Penumpang Gelap

malam semakin larut, suasana malam yang sepi menambah kegelisahan Mala. "mengapa bang Roni belum juga balik? mana handphonenya ditinggal lagi. dah hampir pukul dua belas malam lagi." ucap Mala lirih.

Mala yang berbaring di kursi tamu, menghilangkan rasa bosan dengan menikmati acara televisi kesukaannya. biasanya Ia lebih suka menonton didalam kamar, namun karena suaminya belum juga pulang, Ia berniat menunggunya, dan jika berada diruang tengah, lebih memudahkannya mendengar ketukan pintu saat suaminya pulang bekerja.

"mungkin berselancar di dunia maya lebih asyik" ucap Mala. meraih phonsel androidnya, lalu membuka berbagai aplikasi media sosial.

"heeemm..ternyata masih banyak yang online selarut ini." ucap Mala, memperhatikan setiap akun yang terhubung dengannya.

terdengar suara mesin motor suaminya menderu dari kejauhan, lalu semakin mendekat, dan berhenti didepan pintu.

tok...tok..tok.. suara ketukan pintu.

"dik...dik..Mala, ini abang.. sudah pulang.

mendengar suara suaminya mengetuk pintu, Rena beranjak dari kursi tamu, berjalan menuju pintu.

kreeeeek...suara pintu dibuka, tampak Roni, suaminya sedang berdiri dengan wajah lelah. Roni masuk sembari mendorong sepeda motornya untuk masuk kerumah. karena sudah larut malam.

bersamaan dengan masuknya Roni kedalam rumah, ada hawa dingin yang juga ikut masuk, hawa dingin itu membuat bulu kuduk Mala merinding. punggung belakangnya seolah ada sesuatu yang mengikutinya. namun Ia mengabaikannya.

Roni, suaminya. duduk menyandarkan tubuhnya di kursi tamu, wajah lelahnya tampak begitu kertara. Mala tidak berani mengusiknya.

Mala memberikan sejenak waktu buat suaminya menghilangkan penat ditubuhnya. setelah itu Ia akan menanyakan hal, mengapa sampai pulang selarut ini.

saat Mala memandangi wajah suaminya, Ia mendengar suara berisik didapur. Mala mencoba memeriksanya. Mala mengendus aroma busuk, aroma yang seperti Ia kenal, berasal dari arah dapur.

Mala berdiri diambang pintu dapur, dibawah, temaramnya pencahayaan, Mala melihat samar-samar bayangan putih sedang menyesap sisa minuman yang terletak diatas meja.. Makhluk itu membelakangi Mala, saat Mala akan melihatnya lebih dekat, tiba-tiba Roni, suaminya memanggilnya.

"dik, tolong masakkan air untuk anamg, buatkan abang kopi ginseng ya? abang capek banget. ucap Roni dengan nada memohon.

Mala memoleh kearah suaminya. "iya bang, bentar adik masakin." jawab Mala, lalu mengalihkan pandangannya ke meja makan, dimana Ia melihat makhluk misterius itu. namun saat ini, makhluk itu telah menghilang dari pandangan Mala.

Mala bergidik merinding, sebenarnya ada rasa takut untuk melanjutkan memasak air, namun Ia tak tega melihat suaminya.

setelah air matang, Mala menuangkan satu sachet kopi ginseng kedalam gelas keramik. memberinya sedikit gula, agar lebih terasa manis. karena suaminya menyukai kopi yang manis.

Mala menyuguhkan kopi ginseng permintaan suaminya. meletakkannya di atas meja. lalu menepuk pelan pundak suaminya.

"bang, kopinya sudah siap, silahkan diminum. ntar keburu dingin gak enak." ucap Mala dengan lembut.

Roni, membuka matanya, menghirup aroma kopi yang mengusik indra penciumannya. aromanya begitu melegakan. Roni tak sabar menyesap kopinya. begitu memanjakan lidahnya.

"terimakasih ya dik" ucap Roni kepada istrinya. Ia kembali menyandarkan tubuhnya di kursi tamu.

"abang sudah makan apa belum? kalau belum biar adik ambilkan. ada dua potong ayam goreng kalasan buatan si mbok. tadi si mbok datang sama bapak."ucap Mala dengan tenang.

"a..apaa..? bapqk kemari? " ucap Roni lalu mengubah posisi duduknya dari menyandar menjadi duduk tegak.

"iya.. emangnya kenapa bang? bapak gak boleh datang kemari? diakan bapakku.."ucap Mala tak senang. karena pertanyaan suaminya, seolah-olah yidak menyukai bapaknya datang menjenguknya.

"bu..bukan begitu maksud abang.. maafin abang menyinggung perasaanmu." ucap Roni dengan melemahkan suaranya. "aku harus menyelidikinya dahulu, aku tidak bisa terburu-buru menuding bapak mertuaku, sebagai pelaku yang menumbalkan setiap anak yang ada didalam janin istriku. aku harus mengumpulkan bukti-buktinya terlebih dahulu." Roni berguman dalam hatinya.

