Mala masih merenungi arti mimpinya tadi malam. Ia penasaran dengan ke enam anak tersebut dan satu janin yang berbentuk seonggok daging. Mala mengingat bahwa dirinya pernah enam kali keguguran sejak awal pernikahannya, dan sayu janin berbentuk seonggok daging yang baru saja keguguran dari rahimnya.
"apakah anak-anak dan janin itu ada hubungannya denganku?" ucap Mala lirih. Ia sedang berada didapur, menyiapkan sarapan seadanya. pasca keguguran Ia sudah mulai dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan-ringan, seperti membuat sarapan.
hari ini si mbok berjanji akan datang untuk memasakkan masakan kesukaannya. si mbok janji bawain tahu goreng kunyit, tempe bacem dan sambal jahe plus merica limau. air liur Mala seperti ingin menetes membayangnyakannya, dan tak sabar menunggu kedatangan si Mbok.
"masak apa dik?" ucap Roni yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakangnya, Mala tersentak kaget. lalu mengelus dadanya. "abang ngagetin saja, Mala masak telur ceplok saja, buat satapan pagi ini. " ucap Mala dengan lembut, sembari tersenyum kepada suaminya.
Roni duduk di meja makan, menunggu sarapan buatan istrinya. Ia mencium aroma telur ceplok yang menggugah selera, ternyata Mala menambahkan merica serbuk, garam dan kaldu bubuk kedalam telur ceplok itu, sehingga aromanya begitu sangat menggiurkan.
"ini bang, dimakan sarapannya." ucap Mala, sembari menyendokkan nasi dari magic com dan meletakkan telur ceplok diatasnya, lalu menyodorkannya kepada Roni.
Roni menerimanya dengan antusias dan memakannya dengan begitu lahap. Mala tersenyum memandang suaminya yang begitu menyukai masakannya, meski hanya telur ceplok. itu menandakan suaminya masih peduli dengannya.
meski sudah dua belas tahun mengarungi bahtera rumah tangga, dan belum dikarunia seorang anakpun, namun cinta Roni padanya tetap tidak berubah. Ia tetap setia mendampingi Mala, tak pernah ada niat dihati Roni untuk menduakannya, apalagi sampai berniat berpoligami.
"terimakasih ya dik, sarapannya enak banget, abang berangkat kerja dulu ya?" ucap Roni sembari mengecup ubun-ubun Mala dengan lembut. Mala menjawab dengan anggukan sembari tersenyum.
Mala mengantarkan suaminya berangkat kerja sampai kedepan pintu, Mala mengulurkan tangannya, salim kepada suaminya. itulah kebiasaan Mala setiap suaminya berangkat kerja, dan hal itu yang membuat awet hubungan mereka.
setelah Salim, Roni menghidupkan mesin motornya, menarik gasnya dan beranjak pergi. suara deruan mesin motor Roni menghilang ditikungan.
Mala bergegas masuk kedalam rumah, membereskan sisa sarapannya, mencuci piring diwashtafel, dan membersihkan dapur. Mala berniat untuk mandi membersihkan dirinya.
setelah selesai mandi, Mala menyalin pakaiannya, menggunakan daster kesayangannya, daster circle atau disebut payung. Mala mengambil jamu buatan si mbok yang sudah dipanaskannya dengan terlebih dahulu, lalu meminumnya.
setelah selesai meminum jamunya, Mala menuju teras rumah. Ia duduk didipan teras, sembari mengamati warga yang lalu lalang dari rumahnya. saling bertegur sapa dan tersenyum kepada warga yang melintas. hal sekecil itu membantu menghilangkan rasa bosannya.
dari kejauhan tampak Reza, seorang pria berusia tiga puluh delapan tahun, berjalan dengan membawa dua buah polybeg kecil berisi tanaman. sepertinya tanaman hias jenis bunga. Reza adalah seorang duda, Ia kehilangan istrinya sejak tiga belas tahun yang lalu, karena keguguran.
meski usia Reza sudah hampir mendekati kepala empat, namun wajahnya masih terlihat seperti usia dua puluh delapan tahun. terlihat lebih muda dari usianya. meskipun begitu, entah apa yang membuatnya tetap betah menduda.
Reza berjalan dengan santai. sembari membawa dua buah polibeg berwarna hitam. saat melintasi rumah Mala, Ia tersenyum menatap Mala. lalu Mala membalasnya. karena penasaran dengan apa uang dibawa Reza, Mala mencoba bertanya.
"bawa apaan bang? ucap Mala ramah, kepada Reza. lalu Rexa menghentikan langkahnya, sembari memandang kearah Mala.
"bunga kenanga, mau? bunga ini sangat harum. bisa membuat relaksasi." ucap Reza menawarkan, dengan nada lembut, pandangannya lekat menatapi Mala. Ia mengetahui Mala baru keguguran, karena kabarnya yang sudah merebak keseluruh desa, ditambah lagi cerita heboh tentang penampakan kuntilanak. sesaat Reza memandangi kesekeliling rumah Mala.
