episode 3 gosip menyebar

braaaak.. suara pintu di dobrak paksa. Roni masuk menerobos pintu dengan nafas tersengal-sengal. wajahnya pucat pasi. keringat dingin mengucur deras disekujur tubuhnya. detak jantungnya memburu.

"ada apa toh Ron? koq kamu seperti orang yang dikejar syetan." tanyà si Mbok penasaran.

"emmmm.. gak ada apa-apa koq Mbok. tadi cuma terpeleset saja. jawab Roni. Ia sengaja tidak menceritakan kejadian sebenarnya, karena tidak ingin membuat ke dua wanita bertambah takut.

Roni melihat si Mbok sedang telaten merawat Mala istrinya. si Mbok mengambil kain lalu melipatnya menjadi ukuran kecil dan tebal lalu menambalkannya diselangkangan mala. bertujuan agar darah nifas Mala tidar berceceran kemana-mana.

"Ron. tolong gendongkan istrimu dulu, Mbok mau memasangkan sprei. agar Ratna lebih nyaman beristirahat." ucap si Mbok kepada Roni. menantunya.

Roni memandang kearah istrinya, wajahnya pucat karena banyak mengeluarkan darah. lalu Ia dengan sigap Ia membopong tubuh istri yang dicintainya.

"kasihan istriku." hatinya pasti hancur, karena Ia kehilangan calon buah hati kami."

Mala yang sedang berbaring lemah, masih terdengar terisak. meratapi kepergian calon buah hatinya, Ia pasrah saja saat Roni membopongnya.

sembari membopong tubuh Mala, Roni mencoba menenangkan perasaan istrinya. Ia mengecup kening istrinya.

"sabarlah sayang, Tuhan belum mengijinkan kita memiliki anak, jika Tuhan sudah berkata 'jadi, maka terjadilah' ". ucap Roni menenangkan perasaan istrinya yang terguncang.

si mbok segera memasangkan sprei, dan menata bantal yang ditumpuk menjadi dua agar Mala bisa duduk bersandar.

"Ron. letakkan istrimu disini, duduk menyandar saja, karena mbok ingin menyuapinya makan" titah si mbok kepada menantunya.

"baik mbok." jawab Roni dengan sopan.

mata Mala sembab, karena banyaknya air mata yang keluar.

suara tangisan Mala, ternyata didengar oleh salah satu tetangga yang tak sengaja sedang melintas didepan rumah mereka. si tetangga yang merasa penasaran, mencoba ingin mengetahui apa yang terjadi pada keluarga ini.

"Mala...kamu kenapa?." terdengar suara seseorang dari luar sedang bertanya.

si Mbok yang mendengarnya, mencoba keluar untuk mengeceknya.

Ia melihat mbak Ratna berdiri diambang pintu. "ehh.. mbak Ratna. mari masuk mbak." ucap si Mbok kepada Ratna.

Mbak Ratna tersenyum. "saya kebetulan lewat Mbok, lalu mendengar suara Mala menangis. Malanya kenapa ya Mbok?" tanya Ratna yang penasaran.

"Mala keguguran lagi mbak Ratna." ucap si Mbok dengan raut penuh kesedihan.

mbak Mala terperangah, Ia sudah belasan tahun menjadi tetangga Mala, maka Ia mengetahui bahwa Mala sudah beberapa kali mengalami keguguran. "ya Allah. Mala. kasihan sekali anak itu. saya permisi lihat kondisi Mala. boleh ya Mbok?" ucap mbak Sri.

"boleh mbak. mari masuk." balas si Mbok, mempersilahkan.

"Assalammu'alaikum." ucap mbak Ratna saat memasuki rumah Mala.

"wa'alaikum salam." jawab si Mbok.

mbak Ratna mengikuti si Mbok yang berjalan didepan.

sesampai dikamar, Ratna melihat Mala sedang menangis, tubuhnya bergetar karena menahan sesaknya ujian hidup.

"saya tinggal dulu ya Mbak Ratna, saya ingin mengambil makanan buat Mala." ucap si Mbok seraya berlalu menuju dapur.

mbak Ratna menjawab dengan anggukan.

"eh, ada mbak Ratna." mari masuk mbak." ucap Roni dengan nada datar. karena suasana hatinya sedang kacau.

mbak Ratna datang mendekati mereka, lalu duduk ditepian ranjang.

