"astaghfirullah haladzim." mbah karso melompat satu langkah dari ambang pintu. Ia melihat sesuatu yang begitu menyeramkan.
makhluk itu menatap tajam ke arah mbah Karso. ada kebencian dan dendam dalam tatapannya. Ia menyeringai, memperlihatkan gigi taringnya yang tajam. wajahnya yang hancur serta menebarkan aroma busuk, membuat perut terasa mual. aroma busuk itu begitu menyengat.
Makhluk dengan rambut panjang, kuku-kuku tangan yang panjang dan runcing, sedang berada diatas tubuh Mala, sedangkan Mala dalam kondisi tertidur disaat Maghrib.
"bisa-bisanya Mala tertidur sampai selama ini?" ucap mbah Karso dalam hatinya."apakah Ia juga tertidur sama sepertiku dari pagi tadi? sehingga tak menyadari apa yang terjadi?" mbah Karso masih berfikir tak mengerti.
"siapa itu pak?" ucap mbok Darmi istrinya. wajahnya pucat, tubuhnya gemetar karena ketakutan. Ia memegangi lengan suaminya, untuk mencari perlindungan.
"si mbok menjauhlah dari kamar ini. jiar bapak yang mengurus makhluk hina ini." ucap mbah Karso memerintahkan istrinya. agar Ia lebih mudah untuk melakukan perlawanan terhadap makhluk yang menyeramkan itu.
"ambilkan bapak garam kasar didapur mbok.!" perintah mbah karso kepada Istrinya. tanpa membantah sedikitpun, mbok Darmi beranjak dari tempatnya menuju dapur. mengambil benda yang diperintahkan suaminya.
dengan tergopoh-gopoh, mbok Darmi akhirnya menemukan benda itu. lalu menyerahkannya kepada Mbah Karso suaminya.
"ini pak e...garamnya." ucap Mbok Darmi seraya menyerahkan garam kasar dalam wadah toples kecil.
mbah Karso meraih garam dalam toples, lalu mengambil segenggam tangan, mulutnya komat-kamit membacakan sesuatu, lalu melemparkannya kearah makhluk yang sedang berada diatas tubuh Mala.
seketika terdengar suara lengkingan kesakitan yang memekakkan telinga...samar-samar makhluk itu menghilang, bersama hilangnya aroma busuk yang menusuk penciuman.
"tutup jendela kamar mbok. jangan membiarkan jalan masuk setan kerumah terbuka, saat menjelang maghrib." ucap mbah Karso memerintahkan.
mbok Darmi yang masih bergidik merinding memberanikan diri menutup Jendela. lalu menguncinya rapat. ini kedua kalinya Mbok Darmi melihat makhluk menyeramkan itu dirumah ini.
"bangunkan putrimu mbok." ucap mbah Karso kepada istrinya. diiringi anggukan kepala mbok Darmi.
"Mala...Mala..bangun nak, ini sudah masuk Maghrib. tidak baik tidur saat Maghrib." ucap mbok Darmi kepada Mala, seraya mengguncang-gunvang tubuh anaknya.
"emmmmmm..Malah yang terjaga, meregangkan tubuhnya, perlahan membuka matanya. lalu Ia terkejut melihat mbok Darmi dan ibunya sudah berada dikamarnya.
"si mbok?" ucapnya dengan nada kaget. matanya dipaksa membuka lebar, meski kantuk masih menggelayutinya. "sudah lama si mbok datang? Bapak dikamar Mala juga?" dengan nada lemah, karena nyawanya belum kumpul saat bangun tidur.
"sudah maghrib, Nduk. ayo bangun. tadi kamu susah sekali dibangunkan, makanya si mbok minta temeni bapak untuk membangunkanmu dan mengunci jendela.
"apa mbok? Maghrib? ya Allah, berarti aku tidur cukup lama. apa bang Roni sudah pulang kerja mbok?" ucap Mala yang masih malas-malassan.
mbok Darmi membelai rambut Mala, mengajaknya agar segera bangkit dari tidur.
"Roni belum pulang. mungkin pekerjaannya belum kelar." jawab mbok Darmi.
"iya. mungkin mbok. soalnya tadi mandor nelfon, ada barang banyak masuk kegudang. makanya bang Roni tidak bisa libur lagi hari ini." ucap Mala membenarkan.
"Mala mau kekamar mandi dulu mbok. membersihkan diri. ucap Mala, bernjak bangkit dari ranjangnya. "koq, banyak garam kasar berserakan di ranjang Mala mbok." ucap Mala tak kalah matanya melihat banya garam kasar berserakan.
"oh..anu...itu tadi si mbok niatnya, mau masak buat makan malam, tapi karena kamu sudah hampir masuk maghrib belum bangun juga, mbok berniat membangunkanmu dulu, tapi malah toples garamnya ibu bawa sampai ke kamar, dan toplesnya terlepas lalu tertumpah." jawab mbok Darmi berbohong, menutupi apa yang terjadi barusan.
"ooohh.. ya sudah..kalau begitu. Mala kekamar mandi dulu ya mbok." uvap Mala lalu beranjak kekamar mandi, yang letaknya ada dibagian dapur.
mbok Darmi dan mbah Karso juga beranjak dari kamar Mala. menuju keruang tengah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Ronati Pertiwi
mahluk menyeramkan
2025-03-08
0
putt
malah?
2023-02-23
0
putt
typo? jiar? kok jiar bukannya biar? btw udah mau lanjutt hehe sekedar mgsi tau
2023-02-23
0