****

Roni sudah selesai mandi. Ia menyalin pakaiannya untuk segera tidur. Ia menyusul istrinya yang sudah lebih diranjang.

"dik, masa nifasmu berapa hari lagi? ucap Roni kepada istrinya.

"untuk keguguran sih biasanya dua sampai tiga minggu. tapi kalau untuk lebih baiknya biarkan sampai empat puluh lima hari. agar kondisi rahim adik lebih pulih." ucap Mala menjelaskan.

oh, iya bang, bisa tolong ambilkan jamu buatan si mbok yang adik letakkan di meja nakas sebelah abang?" ucap Mala dengan lembut.

"lama juga ya dik." ucap Roni

Mala menjawab dengan anggukan kepala.

Roni memoleh kearah yang dikatakan istrinya, meraih gelas berisi jamu, lalu memberikannya kepada istrinya. berharap istri tercintanya segera pulih.

"obat dari bidan Sri sudah kamu minum juga kan dik?" ucap Roni mengingatkan.

"sudah bang, tadi saat habis makan malam." jawab Mala, sembari meminum jamunya sampai kandas. lalu memberikan gelasnya kepada suaminya untuk diletakkan kembali keatas meja nakas. dan Roni meraihnya. lalu meletakkan ke tempat semula.

"abang kenapa selarut ini baru pulang? "tanya Mala dengan hati-hati.

"tadi banyak barang masuk ke gudang. banyak permintaan. jadi barang harus di stok, agar permintaan tidak terputus. "lalu ditengah jalan tadi, tiba-tiba mesin motor abang mogok. jadi abang sempat jauh berjalan kaki mendorong motor untuk mencari bengkel. yang abang heran, motor abang terasa berat banget, seperti ada yang menumpang di jok boncengan. padahal tidak ada sesiapa." ucap Roni menjelaskan.

Mala dengan setia mendengarkan cerita suaminya. saat itu, bulu kuduk Mala meremang, punggungnya terasa merinding. Ia memeluk lengan suaminya seperti guling.

tak selang beberapa lama, terdengar suara dentingan benda pecah dari arah dapur.

pruaaaaaaaank...suara benda kaca pecah itu mengagetkan Mala dan suaminya.

"abang periksa ke dapur dulu ya, ucap Roni, sembari melepaskan pelukan Rena dilengannya. Mala mengangguk menuetujui.

Roni beranjak dari ranjangnya, melangkah menuju arah dapur. saat berada diambang pintu dapur, Roni melihat pecahan gelas kaca berserakan dilantai. sepertinya bekas kopi hitam. Roni tak menemukan sesiapapun. "siapa yang melakukannya? apakah kucingnatau tikus?" ucap Roni lirih.

saat itu, sebuah tangan yang sangat dingin terasa menyentuh pundaknya, Roni mencoba memalingkan wajahnya kearah belakang, melihat siapa yang menyentuhnya.

"astaghfirullah haladzhim..ngagetin saja sih dik" ucap Roni yang tersentak saat melihat istrinya berada dibelakangnya. namun istrinya hanya diam, dengan tatapan dingin.

lalu Roni mengambil penyapu, berniat menyapu lantai untuk membersihkan pecahan gelas kaca, agar istrinya tidak terluka saat kedapur nanti. setelah selesai, Roni melihat istrinya sudah tak berada di ambang pintu. "mungkin Mala sudah kembali lagi kekamar" Roni berusah berfikir positif.

setelah selesai membersihkan pecahan gelas kaca, Ia memasukkannya kedalam keranjang sampah. Ia melihat tulang bekas daging ayam berserakan disekitar keranjang sampah. "siapa kira-kira yang menyerakinya? mungkin saja kucing atau tikus" ucap Ronin, sembari memasukkan pecahan kaca kedalam keranjang sampah.

Roni juga mengepel bekas noda kopi yang ikut berserakan dilantai. setelah selesai, Roni masuk kedalam kamar, dan mendapatinistrinya sedang tertidur pulas. mengapa secepat itu Mala tertidur? bukannya tadi baru dari dapur?" tanya Roni dalam hatinya.

namun, rasa kantuk membuatnya mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ia pun menuju ranjangnya, berbaring menghadap istrinya, lalu memeluknya, dan tertidur merajut mimpinya.

Terpopuler

Comments

Ronati Pertiwi

Ronati Pertiwi

bikin merinding

2025-03-08

0

Bunda Silvia

Bunda Silvia

Hp dah android masa pembalut masih pake kain 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😅😅😅

2024-08-31

0

ارلناجوليحه

ارلناجوليحه

ini ad Android??kok stelah niFas gk pke pmblut??kok pke kain????🤔

2023-06-04

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!