"tubuhku terasa gerah, aku ingin mandi." Mala berguman sendiri."
Mala berusaha bangkit dari ranjangnya. Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi yang ada didapur. Ia berniat untuk membersihkan tubuhnya.
"bang Roni kemana sih? kenapa belum pulang sedari tadi." ucapnya lirih. lalu melanjutkan niatnya untuk mandi.
setelah sampai didapur, Ia mengatur nafasnya. wajahnya pucat karena banyak mengeluarkan darah. Ia meraih daun pintu dan membukanya.
bau amis darah menusuk indra penciumannya. bau itu berasal dari selangkangannya.
"banyak sekali darah ini, kalau bukan darah sendiri bisa pingsan aku"ucapnya lirih.
Mala memiliki phobia terhadap darah. jika melihat darah terlalu banyak, Ia akan tiba-tiba pingsan.
"huuueek.." tiba-tiba Mala merasa mual mencium bau amis darah nifasnya. kepalanya mendadak pusing. Ia mempercepat mencuci pembalutnya yang sangat tebal, karena berupa kain sarung yang dilipat kecil. setiap kali Ia memerasnya akan menghasilkan darah yang bercampur air. lalu membuang air pencuciannya kedalam closet.
setelah selesai dengan pembalutnya. Ia mulai membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, serta berkeramas.
setelah selesai, kini tubuhnya terasa segar. Ia keluar menggunakan handuk yang tergantung didinding kamar mandi.
Ia keluar dari kamar mandi, menuju kekamarnya. tampa Mala sadari, darah nifasnya menetesi dilantai, dari dapur menuju kamarnya.
sesampai dikamarnya, Ia menutup pintu kamar untuk berganti pakaian yang bersih.
****
Didapur, tampak sesosok makhluk berjenis wanita, bergaun putih dengan rambut tergerai panjang. wajahnya hancur dengan banyak luka dan aroma busuk. matanya merah menyala. gigi-giginya tak beraturan dengan taring yang tajam. kukunya panjang menjutai.
makhluk itu tampak antusias menjilati sisa darah yang tercecer dilantai. Ia begitu rakus. sehingga lantai itu bersih tanpa noda darah.
lalu Ia menghilang setelah mendengar seseorang mengucapkan salam.
****
"Assalammualaikum. dik..dik Mala." suara Roni yang menerobos masuk kedalam rumah.
Roni menuju dapur, dia mencium aroma sabun mandi dan shampo dari arah kamar mandi.
Roni mengecek isi kamar mandi. dan yidak mendapati apapun disana.
"heeemm..mungkin dik mala yang habis mandi." Roni membatin.
Ia lalu mengeluarkan kantong kresek yang dibawanya. Ia mulai memasak sayur sup dengan bahan-bahan yang dibelinya dari akang sayur.
saat sedang asyik memasak, Roni mencium bau amis darah, bercampur aroma busuk. Indra penciumannya, menuntunnya untuk menuingkap kolong meja dapur yang hanya ditutupi tirai.
"baunya berasal dati sini." ucap Roni, lalu ingin menuingkap tirai kolong meja dapur.
"bang Roni. baru balik bang?" ucap Mala yang tiba-tiba saja datang dari arah kamar.
Roni yang disapa dengan tiba-tiba, terkejut hingga tubuhnya tersentak.
"dik Mala ngagetin saja, hampir copot ne jantung." ucap Roni kepada istrinya dengan jantung yang masih berdetak kencang.
"maaf bang, Mala gak niat ngagetin abang kok." ucap Mala. dengan jujur.
"lagian abang nyariin apa sih dikolong meja dapur?" ucap Mala penasaran.
"tadi abang mencium bau amis darah yang membusuk dari kolong meja ini." jawab Roni menjelaskan.
"coba Mala periksa sini." ucap Mala berniat membantu.
"sudah, tidak usah, biar abang saja. kamu kan belum pulih." titah Roni kepada Istrinya.
