, bergelayut manja sembari menikmati acara televisi tersebut.

baru saja beberapa menit menonton televisi, Mala sudah diserang rasa kantuk yang teramat sangat. Lalu tertidur pulas dipangkuan suaminya. tiba-tiba saja, handphonen Roni1 berdering..

[kriiiiiing....]

suara panggilan masuk, dari nomor mbak Ratna.

"hallo mbak, Ratna. ada apa ya? koq tiba-tiba nelfon?" ucap Roni penasaran.

"ini, mas Roni. si Mbok kerumah saya, minta telfonkan mas Roni, ini si mboknya mau bicara." ucap mbak Ratna menjelaskan, sembari mengalihkannya kepada si Mbok.

terdengar suara si mbok diseberang telefon, dengan nada panik.

"Ron, bisa kerumah si mbok sekarang? bapakmu terkena diare, dari tadi sore. wajahnya pucat sekali Ron." ucap si mbok dengan kepanikannya.

mendengar kata bapak, sebenarnya Ia merasa malas. karena Roni masih menduga, bahwa bapak mertuanyalah yang membuat Mala selalu keguguran selama ini.

Namun, melihat kepanikan si Mbok, membuatnya tak tega. apalagi belum ada bukti yang nyata bahwa pelaku adalah bapak mertuanya. karena rasa prikemanusiaanlah, makanya Roni mencoba berdamai dengan hatinya.

"Iya, Mbok. Roni sekarang kesana." ucap Roni

"makasih ya Ron. sudah dulu ya, si mbok mau lihat kondisi bapakmu dulu." ucap si mbok mengakhiri sambungan telefonnya.

Roni ingin beranjak dari tempat duduknya, sesaat dia menyadari, bahwa Mala sedang tidur dipangkuannya yang baru saja terlelap.

Ia berniat ingin membangunkan istrinya, untuk pergi bersama kerumah si mbok, namun rasanya tak tega.

Roni membopong tubuh Mala kedalam kamar, meletakkannya diranjang, lalu memberinya selimut. Ia meninggalkan Mala yang sedang terlelap tidur, dibuai mimpi nan indah.

Roni bergegas keluar rumah, memacu sepeda motornya untuk kerumah si mbok.

*****

setelah kepergian Roni, seseorang menyelinap masuk kerumah Mala, melalui jendela belakang dapur yang tanpa jeruji besi. dengan cekatan Ia masuk dan melompat dengan ringan dilantai, agar tidak menimbulkan suara berisik.

Seorang Pria berbadan kekar, yang jika dilihat dengan seksama, memikiki perawakan yang tegap, dengan dada bidang dan perut sixpack. pria itu mengendap-endap memasuki kamar Mala. Ia mematikan lampu kamar, dan...

[kliiik.....] suara lampu dimatikan. lalu seketika kamar menjadi gelap. dengan keremangan pantulan cahaya lampu yang berasal dari teras, si pria itu mendekati ranjang Mala. Ia menemukan tubuh Mala. Ia seperti orang yang sudah haus akan hasrat. Ia memulai aksinya. menyingkap daster Mala, lalu melorotkan lingirenya. dalam keremangan cahaya, melancarkan aksi bejadnya.

Mala yang sedang tertidur lelap, seperti antara sadar dan mimpi, menikmati apa yang sedang terjadi. dalam mimpinya, Ia seolah sedang bercinta dengan Roni, suaminya. namun Ia merasa, suaminya malam ini sangat berbeda dari biasanya, dimana keperkasaannya dua kali lipat. Ia seperti mencapai beberapa kali *******.

dengan mata yang masih terpejam, karena rasa kantuk yang begitu menderanya, Mala membiarkan saja tangan nakal itu menggerayangi tubuhnya. Ia mengira suaminya sedang ingin bercinta lagi, seolah balas dendam karena selama tiga bulan sedang berpuasa.

karena menurut saran bidan Sri, Roni harus menahan hasratnya selama tiga bulan, agar kondisi rahim Mala kembali pulih dengan cepat. maka hari ini sudah genap mencapai tiga bulan. sepertinya percintaan sore tadi, belum membuat suaminya puas membayar tiga bulan menahan haus akan hasrat.

entah mengapa, mata Mala saat ini, sangat sulit untuk dibuka, seperti orang yang sedang makan pil tidur secara berlebihan. namun sebenarnya Mala sedang terkena ilmu pukau dari pria tersebut.