"saya sudah mendengar ceritanya dari si mbok. yang sabar ya Mala. suatu saat nanti, bila Allah menghendaki kamu memiliki anak, maka bukan hal yang tidak mungkin. hanya waktunya saja yang belum tepat." ucap mbak Ratna memberikan nasehat.

Mala yang mendengar ucapan mbak Ratna, menurunkan ritme tangisannya.

"Mala.. "suara seorang wanita dari luar sana.

Roni bergegas keluar memeriksa siapa yang datang.

"maaf mas Roni, saya terlambat datang. tadi saat mau kemari ada pasien yang datang membawa anaknya demam tinggi. sekali lagi mohon maaf atas keterlambatan saya." ucap wanita itu, yang tak lain adalah bidan Sri.

wanita memakai setelan baju daster , ditambah dengan blazer berwarna putih, sebagai penanda bahwa mereka adalah petugas kesehatan.

"iya, tidak apa-apa buk bidan." balas Roni.

"boleh saya mengecek kondisi mala?" ucap bidan Sri.

"boleh bu, silahkan masuk." balas Roni.

Roni mengantarkan bidan Sri kekamar mereka.

"eh, ada mbak Ratna juga ya?" ucap bidan Sri kepada Ratna.

"iya bu Bidan, tadi kebetulan lewat, dengar suara Mala menangis, maka pengen jenguk." ucap mbak Ratna menimpali. lalu bangkit bergeser dari tempat duduknya, memberikan ruang kepada Bidan tersebut untuk memeriksa kondisi Mala.

petugas kesehatan itu lalu datang mendekati Mala. mengeluarkan semua peralatan kesehatan yang akan digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan Mala.

Ia mengeluarkan stetoskop, memeriksa detak jantung dan tekanan darah Mala.

lalu Ia memberikan beberapa obat untuk diminum Mala.

bidan Sri memanggil Roni.

"mas, ini obatnya diminumkan ke mbak Mala ya, ada yang sebelum makan dan ada yang sesudah makan. semuanya sudah saya tulis diplastik pembungkus obatnya. semoga mbak Mala segera pulih." ucap bidan Sri, menjelaskan panjang lebar.

Roni mengangguk tanda mengerti, tentang apa yang dijelaskan petugas kesehatan itu.

mendengar kata makan, Roni teringat kepada si mbok yang dari tadi belum muncul.

"si mbok kemana ya? bukannya tadi mau kedapur ambilin makan buat Mala? kenapa sampai sekarang belum muncul juga?" Roni membatin.

Roni ingin mengecek kondisi si mbok didapur.

"bu bidan dan mbak Ratna, saya nitip Mala sebentar bisa? soalnya mau mengecek si mbok, kenapa dari tadi ambil makanan kok lama banget." ucap Roni kepada bidan Sri dan mbak Ratna.

keduanya menganggukkan kepala. menyetujui permintaan Roni.

Roni bergegas menuju dapur, ingin melihat kondisi si Mbok yang dari tadi belum muncul juga.

"masa iya sih, kedapur lama sekali?" jika si Mbok memasak lauk pasti terdengar orang sedang memasak, dan pastinya aroma harum masakan akan tercium. tetapi ini tidak ada sama sekali." ucap Roni bermonolog.

suasana dapur sepi. tak ada tanda-orang sedang beraktifitas.

"mbok..mbok." suara Roni memanggil si Mbok.

sepi tak ada sahutan. Roni memeriksa seisi dapur yang hanya berukuran tiga kali lima meter. saat akan mendekati meja kompor, kakinya tanpa sengaja menyentuh sesuatu. lalu Roni melihat kebawah kakinya, untuk mengetahui apa yang sedang menyentuh kakinya.

matanya terbelalak, melihat si mbok jatuh pingsan dekat dengan lemari pendingin.

"mbok..mbok..bangun mbok." suara Roni sangat keras, seraya mengguncang-guncang tubuh si mbok, agar sadar dari pingsannya.

suara keras Roni terdengar sampai kekamar. membuat ketiga wanita yang berada didalam kamar penasaran. dan saling pandang.

"saya akan pergi memeriksa kedapur. mbak Ratna disini ya, temani Mala." ucap bidan Sri menegaskan.

"iya bu bidan." balas mbak Ratna menyetujui.

bidan Sri bergegas menuju dapur, Ia ingin memeriksa apa sebenarnya yang sedang terjadi.