Mala menuruti perintah suaminya. Ia memilih duduk dikursi plastik dekat meja makan.
saat Roni menyingkap dengan cepat tirai kolong meja, Ia tak menemui apapun disana.
wuuusss...desiran angin keluar dari balik tirai yang disingkap. aroma amis memenuhi ruangan dapur.
"bau apa ini ya bang?" tanya mala kepada suaminya.
"iya bau banget." ucap Roni menimpali.
"oooo..mungkin bekas pembalut Mala bang, tadi lupa untuk menjemurnya. mala ambil dulu dari kamar mandi" ucap Mala menjelaskan.
Mala bergegas kemar mandi, mengambil bekas pembalutnya, lalu menjemurnya dijemyran yang ada didekat sumur belakang.
"sebaiknya kulanjutkan memasak sup ini." Mala pasti lapar, dan perlu asupan gizi untuk memulihkan kondisi fisiknya." ucap Roni bersemangat.
****
"dik, yuuk makan, abang sudah siap masak ne." ucap Roni yang sudah menyiapkan makan siang.
"iya bang. Mala kesana." jawab nya .
Mala yang berbaring santai di kursi tamu, beranjak dari duduknya, menuju meja makan yang ada didapur.
"heeeemm..aromanya wangi banget bang. pasyi enak deh masakan abang." puji Mala kepada siaminya.
"iya dong sayang, apalagi memasaknya dengan cinta." jawab Roni seraya mencium kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
"yuuk makan, dah laper banget ne." ucap Mala denhan tersenyum.
"yuuuk.." balas Roni, lalu menggeser kursi dan menyantap masakannya.
****
hari menjelang maghrib, safak dilangit bagian barat tampak memerah. pertanda maghrib akan tiba.
beberapa saat kemudian, terdengar suara adzan yang begitu merdu, dari arah mesjid yang berjarak dua ratus meter dari rimah Mala.
"bang..bang Roni, bantuin Mala bang." teriak Mala dari dalam kamar.
"ada apa dik?" tanya Roni kepada istrinya.
"angkatin kain pembalut adik bang, tadi adik jemur dijemuran belakang dekat sumur." jawab Mala menjelaskan.
"emang gak ada pembalut lain?" tanya Roni kembali.
"Habis bang, dari pagi sampai sore sudah berganti tiga kali adik bang." jawab mala.
"iya. sebentar abang ambilin." balas Roni, lalu bergegas menuju pintu dapur dibagian belakang.
suasana diluar rumah sudah meremang. Roni menuju jemuran, menemukan kain bekas pembalut istrinya terbentang dan tertiup angin sepoi-sepoi, sehingga seperti sedang melambai-lambai.
"mungkin itu pembalutnya." Roni berguman sendiri.
saat akan meraih kain itu, tiba-tiba saja bulu kuduknya meremang. punggungnya seperti merasakan ada sesuatu yang menempel.
Roni bergegas meraih kain pembalut istrinya. lalu segera memasuki rumah.
"dik, ini kain pembalutnya." ucap Roni. lalu menyerahkan kain itu kepada istrinya.
"terimakasih yang bang." ucap Mala kepada suaminya.
Mala lalu melipat kain itu menjadi kecil, dan menjadikannya pembalut darah nifas.
wuuusss.. seperti ada desiran angin yang masuk kedalam rahimnya, bersamaan Ia memakai pembalutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Bunda Silvia
emang itu cerita era apa ko kaya jamane aq SD pake kain buat nampung haid 🙈
2024-08-31
0
Isnaaja
kalau aku lihat banyak darah suka pusing,terus mual.apa itu juga pobia?
2023-09-25
0
Yuli Eka Puji R
kenapa bapaknya mala ga tau ya apa ga mau bantu atas kemalangan anaknya biasanya dukun itu tau dan lebih jeli
2022-12-24
0