siapa saja yang terkena ilmu pukau, akan merasa seperti menyadari sesuatu terjadi, namun tidak mampu melakukan apapun, jika korbannya sedang tertidur, maka tidak memiliki kemampuan membuka mata, dan jika dalam keadaan sadar, korbannya dalam kondisi bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, meskipun hanya mengeluarkan suara.

setelah pria yang dikira Mala suaminya mencapai ******* beberapa kali, Ia terdengar seperti melenguh puas. selanjutnya, pria itu melakukan hal yang tidak biasa. pria itu mengelap area kewanitaanya dengan sapu tangan kering, lalu mengelapnya lagi dengan sapu tangan basah. dilakukannya hingga bersih tanpa noda sedikitpun. seolah tak ingin meninggalkan jejak, atas perbuatannya.

ingin rasanya mala membuka matanya, namun hal itu sangat sulit dilakukannya. setelah selesai dengan sapu tangannya, Pria bejad itu memakaikan kembali lingerenya. Ia menghidupkan kembali lampu kamar. lalu beranjak pergi meninggalkan Mala yang masih antara sadar dengan mimpi.

Ia berjalan diantara semak belukar, membelah kesunyian malam, membawa kedua sapu tangan itu, menghirup aroma cairan bening yang didapatnya dari organ kewanitaan Mala, menjilat cairan yang menempel disapu tangan itu dengan rakus. Pria itu merasakan bahwa cairan itu terasa manis dan menyegarkan baginya.

Mala kembali melanjutkan tidurnya. terbuai dalam mimpi yang indah.

*****

Roni memarkirkan sepeda motornya didepan teras rumah si mbok. Ia berjalan dengan tergesa-gesa. sesampainya didalam rumah, Ia mendapati bapak mertuanya dengan wajah yang pucat pasi sedang terduduk dilantai rumah. dengan sigap Ia menelfon bidan Sri, untuk dimintai pertolongan.

Roni mencoba memapah bapak mertuanya, membaringkannya di dipan kayu yang terdapat di ruang tengah. mengoleskan minyak kayu putih ke area perut bapak mertuanya.

selang tak berapa lama, bidan Sri datang, untuk memberikan pertolongan. Ia memberikan obat pereda rasa sakit. ternyata bapak mertuanya mengalami dehidrasi.

"mengapa bapak sampai meminum obat pencahar, mbok.? sehingga bapak mengalami dehidrasi, karena kekurangan cairan." ucap Bidan Sri bertanya kepada si Mbok.

"obat pencahar itu apa ya bu, Bidan?" ucap Si mbok tidak mengerti.

"obat detox lho mbok" jawab bidan Sri, yang membuat si mbok bertambah bingung.

Roni maupun si Mbok merasa bingung dengan apa yang dikatakan bidan Sri. apalagi si bapak yang kini sudah terbaring lemah, tak mampu mencerna ucapan bidan Sri. bagi mereka itu sesuatau yang sangat awam.

"maksudnya begini lho mbok, bapak ini buang air terus karena meminum obat pencahar yang dicampur melalui minuman. makanya bapak dengan intens buang air terus." ucap bidan Sri.

si mbok malah bingung, karena Ia merasa tidak pernah memberikan obat apapun kepada bapak alias mbah karso. Ia hanya memberikan kopi pahit kesukaan bapak yang dimintanya sore tadi, hingga akhirnya mengalami hal ini.

"maaf, bu bidan, ibu tau dari mana kalau bapak meminum obat pencahar seperti yang ibu katakan?" ucap Roni dengan penuh penasaran.

Ia juga bingung, karena tidak mungkin orang yang sudah sepuh mengetahui jenis obat tertentu, apalagi orang desa seperti si Mbok dan Bapak, itu adalah hal yang mustahil.

"sebelum masuk kerumah, saya melihat bungkus obat tersebut didepan teras." ucap bidan Sri menjelaskan.

Roni merasa curiga, jika ada seseorang yang dengan sengaja melakukan ini pada bapak, tapi siapa kira-kira orang tersebut. mengapa ia melakukannya. pastilah orang tersebut memiliki niat yang tidak baik dan memiliki dendam.

Bidan Sri memberikan beberapa resep obat, lalu menyerahkannya kepada si mbok, agar segera diminum bapak. stelah menjelaskan cara meminum obatnya, Bidan Sri berpamitan pulang.

