Bunga Kenanga

Mala masih merenungi arti mimpinya tadi malam. Ia penasaran dengan ke enam anak tersebut dan satu janin yang berbentuk seonggok daging. Mala mengingat bahwa dirinya pernah enam kali keguguran sejak awal pernikahannya, dan sayu janin berbentuk seonggok daging yang baru saja keguguran dari rahimnya.

"apakah anak-anak dan janin itu ada hubungannya denganku?" ucap Mala lirih. Ia sedang berada didapur, menyiapkan sarapan seadanya. pasca keguguran Ia sudah mulai dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan-ringan, seperti membuat sarapan.

hari ini si mbok berjanji akan datang untuk memasakkan masakan kesukaannya. si mbok janji bawain tahu goreng kunyit, tempe bacem dan sambal jahe plus merica limau. air liur Mala seperti ingin menetes membayangnyakannya, dan tak sabar menunggu kedatangan si Mbok.

"masak apa dik?" ucap Roni yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakangnya, Mala tersentak kaget. lalu mengelus dadanya. "abang ngagetin saja, Mala masak telur ceplok saja, buat satapan pagi ini. " ucap Mala dengan lembut, sembari tersenyum kepada suaminya.

Roni duduk di meja makan, menunggu sarapan buatan istrinya. Ia mencium aroma telur ceplok yang menggugah selera, ternyata Mala menambahkan merica serbuk, garam dan kaldu bubuk kedalam telur ceplok itu, sehingga aromanya begitu sangat menggiurkan.

"ini bang, dimakan sarapannya." ucap Mala, sembari menyendokkan nasi dari magic com dan meletakkan telur ceplok diatasnya, lalu menyodorkannya kepada Roni.

Roni menerimanya dengan antusias dan memakannya dengan begitu lahap. Mala tersenyum memandang suaminya yang begitu menyukai masakannya, meski hanya telur ceplok. itu menandakan suaminya masih peduli dengannya.

meski sudah dua belas tahun mengarungi bahtera rumah tangga, dan belum dikarunia seorang anakpun, namun cinta Roni padanya tetap tidak berubah. Ia tetap setia mendampingi Mala, tak pernah ada niat dihati Roni untuk menduakannya, apalagi sampai berniat berpoligami.

"terimakasih ya dik, sarapannya enak banget, abang berangkat kerja dulu ya?" ucap Roni sembari mengecup ubun-ubun Mala dengan lembut. Mala menjawab dengan anggukan sembari tersenyum.

Mala mengantarkan suaminya berangkat kerja sampai kedepan pintu, Mala mengulurkan tangannya, salim kepada suaminya. itulah kebiasaan Mala setiap suaminya berangkat kerja, dan hal itu yang membuat awet hubungan mereka.

setelah Salim, Roni menghidupkan mesin motornya, menarik gasnya dan beranjak pergi. suara deruan mesin motor Roni menghilang ditikungan.

Mala bergegas masuk kedalam rumah, membereskan sisa sarapannya, mencuci piring diwashtafel, dan membersihkan dapur. Mala berniat untuk mandi membersihkan dirinya.

setelah selesai mandi, Mala menyalin pakaiannya, menggunakan daster kesayangannya, daster circle atau disebut payung. Mala mengambil jamu buatan si mbok yang sudah dipanaskannya dengan terlebih dahulu, lalu meminumnya.

setelah selesai meminum jamunya, Mala menuju teras rumah. Ia duduk didipan teras, sembari mengamati warga yang lalu lalang dari rumahnya. saling bertegur sapa dan tersenyum kepada warga yang melintas. hal sekecil itu membantu menghilangkan rasa bosannya.

dari kejauhan tampak Reza, seorang pria berusia tiga puluh delapan tahun, berjalan dengan membawa dua buah polybeg kecil berisi tanaman. sepertinya tanaman hias jenis bunga. Reza adalah seorang duda, Ia kehilangan istrinya sejak tiga belas tahun yang lalu, karena keguguran.

meski usia Reza sudah hampir mendekati kepala empat, namun wajahnya masih terlihat seperti usia dua puluh delapan tahun. terlihat lebih muda dari usianya. meskipun begitu, entah apa yang membuatnya tetap betah menduda.

Reza berjalan dengan santai. sembari membawa dua buah polibeg berwarna hitam. saat melintasi rumah Mala, Ia tersenyum menatap Mala. lalu Mala membalasnya. karena penasaran dengan apa uang dibawa Reza, Mala mencoba bertanya.

"bawa apaan bang? ucap Mala ramah, kepada Reza. lalu Rexa menghentikan langkahnya, sembari memandang kearah Mala.

"bunga kenanga, mau? bunga ini sangat harum. bisa membuat relaksasi." ucap Reza menawarkan, dengan nada lembut, pandangannya lekat menatapi Mala. Ia mengetahui Mala baru keguguran, karena kabarnya yang sudah merebak keseluruh desa, ditambah lagi cerita heboh tentang penampakan kuntilanak. sesaat Reza memandangi kesekeliling rumah Mala.

