tok..tok..tok..
"siapa? si mbok ya?" ucap mala dari balik pintu.
kreeeeek...suara pintu kamar berderit terbuka. masuk seorang wanita paruh baya berbadan tambun. Ia tersenyum kepada Mala seraya berjalan mendekati Mala yang sedang terbaring lemah diatas ranjang seraya memegang janinnya yang telah tiada.
mata wanita itu begitu tajam, menatap kearah Mala.
"mbok. Mala keguguran lagi." isak Mala yang mengadukan nasibnya kepada perempuan itu.
Mala mengangkat janinnya ingin memberitahu kepada wanita itu, bahwa Ia telah keguguran untuk yang kesekian kalinya. hatinya pupus sudah untuk memiliki sang buah hati.
"tak apa. sini mbok bersihkan darah dan janin kamu." balas wanita yang dipanggil si mbok itu.
Mala hanya membalas dengan isakan uang memilukan hati. hatinya hancur berkeping-keping.
"mbok. bang Roni mana? apa sudah bertemu dengan bidan Sri?" ucap Mala kepada si mbok.
"belum." jawab si mbok dengan santainya. Ia segera mengganti kain sprei yang berlumuran darah nifas Mala. Ia juga mengganti pakaian mala dengan pakaian bersih.
"koq lama kali bang Roni sampainya ya mbok?" ucap Mala kepada si mbok.
si mbok hanya diam saja. tak menjawab pertanyaan yang diajukan Mala.
"sini. mbok bersihkan janinmu, gak baik dbiarkan terlalu lama." ucap si mbok, meraih janin yang masih dipegang Mala dalam telapak tangannya.
"apa gak menunggu bang Roni dulu mbok?" ucap Mala menyarankan kepada si mbok.
"gak perlu, gak baik dilama-lamain."ucap si mbok mengingatkan.
"ya sudah. ini mbok." jawab Mala seraya menyerahkan janin yang digenggamnya kepada si Mbok, dengan wajah sedih, dan mata sembab.
si Mbok menerimanya dengan wajah sumringah. Ia bergegas keluar kamar, membawa janin Mala dan sprei yang berlumuran darah segar. si Mbok menutup pintu kamar.
Mala bingung dengan sikap si Mbok barusan.
"mengapa si Mbok terlihat senang melihat janinku keguguran? seharusnya Ia bersedih karena kehilangan calon cucunya." Mala berguman dalam hatinya.
tak lama si Mbok menghilang dari balik pintu, terdengar suara ketukan pintu.
tok..tok..tok..
"Mala." suara si Mbok yang langsung masuk kamar tanpa permisi terlebih dahulu.
Mala mengernyitkan keningnya, Ia dalam kondisi kebingungan.
sebelum Mala sempat menjawab, si Mbok bertanya lagi, seraya berjalan menuju ranjang tempat Mala berbaring lemah.
"bagaimana kondisimu nduk?" apa yang terjadi sama kamu? Ia membelai rambut Mala dengan penuh kasih sayang. wajahnya terlihat sangat khawatir.
"kok, si Mbok bertanya begitu?" ucap Mala yang bertambah bingung.
"maksud kamu apa toh nduk?" balas Si Mbok dengan wajah lebih bingung dari Mala.
"bukannya, tadikan Si mbok baru datang? bahkan si Mbok.sendiri yang membersihkan darah dan janinku." ucap Mala dengan wajah panik.
"Mbok baru datang lho Nduk. memangnya apa yang terjadi sama kamu?" ucap si Mbok dengan nada Khawatir dan tak kalah bingung.
"aa..ku. tadi keguguran Mbok. janin serta darah yang ada disprei dan pakaianku tadi si Mbok yang minta untuk membersihkan." ucap Mala terbata-bata.
"lha, orang si mbok baru datang. tadi suamimu datang kerumah, si mbok masih shalat maghrib. terus Bapakmu menyampaikan kalau si mbok disuruh kerumahmu, karena kata Roni kamu sedang sakit. selesai shalat Mahhrib baru si mbok kemari." jawab si mbok menerangkan panjang lebar.
Mala semakin panik, Ia menangis histeris. apa Ia hanya berhalusinasi dengan kejadian tadi.
"tidak mbok. tadi Mala beneran lihat si Mbok datang, dan si mbok juga yang meminta janin Mala untuk si Mbok bersihkan." ucap Mala meyakini bahwa ucapannya benar.
"tapi si Mbok juga baru datang Nduk. Bapakmu saksinya." tegas si mbok membenarkan ucapannya sendiri.
"terus, kalau bukan si mbok siapa tadi yang datang?" ucap Mala bertanya kepda si Mbok. wajahnya pucat karena banyak mengeluarkan darah dan juga karena ketakutan.
"si mbok mana tahu." ucap si Mbok dengan nada yang sedang berfikir.
"apa jangan-jangan setan ya mbok?" tanya Mala kepada si Mbok.
belum sempat si Mbok menjawab, terdengar sepasang langkah kaki menju ke arah kamar.
"dik..dik..bagaimana keadaanmu?" terdengar suara bang Roni yang menerobos masuk kedalam kamar.
