Mala berjalan sedikit sempoyongan, karena rasa kantuk yang masih tersisa dimatanya. kepalanya sedikit pusing, karena kesadarannya yang belum sepenuhnya terkumpul.
saat melewati ruang tamu, Mala melihat gelas kopi uang disuguhkan untuk bapak tadi pagi, masih berada ditempatnya. namun isinya sudah berkurang. "mungkin si bapak tadi yang minum." guman Mala, lalu mengambil gelas kopi hitam yang masih tersisa. melanjutkan langkahnya menuju dapur. dan meletakkannya diwadah washtafel.
saat itu, Mala melihat, tulang-tulang ayam yang sudah dikumpulkannya didalam piring bekas sarapannya, berserakan. "apa kucing yang menyerakinya? tapi jika kucing, pasti ada yang dimakannya. namun ini tidak seperti bekas gigitan kucing. namun, ini hanya berserakan saja.? kira-kira siapa yang melakukannya" Mala berguman sendiri.
Mala menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya. terasa segar, dan kantuk yang tadi masih melekat sudah berangsur pergi.
setelah menyelesaikan mandinya, Mala keluar kamar mandi. saat tanpa sengaja melihat tulang ayam yang tadinya berserakan , kini kembali lagi terkumpul saat seperti pagi tadi.
kopi pahit dalam gelas bekas milik bapak juga sudah berkurang sedikit dari yang dilihatnya tadi. kini kopi itu sudah tinggal setengahnya saja." siapa yang meminumnya? tidak mungkin bapak?" ucap Mala bingung.
Mala berniat ke kamarnya, untuk menyalin pakaiannya. saat itu, Ia melihat napak dan si mbok sedang berada diruang tengah, menikmati acara Televisi kesuakaannya.
"kopi bapak yang dimeja kenapa kamu bawa kedapur Mala?" ucap Bapak kepada mala.
" iya, pak e...lagian sudah tersisa sedikit, dan sudah dingin pula, nanti Mala buatin lagi." jawab Mala menjelaskan.
"lho? kenapa bersisa? kamu yang minum?" tanya bapak penuh selidik.
"bukannya bapak yang minum kopinya?" karena Mala lihat sudah bersisa, makanya Mala bawa kedapur." ucap Mala menjelaskan.
"siapa yang minum? lha, wong bapak ketiduran saat nonton televisi. dan hampir Maghrib baru bangun. itupun karena si mbok yang datang dan membangunkan bapak." jawab bapak menjelaskan.
"trus, siapa yang minum?mata Mala melirik si mbok. meminta penjelasan
"bukan si mbok yang minum. si mbok datang kopinya sudah berkurang? lagian si mbok juga gak suka minum kopi pahit, sukanya teh manis. jawab si mbok membela diri.
"kalau bukan si mbok siapa ya? apa ada orang lain masuk kerumah ini?" ucap Mala? "atau bang Roni mungkin, pulang sekejap, dan melihat kita semua tertidur, dia minum kopinya, dan pergi bekerja lagi." ucap Mala mengakhiri ucapannya, dan perhi menuju kamar, untuk bersalin pakaian.
si mbok hanya diam tak bergeming. karena Ia melihat siapa yang meminum kopi itu saat Ia masuk kedalam rumah.
****
"makan malam yuk pak, Mala? ini sudah si mbok siapin. ada sisa ayam goreng kalasan buatan si mbok tadi pagi. juga ada oseng tempe." ucap si mbok, saat berada didapur, menata hidangan dimeja makan.
Bapak dan Mala yang sedang asyik menonton televisi, beranjak dari tempat duduknya, menuju dapur untuk makan malam. merekapun menyantap makan malamnya dengan lahab. apalagi bapak dan Mala yang sedari pagi ketiduran sampai menjelang maghrib, melupakan makan siangnya, membuat Mala dan bapak alias mabah Karso sangat begitu lahabnya.
setelah selesai makan malam, si mbok membantu Mala, membereskan piring kotor. mencucinya di washtafel. lalu menumpukkan sisa-sisa tulang ayam kedalam keranjang sampah tanpa tutup.
si mbok melakukannya dengan ikhlas, karena anak semata wayangnya masih dalam pemulihan pasca keguguran.
setelah selesai, si mbok menyusul bapak keruang tamu.
Mala berjalan membawa nampan berisi dua gelas minuman panas dengan isi yang berbeda. sagu gelas berisi kopi pahit, satu gelasmlagi berisi teh manis.
"ini kopi pahitnya, pak. Mala buatin lagi. dan ini teh manis buat si mbok." lalu Mala menyuguhkannya kepada Bapak, dan si mbok, yang sedang bersantai di kursi tamu. dan Bapak menerimanya.
"terimakasih, Mala." ucap Bapak dengan senyum sarkas nya.
"jangan terlalu dipaksakan Nduk, kamu belum begitu pulih." ucap simbok menasehati anaknya, sembari tersenyum menerima teh manis panas pemberian Mala.
"cuma buatin minum koq mbok, gak perlu khawatir." ucap Mala tulus.
Bapak menyeruput kopi pahit panasnya dengan begitu nikmatnya. sepertiga kopi pahit itu sudah masuk ketenggorakannya.
mereka bercengkrama, sembari menunggu Roni pulang bekerja. namun sudah hampir larut malam, Roni juga belum pulang. akhirnya si mbok dan bapak berpamitan, untuk pulang kerumah. si mbok berjanji esok akan datang lagi dan memasakkan masakan yang enak buat kamu besok.
"kamu mau si mbok masakin apa besok nduk?" ucap Simbok, saat berada diambang pintu.
"emmm..tahu goreng kunyit, sama tempe bacem ya mbok. sambalnya buatin sambal bawang merica, jahe. jahenya yang banyak mbok. biar hangat. jangan lupa asam limaunya" ucap Mala manja, mengutarakan keinginannya.
"iya...iya, besok si mbok buatin ya sayang. simbok dan bapak pamit pulang dulu, ya. hati-hati dirumah. jangan lupa kunci pintunya." ucap Si mbok seraya mengecup kepala anak perempuannya, sembari berlalu pulang, disusul oleh bapak alias mbah Karso.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Ronati Pertiwi
lanjut
2025-03-08
0
Anisah Ani
Setau aku klw setan klw makan atau minum itu hanya mengambil Sari nya sja tdk smpe di tunjukan bersisa.
Itu mah demit wong Laper
2023-06-02
1
Yuli Eka Puji R
katanya bapak mala dukun sakti masa ga bs merasakan hawa hawa dr makhluk halus sungguh membagongkan 🤧🤧
2022-12-24
1