"beli atau dikasih gratis bang?" ucap Mala bertanya. Reza menatap Mala dengan senyum ramah. sorot dimatanya tak mampu Mala terjemahkan. Ia seperti orang yang sedang berputus asa.

"ini abang kasih gratis buat kamu, dirawat ya? agar tumbuh besar." ucap Reza, sembari memberikan satu buah polibeg berisi tanaman hias berupa bunga kenanga. bunga cangkokan itu sudah berbuanga dua buah, aromanya khas menyengat, seperti layaknya bunga kantil. Mala menghirup aroma bunga itu, Ia tersenyum. karena baru pertama kali melihat bunga itu.

"terima kasih ya bang?" ucap Mala, dan Reza membalas dengan anggukan seraya berlalu meninggalkan Mala. sepeninggalan Reza, Mala teringat ada satu pot bunganya yang masih kosong. lalu Mala beranjak dari duduknya, mengambil pot bunga yang sudah kosong, menyalin dari polibeg ke pot bunga agar lebih tampak indah.

Mala meletakkan pot bunga tersebut dibawah jendela kamarnya, jendela itu berada menghadap didepan teras, bersama dengan bunga-bunga yang lainnya. Mala sangat menyukai mengoleksi tanaman hias, apalagi yang menurutnya menarik dan langka.

Mala masuk kerumah, berniat mencuci tangannya karena kotor terkena tanah hitam saat menyalin bunga barusan. Mala mencuci bersih tangannya. setelah itu berjalan menuju ruang tamu, menonton sinetron kesukaannya. Mala sedang menunggu kedatangan si mbok. lambat laun matanya mengantuk. Mala tertidur dikursi tamu.

"bunda....bunda..." tampak enam orang anak dan seonggok daging yang ikut juga memanggilnya, mereka masih berada didalam kerangkeng besi.

saat itu Mala melihat makhluk menyeramkan itu melompat terbang kearahnya yang sedang meringis menahan sakit karena terjangannya. Mala mencoba menghindar dengan menggulingkan tubuhnya kearah kesamping kanan, dan..." aarghhhh.."tangan Mala tergores batuan cadas.

sekuat tenaga Mala berusaha menggulingkan tubuhnya untuk menggapai suluh bambu yang kini sudah berjarak beberapa depa dari tangannya. dengan bersusah payah Ia mencoba meraihnya. namun, lagi dan lagi..

"aarrrgh...: erangan Mala kian keras, saat sebuah tangan mencengkram pergelangan kakinyanya. Mala menoleh melihatnya, ternyata makhluk menyeramkan itu yang mencengkramnya. lalu menamcapkan kuku-kukunya yang tajam menembus kulit pergelangan kaki Mala, rasa perih dan sakit yang teramat menjalar keseluruh tubuh Mala. seperti puluhan sengatan lebah.

Mala berusaha sekuat tenaga meraih suluh bambu, lalu mendapatkannya, dan menghempaskannya ke makhluk mengerikan itu. api suluh itu mengenainya, lalu cengkramannya terlepas, dan Ia melesat secepat kilat menempel kedinding goa lalu merayap.

Makhluk itu sepertinya berniat kembali untuk menyerang Mala, Ia bersiap melompat dan ingin menerkam Mala yang sudah dalam kondisi tidak berdaya.

dalam keputusasaannya, Mala mengingat Rabbi-Nya, lalu melafalkan doa meminta perlindungan dari Makhluk rendah berupa iblis tersebut. Mala memejamkan Matanya, sembari menyerahkan diri kepada pencipta-Nya dengan membaca ayat Qursi dan Al falaq. lalu seketika terdengar suara lengkingan memekakkan telinga.

Mala tersentak dari tidurnya, Ia merasakan ada sesuatu yang baru saja mencengkram pergelangan kakinya. namun Ia tak menemui siapapun. Ia meraba kakinya, ada bekas luka di pergelangan kakinya, seperti kuku-kuku tajam yang ditancapkan. terlihat membiru.

"apakah tadi hanya mimpi atau halusinasiku saja. ucap Mala. namun bekas cengkraman yang meninggalkan biru lebam itu adalah nyata. Mala mencium aroma bunga yang sepertinya Ia pernah mencium aroma itu. "ya, itu aroma bunga Mawar. ucap Mala lirih.

lalu Ia melihat ada setangkai bunga kenanga tergeletak di atas meja. bunga itu yang menebarkan aroma khas menyengat.

"siapa yang meletakkan bunga ini diatas meja?" ucap Mala dalam kebingungan.

Terpopuler

Comments

Laila Arum

Laila Arum

ini pasti si reza mungkin

2023-12-01

1

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

baru tau aq masak telor pke merica

2022-12-25

2

Hiatus

Hiatus

Ada lukanya berarti nyata dong.

2022-12-15

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!