"beli atau dikasih gratis bang?" ucap Mala bertanya. Reza menatap Mala dengan senyum ramah. sorot dimatanya tak mampu Mala terjemahkan. Ia seperti orang yang sedang berputus asa.
"ini abang kasih gratis buat kamu, dirawat ya? agar tumbuh besar." ucap Reza, sembari memberikan satu buah polibeg berisi tanaman hias berupa bunga kenanga. bunga cangkokan itu sudah berbuanga dua buah, aromanya khas menyengat, seperti layaknya bunga kantil. Mala menghirup aroma bunga itu, Ia tersenyum. karena baru pertama kali melihat bunga itu.
"terima kasih ya bang?" ucap Mala, dan Reza membalas dengan anggukan seraya berlalu meninggalkan Mala. sepeninggalan Reza, Mala teringat ada satu pot bunganya yang masih kosong. lalu Mala beranjak dari duduknya, mengambil pot bunga yang sudah kosong, menyalin dari polibeg ke pot bunga agar lebih tampak indah.
Mala meletakkan pot bunga tersebut dibawah jendela kamarnya, jendela itu berada menghadap didepan teras, bersama dengan bunga-bunga yang lainnya. Mala sangat menyukai mengoleksi tanaman hias, apalagi yang menurutnya menarik dan langka.
Mala masuk kerumah, berniat mencuci tangannya karena kotor terkena tanah hitam saat menyalin bunga barusan. Mala mencuci bersih tangannya. setelah itu berjalan menuju ruang tamu, menonton sinetron kesukaannya. Mala sedang menunggu kedatangan si mbok. lambat laun matanya mengantuk. Mala tertidur dikursi tamu.
"bunda....bunda..." tampak enam orang anak dan seonggok daging yang ikut juga memanggilnya, mereka masih berada didalam kerangkeng besi.
saat itu Mala melihat makhluk menyeramkan itu melompat terbang kearahnya yang sedang meringis menahan sakit karena terjangannya. Mala mencoba menghindar dengan menggulingkan tubuhnya kearah kesamping kanan, dan..." aarghhhh.."tangan Mala tergores batuan cadas.
sekuat tenaga Mala berusaha menggulingkan tubuhnya untuk menggapai suluh bambu yang kini sudah berjarak beberapa depa dari tangannya. dengan bersusah payah Ia mencoba meraihnya. namun, lagi dan lagi..
"aarrrgh...: erangan Mala kian keras, saat sebuah tangan mencengkram pergelangan kakinyanya. Mala menoleh melihatnya, ternyata makhluk menyeramkan itu yang mencengkramnya. lalu menamcapkan kuku-kukunya yang tajam menembus kulit pergelangan kaki Mala, rasa perih dan sakit yang teramat menjalar keseluruh tubuh Mala. seperti puluhan sengatan lebah.
Mala berusaha sekuat tenaga meraih suluh bambu, lalu mendapatkannya, dan menghempaskannya ke makhluk mengerikan itu. api suluh itu mengenainya, lalu cengkramannya terlepas, dan Ia melesat secepat kilat menempel kedinding goa lalu merayap.
Makhluk itu sepertinya berniat kembali untuk menyerang Mala, Ia bersiap melompat dan ingin menerkam Mala yang sudah dalam kondisi tidak berdaya.
dalam keputusasaannya, Mala mengingat Rabbi-Nya, lalu melafalkan doa meminta perlindungan dari Makhluk rendah berupa iblis tersebut. Mala memejamkan Matanya, sembari menyerahkan diri kepada pencipta-Nya dengan membaca ayat Qursi dan Al falaq. lalu seketika terdengar suara lengkingan memekakkan telinga.
Mala tersentak dari tidurnya, Ia merasakan ada sesuatu yang baru saja mencengkram pergelangan kakinya. namun Ia tak menemui siapapun. Ia meraba kakinya, ada bekas luka di pergelangan kakinya, seperti kuku-kuku tajam yang ditancapkan. terlihat membiru.
"apakah tadi hanya mimpi atau halusinasiku saja. ucap Mala. namun bekas cengkraman yang meninggalkan biru lebam itu adalah nyata. Mala mencium aroma bunga yang sepertinya Ia pernah mencium aroma itu. "ya, itu aroma bunga Mawar. ucap Mala lirih.
lalu Ia melihat ada setangkai bunga kenanga tergeletak di atas meja. bunga itu yang menebarkan aroma khas menyengat.
"siapa yang meletakkan bunga ini diatas meja?" ucap Mala dalam kebingungan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Laila Arum
ini pasti si reza mungkin
2023-12-01
1
Yuli Eka Puji R
baru tau aq masak telor pke merica
2022-12-25
2
Hiatus
Ada lukanya berarti nyata dong.
2022-12-15
1