karena asyik bermedia sosial, Mala lupa diri. hingga waktu menunjukkan puku17.45 wib. Mala bergegas turun dari ranjangnya, Ia ingin mandi. Mala membawa handuk dan keluar dari kamarnya. menuju kamar mandi yang berada didapur.
Mala melihat bak penampungan air sudah kosong, Ia lupa bahwa belum mengisi air. Mala menyalakan mesin pompa air, namun mesin itu belum berfungsi juga. "Ya Allah, mungkin pipa airnya ada yang bocor, makanya airnya tidak mau keluar.
Mala memeriksa kebelakang rumah, hari mulai meremang. Mala mulai memeriksa pipa saluran mesin pemompa air. pipa itu menyalur air dari sumur belakang. tampak di dekat sumur belakang, sebatang pipa itu pecah. seperti habis terkena pijakan kaki seseorang. "pantesan saja airnya tidak mau mengalir. ternyata ada pipa yang pecah." guman Mala lirih.
Mala masuk kembali kedapur, mencabut kabel aliran listrik mesin pompa air.."sebaiknya aku mandi disumur belakang saja. dikamar mandi tidak cukup untuk mandi. airnya hanya tersisa untuk ber'istinja saja." guman Mala, sembari mengambil handuk, wadah sabun serta ember kecil, untuk membawa air.
hari kian meremang, Mala mulai membersihkan tubuhnya, Ia menimba air disumur dengan sangat hati-hati. tanpa Mala sadari, sepasang mata memperhatikannya dari balik pohon mangga. matanaya nanar memperhatikan Mala yang hanya menggunakan underware saat mandi. tubuh molek Mala membuat jakunnya naik turun.
karena hari semakin senja, Mala dengan ceroboh tidak menutup kain usang yang digunakan sebagai tingkap pintu. Ia mengira tidak mungkin ada orang yang akan melihatnya. apalagi hari mulai semakin gelap.
Mala merasa bulu kuduknya meremang. namun Ia mengabaikannya. Ia melanjutkan mandinya. berkeramas dan memoleskan lulur keseluruh tubuhnya. karena keasyikan berlulur, Ia sampai lupa waktu, Ia merasa mandi diluar ruangan seperti ada keasyikan tersendiri. sayup-sayup terdengar suara adzan Maghrib berkumandang. Mala menoleh ke langit, safak merah dilangit hampir menghilang. Pertanda Maghrib telah datang.
Mala menyelesaikan mandinya, mengguyur tubuhnya dengan air, menambah ke exotisan bagi siapa saja yang memandangnya. Mala meraih handuk, menggosok rambut sebahunya dengan handuk, membiarkannya tergerai. lalu Ia melilitkan ditubuh moleknya. sepasang mata yang terus memperhatikannya menelan salivanya.
Mala berjalan keluar dari sumur, Ia menenteng semua peralatan mandinya, beserta ember kecil berisi air yang akan digunakannya untuk 'istinja saat malam nanti. Mala melangkah hendak menuju dapur. [wuuuuusssh....] desiran angin tiba-tiba membelai rambut basahnya. ternyata, selain sepasang mata manusia, ada sepasang mata lain yang juga ikut memperhatikannya sejak tadi. sepasang mata dengan merah menyala.
Mala merasa buluk kuduknya meremang, mencoba mengabaikan, namun rasa itu kian kuat. mala tergesa-gesa masuk kedalam dapur. Mala mengunci pintu dapur, dan menutup jendela.
Mala merasa sangat segar, karena sudah hampir dua minggu tidak luluran. kini tubuhnya terasa harum dan wangi. Mala teringat Ia belum mengunci jendela kamar, Ia terburu-buru menuju kamarnya berniat hendak mengunci jendela. sesampainya dijendela kamar, Mala mencium aroma bunga kenanga yang masuk melalui jendela, Mala melongokkan kepalanya, ternyata bunga kenanga itu ada yang baru saja merekah.
namun Mala bingung, kemaren ada dua tangkai bunga yang sudah merekah, seharusnya menjadi tiga, namun hilang satu. "kemana bunga yang satunya? apa mungkin sudah jatuh?" ucap Mala dengan liri, sembari mengunci jendela. Ia menghidupkan lampu untuk penerangan.
Maghrib telah usai, Mala berniat menyalin pakaiannya. karena sehabis mandi tadi, Ia hanya menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya. dan saat itu. Ia bergegas menuju lemari pakaiannya. Namun, telinganya menangkap sesuatu.
[Ma....laa]... suara panggilan yang hampir dengan rintihan. Mala mencari sumber suara tersebut, mata indahnya berkeling memeriksa ruangan kamar, namun tak satupun seseorang yang ditemuinya.
[Ma.....laaa..] suara rintihan itu seakan berbisik ketelinganya. Mala mengusap telinga kanannya, karena seperti ada seseorang yang berbisik disana. saat itu Melintas bayangan hitam dari arah belakang, Mala terperanjat. Matanya waspada mencari bayangan tersebut. namun tak Ia temui.
bayangan itu melintas lagi, dari sisi sebelah kiri Mala, saat Mala menoleh untuk melihat bayangan itu dan akhirnya..
"aarrgh..." Mala tercekat sembari menutup mulutnya, Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. sesosok makhluk dengan rambut panjang tergerai, menatap kearahnya, dengan seringai tajam. saat Makhluk itu ingin mendekat, Mala melafalkan doa, dan Makhluk itu menghilang dari pandangan Mala.
Mala menarik nafasnya yang memburu. dan menghelanya, untuk menetralisir detak jantungnya.
makhluk itu ternyata mengikutinya saat mandi disumur belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Ronati Pertiwi
mala nga ada takut2 nya
2025-03-08
0
Ronati Pertiwi
lanjut thor
2025-03-08
0
Laila Arum
kebiasan mala males mandi agak sore magrib waktu g baik
2023-12-01
1