Sri melihat Roni sedang berjongkok, disisinya ada si mbok yang tergeletak pingsan dilantai.

"bawa kekamar saja mas Roni. biar saya periksa." ucap bidan Sri kepada Roni.

"tapi bu bidan bisa bantu saya kan, soalnya saya gak kuat mengangkat sendirian." balas Roni.

bidan Sri mengangguk menyetujui.

Roni mengangkat tubuh tambun mertuanya, Roni memegang kedua ketiak mertuanya, sedangkan bidan Sri mengangkat bagian kakinya.

mereka membawa kekamar Mala. mbak Ratna dan Mala saling pandang penuh tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi pada si mbok.

"si mbok kenapa bang?" tanya Mala dengan suara parau dan lemah, kini tangisnya sudah mereda, meski matanya masih terlihat sembab.

"tidak tahu dik, abang menemukannya tergeletak pingsan dilantai dapur." balas Roni menjelaskan. seraya membaringkan tubuh si mbok ditepi ranjang sisi sebelah kanan.

setelah membaringkan tubuh si mbok, bidan Sri bergegas ke koper kecil miliknya, koper tempat meletakkan semua peralatan kesehatannya.

Sri mengambil botol minyak kayu putih. lalu menyerahkannya kepada Roni.

"ini mas, letakkan disekitar hidung si mbok." titah bidan Sri.

Roni meraih botol minyak kayu putih pemberian bidan Sri. lalu menempelkan dan mengoleskan disekitar lubang hidung si mbok.

tak lama si mbok tersadar, membuka matanya perlahan, lalu refleks menjerit.

"kun..tilanak." teriak si mbok, yang mengira Roni adalah makhluk halus yang disebutnya.

"mbok.. sadar mbok, ini aku Roni." ucap Roni menyadarkan si mbok. kedua telapak tangannya dikatupkan kewajah, tidak ingin melihat apa yang didepannya.

mendengar suara Roni, Ia pun perlahan berani membuka kedua telapak tangannya, memastikan bahwa itu Roni menantunya.

Mala, mbak Ratna dan bidan Sri seketika meremang bulu kuduknya, mendengar si mbok menyebut nama salah satu makhluk halus yang diyakini sangat mengerikan.

"sebenarnya apa yang terjadi mbok?" ucap Mala penasaran dengan nada bergetar.

si mbok masih terdiam, ternyata kejadian didapur tadi membuatnya sangat syok.

perlahan Ia mengatur nafasnya, menetralkan detak jantungnya. setelah merasa cukup tenang, Ia mulai bercerita.

"tadi waktu kedapur, si mbok ingin mengambilkan makanan buat Mala. namun lauk habis, jadi Mbok niat mau gorengkan ayam yang masih ada tersisa dilemari es." ucap si mbok menjelaskan.

lalu ia melanjutkan ceritanya.

"tapi waktu Mbok ingin membuka pintu lemari es, mbok melihat.." ucapannya terhenti sesaat. sepertinya Ia sedang membayang sesuatu.

"melihat apa mbok?" ucap mbak Ratna penasaran.

"mbok melihat kuntilanak yang keluar dari arah kolong meja dapur, wajahnya menyeramkan, matanya merah. dimulutnya ada bekas banyak darah, seperti sedang habis memakan sesuatu. giginya tajam menyeringai. serta rambutnya yang panjang menjuntai." ucap si mbok dengan nada bergetar, karena ketakutan.

semua yang berada disitu saling pandang dan berkelana dengan fikirannya masing-masing..

si mbok melanjutkan kembali ceritanya.

" karena mbok, terkejut dan takut, akhirnya mbok pingsan." ucap si mbok dengan raut wajah pucat pasi.

saat si mbok selesai bercerita, terdengar suara dentuman di atas seng, namun tidak ada benda yang jatuh.

semua seperti ketakutan. diam tanpa kata.

esok paginya, desas desus penampakan kuntilanak dirumah Mala dan Roni, menjadi gosip yang kian menyebar dan menjadi viral.

Terpopuler

Comments

Ronati Pertiwi

Ronati Pertiwi

seru lanjut

2025-03-07

0

Bunda Silvia

Bunda Silvia

jangan2 anak2nya di jadikan tumbal sama seseorang

2024-08-31

0

Mary Bella

Mary Bella

seram juga ni.baca mlm2 baru ada feel nya

2024-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!