"adik keguguran lagi bang." ucap Mala diiringi isak tangis yang menyayat hati.
sebelum menjawab pertanyaan istrinya, Roni melirik kearah si Mbok yang sedang duduk ditepian ranjang tempat istrinya berbaring.
"Mbok? bukannya tadi saya melihat si Mbok di sumur belakang?" ucap Roni ke si Mbok sekaligus mertuanya itu.
semua terdiam,.membisu dalam dalam kebingungan.
"ada apa sebenarnya dik?" tanya Roni kepada Mala dan si Mbok yang masih terdiam tanpa menjawab.
Mala semakin kencang menangis, isakannya membuat bahunyan terguncang-guncang karena menahan beban yang tak pernah Ia fikirkan sebelumnya.
"tadi ada orang yang mirip si Mbok datang kemari, Ia menyalin sprei dan pakaian adik yang berlumuran darah nifas, dia juga meminta janin kita untuk dibersihkan karena akan ditanam." ucap Mala dalam isakannya
"iya. Ron. sedangkan si Mbok baru datang. " balas si mbok yang juga kebingungan.
"apa?" teriak Roni tak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh dua orang wanita yang juga masih dalam kondisi bingung.
Roni tanpa sengaja melihat tangan istrinya yang berlumuran darah, darah itu hampir kering karena sudah lama menempel disana.
"ini darah apa dik." tanya Roni memastikan. karena hanya memang itu yang tersisa.
"ini darah saat adik mengambil janin kita yang sudah keluar." jawab Mala dengan isakannya.
"sepertinya ada yang tidak beres." ucap Roni dengan nada khawatir.
Roni meyakini ucapan istrinya adalah benar, tidak mungkin istrinya berhalusinasi. sebab sebelum Ia meninggalkan istrinya, untuk memanggil si mbok, istrinya sudah mengeluarkan darah.
"kemana wanita yang mirip si mbok membawa janin kita beserta sprei yang berlumuran darah?" tanya Roni kepada Istrinya.
"adik tidak tahu bang, tapi tadi kearah belakang." jawab Mala menjelaskan.
Roni teringat sesuatu. sebelum Ia masuk kedalam rumah, Ia tadi sempat melihat orang yang mirip dengan si mbok di sumur belakang.
"mbok, nitip Mala ya, jangan Mbok tinggal. saya akan mengecek kebelakang dekat sumur." ucap Roni dengan nada perintah.
Roni bergegas berlari keluar rumah. Ia berlari menuju kearah sumur belakang. sumur itu berdinding bilik anyaman bambu, dengan penutup pintu dari kain sarung yang sudah usang. kain itu menyisakan robek sebesar buah kelapa, sehingga dapat terlihat jika ada orang yang menggunakan sumur itu.
suasana begitu gelap, pekatnya malam menghalangi pandangannya.
tampak samar-samar, orang berpkaian serba putih, rambut panjang tergerai sedang berjongkok dan menundukkan kepalanya. seperti sedang memakan sesuatu.
Roni berjalan mengendap-endap. bulu kuduknya meremang, punggungnya seperti ada sesuatu yang sedang menempel dan mengikutinya kemanapun Ia melangkah.
meski rasa takut begitu sangat kuat, namun Ia sangat penasaran dengan sosok perempuan bergaun putih tersebut.
saat akan mencapai dinding sumur yang dibatasi dengan anyaman bambu, kakinya tersandung sesuatu, dan Ia pun tersungkur ketanah.
braaak.. suara seseorang terjatuh terdengar jelas.
"aawww." uacap Roni dengan meringis kesakitan. siku dan lutut kakinya luka terkena batu yang berada ditempatnya terjatuh.
"sial" ucapnya lagi.
Dengan kepayahan, Roni kembali bangkit, Iya berjalan terhuyung-huyung, karena lututnya terluka dan meninggalkan rasa sakit.
saat akan masuk kedalam bilik sumur, Ia mencium aroma kembang Melati yang menambah suasana malam semakin menyeramkan.
Roni memberanikan diri mencoba masuk kedalam bilik sumur. dengan cekatan, Ia menyingkap tirai sumur.
sreeeek... suara tirai dibuka. namun matanya terbelalak, Ia tak menemui perempuan yang dilihatnya tadi, yang ada hanya lembaran kain seprai dan pakaian Mala yang noda darahnya seperti habis diperas, tidak lagi berwana merah, melainkan berwana coklat muda.
"kemana perginya perempuan tersebut?" guman Roni dalam hatinya.
bersamaan dengan itu, Roni mendengar suara cekikian dari arah pohon mangga besar, tinggi menjulang yang tumbuh dekat dengan sumur.
seketika Roni merinding, lalu memutuskan untuk lari langkah seribu, masuk kedalam rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Bunda Silvia
fix kunti itu ingon2 si mbok
2024-08-31
0
Alby Upy
aku udah su'udhon ja sama si mbok🤭
2023-11-23
0
Tina
😀😀😀 Si Roni ternyata penakut juga ya.
2023-11-03
0