Roni membantu si mbok meminumkan obat kepada bapak mertuanya. setelah merasa bapak agak mendingan, Roni permisi pulang.

namun, sebelum Ia mengendarai sepeda motornya, Ia melihat bungkus obat seperti yang dikatan bidan Sri, tak jauh dari tempat Ia memarkirkan sepeda motornya.

Roni memungut bungkus obat tersebut, menyimpannya dalam saku celananya.

****

Roni sudah berada dirumahnya ,Ia merasa lelah karena belum beristirahat. Ia menuju kekamarnya untuk berbaring. saat itu, Ia merasa sangat haus dan ingin meminum segelas air putih. Ia menuju dapur.

[wuuuuuush.....] sebuah desiran angin, menyapa tengkukknya, Ia merasakan hawa dingin yang terasa begitu kentara. sesaat bulu kuduknya meremang. Roni mempercepat minumnya ,alu beranjak meninggalkan dapur.

Roni melangkah menuju kamar Ia mendapati Mala sedang tertidur pulas. pakaiannya tersingkap hingga memperlihatkan lingirenya , Ia sudah sangat mengantuk ,membenarkan pakaian mala , menarikan selimut dan , Ia memeluk pinggang Mala , lalu tertidur lelap.

**

Roni merasa berada disebuah tempat yang sangat asing baginya. Ia mendengar suara jeritan anak-anak yang meminta tolong , namun Ia tak melihat anak-anak tersebut. Roni penasaran , Ia ingin mencari suara tangisan anak-anak tersebut.

Roni melangkah menyusuri tempat yang mirip dengan goa, ada lorong-lorong gelap ,dengan lantai bebatuan licin. Roni mengikuti arah sumber suara dengan memepertajam pendengarannya.

[arrrrrrgggh.....] Ia menangkap suara seperti geraman. namun suasana yang gelap, tak mampu membuatnya melihat apa yang sedang menggeram.

dalam kegelapan, Ia merasakan sesuatu sedang merayap didinding, lalu menerjangnya, dan....

[bukkkkkkh.... ] Roni terpental , jatuh dilantai bebatuan licin. saat Ia berusaha hendak bangkit , Ia merasakan dalam kegelapan, sesok makhluk menghampirinya, lalu mencekinya. Roni merasakan jemari tangan yang sangat kasar dan keriput , seperti orang yang tidak pernah tersentuh lotion . jemari tangan nan kasar itu mencekik Roni dengan bringasnya, kuku yang tajam mengenai kulit Roni.

Roni merasakan rasa panas yang menjalar di kulitnya saat terkena kuku-kuku tajam milik makhluk yang sedang bergumul dengannya, nafas Roni seakan tersendat, karena makhluk itu menyumbat aliran oksigennya. tangan roni berusaha melepaskan cengkraman makhluk sialan yang sedang mencekiknya. namun tenaga makhluk itu terasa lebih kuat. saat itu Roni merasakan rambut panjang nan kusut seperti orang yang tidak pernah shampoan selama bertahun-tahun, Roni menjambak rambut tersebut, hingga terlepas beberapa helai.

[aaaarrrrrgh...] makhluk itu melepaskan cengkraman tangannya dileher Roni . lalu Roni tersadar dan mendapati dirknya sedang bermimpi buruk, dengan nafas yang tersengal-sengal, keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, Roni meludah kekiri sebanyak tiga kali lalu beristighfar. Ia melihat sehelai rambut panjang nan kusut berada dalam genggamannya.

Roni penasaran , Ia yakin itu bukan rambut Mala istrinya, karena rambut Mala lembut dan wangi serta panjang sebahu.

"aku akan menyimpan rambut ini mungkin suatu saat akan ada petunjuk." ucap Roni sembari menggulung rambut tersebut, lalu menyimpannya dilaci nakas bersama dengan sisa bungkus obat pencahar.

Roni melirik istrinya yang masih terlelap , Ia membaca doa , lalu tidur kembali dengan mendekap tubuh istrinya.

Terpopuler

Comments

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

keluarga semrawut,

2022-12-26

1

KANG SALMAN

KANG SALMAN

kasihan roni....istrinya bari dipakek orang

2022-10-23

3

Josss

Josss

jossss

2022-10-16

2

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!